
2 bulan kemudian
Kandungan rara sudah 16 minggu, carlos mengajaknya ke dokter obgyn melakukan USG.
"Tuan.. ini bayi kalian, ini bayi pertama, organnya lengkap, wah ia tampan, hidungnya sangat mancung, wajahnya mirip ayahnya.. beratnya juga lebih dari cukup , mungkin mengikuti postur ayahnya dan ini kelaminnya .. ehmm dia laki laki, jantungnya sangat kuat. anda bisa mendengar suata detakannya"
dokter mengeraskan speaker agar carlos dan rara bisa mendengar detakan jantung bayinya , carlos meremas tangan rara. hatinya penuh haru. air matanya menetes. dulu ia tak tau tumbuh kembang baby C. kali ini dia mengikuti smua step perkembangan bayinya
"Tuan.. ini bayi kalian, ini bayi kedua, organnya lengkap, wah ia tampan, hidungnya sangat mancung, wajahnya mirip ayahnya.. beratnya juga lebih dari cukup dan ini kelaminnya .. ehmm dia juga laki laki, jantungnya sangat kuat. anda bisa mendengar suara detakannya"
dokter mengeraskan kembali speakernya, carlos terharu, bahkan tak berani mengedipkan matanya dati monitor. tapi ia sedih juga karena keduanya laki laki meski tak menampakkannya karena tak mau membebani pikiran istrinya
"Jaga suasana hati istri anda supaya tetap baik, jangan biarkan kelelahan, sedih apalagi stres karena membahayakan bayinya. rutin minum obat penguat kandungan dan vitaminnya jangan lupa susu hamil untuk memenuhi nutrisi baby" pesan dokter
"hormon bumil memang tak stabil kadang suka seenaknya, mood juga berubah ubah, anda harus maklum dan mendukung istri anda melaluinya.. ini resep yang harus kalian tebus"
"Emm dokter apakah saya boleh menjenguk bayi saya" tanya carlos, dokter tersenyum, rara mencubit pinggang suaminya
"bisa, cuma jangan kasar ya Tuan Muda, kasihan bayi anda"
"Baiklah, Terima kasih dokter" ucap carlos sambil menatap poto usg anaknya itu dan menyecan melalui ponsel dan mengirimkan pada empat orangtuanya
ia membawa istrinya ke ruang tunggu apotik dan menebus resep , setelah itu mereka ke cafe untuk sarapan lalu carlos membawa istrinya pulang. carlos menggendong istrinya sampai ke kamar dan merebahkan perlahan
"sayang aku turun dulu, aku sedang mendesign villa buat rumah kita , 4 bulan lagi akan selesai . aku sedang mengejarnya"
"Tapi baby mau sama papanya" matanya berkaca kaca
"sayang.." ucap carlos tapi rara malah menangis ,
akhirnya carlos menggendongnya ke kantornya. merebahkannya di sofa dengan kepala di pangkuan carlos. carlos menjalankan pekerjaannya dengan fokus , ia ingin kerjaannya cepat selesai agar villanya bisa selesai sebelum bayinya lahir
"Boss.." panggil adnan, carlos meletakkan telunjuknya di bibirnya lalu melirik istrinya dan mengambil ponsel mengirimkan pesan pada adnan
akhirnya mereka duduk berhadapan bicara melalui pesan WA. 🤣🤣🤣
jam dua belas rara terbangun, paha carlos seakan mati rasa
"Hubby aku lapar" rengek rara sambil memeluk carlos dan mendusel di dadanya . carlos terkejut dan senang karena selama 7 tahun belum pernah rara memanggilnya selain sebutan gogo
carlos melirik rolex daytona yang di kenakan clara di lengannya saat ulang tahunnya dua bulan lalu
"mau makan apa hum?" tanyanya sambil mengelus kepala istrinya
"mau makan di ruangan vip J resto"
__ADS_1
"sayang mau makan di vip sana harus minimum charge 2 juta, apa kamu sanggup menghabiskannya?" rara kembali bersedih dan duduk diam . tak lama rara bangkit
"Mau kemana?" carlos menahan pinggangnya
"Tidur" jawab rara sambil memasang wajah masam. akhirnya carlos menelpon zidan
"Tuan, istriku sedang ngidam ingin makan di J resto tapi harus di dalam ruangan vip, kami hanya berdua tak mampu menghabiskan banyak makanan.."
"Kemarilah carlos, tak ada minimum charge buat bumilmu, kamu mau datang saja kami sudah senang" potong zidan cepat
"Jangan lupa membawa konsep restoran kami di CDI Palace ya, kita sekalian meeting"
"sebentar Tuan Zidan"
"Sayang, Kita bisa makan di J resto vip, tapi tuan zidan sekalian mengajak meeting dulu, apakah tak apa kau menemaniku atau mau pulang usai makan?"
