PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 34 - Kembali bekerja


__ADS_3

"Sayang.. aku.. " carlos memeluk istrinya dan mengecupi pipi, mata , hidung , keningnya "harus puasa 10 hari lagi" kata carlos lemas


rara menatapnya "mau siapa cetak anak"


carlos merajuk, ia menelusupkan wajahnya di gunung yang semakin besar sejak hamil dan melahirkan itu lalu perlahan mulai menyusu


"Dea papa kongsian ya nak" gumamnya , rara tetap menatapnya datar


"Sana tidur daripada nanti ga bisa tidur" ucap rara. "gimana tidur kalo dia begini?" carlos meraih tangan kecil istrinya ke arah nagamas extra large nya.


akhirnya rara yang tak tega membantunya mendapat pelepasan sekali dan mereka pun tertidur


▪︎▪︎▪︎▪︎


pagi hari jam 05:00


rara bangun menyiapkan sarapan keluarganya lalu memeriksa keadaan anaknya


setelah memastikan semua aman, ia menjalankan ritual paginya:


● membuat kopi dan membawa ke kamar beseerta air putih di atas nakas samping tempat tidur suaminya


● mengambil pakaian suaminya dan meletakkan di sofa


● mengambil pakaiannya sendiri lalu membersihkan diri


● menampung air hangat buat mandi suaminya, dan menyiapkan perlengkapan mandi suaminya


● membangunkan suaminya


"Gogo bangun" rara mencolek lengan suaminya , carlos memeluk pinggang kecil itu


"6 tahun cara membangunkanku masih pakai colek lengan humm?" tanya carlos


"Mau kaya jessica dulu pakai elus punggung?" tanya rara tertawa . carlos membuka mata menatap rara .


"Tau dari mana? bukannya kamu libur sakit? kalau ga libur mana bisa dia duduk di bangkumu"


"lupa sekolah siapa itu? cctv donk" rara tertawa. carlos mencebik. "maunya bangunin pakai morning kiss" rara langsung bangkit dan lari keluar kamar "buruan mandinya" dia menutup pintu


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


senin siang


"Ra siang ini kami harus pulang, mom ada pertemuan dengan klien" ucap haekal


"papih juga ada penagihan di rumah nak"


"Baiklah. sering kunjungi triplet ya pih mih dad mom" pinta rara. mereka mengangguk


Setelah patrick berangkat, carlos mengantarkan orangtuanya kebandara bersama rara, mereka pun berpelukan dan berpisah di ruang keberangkatan.


●●●●


saat berjalan menuju pintu keluar, sebuah mata tajam menatap rara tanpa kedip .


"Siapa gadis itu Bram?" tanya sang pria


"Nona Muda Tamara Aletta Aldebaran, putri tunggal orang terkaya di Kota Awan, Tuan Patrick Aldebaran. Disampingnya Tuan Muda Carlos Ivander , menurut berita simpang siur dia adalah keponakan Tuan Besar Ivander tapi tak ada yang mengetahui kebenarannya karena Tuan Besar tak pernah memberitau"


"Mereka berdua bekerja di Heaven Office , di Ruko CDI Elite"


"Menarik, Carikan cara aku bisa menjalin komunikasi pekerjaan dengan gadis itu"


"Lah dia sudah menikah, Tuan Muda"


"Singkirkan suaminya, beres kan" jawab pria itu datar dan bergegas menuju mobil yang menjemputnya


"Tuan besar ivander dan Tuan Aldebaran akan membunuh kita Tuan Muda"


"Bila kau dan aku sama sama tak membahasnya dan Nona Aletta tidak menolak, siapa yang keberatan?"


Pembicaraan terhenti sampai disitu


"Kita ke Ruko CDI elite" perintahnya pada supir


"ngapain kesana Tuan muda?"


"aku mau menemui Nona Aiko perihal penginapan selama di kota ini" bram mengangguk


●●●●●


Ruko CDI Elite

__ADS_1


Heaven Official


"Selamat siang Dokter Leovarnost, silahkan ikuti saya" ajak Aiko ramah , di jalan ia menemukan Vincent di cafe kantor


"Hei kenapa kau disini? frustasi?" aiko tertawa. vincent memasang wajah datar , aiko segera menuju ruang meeting



"Kantor ini ada cafe juga ya?" tanya bram


"Itu bukan cafe tapi kantor kami juga, memang kami punya ruangan kantor pribadi di lantai dua, tapi Tuan muda kami menyediakan fasilitas kantor model cafe jadi kalau kami stress dengan pekerjaan kami, kami bisa mencari inspirasi disana" Aiko menjelaskan


"Tuan muda orang yang sangat artistik dan berseni, kenyamanan adalah yang utama buat beliau"


"Tampaknya Tuan Muda kalian sangat luar biasa" puji sang pria "boleh melihat ruangan dikantor ini?"


