Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Meike Semakin Penasaran


__ADS_3

Disisi lain Ricky dan Meike yang masih sangat terheran melihat kedekatan antara Rio dengan Laras, seorang Bos dekat dengan mantan istrinya, yang ia sendiri tidak pernah menganggap Laras sebagai istri ketika itu, walaupun bagaimana Laras bersikap tetap saja Ricky tidak pernah luluh terhadapnya.


“Yaudah yukk mas, Mari makan ngak udah terlalu difikirkan tentang mereka berdua,” ucap Meike yang melihat pandangan Ricky yang mengandung arti terhadap Laras.


“Ohh.... iya Meike mari makan,” sahut Ricky dengan wajah yang masih ling lung.


Sementara Laras dan Rio masih mengobrol tentang pengalaman magang yang sudah dilalui kekasih hatinya itu.


“Gimana Ras pas magang disana, seru ngak?,” tanya rio.


“Yahhhh begitu lah mas, Lumayan capek tapi pengalaman dan pengetahuan banyak lah bertambah,” jawab Laras.


“Ohhhh bagus lah kalau begitu,” sambung Rio.


“Emang ada apa mas kok tumben nanya masalah magang?,” Laras kembali bertanya.


“Ngak ada apa- apa kok, penasaran aja bagaimana ratu ku bisa melewati proses magangnya, ngomong – ngomong ada yang gangguin kamu ngak disana??,” tanya Rio setelah menjawab pertanyaan dari Laras.


“Hm hm hm ngak ada kok mas, mana ada yang berani sama anak magang, lagian kan kemana – mana kami selalu berdua mas sama Mita,” jawab Laras yang merasa ngak enak dengan pertanyaan yang di lemparkan Rio.


“ohhhh bagus lah kalau begitu, mas kikra ada yang macam – macam sama kalian di sana,” jawab Rio dengan matabpebuh pesona terhadap Laras.


“Ehhhh mas bentar ya aku pesan makanan untuk ibu dulu nanti biar ngak kelamaan nunggu,” elak Laras yang tak ingin membahas masalah magangnya.


Padahal Rio sudah tau banget karater seorang Laras tapi masih saja mengelak, bagaimana tidak sudah bebebrapa tahun ini mereka bersama, bahkan ketika mereka tidak sengaja bertemu di pasar tempat Laras suka berbelanja dahulu.


Tak lama kemudian Laras pun tiba dimeja kembali.


“Eh Mas itu kan Laras??? Keknya aku ngak salah lihat deh kali ini,” ucap Meike yang semakin penasaran.


“Mana sihhh Key???,” tanya Ricky yang juga ikut penasaran karena dari tadi dia belum memastikan bahwa yang ia lihat itu adalah Laras, si mantan istri nya itu.

__ADS_1


“Itu lo massss,,,, dia baru duduk,” sambar Meike.


“Akhhh ngak mungkin juga laa seorang Rio mau bercengkrama dengan Laras yang bukan siapa- siapa,” jawab Ricky yang padahal sudah beberapa kali tak sengaja melihat mereka berdua, bahkan saat Rio berkunjung ke rumah Laras.


“Ohhh ya udah kalau begitu aku semakin penasaran, aku pengen ke toilet dulu,” ucap Meike yang ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri, apa kan itu benar – benar Laras atau tidak.


Setelah ia mengatakan ia ingin ke toilet ia pun pergi melewati jalan yang tepat di depan meja Laras dan Rio, tak perlu berlama – lama ternyata ia benar – benar tertegun melihat yang sebenarnya bahwasanya itu memang Laras berdama Rio.


Segera sampai di toilet ia masih kurang percaya dengan apa yang sudah ia lihat, “bagaimana mungkin seorang gadis desa seperti Laras kenal dengan seorang Rio yang kekayaannya luar biasa” gumam Meike.


Setelah mendapatkan kembali ketengangnnya ia kembali ke maja yang ia tempati dengan Ricky.


“Ehhhh Ricky itu memang Laras lo,” ucap Meike.


“Lohhh kalau ia emang kenapa, kan ngak ada pengaruhnya juga buat kita,” jawab Ricky dengan nada mengeles.


