
Jam 06:30
6 pasang pasutri dan triplet sudah duduk manis di meja makan bersiap sarapan
"Tuan besar ada tamu di luar" lapor maid "siapa" tanya haekal heran pagi pagi kedatangan tamu
"volcano" jawab opa santai. haekal dan lainnya tertegun karena mereka tak tau masalah tadi malam
"ajak mereka bergabung ke ruang makan" perintah opa . tak lama keduanya masuk dengan membawa beberapa bungkusan ditangannya
opa menatap mereka datar "di hotel tak ada makanan?" ledek abuelo "kau sendiri kenapa numpang sarapan disini?" tanya volcano pedas sambil menyerahkan bawaannya satu plastik pada maid. maid segera menuangkan ke piring dan menghidangkan ke meja makan
"aku tak numpang sarapan, aku bawa sarapan kesini daripada sarapan berdua mending rame rame" ejek abuelo
"nonno, nonni/papa mamina.. duduklah" ajak patrick, vyora, clara , carlos. yang lain masih bingung
"makan dengan tenang. ayo kita makan. volcano pimpin doa" ucap opa . mereka pun doa makan lalu memulai sarapannya
wanda makan dengan sangat cepat lalu memangku dan menyuapi damian. semua meneruskan sarapan tanpa suara
"wanda.. kau membawa gaun putih gading?" tanya oma usai sarapan "memang gaunku putih gading dan hitam. ada apa?" tanya wanda
"kami mengenakan seragam putih gading untuk sore ini, kalau kau tak membawa aku akan minta pihak butik mengantar kesini" ucap oma
"aku membawa dua gaun , sudah ada putih gading" oma mengangguk
"aku sudah membawa gaun wanda dan dea" ucap grandma leovarnost . semua menatapnya
"dea tak bisa hadir dalam acara ini" seru volcano. "musuh akan mengincar anak anak orang terkaya"
buyut protective itu membuka suara . hari ini aku menempatkan 100 pengawal bayangan berjaga di mansion ini.
__ADS_1
"kau kira ini rutan?" tanya grandpa
"aku tak peduli. aku mau mereka aman"
"siapa berani menerobos masuk ke mansion ini" tanya haekal datar "uncle kira patrick kaleng kaleng?"
"sudah kukatakan aku tak peduli apa kata kalian, aku mau mereka aman"
"sudahlah. jangan ribut. anak anak belum selesai makan" potong opa cepat "apa kalian mau berdebat di depan anak anak?" semua pun langsung diam
benar haekal pimpinan cosa nostra. gank mafia terkejam itally. tapi patrick juga wakilnya. otomatis dia sudah mengerahkan keamanan sejak mereka tiba di itally
"harley dan lazarus sudah di markas?" tanya opa pada haekal.
"sudah dad. sejak kemarin. sore ini akan berada di mansion. besok pagi mereka kembali ke markas" jawab haekal
lazarus dan harley menjalani pelatihan pengawal di markas besar cosa. selayaknya adnan dan helix dulu karena mendampingi haekal sepanjang hari
"Sesaat lagi kita adakan konferensi pers. usai konferensi pers langsung ke ballroom. kita harus siap atas semua penjelasan pada wartawan dan pakai moment ini mengangkat nama gogo dan rara" tegas opa
"keamanan bagaimana?" tanya volcano sebab ia tak ikut perencanaan awal. ingat kalian memangkas 5000 lebih karyawan secara massal. aku tak mau menjadi masalah di kemudian hari pada cicitku
opa tersenyum "aku, haekal, patrick sudah mempersiapkan segalanya dengan rapi" jawab opa . volcano mengangguk
carlos baru sadar, selama ini dia hanya mengutamakan perusahaan, kemajuan perusahaan, laba, dan keuntungan serta kemakmuran orang yang berjuang bersamanya. ia tak memikirkan hal lain diluar kontex misi visinya
"Maafin gogo" ucapnya menyesal
