Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Ricky Mengikuti Rio


__ADS_3

“ ngak ada apa- apa kok mbak, mas, kita Cuma ditanya nama dan asal darimana aja mbak ngak ada hal- hal lain” ucap Mita yang meyakinkan Riska dan Ibra.


“mbak kurang percaya kalau percakapannya itu aja,” jawab Riska.


“Pak bos tadi nanya apa tujuan kita datang ke mari jauh- jauh sementara di Jakarta banyak perusahaan,” jelas Laras kepada Riska.


“Ohhh hanaya itu aja???, ngak ada yang lain lagi???,” tanya Ibra.


“Iya mas Cuma itu aja ngak ada yang lain lagi semua sudah kami kasi tahu,” jawab Mita.


“baiklah kalau begitu silahkan lanjut kembali pekerjaan kalian berdua,” ucap Riska.


“ siap mbak,” jawab Mita dan Laras secara bersamaan.


Waktu begitu cepat berlalu, detik demi detik tidak terasa telah terlewatkan, haripun semakin sore dan jam menunjukkan waktu sebentar lagi akan pulang dari kantor. Di Jakarta Rio juga diposisi yang sama ingin pulang, dan sebelum itu dia berniat ingin melihat ibu Ratih sebelum ia berangkat ke rumahnya dan beristirahat.


“tok.... tok ..... tok.... “ suara ketukan pintu.


“Iaaa sebentar,,, siapa yaaa??,” teriak Ratih dari dalam rumah.


“Iniii saya bukkk,,, Rio...,” Teriak rio dari luar rumah.


Ratih pun perlahan mempercepat langkahnya menuju pintu dan segera membukakannya untuk Rio.


“Ehhhh nak Rio,,, ada apa sore begini masi singgah di rumah ibu??,” tanya Ratih terhadap Rio.


“Ngak kok buk, saya Cuma pengen singgah sebentar dan ingin melihat perlengkapan ibu, apa ada yang kurang,” Jawab Rio.


“Ngak kok nak, ngak ada yang kirang, kemarin sebelum Laras berangkat dia sudah mempersiapkan kebutuhan – kebutuhan ibu kok nak,” Sambung Ratih yang tidak ingin terlalu merepotkan Rio.


Tapi rio masih kurang percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ratih dia takut, Ratih segan untuk mengatakannya dan memilih tindakan untuk men cek ke belakang.


“Sebentar ya bu, saya numpang ke kamar mandi sebentar,” ucap Rio yang berniat men cek keperluan Ratih, karena Rio takut untuk esok hari dia tidak bisa menjenguk ibu Ratih.

__ADS_1


Tak lama kemudian Rio selesai men cek keperluannya di dapur dan berniat ingin segera pamit menuju supermarket dimana Laras sering berbelanja untuk keperluannya itu.


“Bu, saya pamit sebentar ada yang ketinggalan tadi,” ucap Rio yang mengalihkan pikiran Ratih tentang keperluannya yang kurang tadi.


“Baiklah nak, kamu hati – hati ya,” ucap Ratih terhadap Rio.


“Iya bu,,, saya akan hati – hati kok,” jawab Rio.


Perlahan ia pun menyalakan mobilnya yang terparkir di depan rumah Laras dab segera berlalu dan tanpa sengaja Ricky seorang mantan suami Laras melihat kalau Rio keluar dari dalam rumah Laras, yang kebetulan ia melewati dari gang rumah Laras.


“Ini Pak Rio ada perlu apa ya ke rumah Laras se sore ini, terus kenapa Larasnya ngak ada di depan pintu, kenapa Cuma ibu aja yang berdiri disana,” gumam Ricky dalam hati yang serba masih penasaran dan perlahan mengikuti mobilnya Rio.


Lambat laun mengikuti mobil Rio dan kemudian parkir di depan sebuah supermarket yang tidak asing lagi bagi Ricky, karena sering melihat Laras berbelanja di sana dulu ketika Laras masih menjadi istri sahnya Ricky. Lama menunggu di depan supermarket akhirnya Rio keluar dengan membawa belanjaan yang lumayan banyak dan memasukkannya ke dalam bagasi mobilnya itu. Dan segera kembai ke rumah Laras untuk memberikan smuanya kepada ibu agar ia merasa tenang untuk besoknya manatau ada halangan ngak bisa berkunjung melihat ibu.


