
Jam satu siang
Patrick mengetuk pintu rumahnya saat carlos baru selesai mandi
"Masuk pih" kata carlos sopan
"Tompel sama kacamatanya di buka aja, sumpek tau, mumpung ga ada cewe disini dan kita hanya berdua" ledek patrick ,
carlos tertawa dan melepas tompel serta kacamatanya sementara patrick menatap takjub semua isi interior design rumah carlos
"cakep" puji patrick, bener bener duplikasi haekal batinnya
"Aktor korea pih" canda carlos
"Papi ada beberapa hal harus dibicarakan dengan kamu" ucap patrick
"silahkan pih"
"Papi mau renovasi dua rumah didepan itu, buat tempat belakar dan kerja kelompok rara dan kalian berlima. sekalian buat team musik pelayan gereja, bisa bantu papi design yang bagus? papi akan panggil tukangnya untuk kamu" tanya patrick "itu tukangnya di depan"
"Boleh pih, habis ini carlos akan bicara dengan tukangnya"
"berapa lama selesai?"
"seminggu pih"
"Baiklah, kemudian hal kedua, kios kamu terlalu kecil disini, kenapa ga pindah ke ruko dan buka usaha?"
"saya baru lima bulan disini pih , uang saya belum cukup, jadi hidup seadanya saja dulu"
"Papi ada ruko di depan sana, harganya 400 juta, dua pintu 800 juta, kalau kamu mau, kamu bisa membayar DP dan mencicilnya, saran papi kamu buka cafe di bawahnya, di atas bisa buat less musik atau les private, jadi lebih cepat maju"
"Atau bisa juga kamu menyewanya nak, papih ijinin kamu sewa sampai punya uang baru di beli, pertahunnya 20 juta untuk dua ruko"
"Kalau mau tiga ruko juga bisa, letaknya di depan sekolah budi luhur"
"Akan carlos pikirin pih, sebulan saya berikan jawaban pada papih" jawab carlos sopan
"Baiklah kalau begitu, selama di kota awan , kalau butuh sesuatu langsung utarakan, jangan sungkan ya" carlos mengangguk
"Makasih pih, carlos beresin rumah depan dulu ya" mereka pun bersama sama ke luar ke seberang rumah carlos dengan tukangnya
"Saya mau bla.. bla.. bla.. " ucap carlos tegas "Berapa biayanya?" tanya carlos
"60 juta mas" jawab tukang itu
"kalau tiga puluh juta boleh? andai ga bisa saya pakai tukang saya kemarin" tanya carlos dingin
Tukang itu tak berdaya, akhirnya ia mengangguk setuju di angka 33 juta
"Mantap" batin patrick
"kapan bisa mulai kerja?" tanya carlos dingin "se-sekarang mas" jawab tukang itu melihat aura carlos berbeda
"Seminggu pastikan selesai"
"Ba baik mas" jawab sang tukang
"Sudah ok pih" ucap carlos mode sopan kembali , patrick mengangguk
"Isi rumah bagaimana?" tanya patrick
__ADS_1
"Nanti carlos akan bicara dengan rara lalu memesan online bagaimana pih?"
"Boleh"
patrick permisi pulang ke rumahnya setelah perihal disana selesai
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
"Mih, gogo memang berbeda, dia benar putra haekal, susah jelasinnya tapi auranya sama dengan aura haekal, anaknya tegas dan berkeyakinan teguh"
"Sejak lahir sudah kelihatan pih, kan lahirnya barengan rara hahaha" jawab vyora
"iya, dia begitu tampan sekali dan memang bisa di andalkan" kata patrick
"cuma apa dia mau sama rara yang cupi itu?" tanya vyora
"Kalau rara cantik nanti di tikung orang" ledek patrick sambil tertawa
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Seminggu kemudian
Renovasi rumah camp rara selesai
Sabtu jam 08:00
Patrick mengabarkan akan datang jam sebelas nanti, setelah carlos menyetujui , carlos segera menyelesaikan les musik murid muridnya dan berakhir jam 10:00
Jam 11:00
sebuah mercy berhenti didepan rumah carlos
TOK TOK TOK
saat membuka pintu, patrick dan vyora masuk, "duduk pih mih" ucapnya sopan tapi di belakang mereka asa gadis mungil yang sangat amat cantik sekali tersenyum padanya
carlos tak berkedip menatap gadis itu, gadis itu juga tak berkedip menatap carlos yang sangat tampan
"awas air liurmu dilap dulu" ejek patrick, vyora terbahak bahak. carlos merona karena malu
"Ma-Masuklah " ajak carlos gelagapan masih menatap gadisnya itu
rara masuk ke dalam dan menuju sofa "Ambilin minum buat papi mami" bisik carlos
rara langsung ke dapur mengambil minuman di kulkas buat orangtuanya dan duduk disofa . carlos masih menatapnya takjub
"Halooo kami masih disini" ejek patrick. vyora kembali terbahak bahak. carlos malu sekali dua kali kepergok menatap rara
"Renovasi rumah sudah selesai pih, papi mau melihat dulu?" tanya carlos
"Mau , itu tujuan kami kesini"
"Ayo pih mih" ajak carlos lalu bergegas mengambil kunci rumah patrick dan mengajak mereka kedepan rumahnya
Sungguh tiga orang itu takjub melihat rumah sangat sederhana sekali itu berubah menjadi sangat indah dan nyaman
"carlos ada design beberapa model , tinggal rara pilih mau mana, kita pesan secara online, ini gambar designnya pih" carlos menunjukkan ipadnya
"Sambil makan saja boleh? kami belum makan" ucap patrick, carlos mengangguk , mereka segera bergegas ke mobil, Carlos mengunci pintu rumahnya dan menuju mobil.