opa dan haekal langsung merangkulnya "yang kau lakukan semua sudah benar, semua melaju pesat di tanganmu nak. sisanya biar kami yang bereskan. waktu akan mendidikmu mendapat banyak pengalaman" ucap opa membesarkan hati cucunya
"dad slalu mendukungmu, hidup ini harus belajar dan belajar. kau akan bertambah belajar sriring waktu" ucap haekal sambil tersenyum
__ADS_1
"kalian tak bisa begini" ucap volcano tapi dipotong putranya
"papa.." tegur patrick
"kenapa volcano? kamu mau mengajariku cara mendidik cucuku? kau bisa lihat patrick dan haekal. mana yang tak pernah salah? mereka selalu salah. tapi kesalahan mereka selalu aku dukung dan arahkan kearah benar. hari ini siapa yang tak kenal haekal dan patrick di dunia ini?" sindir opa
"cucuku masih muda. dia sedang menjalani jalan hidupnya. tak ada yang membimbing dan membantunya sejak dulu. tapi dia terus berusaha dan berjuang di jalan yang benar. yang dia lakukan semua positive dan membuat namanya dan karirnya melejit. kami akan selalu menjaga mendukung dan melindunginya semampu kami sampai ia memahami kekejaman dan kekerasan dunia"
"kau tak akan mengerti. karena kau keras kepala. kau sudah kehilangan fase mendidik dan mengarahkan anak. bisamu hanya marah marah tanpa mengajarkan cara yang benar" ledek leovarnost. volcano merasa hatinya denyut. memang benar ia tidak mengajarkan hal baik pada putranya saat menjalani kerasnya hidup
"daripada kau marah marah pada cucuku. lebih baik kau mendukung dan membantunya ke arah yang benar sesuai hukum alam dunia bisnis" imbuh grandpa "kau berikan solusi menghindarkan keluargamu dari bahaya
volcano diam sesaat dan akhirnya angkat suara. "Nonno sudah membuatkan text untuk konferensi pers mu nanti. kau pelajari dulu . kalau kau rasa berguna kau dapat mengumumkannya nanti nak.. berikan email kalian" volcano mengutak atik ipad lalu menyerahkan pada patrick dan mereka memutar ipad itu sampai kembali kepada volcano. ia menekan menu send
"Bagiku. daripada membunuh 5000 orang bodoh itu. lebih baik membuat mereka berputar arah" ucap volcano . "tapi kalau tak berhasil membuat berputar arah. aku rela bunuh mereka ditempat, mengurangi orang bodoh di dunia" yang lain setuju dengan pendapat volcano
"kamu dan rara adalah penerus kami satu satunya. nonno tak mau ada yang menyentuh kalian. apalagi menyentuh cicit kami. karna bila itu terjadi. berakhirlah masa depan dan masa tua kami nak" ucap volcano . disetujui yang lain
"text ini sangat bagus dan tepat sasaran, awesome. bisa mengubah pandangan ex sdm dan mengangkat nama gogo rara didepan publik" ucap leovarnost .
"setuju" jawab yang lain serempak
"tumben kau waras dan melakukan hal berguna selain marah marah" ledek grandpa lagi. volcano hanya menatapnya datar
"dia bukan hanya cucumu tapi cucuku. kakek mana yang bodoh membiarkan cucunya mengantar diri ke dalam bahaya?" tanya volcano . yang lain terbahak bahak
"tapi uncle.. kadang kadang kita harus membiarkan mereka menginjak bahaya. kalau tidak bagaimana mereka tau itu bahaya? sebagai orang tua kita hanya bisa meminimalisir resiko bahayanya saja" ucap haekal . volcano merasa ada benarnya juga
"jika aku tak membiarkan putraku menginjak ranjau. dan selalu memberitau didepan ada ranjau. kapan ia tau bahayanya ranjau. yang bisa ku lakukan hanya membiarkan menginjak ranjau tapi meminimalisir efek ranjau dan menyediakan kamar rawat inap buatnya.. agar kelak dia tau bahayanya ranjau" opa tersenyum dan menepuk bahu putranya
__ADS_1