"Gapapa aku temani meeting" kata rara kembali senang
"Tuan aku akan meeting dengan anda usai makan siang" kata carlos pada zidan
"Baik aku menunggumu ya"
"Baik Tuan.. Terima kasih"
zidan memutuskan sambungannya
Ruang vip J resto
"Kau mau makan apa sayang?" tanya carlos
"Apa saja asal makan di ruangan vip"
carlos memesan beberapa menu makanan untuk istrinya. ia membawa dea dan suster maria
setelah selesai makan siang, carlos menemui zidan , zidan juga membawa dua temannya. mereka melakukan pembicaraan seputar interior restoran yang akan di bangun
"Tuan menurutku begini, 10 ruko anda mau menjadikan gedung pesta. bagaimana kalau bagian lantai 4 yang kosong itu kita tambahkan kolam renang bisa jadi rooftop swimingpool party dengan thema out door, biaya tambahan juga tidak mahal"
"Aku membuat konsep design seperti ini" carlos menunjukkan ipadnya , zidan sangat antusias "ini proposal pendanaan untuk gedung party anda dan proposal pembiayaan untuk rooftopnya"
"setuju, sediakan dokumennya, aku akan menandatanganinya" ucap zidan "aku mau konsep ini ditangani kamu, bukan anak buahmu"
"memang sejak awal design Tuan saya tangani langsung" jawab carlos. zidan mengangguk puas .
"Saya akan meminta asisten saya membawa dokumen untuk tuan tanda tangani jam 16 nanti" ucap carlos, zidan menyetujuinya
__ADS_1
"Yang saya kenalkan tadi Tuan Caldwell dan Tuan Fernando mau membangun gedung perkantoran di lahan kosong mereka di kota ini, aku merekomendasikan mereka menyerahkan project ini padamu"
" mereka datang dari canada dan australia , barusan turun dari bandara khusus menemuimu. tadinya aku mau mengajaknya ke kantormu, tapi kau mau kesini hahahaha"
setelah mereka mengutarakan budget dan keinginan mereka, carlos mencatatnya dengan baik dan rapi
"saya minta break 10 menit boleh Tuan? saya ingin menghubungi Boss saya sebentar" ijin carlos sopan. zidan mengangguk
"benar benar mirip haekal, fotocopynya saat muda bahkan si kecil juga duplikasi haekal versi mini" ucap fernando "bilang saja kau rindu ibunya" ledek caldwell . zidan yang tak paham hanya menatap mereka dengan datar
"halo dad.. "
"Kenapa nak? ada masalah tiba tiba menelpon dad?"
"apa harus ada masalah baru boleh menelpon dad?" tanya carlos datar terdengar tawa haekal
"baiklah katakan ada apa?"
"Dad ada Tuan Caldwell da Tuan Fernando mau membangun gedung 30 lantai dengan luas lahan ........ " carlos menjelaskan pada ayahnya semua tentang pembicaran mereka
"Wow caldwell dan fernando.. dad akan menemui mereka, buat janji temu dengan mereka besok dinner , dad akan menangani project ini"
"Baik dad"
"Tuan zidan, Tuan fernando, Tuan Caldwell, saya tak ada pengalaman membangun gedung 30 tingkat, tapi Bos saya Tuan Haekal Ivander akan menangani project anda langsung, Boss akan menemui anda besok jam 19:00 di ruangan ini"
"awesome, dia datang sendiri, apakah clara ikut datang?" tanya fernando
"Kehadiran Nyonya besar saya tak tau , tapi Tuan besar akan datang besok" jawab carlos sopan
"Tuan tinggal dimana?" tanya carlos "Belum tau, kami baru tiba" jawab fernando
"Kalau berkenan rentallah di penginapan saya, selain harganya terjangkau, lokasinya juga strategis untuk makan, membeli sesuatu, meski kamarnya agak kecil tapi nyaman"
"Boleh juga" ucap Fernando
"Kalau begitu ikutlah bersama saya kembali Tuan" ajak carlos, ia segera meminta supir menaikkan koper dua Tuan itu , mereka bergegas ke penginapan CDI elite
"Aiko bantu tuan ini pilih kamar dan check in di CDI elite, sebelumnya ajak keliling menikmati lingkungan disinu" perintah carlos "Aku antar dea ke kamar dulu, sudah mulai rewel"
"Tuan silahkan ikuti saya" ajak aiko kepada dua tamu agung itu keluar kantor dan berkeliling sejenak
Aiko memberi tau lokasi ruko itu, dan CDI Luxury, lalu CDI palace . mereka tertarik dengan CDI Palace
"Kalau mau tau info CDI Palace sudah penuh Tuan, hanya sisa 3,5 block 180 ruko lagi milik Tuan Muda, Anda bisa tanyakan pada beliau nanti" jawab aiko sambil tersenyum sopan "saya antarkan Tuan Check in dulu ya"
__ADS_1