PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 14 - cemburu


__ADS_3

Sabtu pagi jam 07:30


Base Camp Rara


(Depan rumah carlos)


Rara latihan musik bersama ricko cs dan team pelayan musik gereja di camp nya


Usai latihan, temannya sudah mulai berpulangan, rara menatap dingin ke arah kios carlos dari halaman camp nya.


tampak carlos memberikan tissue pada Fauziah untuk menyeka air matanya , carlos tampak menepuk nepuk bahu Fauziah .


"Kamu baik baik saja ?" tanya lazarus hati hati, matanya menatap arah pandangan rara. rara tak menjawab hanya masuk ke base camp mengambil tasnya , lazarus mematikan AC dan lampu . Rara segera mengunci pintu base camp nya


"Antar aku pulang ya, aku mau mandi sebentar" lazarus mengangguk , rara naik ke boncengan motor lazarus. lazarus menurunkan rara di rumahnya .


carlos mengepalkan tangan melihat rara di bonceng lazarus dengan motornya dan menggengam jaket lazarus tanpa bersuara


usai mandi, rara mengemudikan mobilnya menuju kantornya. ia segera menyelesaikan rekapitulasinya lalu menghitung nilai uang yang di antar para kepala toko mereka dan menyimpan uang itu di brankas. senin rara akan menyetorkannya ke bank


setelah kerjaannya selesai, rara membersihkan diri dikantor lalu mengemudikan mobilnya menuju gereja, mereka ada kebaktian pemuda pemudi tiap malam minggu . setelah kebaktian rara segera pulang ke rumahnya


baik di kantor atau di gereja, rara sama sekali tak menatap carlos. ia mengerjakan semua kegiatan seperti biasa tanpa berkata apa apa


****


Minggu pagi


Gereja Kota Awan


Usai kebaktian, rara mengemudikan mobil ke kantor, dia mengerjakan pekerjaannya dengan teliti


Carlos masuk ke kantor dan memeriksa data usaha mereka. lalu mulai mengerjakan design klien klien mereka dengan fokus. sabtu minggi adalah waktu bagi carlos membuat design 3D pesanan kliennya


apalagi ini liburan kenaikan kelas selama sebulan, carlos jadi punya banyak waktu bekerja, muridnya juga sedang liburan keluar negeri selama sebulan


Jam 12:00


Rara keluar kantor, ke cafe membeli voucher dan memesan makanannya. ya mereka memang komitmen tetap membayar meski mereka pemiliknya


usai makan siang, rara kembali ke kantor mengerjakan pekerjaannya, carlos meliriknya tapi rara hanya mengerjakan pekerjaannya sambil memeriksa laporan keuangan dan rekening koran milik carlos


usai mengurus laporan keuangan, rara mulai mengecek email memeriksa orderan pesanan design klien mereka dan mengeprint data lalu menjilidkan kemudian di masukkan ke map.


map itu diletakkan rara ke meja carlos untuk di tanda tangani carlos. carlos meliriknya sesaat dan kembali fokus ke designnya


jam lima sore rara menyambar tas nya dan berjalan menuju pintu keluar, carlos menarik lengannya


"Mau kemana? sudah makan?" tanya carlos


"Sudah makan tadi, mau pulang karena mami meminta lekas pulang .. mami memasak hari ini" jawab rara dingin


rara segera keluar ruangan dan naik ke mobilnya lalu bergegas pulang ke rumahnya beristirahat di kamarnya

__ADS_1


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


Senin pagi jam 08:00


Bank Awan Nasional (BAN)


Carlos membawa sebuah ransel lusuh dipunggungnya menuju rumah rara, rara mengemudikan mobil diikuti carlos di belakangnya menuju bank


ya tiap senin, usai libur, atau ada jumlah pembayaran dana besar.. carlos selalu mendampingi rara ke bank karena membawa uang penjualan beberapa hari sekaligus selama bank tutup untuk di setor sekaligus


tiba di parkiran bank carlos memarkirkan motornya dan menghampiri rara, rara turun mobil di kawal carlos, sampai di bank rara segera naik ke lantai dua ke ruangan prioritas karena mereka memang nasabah prioritas.


carlos mengambil slip setoran dan menuliskan 1 Milliar disana, lalu menyusul rara ke lantai dua ruangan nasabah prioritas


tampak rara duduk dihadapan teller menunggu teller menghitung uang penjualan jumat, sabtu, minggu usaha mereka


carlos menemui rara, menyerahkan slip setoran pada rara dan meletakkan ransel besar yang lusuh itu di kaki rara. rara membaca slip setoran tunai 1 Milliar, ia menatap carlos datar


