
Rara menyusun semua dead line carlos dan seperti biasa, mengeprint dan menjilid lalu memasukkan dalam map , meletakkan laporan itu ke meja carlos , carlos meliriknya sesaat
Merekapitulasi penjualan dan pembelian, mengeprint benda yang harus di beli sesuai stock dan menjilidnya lalu memasukkan dalam map, meletakkan di meja carlos
jam sudah menunjukkan pukul 17:00, rara menyambar tas nya dan segera beranjak menemui carlos
"gogo, aku ijin cuti beberapa hari ya, aku sakit perut bulanan, aku akan mengerjakan kerjaanku dari rumah " ucap rara dan bergegas keluar ruangan
carlos berdiri dan menahan pinggangnya
"kau menghindariku?" tanya carlos
"Apa yang kau pikirkan? tak ada, aku hanya kelelahan"
"bohong.. biasakan ada masalah bicara baik baik secara dewasa bukan menghindariku" ucap carlos tegas
"terserah, aku sudah menyampaikan yang sebenarnya, aku duluan mami menungguku" rara langsung keluar ruangan meninggalkan carlos
jam 19:00
carlos ke cafe HACATA
Karena ricko cs menghubunginya
mereka nongkrong disana membahas sekolah dan kuliah mereka
"aku ambil universitas CDI di kota langit, standard internasional London karena pendidiknya didatangkan dari luar" kata Ricko
"Fakultas apa saja di sana?" tanya lazarus
"kedokteran, managemen bisnis, informatika, IT, arsitek, akuntansi, dan beberapa fakultas lainnya" jawab ricko
"kalau begitu cari info lengkapnya kita diskusi sama sama" kata carlos. mereka mengangguk
"btw rara mana ? tanya lazarus
"pulang duluan sakit perut bulanan" jawab carlos
"rara gadis baik, kamu jangan terlalu ramah dengan wanita bro" ucap lazarus , carlos menatapnya datar
"bahkan aku tak ada berteman dengan cewe selain nath, itupun karena nath punya kekasih, kalau tidak.. kupastikan ga akan bicara dengan nath" jawab carlos
"beberapa kali rara memergoki kau bermesraan dengan anak buah di kios rumahmu, terakhir hari sabtu kemarin dan aku ada disana juga" bisik lazarus di telinga carlos. carlos tertegun sesaat lalu memasang wajah datar
"bro buka usaha donk, kita yang jalanin" pinta yeriko dkk
"aku diskusi dulu dengan rara ya" jawab carlos , mereka mengangguk
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
__ADS_1
Jumat
Jam 21:00
Carlos menuju kerumahnya dengan sepeda kesayangannya
Sudah empat hari rara tidak ke kantor, tapi menyelesaikan semua pekerjaannya seperti biasa , tetap ke bank tiap pagi, tetap merekapitulasi , membuat orderan pembelian barang, memyesuaikan pemasukan dana dan sistem. membuat job desk carlos, membuat laporan dokumen klien dan semua hal lainnya
bedanya uang di tagih malam hari oleh lazarus dan di antar ke rara, laporan di antar rayyan ke carlos tiap pagi dan sore
Carlos merindukan gadis mungilnya itu, sabtu pagi tak ada acara di base camp rara. pintu tertutup rapat,
malam minggu carlos bertemu rara di kebaktian remaja tapi gadisnya itu bersikap biasa. menyapanya sebagai jemaat gereja
minggu pagi dikebaktian umum, mereka bertemu lagi, rara memperlakukannya seperti jemaat lain, carlos sudah kehabisan kesabaran. usai kebaktian dia melihat rara memasuki mobilnya , dia langsung menahan pintu mobil dan meminta rara duduk di kursi penumpang
carlos memang datang menaiki angkot tadi, karena mau bicara dengan rara usai pulang kebaktian
"kenapa gogo, aku harus segera pulang, aku ada janji dengan teman" ucap rara sopan
"teman? siapa?" tanya carlos masih fokus mengemudi
"felix, dia mau sharing tentang universitas" jawab rara
"sharing apa?" tanya carlos
"kami berencana mau mencoba ujian mengikuti bea siswa di harvard atau oxford" jawab rara
"kalau lolos beasiswa" jawab rara
"Baiklah aku paham" jawab carlos dan segera mengantar rara ke rumahnya lalu berangkat ke cafe menggunakan angkot tanpa bicara lagi
carlos memang tak punya hak apa apa, dia belum pernah mengutarakan perasaan pada rara, juga tak memiliki jalinan hubungan apapun dengan rara jadi dia memilih diam bila memang rara memutuskan bersama felix maka dia harus mundur
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Delapan bulan berlalu, ujian akhir semester kelas XII sudah selesai
Carlos menemui orangtua muridnya dan berpamitan sambil berterima kasih pada mereka
