
Opa oma membawa mereka berjalan jalan keliling italia , terbesit ide gila di pikiran opa "kalian tak mau tinggal disini? kalian orang terkaya di uni eropa. apapun akan mudah, kami juga bisa bermain bersama 5 cicit opa nanti"
"Dad akan membunuh gogo kalau gogo pindah opa. hahahaha. bahkan gogo punya sisa waktu 3.5 tahun untuk pulang ke jakarta bertanggung jawab pada CDI Group"
"Beraninya daddymu, sebelum dia membunuhmu.. opa akan membunuhnya duluan, dasar anak nakal si haekal" omel opa . rara tertawa
"Anak nakal tapi kau menyayanginya" ledek oma.
"Tidak aku tak menyayanginya lagi. aku menyayangi gogo dan lima cicitku" bantah opa "buat apa aku menyayangi anakku yang lupa jalan pulang itu huh. kalau aku bertemu dengannya aku akan menjewer telinganya"
tiga orang terbahak bahak melibat reaksi opa ivander yang ketauan merindukan haekal tapi haekal jarang pulang karena sibuk
"opa sabarlah, 3,5 tahun lagi dad mom akan pensiun pasti banyak menghabiskan waktu menemani opa oma disini" hibur rara .
"opa oma sudah tua, untuk apa status sosial di usia sekarang buat kami, sisa semua akan menjadi milik gogo. kami hanya ingin anak cucu cicit opa sering mengunjungi kami"
"maukah opa liburan 3 bulan dikota langit, membantu menjaga baby kami saat mereka lahir? supaya kami tak kepayahan dan kerepotan opa" tanya rara, suami dan mertuanya mampu menggaji selusin perawat. ia hanya ingin opa oma ini merasa menjadi orang yang dibutuhkan
"ayolah opa, kasihan rara" rengek carlos yang memahami niat istrinya
"kenapa kelakuanmu seperti haekal kalau merengek seperti ini" omel oma , carlos memasang mata puppy eyes "ayolah hubby kita kesana tiga bulan ya. temani rara"
"Baiklah, opa akan berangkat saat rara akan melahirkan" putus opa "janji ya opa" ucap rara senang, opa mengangguk .
bukan opa tak paham niat baik cucunya. opa sudah pengalaman sekali, dia pikir tak ada salahnya berjalan jalan sesekali
"Yes" pekik carlos senang , opa menatapnya datar "kenapa kelakuanmu sama dengan haekal kalau kemauannya dipenuhi?"
carlos terbahak bahak mendengar ucapan opanya
"ra kamu anak yang baik, tapi bagaimanapun suatu hari nanti yang tersisa hanya kamu dan gogo. dimana ada suami, disana ada istri. suami yang akan setia merawatmu sampai ajal menjemput" nasehat oma
__ADS_1
"kalau anak anak, mereka kelak ada kehidupan sendiri, dan kamu akan kesepian sendirian. jadi kau harus mendampingi gogo seumur hidupmu, tak peduli seberapa besar badai menerpa kalian" oma menambahi
"beberapa tahun lalu oma sering sakit, menjalani kemo, sering opname, sampai oma sembuh. hanya opa yang setia menjaga oma. kalau oranglain mungkin berharap oma cepat mati" terang oma lagi
"Opa juga bisa memiliki hari ini berkat oma nak, diusia seperti sekarang banyak badai menerpa hidup opa, bahkan kebangkrutan pernah opa alami, tapi opa bisa bangkit karena ada oma yang setia mendukung disisi opa. tanpa oma mungkin opa sudah hancur lebur" kata opa
"kalian masih muda, memutuskan sesuatu sering mengandalkan emosi dan ego, laki laki bisa membentak, berbahasa kasar, menyakiti hati istri"
"sebagai laki laki harus ingat istri kita meninggalkan keluarga, kesenangan, ketenangan, masa muda, demi suami dan anak anak. dulu diperlakukan seperti ratu dimasa gadis akan menjadi pelayan tak di bayar setelah menikah"
"yang perempuan harus ingat, suami kita cari makan untuk membahagiakan keluarga, meninggalkan masa muda dan kesenangannya, demi sebuah tanggung jawab dan masa depan cerah buat keluarga"
"Jadi ingat selalu apapun ceritanya semua kesalahan suami istri harus ada hati mengasihi mengampuni dan mempertahankan rumah tangga agar hari tua kalian tidak ada penyesalan"
"Didunia ini banyak pria ular dan wanita ular, mereka akan menghancurkan anak anak kalian . mereka korbannya. tapi saat tua kalian akan lebih hancur lagi jika sampai tergoda. kalian yang menjadi korban terakhir. yang bisa mendampingi kita dengan tulus hanya istri dan suami yang bersama kita sejak dari nol"
"beberapa tahun lalu haekal terlibat scandal , opa sengaja memusnahkan wanita ular itu karena opa tau gogo yang akan menjadi korban , tapi yang menjadi korban sesungguhnya adalah haekal di usia tuanya nanti. sama seperti haekal memusnahkan fauziah. itu adalah yang terbaik bagi hari tua kalian"
