
Sabtu
Gereja Kota awan
"Bila ada yang keberatan, katakan sekarang atau diam selamanya" tutup pendeta
"Tidak ada"
"Baiklah kalau tidak ada , pengantin silahkan memasangkan cincin di jari pasangannya, mulai hari ini kalian sah menikah di hadapan Tuhan"
"Amin"
Carlos segera menyematkan cincin di jari manis rara, rara pun menyematkan cincin di jari manis carlos
carlos mengecup kening istrinya sesaat lalu memeluk pinggangnya menuruni altar menemui orangtua mereka
"Gogo jaga rara baik baik, dia permata bagi kami, bila suatu hari kau tak menginginkannya lagi, kembalikan baik baik pada papih, papih akan menerjmanya kembali, jangan lukai dan sakiti dia" pesan patrick, airmatanya menetes di pipi pria 43 Tahun tersebut
"Gogo akan berusaha membahagiakan rara pih"
"Nak layani suamimu seperti raja, makanan, pakaiannya, ingatkan ia akan Tuhan, orang yang takut akan Tuhan selalu menyayangi keluarganya, jangan melawan dan membangkang pada suamimu" pesan vyora sambil menangis memeluk putrinya
"iya ma" rara ikut menangis
mereka segera pulang ke rumah patrick di kota awan . beberapa kenalan dan relasi hadir mengikuti acara syukuran pernikahan
jam 15:00
tamu sudah bubar semua
"Nak kami bawa istrimu ke dokter dulu ya kamu temani papi dan daddymu disini" ijin vyora "Baik mih"
vyora dan clara membawa rara melakukan suntik anti hamil dan kembali ke rumah jam empat sore
"Beristirahatlah, nanti jam 19:00 kita makan di cafe hacata, besok pagi jam 07:00 kita kembali ke kota langit" pesan patrick. mereka pun mengangguk
carlos masuk ke kamar rara, disana banyak poto masa kecil rara dan gogo sebelum patrick pindah ke kota awan.
__ADS_1
carlos tersenyum melihat poto poto itu terutama poto punggungnya yang ada tulisan TA
"go bantu tarikin retsleting punggungku ya" kata rara takut takut dan gugup
carlos segera menarik retsleting itu , gaunnya hampir jatuh kalau rara tak menahan bagian dadanya , carlos menelan ludahnya susah payah melihat punggung mulus istrinya . rara berlari ke kamar mandi
usai mandi ia lupa membawa pakaian gantinya
"Go bisa ambilkan bajuku , aku lupa membawanya" pinta rara lirih.
"Ambil sendiri" kata carlos dengan nada menggoda , akhirnya rara dengan tubuh di bungkus handuk keluar dengan takut takut mau mengambil pakaiannya
gogo menghampirinya dan memeluk langsung mel -umat lembut bibir itu. rara terbuai. carlos menggiringnya ke ranjang mereka dan merebahkan perlahan tanpa memisahkan bibir mereka
carlos melapaskan handuk itu dan menyusuri bukit kembar yang tak terhalang apapun. perlahan carlos mulai mengecup leher istrinya dan menyusu di gunung nan besar itu
rara mengeluarkan suara langka dari mulutnya. carlos semakin bersemangat menyusu kanan kiri. akhirnya carlos turun ke area sawah bawah. mengecup disana dengan seenaknya. rara sudah berteriak , untung saja kamarnya kedap suara
rara akhirnya mendapatkan pelepasannya, carlos menghentikan aksinya setelah rara lemas
"enak sayang?" bisiknya sambil berbaring disamping rara. rara nenyembunyikan wajahnya di dada carlos dan mengangguk malu
"aku tadi hanya menyenangkanmu saja, membuat istriku bahagia" ucap carlos mengecup kening istrinya
"Bagaimana cara aku membuat suamiku bahagia juga?" tanya rara polos menatap carlos. "tak perlu, nanti kau kelelahan"
"tidak gogo aku mau kau bahagia juga" bantah rara
"baiklah, kau mau membuatku senang?" tanya carlos, rara mengangguk
"lepaskan boxerku sayang" bisiknya, rara dengan ragu melakukannya "kalau ga mau gapapa, aku takkan memaksamu, aku mau kamu nyaman"
rara langsung melepaskan boxer itu tanpa ragu sampai boxernya lepas sempurna karena tak mau suaminya kecewa
carlos menariknya dalam pelukan dan mel umat bibir mungil itu sambil bermain bulatan kembar itu. kembali keluar suara langka dari mulut rara, carlos menyusu seperti bayi sampai puas. rara meracau tak jelas
carlos merebahkan diri, mel umat bibir mungil itu kembali dan mengarahkan tangan mungil yang halus ke arah pistolnya yang sudah tegak. mengarahkan rara mengusap maju dan mundur . carlos mengeluarkan suara langka
__ADS_1
"kecuplah dia" pinta carlos, mengambil ponsel dan menunjukkan pada rara tayangan video di ponselnya.
