
Laras dan ibunya masuk ke kamar untuk segera beristirahat mereka berdua merasa sangat lelah dan ingin segera terlelap di tempat tidur.
“Bagaimana buk, ibu senang ngak di ajak jalan- jalan begini??,” tanya Laras.
“Ya begitu lah, mungkin baru kali ini ibu keluar, ibu cukup menikmati perjalanan satu hari ini,” jawab Ratih.
“Mmmmmm baiklah lain kali kita jalan lagi ya bu, tapi mungkin setelah selesai kita magang ya bu,” ucap Laras.
“Iya nak, ngak apa- apa lagian kalau nanti kamu sudah selesai magang kan ibu sudah sehat,” jawab Ratih.
“Iya bu, semoga saja, yaudah kita istirahat yuk,” ucap Laras.
“Iya nak,” jawab ratih.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Pagi itu cuaca yang begitu dingin, kicauan burung bersahutan di ranting pepohonan. Ditambah dengan suara ayam berkokok yang bersahutan menambah ramainya suasana di pagi hari, suara hentakan kaki silih berganti menandakan para tetangga mulai beraktifitas, sementara Ratih masih membalut diri dengan selimut tebalnya.
Laras terbangun dan langsung memulai bekerja untuk memasak sarapan, dan bersiap untuk menuju kampus.
“Bu,,,, Bu bangun kita sarapan yukkkk,” ucap Laras.
“Hmm iya nakkk,” jawab Ratih.
“Jangan tidur lagi bu, Laras masih mau ke kampus ini bu,” ucap Laras.
“Iya naaaaakkkk,” ucap Ratih yang segera bangun karena mendengar Laras yang akan berangkat kuliah di pagi ini.
“Hmmmm ibu masi kecapean ya??,” tanya Laras yang melihat Ratih dengan wajah lemas.
“Ngak kok, ibu udah istirahat yang cukup malam ini,” jawab Ratih.
“Bagus lah kalau seperti itu, Laras tenang deh kalau nanti bernagkat ke pampusnya,” ucap Laras.
“Iya nakkkk,,, ya udah kita sarapan sekarang ,” jawab Ratih.
Laras dan ibunya mulai menyantap sarapan pada pagi itu, laras berharap ibunya dalam keadaan baik- baik saja, karena akan ia tinggal selama ia berada di kampus.
“Bu, Laras langsung berangkat sekarang ya, pasti Mita sudah menunggu Lras karena ngak jadi ketemu dengan dia semalam,” Laras pamit untuk segera berangkat.
“Ia Laras, kamu hati –hati ya nak, jangan lupa titip salam ibu kepada Mita,” ucap Ratih.
“Siap bu, nanti Laras akan sampaikan ibu tenang aja,” jawab Laras.
Laras pun segera berangkat menuju kampusnya, dengan naik taksi online yang sebelumnya ia sudah pesan. Di tengah perjalanan tepat di lampu merah pemandangan yang kurang mengenakkan mata Laras berada tepat didepan matanya, bagaimana tidak ia melihat laki- laki yang sudah pernah menjadi suaminya itu berada tepat di samping mobil yang ia naiki, dengan membuka kaca di sebelah kanannya terlihat dengan jelas keangkuhan yang berada di wajah laki- laki itu.
“Yahhhh semoga saja ke depan ngak ada lagi kemacetan, aku tidak ingin melihat wajah laki- laki itu lagi,” gumam Laras dalam hati.
Lampu hijau pun menyala semua kenderaan mulai berjalan secara perlahan, yang membuat hati Laras sedikit lega karena ngak melihat laki- laki itu lagi. berjalan sekitar lima belas menit Laras pun tiba di kampusnya.
“Hey Laras ku disini,” teriak Mita.
__ADS_1
“Hey mitaaaaaa,” balas Laras dengan teriakan juga.
“Hmmmmmm rindu tauuuuu Laras,” ucap Mita.
“Sama mitaaa, aku juga padahal baru satu hari kita ngak ketemu, bagaimana kalu seminggu yaaa,” jawab Laras.
“Kalian kemana semalam??,” tanya Mita.
“Yahhh biasa lah Mita, kita bawa ibu keliling keliling kota aja, terus makan baru pulang,” jawab Laras.
“Pasti ibu senang banget kannnn,,, “ tanya Mita.