Ricky pun yang masih sangat penasaran terus saja berusaha mengikuti Rio sampai kembali ke rumah Laras lagi.


“Permisi bu, ini Rio,” Teriak Rio dari depan rumah dengan jelas Ricky mendengar perkataan Rio yang memanggil Ibu Laras.


“Aduhh nakkk kok barangnya banyak sekali ini,” Tanya Ratih.


“Ini kan perlengkapan ibu, Laras kemarin mungkin banyak yang lupa untuk keperluan ibu, tadi Rio cek di belakang ternyata masi banyak yang belum di lengkapi Laras sebelum berangkat Kemarin, makanya Rio belikan Sekarang,” Jawab Rio.


“Haduhhh ibu jadi ngerepotin ya nak,” ucap Ratih yang merasa segan atas perlakuan Rio terhadapnya.


“Sama sekali ngak kok bu, Rio malah senang bisa nge gantiin Laras buat belanja keperluan ibu,” Jawab Rio dengan wajah senangnya.


Ricky yang menguping pembicaraan mereka dari luar rumah bertanya- tanya dalam hati kenapa bisa Rio sedekat itu dengan Ibunya Laras, dan kemana perginya Laras, kenapa Rio menyatakan dirinya senang menggantikan posisi Laras, beribu pertanyaan berada dalam benaknya, dan tidak bisa menayakan hal itu secara langsung, karena ia sadar diri ngak punya hak lagi atas diri Laras.


“Ya udah Makasih ya nak, sudah membelikan ini semua,” ucap Ratih.


“Ihhh ibu kek baru kenal Rio aja, Rio juga udah menagnggap ibu itu seperti ibunya Rio, lagian ini juga kan udah perintah dari Laras untuk bisa menjaga ibu,” Jawab Rio.


“Hehehehe iya nak,,, Maaf ya gara- gara Laras kamu jadi repot seperti ini,” Ucap Ratih.

__ADS_1


“Rio kan tadi udah bilang bu, sama sekali ngak ngerepotin Rio, kalau begitu Rio pamit sekarang ya bu, ni udah hampir malam juga,” Sambung Rio yang pamit kepada ibu Ratih.


Mendengar kata – kata Rio yang pamit, Ricky pun berlari ke arah mobilnya dan langsung kabur karena ia takut dirinya akan ketahuan sedang mengikuti Rio secara diam- diam.


“Baik nak,sekali lagi terimakasih ya nak, kamu hati- hati dan titip salam buat orang tua di rumah,” jawab Ratih.


“Siappp bu ,,, nanti saya sampaikan,” ucap Rio sembari meninggalkan Rumah Laras.


Ricky yang sampai dirumah masuk tanpa permisi, tanpa apa- apa seakan menjadi manusia penuh kebingungan membuat orang tuanya bertanya- tanya dalam hati, kenapa lagi putra mereka apa lagi sekarang yang sedang ia pikirkan.


“Ricky coba kemari dulu,” panggil Jacky papanya sendiri.


“Rickyyyyyy Kemari dulu,” Panggilan Jacky untuk kedua kalinya.


Tapi Ricky masih saja berjalan lurus seakan tak mendengar panggilan dari papanya, lalu kemudian Rere ibunya perlahan melangkah mendekati putra mereka itu dan menyentuk tangan sebelah kirinya.


“Heyyy Ricky,” Panggil Rere.


“Ehhhh ia Ma, ada apa,” jawab Ricky yang terkejut atas sentuha yang diberikan Rere yang seakan membangunkannya dari khayalannya itu.


“Dari tadi kamu dipanggil papa itu, sana cepat papa kamu menunggu di ruang tamu,” Titah Rere terhadap putra mereka itu.


“Baik lah ma Ricky segera ke sana,” jawab Ricky dengan melangkah ke arah ruang tamu.


“Kamu kenapa sih Ricky dari tadi papa perhatikan ada sesuatu yang begitu kamu pikirkan, coba ceritakan ke papa,” ucap Jacky berharap bisa meringkankan beban pikiran putranya dengan cara berbagi cerita kepada mereka.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & berikan Bintangya ...


...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2