"Ya Tuan Muda kami adalah idola dan panutan kami" Puji Aiko bangga sambil naik ke lantai dua "silahkan naik Dokter" tunjuk aiko ketangga








"Mari Turun Ke ruangan meeting Dokter" ajak aiko "ini ruang meeting heaven"



"silahkan duduk Tuan Bram, Dokter LeoVarnost" aiko membawa mereka meeting di ruang kaca



"Tuan ingin memilih kamar seperti apa? kita ada beberapa pilihan" aiko mulai menjelaskan





■ Yang king bed dengan bathup toilet perbulan 10 juta


■ Yang king bed dengan standing toilet perbulan 8 juta


■ Yang single bed dengan standing toilet perbulan 6 juta


Kalau mau ambil paket Laundry bulanan


■ exclusive rp:1.000.000


■ premium rp:700.000


"Berikan saya kamar yang 10 juta selama 6 bulan nona, berikut paket laundry exclusive"


"Baik Dokter tapi kalau anda ambil 12 bulan ada potongan harga 3%"


"Baik, kalau begitu berikan 12 bulan untuk saya berikut paket laudry exclusive"


"Pilihkan penginapan untuk asisten saya juga"


"kami memiliki dua penginapan untuk pilihan Tuan Bram di Ruko CDI Luxury dengan jarak 200 meter dari sini"





Ruko CDI Luxury permai 1 dan 2


ada 3 tipe kamar


■ King Bed Indoor Standing toilet


perbulan rp:4.000.000


■ Single bed indoor standing toilet

__ADS_1


perbulan rp: 3.000.000


■ single bed outdoor toilet


berbulan rp:2.000.000


Kalau mau ambil paket Laundry bulanan


■ exclusive rp:1.000.000


■ premium rp:700.000


Kalau mau ambil paket catering bulanan


■ Rp:1.000.000


(senin sampai jumat)


(hanya sarapan dan dinner)





Ruko CDI Luxury perdana ada 3 tipe kamar


■ King Bed Bathup toilet


perbulan rp:6.000.000


■ King Bed Standing toilet


perbulan rp: 5.000.000


■ single bed standing toilet


berbulan rp:4.000.000


Kalau mau ambil paket Laundry bulanan


■ exclusive rp:1.000.000


■ premium rp:700.000


Kalau mau ambil paket catering bulanan


■ Rp:1.000.000


(senin sampai jumat)


(hanya sarapan dan dinner)


"Berikan yang 6 juta dan paket exclusive buat bram selama setahun nona" pinta dokter


"Jangan Tuan Muda, saya yang 5 juta saja, karena tak akan punya waktu berendam Tuan" tolak bram


"Berikan yang 5 juta dan paket exclusive serta paket catering buat bram selama setahun" ulang sang dokter


"Baik Tuan , ijinkan saya meminjam pasport, identity card Dokter juga KTP Tuan Bram, saya segera proses dokumen sewa menyewa"


dokter dan bram segera menyerahkan identitas mereka pada aiko, aiko keluar ruangan sesaat menemui staf dan kembali ke ruangan


▪︎▪︎▪︎▪︎


"Nona.. kenapa kamarnya bagus sekali CDI Perdana?" Tanya sang dokter dengan wajah datar . Aiko dan Bram tertawa


"Dokter .. untuk CDI Permai 1 adalah milik Saya dan gabungan Tuan Asisten disini, Totalnya 12 Ruko.. Di Design oleh Tuan Asisten Ricko dan Yeriko"


"untuk CDI Permai 2 adalah gabungan milik Tuan asisten disini juga, Totalnya ada 10 ruko.. Sama juga di design oleh Tuan Asisten Ricko dan Yeriko"


"Beda dengan CDI perdana adalah milik Tuan Besar Aldebaran, 20 ruko gandeng di block 4, di design langsung oleh Tuan Muda kami dengan model mini house jadi ada dapur mini, sofa mini, toilet dan kamar mini pent"


"Menurut cerita Tuan Asisten lain, design itu sama dengan design rumah mini pertama Tuan Muda kami di kota awan. Mengenai kebenarannya saya tidak tau karena saya seumur umur belum pernah di ajak ke rumah Tuan Muda di kota awan" aiko menjelaskan sambil tertawa


"Jadi Heaven menaungi penginapan itu juga?" tanya bram


"Benar Tuan Bram.. setelah kami bekerjasama membeli dan menjadikan penginapan, kami memasukkan dalam Naungan Management Heaven. Saya Asisten Heaven yang memegang bagian property , ruko, penginapan. Penginapan kami selalu penuh terutama Perdana, banyak dokter bule, dosen bule, dekan bule menyewa di perdana"


"Cocok donk, bram kan bulepotan" aiko tertawa terbahak bahak , wajah bram memerah "Dokter bisa saja" kata aiko


__ADS_1


__ADS_2