
ujian akhir semester usai, carlos menerima pembayaran 140 juta dari orangtua muridnya, maklum mereka sultan di kota langit.
"untuk apa uang sebanyak ini tuan?" tanya carlos datar
zidan menjelaskan rinciannya
■ uang les bulan juni
■ uang les bulan juli
■ bonus juara satu sekolah
■ Bonus 20 juta untuk juara 1 piano jasmine di kota langit
"Puji Tuhan, terima kasih Tuan Johanus" ucap carlos pada orangtua muridnya yang datang mengantarkan uang sekaligus berpamitan mau membawa anak anak liburan keluar negeri selama sebulan
***
"Aku akan keluar kota 3 hari" carlos mengirimkan pesan pada rara
"hati hati dijalan"
"siap bu boss" balas carlos
carlos menyusun strategi rute
■ Naik bus dari kota awan ke kota langit
■ Naik pesawat dari kota langit menuju medan dua kali transit
■ Melakukan penarikan Tunai di Bank AAH medan sebesar 3 Milliar , lalu melakukan penyetoran tunai ke rekening patrick 3 Milliar melalui Bank GHI, tak lupa ia meretas cctv lokasi itu lalu menghapus rekaman untuk menghilangkan jejaknya
■ Dari Medan naik bus menuju pekan baru
■ bermalam semalam di pekan baru ia menaiki travel menuju padang
■ Dari bandara padang ia menuju ke makasar
■ Dari bandara makasar ia bermalam semalam menaiki bus ke kota pelangi
■ Dari kota pelangi ia menaiki pesawat menuju kota langit
■ Bermalam semalam di kota langit, subuh ia menaiki jalur darat yaitu bus ke kota awan dan jam 7 pagi ia sudah di kamarnya
Badan carlos serasa remuk semua gara gara rutenya itu , tapi dia harus berbuat seperti itu, karena ia yakin sekarang pengawal ayahnya dan opanya serta pengawal ibunya. sedang berada di medan mencarinya . bisa jadi ayah ibunya malah datang sendiri ke medan
"Carlos kamu mengirim uang 3 Milliar?" tanya patrick melalui pesan whatsapp kemarin , dan baru di balas carlos hari ini
"Bener pih, carlos lelah sekali saat ini, nanti sore carlos akan temui pih"
"Baiklah , papih tunggu"
"Terima kasih pih" tutup carlos
carlos segera kekamar mandi membersihkan diri dan menemui bantal guling plus selimutnya . tulang badannya benar benar serasa rontok semua
Jam lima sore ia menghubungi Patrick dan berjanji akan menemuinya sejam lagi , tapi keduluan patrick yang mau datang ke rumahnya
TOK TOK TOK
__ADS_1
Patrick datang bersama vyora dan rara
rara tidak menggunakan dandanan fake/nerd nya hari ini, ia sangat cantik sekali. kepenatan carlos mendadak hilang seketika
"kami di suruh bengong diluar?" goda patrick , carlos merona. ia malu sekali
"Masuk pih" ajaknya malu
"Kita makan di luar ya, kami belum makan" ucap patrick. carlos mengangguk
"tunggu sebentar pih"
carlos lari kekamarnya dan mengambil sebuah tas ransel yang agak lusuh, lalu turun menemui keluarga aldebaran itu
"Makan dimana pih?"
tanya carlos saat patrick menyerahkan kunci mobil pada carlos dan carlos langsung masuk ke kursi pengemudi usai menerima kunci dari patrick
"di kota ini hanya ada rumah makan letta dan TA , memang ada pilihan lain?" tanya patrick. carlos tertawa , ia mengemudi ke rumah makan milik vyora itu
"Mau masuk yang mana?" tanya vyora
"bebas mih, mana aja boleh" jawab carlos
"kemarin ke rumah makan letta , kali ini ke TA ya nak" ucao vyora. carlos mengangguk dan mereka masuk ke lantai dua rumah makan itu
patrick memesan beberapa makanan lalu mereka berbincang ringan
"Perabotan semua sudah terisi, ada yang di butuhkan lagi nak?" tanya patrick
"Bahan dasar sudah lengkap, sebagian carlos kurangi pih supaya lebih lapang" jawabnya "tapi tergantung letta, maunya bagaimana , kalau mau ditambah akan carlos pesan lagi perabotannya"
pelayan menghidangkan makanan, mereka segera makan malam dengan tenang , usai makan pelayan membersihkan piring kotor dan meja
"tolong berikan teh crysan" perintah vyora pada pelayannya, mereka mengangguk "Baik nyonya" pelayan segera kembali membawakan teh pesanan vyora
Carlos membuka ransel lusuhnya dan mengeluarkan sebuah kantongan warna hitam "Pih ini sisa uang titipan papih kemarin, ada sisa 67 juta, ini rincian pemakaian dana termasuk nota pembelian barang"
carlos menyerahkan semua bukti dan rincian penggunaan dana patrick
"Kamu pegang saja dulu" ucap patrick
"ngga pih, saya ga ada rekening disini jadi tak aman menyimpan uang tunai di rumah, nanti sisa letta beli piano dan drum saja" patrick mengangguk paham
"uang 3 Milliar bagaimana ceritanya?" tanya patrick , rara dan vyora terkejut
"Ahh itu pih..