hubungan carlos dan rara menjadi sangat asing. mereka tiap hari bekerja dan bersekolah bersama, tapi hampir tak pernah bicara lagi kecuali masalah pekerjaan atau masalah penting terkait sekolah
Carlos menemui patrick untuk menghitung laba selama dua tahun ini. total mereka mendapat laba 20 Milliar, mereka mendapat banyak laba dari kantor consultant di bagian pembangunan fisik gedung dari berbagai kota
carlos hanya mengambil 6 Milliar kembali, modal awalnya 3 Milliar uang hasil mengajar les dan penghasilan kiosnya 3 Milliar.. sisa dia serahkan kepada rara semua
Lima usaha mereka, di serahkan carlos pada rara semua. bisnis sudah berjalan lancar. carlos berjanji akan membantu mengurus by sistem
untuk rumah, kios, lima ruko milik gogo di serahkan gogo pada rara semua. cuma dengan catatan kios di sewakan dua tahun pada fauziah. carlos menyerahkan usahanya pada fauziah agar bisa melangsungkan hidup
__ADS_1
patrick sangat terkejut dengan keputusan carlos meskipun hati kecilnya salut dan bangga atas sikap jantan pemuda calon menantunya ini
"sebenernya ada apa ini gogo rara?" tanya patrick
"ga ada apa apa pih, cuma semua bisnis ini gogo yang memulai jadi gogo ada kewajiban untuk mengembalikan modal papih berikut laba pengelolaannya" ucap carlos
"setelah ini gogo akan kuliah di kota langit, rara juga akan kuliah di universitas pilihannya, kedepannya jalan hidup kami masih panjang, istilahnya hidup kami baru di mulai jadi gogo selesaikan dulu tanggung jawab gogo pada papih mamih disini"
"Papi jawab ya, pertama aset kamu ruko dan rumah tak perlu kamu berikan pada rara, itu adalah hak kamu karena kamu beli pake uang kamu sendiri go"
" kamu bisa menyewakannya pada rara atau memberinya hak pakai maka papih setuju"
"modal papih dulu hanya 500 juta karena ruko milik papih dan sampai sekarang masih milik papih jadi ruko ga ngaruh, laba usaha kalian selama dua tahun ada 20 Milliar, papi mau kamu ikut komitmen awal yaitu bagi dua hasilnya. kamu 10 Milliar, Rara 10 Milliar.
"untuk hasil mengajar les plus hasil kiosmu pribadi, silahkan kamu bawa tidak ada pembagian kepada rara , itu bukan hak rara"
"kedua, rara akan kuliah di CDI juga di bisnis managemen, jadi rara ga akan kemana mana , masih sama dengan kamu dan sahabat kalian" patrick menjelaskan panjang lebar
carlos langsung menatap rara datar, yang di tatap hanya diam saja tak bereaksi
"diseberang kampus CDI ada sederet ruko, 40 pintu, 20 pintu milik owner CDI, 20 pintu milik papih, kalau kamu bersedia, papi mau menjual dua ruko untuk kamu dengan harga 2 miliar per rukonya, kamu bisa membuka usaha disana dan memiliki tempat tinggal"
"boleh lima ruko pih? mumpung uangnya cukup, gogo juga ga bisa bawa uang itu secara tunai ke kota langit kan. sisanya mau gogo pakai buat renovasi gedung"
"boleh, besok pagi kita serah terima dokumen ruko, kita ketemu di notaris jam sembilan supaya papih singgah ke kantor dulu ambil kunci ruko buat kamu" ucap patrick
"Mengenai rekening papih masih bisa kamu pergunakan untuk kedepannya supaya kamu mudah kerja"
"Cuma papih ada permintaan"
"Terima kasih pih.. ya kenapa pih"
"anak papih cuma satu rara, selama kuliah di kota langit kami tak mampu menjaganya, rara akan tinggal bersebelahan dengan kamu, papih harap kamu bisa bantu papih jaga rara dengan baik selama di kota langit"
"baik pih. ricko dan lainnya akan kos di kota langit, gogo minta mereka kos di ruko gogo saja bisa sekalian bantu jaga rara juga"
"Terima kasih nak" ucap patrick tulus "nathalia biar kos di rumah rara saja" carlos mengangguk
"gogo yang makasih atas semua kasih sayang dan perhatian papih pada gogo selama dua tahun ini"
"kapan berangkat nak?"
"besok sore pih, kalau dapat rental pick up soalnya gogo mau bawa motor, sepeda dan barang gogo"
"bagaimana kalau besok sore kita berangkat pakai mobil rara, biar pick bawa barang kamu dan barang rara, pulangnya papih ikut pick up kembali ke kota awan"
"gogo malah makasih banget pih"
"Baiklah, pulang dan berkemaslah, besok pagi kita ketemuan nak"
__ADS_1
"Baik pih mih ra, selamat malam , saya pamit" ucap gogo lalu kembali ke rumahnya dengan sepedanya