“ Tapi kok bisa yaaaa,,, mereka kelihatannya akrab banget,” sambung Meike.


“ mana mungkin aku tahu masalah itu,” jawab Ricky dengan ketusnya.


“Yahhhh terserah kamu aja lahhh,,, kemana bagusnya aja,” jawab Ricky.


Sementara disisi lain Laras dan Rio masih bercerita, bersenda gurau, berbagai topik sudah mereka bicarakan, hingga membuat mereka berdua lupa waktu.


“Ehhh mas ini dah mau magrib loo, kita balik yuk,, ngak enak ibu sendirian dirumah,” ajak Laras terhadap kekasihnya itu.


“ Ohhh iyaaa ,,,, hampir lupa yaaa,,, baiklah kamu tunggu disini bentar aku ke kasir dulu,” jawab Rio.


“Baiklah mas,,, tapi jangan lupa yaaa,, minta tolong bawain bungkusan yang aku pesan tadi hehehe,” ucap Laras sambil tersenyum terhadap Rio.


Rio pun sambil berjalan menuju kasir untuk melakukan transaksi pembayaran dan tak lupa ia meminta pesanan yang sudah Laras pesan di awal dan membawakannya untuk kekasihnya itu.

__ADS_1


“hmmm nih pesanan kamu!!” ucap Rio terhadap Laras sesampainya di depan Laras.


“heheheh terimakasih ya mas,” jawab Laras sambil tersenyum.


Mereka pun meninggalkan restoran itu dan segera menuju rumah Laras karena sudah Larut malam dan Rio merasa ngak enak terlalu lama juga membawa laras karena status mereka yang belum sah sebagai pasangan suami istri.


Di tengah jalan yang lumayan ramai dengan kenderaan, rintik – rintik hujan pun silih berganti turun membasahi jakanan yang penuh dengan debu akibat panas sebelumnya, kini menjadi basah dengan siraman hujan, walau macet terkadang di tengah jalan namun karena cuaca agak bersahabat menjadikan perjalanan mereka lebih nyaman.


Tak berlama – lama dijalanan mereka pun akhirnya tiba di rumah Laras yang kebetulan sudah di tunggu oleh ibunya sejak setengah jam yang lalu.


“Assalamualaikum buk,,, maaf kami agak sedikit telat,” ucap Rio yang langsung mengucapkan kalimat itu setelah melihat pintu rumah terbuka.


“Ohhh iyaa nakk ngak apa – apa kok, kalian emnag dari mana sih??,” tanya ibu Laras yang agak penasaran dengan yang mereka lalui hari ini.


“ Ohhhh tadi kita Cuma ke restoran yang biasa kita kunjungi kok bu, ngak jauh – jauh,” jawab Laras dengan spontan.


“ iya bu tadi karena kita terllau asyik ngobrol makanya sampai lupa waktu, hehehe,” sambung Rio menjelaskan situasi tadi di Resto itu.


“ hmm baik lahh,,,, kalau begitu,” jawab Ibunya Laras.


“ Bu kalau begitu Rio balik dulu yaa,, takut kemalaman sampai rumah,” ucap Rio yang pamit ke ibunya Laras.


“Iy nakk hati – hati ya di jalan,” sambung ibu.


“Laras Mas balik dulu ya,” ucap Rio terhadap kekasihnya itu.


“ Baik mas, hati – hati yaaaa,” jawab laras sembari mengantarkan Rio ke depan pintu rumah.


Diperjalanan pulang Rio masih terbayang – bayang dengan Laras yang ia sendiri masih merindukan sosoknya kekasih nya itu, karena setelah sekian lama mereka terpisah oleh program magang Laras, walaupun akhirnya sudah selesai tapi kerinduan nya itu belum ter hapuskan, sebab masih beberapa hari saja Laras baru kembali lagi dan Rio pun berharap semoga kuliah nya Laras segera selesai agar apa yang mereka berdua rencanakan segera terwujud dan menjadi keluarga yang mereka impikan.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan Lupa Like, Vote & Komentar...


...Terimakasih ...


__ADS_2