Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Meminta Pendapat Orang Terdekat


__ADS_3

Ricky tidak menyangka kalau mamanya masih sangat perhatian dengan mantan istrinya itu, sementara ia memang sama sekali tidak punya perasaan terhadap Laras dan sangat mustahil menurutnya untuk bisa bersatu dengan Laras. Apalagi Laras yang sama sekali sudah tidak pernah mengaharapkan Ricky untuk menjadi pendamping hidupnya.


“Buk kita istirahat yuk pasti ibu kecapekan serahian ini ya kan??,” tanya Laras.


“Ya lumayan lah nak,” jawab Ratih.


“Tuh kan, ini yang susah untuk Laras yang ngak bisa mengawasi ibu setiap saat,” ucap Laras.


“Ngomong- ngomong kamu kemana saja seharian ini kok ibu lihat tadi kamu agak lama pulangnya??,” tanya Ratih sedikit curiga.


“ Tadi itu Laras, Mita Deva pergi ke sebuah restoran dulu bu, kata Deva mau ngerayain karena kita di terima magang di PT yang kita sukai,” jawab Laras.


“Terus siapa tadiyang mengantarkan kamu pulang??,”tanya Ratih.


“Oh tadi kebetulan mas Rio ada di restoran yang sama dengan kami, jadi tadi mas Rio ngantar Laras pulang duluan, ehhh hampir lupa tadi mas Rio nitip salam ke ibu,” ucap Laras.


“Oh iya, terus kenapa Rio ngan singgah, ngak seperti biasanya,” ucap Ratih.


“ Ngak tahu juga bu, tadi kata mas Rio masih ada pekerjaan dia yang belum selesai makanya dia buru – buru untuk pulang,” jawab Laras.


“Oh iya lah, kalau begitu mari kita istirahat saja nak,” ucap Ratih kepada Laras.


“Bu sebenarnya ada yang pengen Laras omongin ke ibu,” ucap Laras yang ingin memberitahu tentang apa yang diucapkan Rio tadi di restoran itu.


“Mmmm apa itu??? Sepertinya serius sekali ini,” tanya Ratih yang penasaran.


“Tadi di restoran mas Rio ngomong sesuatu sama Laras, katanya dia ingin Laras menjadi pendamping hidupnya, ibu setuju ngak kira- kira ??,” jawab Laras.


“Kalau ibu terserah kamu saja, yang menjalaina juga kamu nak, kalau ibu pasti selalu mendukung apa pun keputusan dari kamu,” ucap Ratih yang memberikan kebekasan melilih untuk putrinya.


“Ya selama ini kan mas Rio sudah dekat dengan ibu, bagaimana menurut ibu tentang mas Rio, Laras takut untuk memulai dari awal lagi bu, Laras masih ragu untuk melangkah, Laras takut kejadian yang sama terulang kembali,” jawab Laras sambil memeluk ibunya.


“Kalau menurut ibu sih, Rio anaknya baik, perhatian, pengertian pemikirannya juga dewasa,” ucap Ratih.


“ Iya sih bu, Cuma Laras masih bingung untuk kedepannya,” jawab Laras.


“Kalau ibu sih, terserah ke kamu saja bagaimana baiknya kalau nak Rio ibu yakin dia orang baik kok,” ucap Ratih.


“Baiklah bu, Laras akan coba pikirkan ini matang- matang dulu,” jawab Laras.


“Kita istirahat sekarang yuk nak,” ajak Ratih yang melihat putrinya masih berpikir atas apa yang sedang mereka bicarakan.

__ADS_1


“Iya bu, Laras juga udah ngantuk nih,” ucap Laras.


Laras yang tidak ingin gagal dalam membina rumah tangga untuk yang kedua kalinya jadi ia masih ragu dan harus banyak pertimbangan untuk memulai hubungan baru dengan orang lain walaupun sebenarnya itu adalah orang yang tidak asing lagi di kehidupan mereka. Laras masih ingin mendengar pendapat orang lain tentang penilaian mereka terhadap Rio.


Rio yang sudah pulang ke rumah masih terbayang – bayang dengan kejadian di restoran, ia tidak menyangka kalau dirinya akan berani untuk menungkapkan perasaannya kepada Laras yang sudah sekian lama ia pendam, Karena ia takut kalau ia akan kena tikung oleh laki- laki lain, makanya ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Laras walau hasilnya belum langsung ia dapatkan, tetapi Rio sangat berharap kalau ia akan diterima oleh Laras.


