Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Kekesalan Rio kepada Ricky


__ADS_3

Sesampainya di rumah Ricky.


"Ricky dari mana saja kamu," tanya papa.


"Gak dari mana-mana pa, cuma Nemani Meike bentar," jawab Ricky yang membuat papa emosi, sebab papa melihat pengeluaran Ricky hari hari terakhir ini yang selalu membludak.


"Cuma nemani atau membelanjai wanita itu," ucap papa dengan kesal.


"Keduanya pa," jawab Ricky.


Jawaban Ricky yang seperti tidak ada beban membuat papanya muak denga sikap anaknya itu.


"Kamu pikir mencari uang itu gampang, seenaknya saja kamu berfoya-foya, kamu tau gak pengeluaran kamu beberapa hari ini, yang ratusan juta haa," ucap papa yang semakin emosi.


Suara yang kencang membuat Laras dan mama mendengar itu, dan segera menuju sumber suara.


"Ada apa sih pa, kok teriak-teriak macam dihutan aja," ucap mama.


"Ini anakmu ma, dia gak tau bagaimana susahnya mencari uang, ini malah enak-enakan menghamburkan uang, beberapa hari ini dia bisa menghabiskan ratusan juta ma," teriak papa Ricky.


"Betul itu, Ricky," tanya Mama terhadap Ricky.


"Betul ma," jawab Ricky sambil merunduk.


"Uang segitu banyak buat apa sih Ricky," tanya mama lagi.


"Ya buat belanja dengan Meike," jawab Ricky dengan entengnya.


"Astagaaa Ricky kamu memang sudah keterlaluan, wanita lain kamu belanjai, istrimu sendiri kamu biarkan, memang gak ada bagus-bagusnya sikap kamu ya," bentak mama.


"Ya sudah kalau begitu, Mulai besok kamu kerja di kantor papa, semua fasilitas papa cabut kecuali sepeda motor, buat jalan kamu ke kantor," ucap papa.


"Tapi pa," sahut Ricky.


"Gak ada tapi-tapian, harus kerja mulai sekarang kamu yang mencari uang untuk dirimu sendiri,paham," ancam papa.


"Sukur aja kamu masih dikasi sepeda motor, kalo menurut mama sudah pantas juga kamu tinggal dirumah sendiri biar kamu tau bagaimana susahnya mencari uang," sambut mama yang langsung meninggalkan Ricky.


Kemudian Ricky menuju kamar yang di dalam sudah ada Laras.


"Kamu senang kan sekarang," ucap Ricky.


"Senang bagaimana?? apa maksudmu mas, aku gak ngerti," tanya Laras.


"Ala gak usah sok polos, ini pasti ulah mu kan, biar aku gak bisa kemana-mana," tuduh Ricky kepada Laras.

__ADS_1


"Sumpah aku gk tau apa-apa, memangnya apa yang terjadi mas," tanya Laras lagi.


"Gara-gara kamu semua fasilitas aku dicabut papa, dan harus kerja dikantor papa, ini ulah kamu kan, jujur aja," teriak Ricky.


Mendengar Ricky menyalahkan Laras membuat Laras sedih dan menangis padahal sama sekali Laras tidak tau apa-apa mengenai masalah ini.


"Sumpah aku gak tau mas," lirih Laras.


"Mana ada sih maling ngaku, kalau ngaku sudah penuh tuh penjara," sindir Ricky.


Laras menangis dan keluar dari kamar.


Mama yang melihat Laras menjadi bertanya-tanya.


"Laras kamu kenapa lagi nak," tanya mama yang menemukan Laras di halaman belakang.


"Aju dituduh mas Ricky yang tidak-tidak ma," ucap Laras.


"Memang Ricky menuduh kamu apa," tanya mama .


"Mas Ricky bilang, kalau aku yang sudah mengadu ke mama, papa untuk mencabut fasilitas dia, dan menyuruh dia kerja di kantor papa," ucap Laras sambil menangis.


Mama langsung tanpa sabar menemui Ricky.


Tok,,tok,tok,,


"Iya ma, masuk aja," teriak Ricky dari dalam kamar.