patrick menyerahkan kunci padanya, ia menerima kunci lalu berputar ke pintu pengemudi, patrick masuk ke kursi penumpang, rata vyora sudah lebih dulu di kursi belakang
__ADS_1
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Rumah makan Letta
Lantai dua
patrick memesan beberapa jenis makanan, mereka pun berbincang ringan sejenak
tak lama makanan pun di hidangkan oleh pelayan, mereka makan dengan hikmat tanpa suara
usai makan , pembicaraan rumah dilanjutkan
"Bagaimana kalau begini pih?"
"Bagus, tapi coba tanya rara" ucap patrick, carlos menatap gadis mungil itu
"Aku setuju yang kamu pilih" kata rara
"Kasurnya ga perlu diisi , bisa buat ruangan belajar juga bisa" ucap carlos
"gapapa kasurnya, kalau papi mami mau bulan madu bisa nginap disana" kata patrick, vyora mencubit pinggangnya "Aduh mami kdrt huh" protes patrick. mereka tertawa semua
"Lanjutin gogo, papi mami serahin semua pada kamu. ini uang untuk pemesanan barang barang" patrick menyerahkan sebuah tas mini berisi uang 100 juta , carlos memeriksanya.
"Tak butuh segini banyak pih"
"nanti sisanya baru dikembalikan" jawab patrick , carlos mengangguk
"mumpung sudah keluar , bagaimana kalau kita periksa ruko depan sekolah budi luhur?" ajak patrick. carlos mengangguk
mereka pun segera ke ruko yang disebutkan dan memeriksa isi gedung yang baru di bangun . carlos sangat tertarik
"Bisa di jadikan cafe dan minimarket" gumam carlos
"pikirkan dulu, nanti kabari papi, kalau beli 3 ruko 1,5M, tapi kalau sewa, 3 ruko 60 juta pertahunnya nak"
"Baik pih, bulan depan carlos kabari, oh ya berikan rekening papih, kalau nanti ada sisa uang ini akan carlos setor ke rekening papih"
patrick memberikan nomor rekeningnya pada carlos , lalu mereka segera mengantar carlos pulang
"papih mau lihat kios kamu boleh nak?"
"Boleh, ayo pih"
Carlos mengemudi sampai ke rumahnya lalu membuka pintu besi kiosnya dan mengajak tiga orang itu masuk
"Lah kamu punya motor gede?" ucap patrick "kenapa ga dipake malah di umpetin?" tanya patrick
"Lebih nyaman naik sepeda pih, kalau ga sempat olah raga, sudah masuk hitungan olah raga, kalau naik motor terlalu mencolok, nanti cewe di sekolahan berisik semua"
patrick mengangguk , dan merasa kagum pada calon menantu masa depannya itu
"gogo kalau ada waktu luang bantu pelayanan di musik gereja ya" pinta vyora , carlos mengangguk "baik mih"
mereka pun segera beranjak ke mobil diantar carlos sampai ke halaman.
"Besok jangan seperti ini ke sekolah, kaya biasa aja" bisiknya pada rara, rara mengangguk patuh , carlos mengusap kepala rara sesaat sebelum gadis itu masuk ke mobil ayahnya
__ADS_1