
Jam enam sore clara dan haekal keluar kamar menuju ruang makan. haekal menggunakan celana diatas lutut, kaos slimfit yang menunjukkan roti sobeknya. clara mengenakan celana selutut dan kaos turtleneck. keduanya tampak segar
Semua sudah menunggu di meja makan saat mereka bergabung "yang kekantor sudah pulang, kalian malah baru turun?" ledek opa. yang lain terbahak bahak. clara merona wajahnya
"dad kaya tidak pernah muda saja" jawab haekal santai sambil menerima piring berisi makanan dari istrinya
"Kamu bukan muda tapi makin tua makin jadi. yang muda itu gogo" ledek abuelo
"Gogo belum tentu sekuat aku , uncle" jawab haekal pongah , carlos menatap ayahnya datar
"kalau sudah bisa lebih dari lima ronde baru katakan kuat ya nak" ledek haekal disambut tawa pria yang dimeja makan. sementara yang wanita tak berani ikut bicara
"lima ronde aja sombong, semua juga bisa lima ronde" dengus carlos "itu masalah mudah , masalah beratnya apakah istri kuat atau tidak.. harus memikirkan keadaan istri juga dad"
"Kalau istrimu tak kuat, kamu yang salah. kamu ga menjaga stamina, makanan, vitamin, olahraga istrimu" ledek haekal
"Kamu harus menjaga kesehatan istrimu dengan baik. lama lama akan terbiasa melayanimu" ucap opa "dalam hal ini harus saling menjaga komunikasi dan kesehatan karena menyangkut kebahagiaan seumur hidup" carlos mengangguk
"katakan rara jangan lemah patrick" ledek haekal pada patrick. patrick langsung melemparkan tissue kearah haekal yang diseberangnya
"Jangan ikut campur rumah tangga anak anak" omel patrick "anak mereka saja sudah lima, tandanya dua dua hebat"
"iya lahirkan dua lagi, kami akan membantumu menjaga mereka. satu orang satu ra" pinta grandpa
"Gogo sudah KB , tak ada tambahan lagi grandpa" ucap rara "tadinya kami kira twins salah satu perempuan malah keduanya laki laki, ya sudahlah satu perempuan tidak apa apa. paling rebutan gogo, opa, nonno dan dad"
"Bagus gogo KB, menghilangkan resiko dijebak wanita ular" ucap opa diangguki yang lain
Mereka makan malam dengan tenang. Wanda secepat mungkin menghabiskan makan malamnya dan kembali sibuk mengurus triplet
"Sayangnya uyut uda kenyang, sekarang washlap. ganti baju. minum susu bobo ya" ucap wanda "ok uyut" jawab mereka lalu berjalan ke kamar mereka karena sudah lelah seharian bermain
Para perempuan sudah berada di ruang keluarga , wanda membagikan belanjaan kemarin. semua mengucapkan terima kasih pada wanda
__ADS_1
"volcano tidak kaget kamu tiba tiba belanja banyak?" tanya abuela "kaget. sangat kaget" jawab wanda
rara jadi tak enak hati "dia bilang rara dan vyora harus sering datang agar aku sudi membelanjakan uangnya" sambung wanda tertawa. akhirnya rara menghembuskan nafas lega
"kami disini sejak muda sudah cari uang sendiri ra, jadi tidak ada tukang foya foya. kalau foya foya suami pasti mendukung" kata grandma
"sama dengan rara, dia taunya hanya kerja dan tidak diijinkan kemana mana sama gogo. jadi tak pernah shopping" ucap clara
"gogo ijinin mom, malah dikasih kartu buat sepuasnya belanja. cuma rara yang ga tega liat gogo kerja susah payah malah kita hamburin uangnya. lagipula anak kami banyak. kelak akan butuh uang banyak kalau kuliah"
"anak ada rezeki anak ra. dulu mom hanya satu anak. dia suka aneh aneh tapi tidak menggunakan uang mom dad. malah kami ga berharga karena dia ga pernah menyentuh uang kami" ucap clara
"kamu liat mau bangun mansion kalian di samping rumah mom, semua langsung rebutan mau biayai karena memang gogo tidak pernah menggunakan uang keluarga"
"iya mom, rara paham. cuma kami sudah punya prinsip hidup sendiri yang membuat kami lama lama terbiasa" jawab rara pelan