"uang hasil ngajar les dan jualan kios selama setahun" jawab carlos, rara mengangguk datar.


carlos segera ke sofa panjang, merebahkan diri, seperti biasa , ia TIDUR disana. rara menghela nafas melihat carlos asal tidur lagi


Teller tertawa melihat kelakuan carlos, rara menatap teller dingin. teller buru buru diam dan menyelesaikan transaksi mereka


"Gogo bangun, sudah selesai" panggil rara pelan sambil mencolek lengan carlos. carlos pun segera bangun dan mengikuti rara keluar bank.


dari bank rara langsung menuju kantornya sementara carlos pulang ke rumah, mengganti motornya dengan sepeda .. baru pergi bekerja


Rara sedang fokus dengan laptop dan laporannya saat carlos memasuki ruangan, ia bahkan tak menatap carlos sama sekali. carlos melirik secangkir kopi dan sebotol air mineral di sudut mejanya. setelah menyesap kopinya ia segera fokus pada kerjaannya


Rara keluar ruangan menuju cafe disebelah, membeli voucher dan memesan makan siangnya. setelah makan ia kembali ke kantor. tampak ada dua pasang pasutri dan empat anak kecil sedang bicara dengan leader kantor


"Saya mau temui carlos" ucap mereka


"Tapi bisa sebutkan nama? sudah buat janji?" tanya sang leader


"sudah janji"


"baik pak tunggu sebentar ya" leader menghubungi carlos, carlos segera keluar ruangan berpapasan dengan rara. carlos melirik rara.. rara hanya menunduk dan memasuki ruangannya .


"wow tuan johanus, masuk saja ke ruangan saya ayo" ajak carlos sambil menggendong jasmine dan mengecup keningnya . mereka langsung masuk ke ruangan carlos dan rara


"ra.. kenalin tuan nyonya johanus dan anak anak muridku" panggil carlos , rara berdiri dan menunduk hormat pada mereka


"kenalin tuan.. tamara aletta aldebaran.. calon istri saya" ucap carlos sambil tersenyum . rara langsung tak enak hati


"Loh ini anak tuan aldebaran?" tanya zidan , carlos dan rara mengangguk sopan


"Wah kebetulan sekali, kapan nikah?" tanya zay antusias


"nunggu cukup usia, cukup pendidikan, sekalian cukup uang tuan" jawab carlos , mereka tertawa


"Ayo duduk, apa yang bisa saya bantu?" tanya carlos sambil mempersilahkan tamu duduk dikursi meeting dan dia juga duduk memangku jasmine

__ADS_1


"Sayang ga liburan?" tanya carlos


"sudah pulang om, tapi tiga hari lagi mau liburan lagi ke jakarta" lapor jasmine.


carlos mengecup kening jasmine sambil mengangguk. tampak jelas carlos sangat menyayangi anak itu


rara segera mengirim pesan pada leader cafe untuk mengantarkan minuman buat tamu tamu carlos. tak lama pelayan mengantarkan minuman ke ruangan mereka


"silahkan di minum tuan" ucap rara sopan dan kembali ke mejanya



"begini carlos, saya ada lahan di kota ini ukuran 40x50 luas tanah mau saya jadikan villa 3 lantai , bisa bantu saya design?" tanya zidan


"ruangan apa saja yang tuan butuhkan?" tamya carlos sambil fokus mencatat


"Saya butuh


● 6 kamar tidur lengkap toilet dan wardrobe


● 2 kamar anak


● 1 ruangan gym


● 1 ruangan kerja


● 1 ruangan bermain anak


● 1 ruangan belajar, les dan meeting


● ruang makan, keluarga, tamu, dapur


● kolam renang


● taman mini bagian depan belakang


● garasi


● bioskop pribadi


"Baik Tuan, akan saya ajukan design dan proposal biaya dalam 7 sampai 10 hari"


"lahan saya 50 x 60 dengan kebutuhan ruangan yang sama" imbuh zay


"baik keduanya beri saya waktu tiga minggu tuan"


"ok, kami tunggu kabar baiknya carlos"


mereka segera berdiri dan berpamitan pada carlos.


"Terima kasih Tuan" ucap carlos


carlos rara bangkit memberikan hormat pada klien itu lalu carlos dan rara mengantar mereka keluar kantor

__ADS_1



__ADS_2