"mana muat, ini besar sekali, mulutku kecil" tanyanya polos. "cobalah dulu" kata carlos mengusap kepala gadisnya.
rara mencobanya, rara sangat cepat belajar, carlos meracau hebat, sampai akhirnya ia menarik ke pinggir tubuh mungil itu dan mengeluarkan mozarela
"Terima kasih sayang" bisik carlos mengecup kening istrinya "mulutmu pasti lelah sayang"
rara terdiam dan membaringkan diri , carlos membersihkan cairannya dengan tissue, lalu memeluk tubuh kecil istrinya, anehnya tubuh rara menegang seperti aksi penolakan
carlos mengerutkan kening, mencoba menarik rara dalam pelukannya, tapi tubuh rara malah sengaja dikeraskan tanda menolak
"Sayang kenapa marah? Maaf aku ga ada pengalaman dengan wanita, kau satu satunya wanita dalam hidupku selain momy, aku tak begitu paham akan wanita tapi aku akan belajar"
"kita sudah menikah dan cukup dewasa mengerti bahwa penikahan langgeng membutuhkan komunukasi, katakan padaku aku salah apa, aku akan memperbaikinya untukmu" carlos masih membujuk rara
rara akhirnya merasa ucapan carlos ada benarnya, pernikahan butuh komunikasi "kenapa di video itu di keluarkan di mulut wanita dan keduanya bahagia. kenapa kamu membuangnya ke lantai supaya kita tak bahagia?" tanya rara polos tapi ngegas
carlos sebenernya ingin tertawa keras tapi dia tahan tahan. tak mau istrinya merajuk lagi. "sayang aku takut kamu jijik , maafkan aku, aku tak sengaja"
rara kembali memunggunginya dan merajuk. carlos berpikir sesaat . "baiklah bagaimana kalau kita ulangi lagi?" tanya carlos mengecup pipi istrinya dan mulai bermain di area kembar istrinya
rara mengangguk setuju dan mereka mengulangi aksi mereka sampai carlos melepaskan di mulut rara, rara meminum semuanya. "enak sekali, pantas orangnya bahagia"
carlos bingung entah harus bahagia atau memangis, akhirnya ia memeluk istrinya dan mengecup kening istrinya
"kamu selalu tak terduga" bisik carlos
"Mami dan momy bilang, kalau mau suami betah dan selalu cinta, apapun yang dilakukan suami di ranjang, harus di balas, kalau bisa balas dua kali lipat" jawab rara "balasan makin berlipat akan makin disayang suami kata beliau"
carlos mengumpat pads dua ibunya yang mengajari istrinya hal hal seperti ini, sekaligus berterima kasih pada mereka membuat istrinya jadi pengertian
"jadi kalau aku menyentuhmu, kamu akan membalasnya?" tanya carlos "iya kalau di ranjang" jawabnya yakin, entah apa yang diyakininya batin carlos
carlos bermain di kembaran rara, benar rara membalasnya, jadinya aksi balas membalas berlangsung sekali lagi , carlos sangat bahagia atas kelakuan menggemaskan istrinya
"hanya boleh menyentuhku tak boleh menyentuh pria lain, hanya aku yang bisa menyentuhmu disini dan disini, pria lain tak bisa" pesan carlos pada istri lugunya, menunjuk area privasi istrinya, rara mengangguk paham "dan hanya boleh membahas denganku, ga boleh dengan orang lain" rara kembali mengangguk
__ADS_1
"kita mandi ya sayang, lalu bersiap makan malam dengan orangtua kita, lama ga ke cafe juga" rara mengangguk.