"Dulu gogo sekolah, pulang sekolah ngajar les, lalu ngurus kerjaan, pulang kerja sudah sangat malam. besok mau sekolah lagi.. lama lama terbiasa dan kami menjalani hidup kami seperti masa lalu tapi pastinya gogo sangat membebaskan rara membeli apapun yang rara mau. katanya kalau habis diisi lagi" tetang rara
"Suamimu sangat baik nak. kau beruntung dapat suami seperti itu. kami dulu juga sama sepertimu. kakek kalian membebaskan kami belanja apapun tapi kami tak sampai hati mengingat mereka kadang lembur dan kelelahan" ucap nonni wanda, diangguki yang lain
"Gogo terbiasa manage sesuatu dan menghindari kebocoran dana. dan ada rara menjaga uangnya. kalau rara tipe ular ya mungkin masa depan mereka akan hancur"
"Ra.. kalau bisa saat anak anak SD , ijinkan mereka sekolah di eropah. biar kami merawat mereka. kalian tiap hari bekerja.. sisa hidup kami pun tak lama lagi. biarlah hidup kami penuh warna sebelum bertemu Tuhan" pinta wanda hati hati
"Dea biar sama kamu, yang laki laki serahin kepada kami, nanti kalian sibuk di jakarta. mereka malah kurang kasih sayang" pinta abuela
"Kemarin kata opa dan nonno mereka berencana bangun mansion baru bertetangga kalau kalian mengijinkan anak anak tinggal disini. meski masih wacana tapi kalau kalian ijinkan pasti terealisasi karena mommy dan mami kalian juga mau stay disini" kata oma
"Nanti rara bicara pada gogo dulu ya oma" ucap rara sopan. mereka mengangguk
"Oh ya kemarin kenapa haekal cemburu membabi buta?" tanya grandma pada clara .
"Haekal memang begitu, sejak dulu kalau cemburu selalu kalap dan mengamuk" terang clara
__ADS_1
"Sama dengan opa/gogo" ucap oma dan rara bersamaan. clara mendelik lalu tertawa
"saat muda dulu, opa malah pernah mengurung oma di kamar sebulan gara gara cemburu buta" kenang oma
"Gogo pendiam tapi cemburu buta ya?" tanya grandma penasaran
"Sejak sekolah gogo itu pendiam dan galak sama orang tapi kalau di rumah ngga oma. dia cukup usil dan suka baik. dan kalau cemburu ya sudah tidak bisa dikendalikan" terang rara
"Begini sayang.. kita menikah dengan putra tunggal. sejak kecil mereka merupakan kesayangan keluarga, sejak kecil semua kasih sayang hanya buat mereka seorang, ego mereka lebih tinggi dari orang lain dan tidak suka angka dua. di duakan, di nomor duakan dan angka dua lainnya" nonni menjelaskan dengan bijak "Nah mereka merasa tak senang kalau miliknya terancam di ganggu orang lain"
logika nonni disetujui oleh semua perempuan di ruang keluarga.
"kembali ke haekal dulu, jadi sekarang masih cemburu?" tanya grandma
"Selalu cemburu ke fernando sejak awal menikah dulu mam. apalagi Keluarga fernando memilih gogo jadi pewaris tunggal mereka. makin kesal lah si suami galak itu" jawab clara "akhirnya membabi buta seperti tadi malam"
"jangan di jawab kalau haekal marah nak" ucap oma sambil mengelus punggung clara "justru tadi malam clara diam supaya jangan panjang, haekal malah tambah emosi mom"
"untung saja kamu tidak di kurung seperti opa mengurung oma" ucap oma "kalau haekal kurung clara, clara akan kabur" canda clara
"mana bisa kabur dari mansion ini atau dari itally. sistem ke amanan disini dibuat team IT team CN dan gogo. belum sampai bandara sudah pasti tertangkap" ucap oma "Clara canda mom. kalau beneran kabur bisa bisa di borgol dengan tangan haekal hahaha" semua tertawa
"Jadi gogo akan menjadi pewaris fernando?" tanya vyora
"Itu urusan dad dengan gogo, rara tak berani ikut campur urusan laki laki mih" ucap rara
"lebih baik begitu, nanti merembet kemana mana" ucap vyora sambil tertawa
"Bukannya tadi malam patrick juga cemburu?" tanya clara
"ada, dia mengamuk tapi pas mandi aku tinggal tidur sambil meluk dom " tawa vyora terdengar "ada dom kan ga berani teriak dia"
"pinter kamu" dengus clara
__ADS_1
"Papi kalau marah teriak juga?" tanya rara menatap ibunya "Kalau tidak mengamuk bukan patrick namanya" jawab wanda . rara baru paham melihat orang kalem tukang emosi semua