■ 1,5 Milliar untuk ruko tiga pintu depan sekolah budi luhur
■ 800 Juta untuk ruko didepan rumah sakit budi luhur
kan total 2,3 Milliar"
"Baiklah besok kita ke notaris mengurus dokumen jual beli dan serah terima sertifikat nak"
"baik pih"
"mengenai sisa uang bagaimana?"
__ADS_1
"Kalau boleh papih pegang dulu sampai dokumen selesai, carlos akan membutuhkan uang buat modal dan renovasi .. baru carlos minta boleh pih?" tanya carlos
"Tentu boleh"
"Tapi .. carlos banyak maunya pih" ucap carlos malu
"katakan jangan sungkan nak"
"Kalau boleh, carlos menitip uang 200 juta tunai ini pada papi, jadi carlos nitip papi dulu, nanti saat mau belanja bahan renovasi, carlos akan minta uangnya sama papi"
"Baiklah nak" jawab patrick sambil menerima kantongan pink berbungkus koran itu dari carlos
"titipanmu 900 juta ya nak" carlos hanya mengangguk
"boleh tau darimana uang ini nak?" tanya patrick
"bisa saya bicara berdua sama papi?"
patrick mengangguk lalu menatap istrinya, vyora segera mengajak rara turun ke bawah meninggalkan suaminya dan calon menantu masa depannya bicara berdua
"Carlos punya usaha sendiri secara online, juga bermain saham. cuma semua dana akan masuk rekening carlos"
"carlos pergi dari rumah karena dad mom egois, mereka sibuk bekerja dan membiarkan carlos bersama maid sejak kecil.. bahkan carlos tak tau kasih sayang orang tua seperti apa.. cuma carlos sadar itu demi masa depan carlos, carlos bisa paham"
"sekarang mereka akhirnya selalu bertengkar dan mau bercerai tanpa memikirkan perasaan carlos sedikitpun, mereka melukai carlos dan tak menganggap carlos bagian hidup mereka" air mata carlos menetes , patrick langsung merangkulnya dengan hangat seperti ayah dan anak. memnuat carlos merasakan kenyamanan keberadaan seorang ayah
"Jadi carlos pergi sesaat meninggalkan mereka, supaya mereka sadar anak yang tak mereka harapkan kehadirannya ini bener bener sudah muak atas keegoisan mereka"
"suatu hari carlos akan pulang bukan dengan kondisi seperti sekarang, tapi saat mereka menginginkan putranya ini"
"sementara waktu carlos belum bisa melakukan transaksi rekening karena dad mom akan langsung mendeteksi keberadaan carlos dari transaksi yang carlos lakukan via perbankan"
patrick paham apa yang terjadi dengan calon menantu masa depannya
"Jadi kamu memiliki usaha sendiri nak" carlos mengangguk
"bagaimana kalau papi bantu kamu, membuka rekening atas nama papi dan menyerahkan ATM ke kamu supaya kamu bisa transaksi dengan aman? itu kalau kamu percaya"
"carlos percaya sama papi" jawabnya lirih dan menyeka airmatanya
"Baiklah apa rencanamu sekarang nak?"
"Carlos akan membuka cafe didepan sekolah budi luhur dan kalau sudah berjalan lancar, baru carlos akan membuka mini market didepan rumah sakit budi luhur pih, sementara itu dulu"
patrick mengangguk, "besok pagi jam delapan kita ketemu di notaris ya nak, kita selesaikan dokumen baru kita ke bank, papi akan buka rekening buat kamu"
"iya pih. terima kasih ya"
"kamu ada rencana membeli mobil?" tanya patrick "papi takut kamu butuh KTP"
"belum pih, nanti kalo carlos butuh, carlis beritau papi, sementara masih nyaman sama sepeda carlos, hemat bbm dan sehat"
patrick terbahak bahak mendengar penuturan carlos, entah kenapa berhadapan dengan carlos membuat dia yang biasa dingin dan kaku menjadi bersikap hangat . ia sangat menyukai karakter calon menantunya ini
mereka berdua segera turun menemui vyora dan rara lalu mengantar carlos kembali ke rumahnya
"lain kali jangan berpenampilan seperti ini lagi, aku tak suka pria lain memandangmu penuh kekaguman apalagi penuh cinta" rara mengangguk
__ADS_1