Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Restu Orang Tua Rio


__ADS_3

Drt......


Drt.....


Drt.....


Ponsel Laras berdering....


“Halo laras, bagaimana tadi urusan dengan Ricky???,” tanya Mita sahabatnya.


“Ahuhhhh,,,, semua sudah selesai, mulai sekarang aku hidup bebas udah bisa kemana- mana,” jawab Laras yang merasa lega setelah proses perceraiannya dengan Ricky selesai.


“Bagus dong kalau gitu, berarti kita hanya punya tugas satu lagi,” ucap Mita.


“Tugas apa an Mita?,” Tanya Laras.


“Ya menjelaskan kepada ibu lah, kan ibu belum tau sama sekali msalah ini, ingat Laras jangan sampai orang lain yang memberitahu kepada ibu,” jawab Mita.


“Ohhh iya hampir aja lupa, makasih ya sudh mengingatkan aku,” ucap Laras.


“Yahhh iya dong, makanya aku tanya ingatin sekarang biar kamu ngak lupa,” jawab Mita.


“Ya udah besok kamu datang kerumah ya, kita jelaskan semuanya kepada ibu,” pinta Laras.


“Sip,,, tapi habis pulang ngampus yaaaa,” jawab Mita.


“Kalau itu mahhhh sudah pasti,” ucap Laras.


“Sudah dulu ya sampai jumpa besok Laras,,,” jawab Mita dan memutus telepon.


Suasana malam semakin lengang hanya terdengar suara jangkring di sudut – sudut halaman rumah, tak ada lagi kenderaan yang lalu lalang, muda – mudi yang bergandengan tangan di sepanjang trotoar jalan. Semua seperti lenyap, kesunyian ditumoahkan ke kota ini, yang di temui siang hari tak akan di dapat lagi pada malam hari, hal yang ditemui pada malam hari hanyalah beribu pasang laron yang seakan memenuhi sisi kota.


Gedung- gedung tua, jalanan kota yang memanjang, bahkan disetiap gang sempit di celah kota. Laron – laron yang muncul tiap malam tanpa menunggu datangnya hujan. Orang –orang kota ini percaya bahwa malam tercipta untuk kesunyian, melihat segala keindahan dan selebihnya melepas segenap kerinduan yang mendalam.


Orang- orang hanya sibuk menangis dengan sepasang mata mereka untuk mewakili kerinduan kepada orang yang meeka kasishi dan telah lama pergi. Tak ada tawa, keceriaan atau bahkan kidung- kidung yang bila dibaca sangat menentramkan. Hanya satu hal yang mereka lakukan yaitu menagis sampai mata membengkak sebagai bukti kerinduan kepada mendiang orang- orang mereka cintai.


Kini laras pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur karena ia merasa sangat lelah seharian kuliah dan mengurusi perceraiannya. Baru terbaring ia sudah langsung tertidur dengan pulasnya.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


Rio yang menunggu kabar dari Erawan kini mereka bertemu disebuah cafe di kota itu.


“Hey pak Rio bagaimana kabarnya?,” sapa Erawan kepada Bosnya itu.


“Saya baik kok, bagaimana ? semua aman???,” tanya Rio.


“Aman pak, satu orang pun tidak ada yang tau kalau ini semua bapak ikut turut campur,” ucap Erawan.


“Baguslah kalau begitu,” jawab Rio yang merasa puas dengan kinerja pengacaranya itu.


“Tadi saya berkabar dengan buk Laras dan dia bilang kalau Ricky sudah memnanda tangani semua dokumen yang dibawanya,” ucap Erawan.


“Owwww,,,, berarti ngak ada masalah lagi sekarang,” jawab Rio.


“Iya pak semua sekarang sudah aman, bapak kalau mau jalan dengan buk Lras juga ngak masalah, soalnya dia sudah resmi berpisah,” tutur Erawan.


“Eitssss saya tahu itu dan saya ngak mau gegabah, saya akan tunggu samapi Laras betul – betul siap dengan saya,” ucap Rio.


“Mudah- mudahan saja secepatnya bu Lras mau menerima bapak, soalnya dari tingkahnya buk Laras orang nya baik, sopan, dan rajin,” jawab Erawan.


