PERJODOHAN GOGO Dan RARA

PERJODOHAN GOGO Dan RARA
Bab 80 - biar aku yang pergi


__ADS_3

"Katakan ada apa tadi haekal?" tanya opa menatap putranya tajam


"Haekal mengajaknya bicara tapi dia mengabaikan haekal dad" ucap haekal masih kesal. opa menatap clara


"tadi kenapa clara?" tanya opa pelan


"clara sama sekali tak ada bicara dengan Fernando, tapi kalau ayahnya tak mungkin clara abaikan. tadi uncle bertanya keadaan clara jadi clara jawab seadanya, haekal marah dan cemburu. sampai kamar masih mengajak ribut. clara berusaha menghindari ke ributan dan memilih tidur. habis mandi malah bentak bentak teriak teriak kesetanan" jawab clara


"Kau menikmati bicara dengan mantan camermu, kau berharap dia jadi mertuamu selanjutnya?" teriak haekal . opa menatap dingin pada putranya


"dasar tukang cemburu" omel oma yang mulai paham putranya cemburu


"sekarang apa maumu haekal?" tanya opa. ingin sekali dia membanting putranya


"haekal mau clara" jawabnya singkat


"tidak, aku mau hidup sendiri. kau jalani hidupmu saja. kita jalan masing masing. aku tetap akan kembali dengan orangtuaku besok. aku tau siapapun tak akan bisa menghalangiku atau aku akan mati" ancam clara


"menjadi istrimu aku sudah berusaha yang terbaik seumur hidupku, tapi hanya sakit hati yang aku dapatkan. aku tak kuat lagi. kau silahkan cari istri baru semaumu" tegas clara. hati haekal berdenyut mendengar ucapan istrinya


"lara" sentak grandpa


"hari sudah malam, istirahatlah, besok usai sarapan kita bicara lagi di ruang kerja. jangan ada keributan dan jangan protes. haekal kau jaga sikapmu" opa mengingatkan dengan nada mengintimidasi.


opa oma segera keluar kamar, grandpa dan grandma juga menyusul. haekal segera mengunci kamarnya. clara berdiri mengambil bantal dan guling lalu pindah ke kasur single di sudut kamar. haekal menahannya


"Sebelum aku semakin marah , menyingkirlah" bentak clara menepis tangan haekal. haekal malah memeluknya


"Maafkan aku, maafkan aku, aku cemburu. kau terlalu cantik. aku terlalu takut kehilanganmu" ucap haekal sambil mengecup kening clara yang masih meronta


"Menyingkir kataku atau aku tak akan memaafkanmu, kau akan kehilangan aku setelah besok" tegas clara dingin

__ADS_1


"Aku sudah muak dengan semua kelakuanmu. hatiku berulang kali kau sakiti. sudah kukatakan demi carlos aku akan coba kuat seolah tak pernah terjadi apa apa. tapi sepertinya kau terus menerus menguji kesabaranku"


"Maafkan aku" ucap haekal berlutut memeluk pinggang istrinya kepalanya bersandar di perut clara


"Bangun jangan seperti ini" ucap clara


"tidak. sampai kau memaafkanku"


"Baiklah. kau berlututlah, aku keluar malam ini juga" clara menarik kopernya. haekal langsung mengangkat tubuh kecil itu meletakkan perlahan ke kasur. menahan dua tangannya ke atas kepala dan mencumbui istrinya yang masih meronta ronta. merobek gaun tidurnya.


saat rontaan istrinya berhenti dan berganti pekikan halus. haekal menyatukan tubuh mereka dengan pelan lalu melakukan hentakan yang awalnya pelan lama lama berubah kencang


dua jam haekal bertarung dengan istrinya. akhirnya ledakan mozarella mendarat di sawah istrinya . haekal segera mengecup kening clara "Maafkan aku, aku mencintaimu" clara menutup matanya. tak lama haekal berbaring di sampingnya. clara segera kekamar mandi membersihkan diri mengambil gaun tidur baru dan berbaring di kasur single. haekal mengangkatnya kembali ke ranjang mereka


"Kau istriku, selamanya istriku, aku tak akan membiarkanmu pergi dari hidupku" haekal memeluk istrinya erat. clara mengabaikannya dan segera tidur karena tubuhnya serasa mau remuk


dikamar lain


"kamu mau bertengkar juga denganku? mumpung lagi ramai, sekalian ramaikan saja" sindir vyora. patrick memeluknya dan berbisik