oma juga masuk ke pelukan sang opa, sang opa di usia 70 tahun masih menyisakan ketampanannya dengan tubuh kekarnya membalas pelukan sang oma yang diusianya hampir 70 tahun masih sangat cantik dan modern
carlos dan rara berharap mereka bisa berpelukan dan saling dukung seperti opa oma mereka saat mereka tua nanti
"Terima kasih sudah mendukungku sampai hari ini" ucap opa mengecup kening istrinya "Terima kasih sudah menjagaku sampai hari ini" balas oma
sungguh malu rara menatap interaksi opa oma mereka, tak seperti mereka yang selalu ingin berpisah. rara berjanji dalam hatinya akan selalu komunikasi dengan suaminya agar rumah tangga mereka bahagia
mereka segera mencari makan malam mereka di Ivander Asia Restaurant . restaurant amat sangat ramai sampai antri keluar. pelayan sibuk berlarian melakukan kegiatan traditional restaurant
"Ini punyamu juga go" ucap oma saat mereka tiba di ruangan president vip. "seramai cafemu ya nak" tanya opa. carlos mengangguk
"Gogo di kota langit memegang beberapa usaha, milik gogo, milik dad mom, milik mertua gogo jadi gogo menyatukan semua dibawah naungan HEAVEN OFFICE opa"
__ADS_1
"gogo menciptakan sistem Heaven E-Money Card, jadi semua usaha dibawah naungan Heaven bisa transaksi menggunaman Emoney. Tiap pengisian kartu 700 Euro akan mendapat diskon 2%, untuk resto dan cafe kami memakai sistem order&bayar sendiri secara online. nanti makanan akan di antar ke meja pemesan makanan"
"wow bahkan heaven lebih canggih dari italia, kalian hebat rara gogo" puji oma
"opa mempermudah perbankan kalian tujuannya supaya kalian tak membuang waktu di bank, tapi melakukan sistem sama disini" ucap opa datar . rara terbahak bahak
"bayarannya mahal opa" goda rara
"Apa yang harus di bayar, semua usaha disini sudah atas nama gogo, 20% laba selalu masuk rekening gogo tiap bulannya 20% masuk rekening haekal karena ia yang mengelola, 60% masuk rekening opa dan akan opa kembalikan pada gogo saat serah terima warisan 3.5 tahun lagi " jawab opa
"Rara bercanda opa" jawab rara masih tertawa
"makanya tadi pagi opa marah, bisa bisanya gogo mengabaikan black card 23 tahun itu" opa kembali mengomel "opa tau di kota langit penghasilan gogo sangat besar bahkan tak mampu kamu habiskan ra. tapi namanya usaha, disini tetap saja usaha gogo dan harus di urus managemen dan keuangannya. opa hanya membantu mengawasi saja" rara mengangguk
"3 hari lagi gogo akan proses opa, berikan 1 team berisi 20 orang potensial untuk gogo, gogo akan mengurus semua dengan rapi" ucap gogo
"woww akhirnya mau tanggung jawab atas usaha sendiri" ledek oma. rara tertawa . carlos hanya mengusap tengkuknya
"baiklah 3 hari lagi kamu mulai bekerja, tapi sampai jam 4 sore saja. dan sisanya bawa istrimu jalan jalan. kasihan dia jauh jauh kesini diajak kerja" pesan opa
"Rara gapapa opa. di rumah juga rara ga pernah keluar kecuali sama gogo, waktu rara hanya dikantor dan dirumah" jawab rara
"Iya opa, rara bukan seperti wanita lain yang menghamburkan uang suami dan orangtua, rara menjalani kehidupan yang hemat, belanja yang dibutuhkan saja" carlos menerangkan
"beruntunglah ayahmu memberikanmu jodoh seperti rara nak, opa dulu menjodohkan haekal dengan clara justru karena hidupnya hemat hanya belanja yang dia butuh padahal ia adalah pewaris tunggal leovarnost. sikap rara dan clara persis omamu sejak muda. tak pernah menjalani hidup hedon dan membuang buang uang suami sembarangan" ujar opa sambil mengenang masa lalu
carlos mengangguk membenarkan ucapan opanya. tiap bulan ia selalu membayarkan gaji rara sebagai seorang wakil CEO. menafkahi bulanan. memberikan pembagian hasil laba. tapi istrinya bahkan tak pernah berfoya foya
Vyora dan clara sering mengirimkan barang branded buat rara sesuai statusnya sebagai menantu ivander untuk pertemuan. Carlos yang memesankan perhiasan buat istrinya itu. istrinya tak pernah menuntut atau meminta apa apa darinya bahkan terkesan pendiam
pakaian anak anak juga di kirim oleh kedua ibu mereka. mungkin ibu mereka yang hemat itu memilih membelanjakan uang mereka ke cucu saja.
__ADS_1