“Iya Mita, mungkin karena sudah sangat jarang aku bawa ibu jalan- jalan seperti itu,” jawab Laras.
“Nahhhh bisa jadi,” ucap Mita.
“Gimana Mit, kapan kita berangkat??,” tanya Laras.
“Kita berangkat besok pagi aja deh,” jawab Mita.
“Emang kenapa kok pagi, apa ngak telat nanti,” ucap Laras.
“Pasti terkejar deh, aku udah bilang ke papa buat antar kita kok, kamu tenang aja, lagian kan ibu juga ada teman satu malam ini,” jawab Mita.
“Iya juga sih,,, berarti kita malam ini dong packing nya, biar pagi langsung berangkat aja,” ucap Laras.
“Yupssss betul banget,” jawab Mita.
“Hm apa Dev???,” tanya Laras.
“Kalian kapan berangkat, masih ke kampus aja,” ucap Deva.
“Iya Dev kita masih ngambil surat pengantar dari kampus, mungkin besok pagi kita akan berangkat ke sana,” jawab Mita.
“Apa terkejar nanti??,” tanya Deva yang meragukan mereka berdua.
“Terkejar dong, lagian kan kita baru hari pertama untuk bawa surat pengantar lagi,” jawab Mita.
“Hm baik lah, tapi aku kasi saran bagusnya kalian berangkat nanti sore deh, biar paginya ngak capek nyampe sana jadi masuk kantornya ngak dengan wajah capek,” ucap Deva memberikan saran.
Mendengar ucapan Deva membuat Laras dan Mita berpikir kembali akan keberangkatan mereka, soalnya apa yang dikatakan oleh Deva ada benarnya juga, kalau mereka berdua sampai pagi hari di perusahaan itu pasti mereka merasa capek setelah beberapa jam diperjalanan.
“Bagaimana Mit yang dikatakan Deva ada betulnya juga nih,” tanya Laras.
“Iya juga sihhh,,,, trus gimana dong kita berangkat sore ini??,” jawab Mita.
“Aku pun jadi bingung nih Mit,” ucap Laras.
Kring..... kring...... kring..... Ponsel Laras berdering.
“Halo,,,,,, ,” jawab Laras.
__ADS_1
“Hmm kamu dimana???,” tanya Rio yang sedang menelpon dirinya.
“Aku sedang di kampus mas, mau ngambil surat pengantar ke perusahaan tempat magang,” jawab Laras.
“Terus kapan rencana berangkat??,” tanya Rio.
“Ini lah mas, lagi mikir itu juga bareng Mita nihh,” jawab Laras.
“Hmmm baiklah, nanti kalau mau pulang telpon mas ya, biar mas jemput,” ucap Rio.
“Ngak usah mas, Laras naik taksi aja nanti,” jawab Laras .
“Yaudah sampai ketemu dirumah aja nanti,” ucap Rio.
“Iya mas, udah dulu ya,” jawab Laras sambil memutus telpon.
“Pasti mas Rio kan??,” tanya Mita.
“Iya Mit,” jawab Laras.
“Kita bagaimana ini apa kita berangkat sore ini aja??,” tanya Mita.
“Kalau jadi sore ini berarti sekarang kita ke biro sekarang dapat surat langsung pulang kita,” ucap Laras.
“Baiklah mariiii,,, Deva yukkk temani kita ke biro,” sahut Mita mengajak Deva.
Mereka bertiga berjalah menuju biro, sambil berbincang- bincang di sepanjang jalan.
“Emang kamu Dev gak nge kost lagi di dekat tempat magang??,” tanya Laras.
“Ngak akh Ras, tempat magangku kan lumayan dekat dengan rumah, jadi ngak perlu nge kost lagi,’ jawab Deva.
“Hmmm pantesan kamu nyantai yaaa,” ucap Laras.
“Lagian kalian sihh milih perusahaannya musti yang perusahaan besar,” jawab Deva.
“Yaaaa semakin perusahaan kan semakin banyak nanti pengalaman kerjanya,” ucap Laras.
“Hm betul juga sih, ngerti lah kalau cowok, ngak mau yang ribet- ribet urusannya,” jawab Deva.
“Bener juga sihhhh, ya udah moga kita sama- sama berhasil di tempat magang,” ucap Deva.
“Yahhh semoga saja,” jawab Mita.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa, Like, Vote, Komentar + berikan Bintangnya...
...Terimakasih...
__ADS_1