"Kamu ya, dengar, ini semua gak ada hubungannya dengan Laras, ini semua rencana papa kamu, kok semua kamu tuduhkan ke Laras, sudah bagus dia bertahan dengan sikap kamu, kalau nanti dia gak bisa menerima semua ini, kamu jangan menyesal," ancam mama.


"Ya maaf ma, ini juga kan karena memang cuma Laras orang lain di rumah ini, gak ada yang lain, jadi Ricky pikir dia yang mengadu sama mama,papa," ucap Ricky.


"Dengar ya Ricky, semua masalah kalian satu pun Laras tidak mau bercerita kepada mama, dia tidak ingin mama banyak pikiran, tapi kamu,, sudah lah, kamu jauh dari Laras," jawab mama.


"MMM terserah mama," ucap Ricky yang kehabisan kata-kata.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Disudut taman Laras yang sedang curhat kepada Rio, karena hanya Rio seorang yang mengerti akan dirinya.


Laras nyaman kalau sudah mengadu kepada Rio. sementara Rio langsung emosi terhadap suami Laras, yang setiap hari membuat Laras menangis.


"Halo,, kamu kenapa menangis lagi Laras, baru tadi pagi kamu menangis ini menangis lagi," tanya Rio.


"Iya mas, maaf, tapi aku gak bisa menahan ini, malam ini aku selalu disalahkan sama mas Ricky, karena papa mencabut semua fasilitasnya dan menyuruh mas Ricky bekerja di kantor papa," ucap Laras.

__ADS_1


"Memang dasar ya suami kamu itu, nanti sempat ketemu awas saja ,babak belur ku buat," jawab Rio.


"Jangan mas, gak boleh, mas jangan berantam sama mar Ricky," pinta Laras.


"Ya kalau dia masih membuat kamu menangis tiap hari awas saja," ucap Rio.


Syukur fasilitas Ricky dicabut, jadi dia gak bisa kemana-mana, ini kesempatan aku buat ngajak Laras jalan-jalan, dan membelikan dia barang-barang mewah gumam,Rio dalam hati.


"Iya mas, Laras gak akan nangis lagi kok," jawab Laras.


"Sudah kamu masuk rumah gihh, dah malam nanti kamu sakit kalau diluar, cepat istirahat," pinta Rio.


"Siap mas, ini aku masuk dulu ya, mas juga istirahat jaga kesehatan, Assalamualaikum," ucap Laras.


"Waalaikumsalam," jawab Rio.


Laras pun masuk kembali ke rumah.


Setelah melihat Laras yang matanya sembab akibat perkataan Ricky, dia merasa bersalah semua ucapan itu ternyata salah, semua sudah dijelaskan oleh mamanya.


"Laras kamu tidak apa-apa," tanya Ricky.


"Aku tidak apa-apa mas," jawab Laras dengan cuek.


"Aku minta maaf ya, maaf karena ucapanku tadi pasti menyakiti hatimu," pinta Ricky.


"Sudah mas, aku juga sudah terbiasa kok disakiti jadi kamu gak perlu minta maaf," ketus Laras.


Jawaban Laras kali ini membuat Ricky terdiam,pasalnya Laras diposisi sekarang itu karena ulah Ricky, karena perbuatan Ricky.


Laras bisa bicara seperti itu karena ada Rio, yang selalu mensupport dirinya, disaat Laras terjatuh pasti ada Rio yang menemani, bahkan teman curhat Laras hanya kepada Rio seorang.


Disamping Laras yang tidak mau bercerita kepada ibu dan mama mertuanya, karena ia tidak ingin membuat wanita wanita itu menjadi kepikiran akan masalah yang tengah ia hadapi. Laras wanita yang tegar, dia sudah terbiasa mandiri dari sejak ia kecil.


Dari kecil ia sudah berpikir untuk tidak menambah beban orang tuanya. Apalagi saat sekarang dia yang sudah mempunyai keluarga.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Pagi harinya, yang merupakan hari pertama kerja untuk suami Laras. Dengan menggunakan motor yang diberi orang tuanya, ini juga kekasihnya belum mengetahui kabar ini.


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like,Vote & komentar yang membangun...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2