“Semua itu yang membuat saya salut dan suka terhadap Laras, dia seorang wanita tangguh,” ucap Rio.


“Pak kalau begitu saya pamit ya, saya sudah ngantuk banget nih,” ucap Erawan yang berniat pamit.


“Ya udah kita bareng aja, aku juga udah ngantuk kok,” sahut Rio.


Malam itu pun mereka pulang dari cafe itu menuju rumah masing – masing, dan rio membisikkan ke telinga Erawan “ Upah lelahmu sudah saya transfer , silahkan nangti di cek,” ucap Rio.


“Terimakasih pak,” jawab Erawan.


Sampai di rumah Rio masuk ke dalam dan terkejut ternyata orang tua Rio sedang berkunjung ke tempat tinggalnya.


“Eh nak baru pulang?? Kamu dari mana saja????,” Tanya mama Rio.


“Ohhh Rio barusan dari cafe bertemu dengan seorang klaien,” jawab Rio.


Rio teringat mengenai Laras dan ingin bercerita tentang hubungannya kepada orang tuanya tersebut, orang tua Rio adalah orang tua yang sangat pengertian terhadap anak –anaknya, mereka di bebaskan memilih jalan hidupnya masing- masing, karena orang tua mereka sadar kalau nanti yang menjalankan hidupnya adalah mereka sendiri, jadi mereka memilih untuk tidak egois, mereka memberikan kesempatan untuk anaknya meilih pilihan masing- masing.


“Ma Pa, ada yang mau Rio cerita in,” ucap Rio.

__ADS_1


“Ada apa nak, tumben ada cerita nihh,” jawab mama yang penasaran denga apa yang mau Rio ceritakan.


“Begini ma, pa Rio sedang dekat dengan seseorang, dia anaknya baik, rajin, pintar dan pekerja keras orangnya cantik kok ma, pa,” ucap Rio.


"Wahhhhh bagus dong kalau begitu, kapan kamu berencana menikahinya?,” tanya mama yang tidak sabar melihat anaknya bersanding dengan pasangannya.


“Ehhhh main nikah- nikah aja,, sabar dulu ma, Rio bakan kenalin dulu ke mama dan papa, baru kita atur untuk langkah selanjutnya,” ucap Rio.


“Yahhh kalau mama sih setuju- setuju aja, pastinya kan karena dia bisa buat kamu nyaman makanya kamu mau dengan wanita itu,” jawab mama.


“Papa juga terserah kamu aja, mana yang terbaik lah menurutmu, papa selalu dukung kok,” sahut papa Rio.


“Tapi ada sesuatu tentang dia, Rio takut kalau mama dan papa ngak setuju dengan ini,” ucap Rio yang tidak ingin merahasiakan status Laras.


“Apa lagi nak,,, emang kenapa dengan dia???,” tanya mama Rio.


“Dia sudah pernah menikah sebelumnya ma, tapi sekarang sudah bercerai dia di perlakukan bukan seperti seorang istri oleh suaminya, padahal dia sangat penurut untuk suami dan mertuanya, tapi perlakuan suaminya ngak pernah membuat ia senang sekali pun, bahkan maaf cakap ma pa Rio juga sudah dewasa dia tidak pernah disentuh oleh suaminya tersebut,” Jawab Rio menjelaskan tentang latar belakang Laras secara singkat.


“Malang sekali nasib anak itu, sekarang intinya mau siapa pun pilihan kamu kita tetap mendukung, intinya kamu bahagia dengan pilihan kamu,” ucap mama Rio.


,


“Jadi mama sama papa, nanti mau nerima dia,” tanya Rio.


“Ya kalau itu sudah menjadi pilihan kamu mama sama papa akan mendukung, kita setuju – setuju saja,” jawab orang tua Rio.


“Makasih ma pa, aku janji ngak bakal ngecewain mama sama papa,” ucap Rio sambil memeluk orang tuanya.


Rio sangat bahagia dengan apa yang diucapkan oleh papa dan mamanya, dia sudah tidak sabar untuk segera mengenalkan Laras kepada Orang tuanya tersebut.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & Komentar yang Membangun...


...Terimakasih...


Like & vote kakak pembaca menjadi semangat untuk author 😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2