Rio yang beraktivitas seharian membuat ia kelelahan dan segera membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, hingga akhirnya terlelap di buai mimpi.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Pagi hari di kampus Laras mencari Mita di tempat biasa mereka duduk dan berkumpul tapi kali ini dia tidak menemukan sosok mita di tempat itu,” Mita kemana ya, ngak biasanya Mita ngak ada disini, biasanya mita selalu menunggu di tempat ini apa jangan- jangan dia ke kelas duluan ya,” gumam Laras dalam hati, dan segera melangkahkan kakinya menuju ruang kelas mereka.


“Hay Laras selamat pagi,” ucap Deva yang menatap Laras yang masih berdiri di pintu kelasnya.


“Hay Dev, kamu lihat Mita ngak???,” tanya Laras.


“Ngak ada tuh Ras, mungkin dia ngak masuk kali,” jawab Deva.


“Ngak mungkin Mita libur ngak ngabari Dev,” ucap Laras yang kurang percaya kalau Mita ngak masuk di hari ini.


“Tapi buktinya sampai sekarang Mita belum kelihatan tuhhh,” jawab Deva.


Belum sempat mengeluarkan ponsel.


“Hayyyy Laras,” teriak Mita yang tiba- tiba muncul dan membuat kaget Laras.


“Kamu kemana saja pagi ini, ucap Laras


“Yeaaaa maaf kau telat, macet banget soalnya tadi di jalanan,” jawab Mita.


“Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu,” ucap Laras.


“Apa itu, kok dari raut wajah kamu serius banget???,” jawab Mita.


“Sudah kita ke sana sebentar,” ucap Laras sembari menarik lengan kanan Mita menuju taman kampus tempat mereka ngobrol setiap hari.


“Ada apa sih Larassss???,” tanya Mita.


“Ada hal penting yang harus aku bahas dengan kamu,” ucap Laras.


“Iya hal apaaaaaa??? ,” tanya Mita yang semakin penasaran.

__ADS_1


“Kemarin pas kita direstoran itu, mas Rio menyatakan Cintanya ke aku,” ucap Laras,


“Apaaaaaa???? Kamu di tembak mas Rioooo???,” tanya Mita yang masih kurang percaya dengan apa yang ia dengar.


“Iya Mit, aku ditembak mas Rio,” jawab Laras.


“Bagus lah kalau begitu, terus apa jawaban kamu??,” tanya Mita.


“Aku belum jawab Mit, akau masih ragu untuk melangkah lagi,” ucap Laras.


“Yaaaaa ampun Laras ngapain pake ragu segala sih, kamu tahu kan mas Rio orangnya baik, pengertian dewasa lagi,” jawab Mita yang sedikit kesal dengan tingkah Laras.


“Iya Mit, mas Rio memang baik, tapi aku masih trauma dengan yang namanya pernikahan aku takut gagak lagi dalam berumah tangga,” ucap Laras.


“Ya memang benar juga sih Ras Cuma, sampai kapan kamu akan dibalut rasa takutmu itu,” jawab Mita.


“Aku juga ngak tahu mit,” ucap Laras.


“Kalau saran aku sih, dari menurut yang aku lihat mas Rio orangnya baik, tangung jawab dan dewasa, ia jauh berbeda dengan mantan suami kamu yang brengsek itu, kamu mending terima saja mas Rio” jawab Mita.


“Aku pikir-pikir dulu lah Mita ngak mungkin secepat ini,” ucap Laras.


“Sampai kapan lagi kamu memikirkan ini semua, sampai kiamat datang?????, ingat Laras ngak semua orang seberuntung kamu, kamu masih di sukai oleh orang lain yang sudah tahu dengan latas belakang kamu,” jelas Mita terhadap Laras.


“Iya juga sih Mit, mungkin ini yang terbaik untuk ku,” ucap Laras.


“Terus kapan kamu akan kasi jawaban ke mas Rio??,” tanya Mita.


“Aku bilang ke mas Rio dalam waktu 3 hari ini,” ucap Laras.


“Bagus lah, semoga kamu bijak dalam mengambil keputusan ya ,” Jawab Mita sambil memeluk Laras sahabatnya.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan lupa Like, Vote, Komentar & Berikan Bintangnya...


...Terima kasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2