"minggir.. " vyora mendorongnya. tapi patrick tak peduli. ia terus melancarkan olahraga bahagianya sampai dua jam baru selesai sampai vyora terkapar lemas dan menutup matanya


♡♡♡♡♡♡


Pagi jam 06:30


Ruang makan ivander


Semua makan dengan tenang, usai makan para pria bergegas mau ke kantor. opa merasa tak ada yang perlu di bahas lagi karena leher anaknya banyak tanda merah


hanya grandpa yang tidak berangkat. perasaan haekal mulai tak enak. saat tiba di kantor ia langsung kembali ke mansion dan menuju kamarnya. benar saja ia melihat clara sudah menyusun pakaiannya di koper dan bergegas mendorong kopernya keluar kamar bersamaan masuknya haekal

__ADS_1


clara terkejut melihat suaminya kembali lagi padahal tadi sudah ke kantor. haekal mengunci pintu kamarnya dan duduk di sofa.


"Kemarilah" ucap haekal pelan sambil menepuk sofa disampingnya


clara segera duduk di ranjang. diseberang haekal dan tak bersuara menatap suaminya dengan tajam


"kamu mau kemana?" tanya haekal menatap intens pada clara . ia bangkit dan pindah duduk di ranjang


"Aku mau kembali ke australia, menghabiskan sisa hidupku disana, sejak 10 tahun lalu kita sudah tau kita sama sama tak cocok, jadi tak ada gunanya memaksa diri" ucap clara


"Clara.. aku tau aku sudah banyak menyakiti hatimu sejak dulu. aku sudah katakan padamu aku akan menggunakan sisa hidupku menebusnya padamu. tapi tampaknya kau sulit memaafkanku dan sangat tersiksa disisiku"


"Kamu tak perlu kemana mana, tetaplah tinggal bersama anak dan cucu kita. biar aku yang pergi. aku tak akan muncul lagi dalam hidup kalian"


"simpan kartu ini, tadinya aku akan memberi padamu saat aku tiada. bisa kau gunakan sampai sisa hidupmu kalau kalau ada perubahan. sekarang tak perlu menunggu lagi. kau simpanlah" haekal menyerahkan sebuah kartu ketangan istrinya "paswordnya tanggal pernikahan kita"


haekal bergegas mengambil koper dan menyusun barang barangnya lalu menarik kopernya


"aku mencintaimu melebihi nyawaku sendiri, melebihi apapun yang ada di dunia ini. kedepannya aku tak dapat menjagamu lagi. jaga dirimu baik baik. bahagiakan dirimu sendiri" haekal mengecup kening istrinya. airmatanya menetes


ia segera menarik kopernya menuju pintu. clara memeluknya dari belakang dengan erat "kau pembohong" tangisannya sedih sekali. haekal berbalik menatapnya bingung


"Kau pembohong, kau bilang akan menjagaku seumur hidupmu. sekarang kau mau pergi meninggalkan aku. kau pergilah. silahkan pergi. aku membencimu" clara meraung histeris memukuli dada haekal. haekal langsung memeluknya erat


"Sejak menikah sampai hari ini, tak pernah ada rencana dalam hidupku berpisah denganmu. tapi bila keberadaanku membuatmu begitu tersakiti. aku harus pergi. meskipun aku tak tau lagi caranya melanjutkan hidupku setelah hari ini. sejak tadi yang ada dalam pikiranku adalah mengakhiri hidupku setelah aku keluar dari rumah ini" ucap haekal sambil mendekap tubuh kecil wanita yang menemaninya separuh usianya itu


"Kau jahat .. kau jahat sekali" clara kembali memukulinya


"Maafkan aku.. maafkan aku.. aku terlalu cemburu.. cemburu sampai melukaimu.. tapi itu karena aku terlalu mencintaimu" ucap haekal sambil menciumi puncak kepala clara dan mendekapnya erat


clara mendorongnya lalu ke ranjang , memeluk guling dan menangis dengan sedih sekali . haekal menyusulnya dan menariknya dalam pelukannya

__ADS_1


"Jangan menangis lagi. ku mohon jangan menangis, hatiku sakit sekali melihatmu menangis" ucapnya sambil menyeka airmata clara dengan tisue



__ADS_2