Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Pernyataan Cinta Rio


__ADS_3

Malam pun berlalu, Laras yang biasanya bangun pukul 06.30 wib kini harus bisa bangun lebih awal lagi karena ia harus menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Ratih ibunya. Laras yang tidak ingin ibunya berkerja terlalu berat terpaksan mengambil alih semnua pekerjaan rumah karen sekarang dirumahnya sudah tidak ada lagi asisten rumah tangga, jadi sebelum berangkat kuliah dia harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya terlebih dahulu.


“Lohh an kamu cepat banget bangun nya ngak seperti biasanya,” tanya Ratih.


“ Oh iya buk, mulai sekarang Laras akan selalu bangun seperti ini, Laras akan menyelesaikan pekerjaan rumah, karena ibu belum boleh terlalu capek juga, jadi biar Laras saja yang mengerjakan semua ini,” ucap Laras dengan memberi pengertian kepada ibunya.


“setidaknya kan ibu masih bisa bantu- bantu pekerjaan yang ringannya,” Jawab Ratih.


“Sudah bu, ibu duduka aja temani Laras, jangan kutan bekerja dulu sampai ibu memang sudah betul- betul pulih,” ucap Laras.


“Tapi kamu kan harus masih kuliah, nanti kamu terlambat nak,” jawab Ratih.


“Ngak apa – apa ibu, lagian Laras kan sudah terbiasa kok dengan pekerjaan seperti ini,” ucap Laras.


“Hm, terserah kamu saja lah nak,” jawab Ratih yang teringat kalau putrinya itu dulunya sudah pernah menjalani yang namanya menjadoi seorang ibu rumah tangga walaupun pada akhirnya kandas dengan perceraian.


Ratih pun duduk menemani putrinya yang sedang bekerja di rumahnya, ia memperhatikan gerak- gerik putrinya yang sudah paham betul mengenai masalah di dapur, sekarang sudah pukul 07.00 sarapan sudah siap diatas meja makan, Laras yang masih harus kuliah segera bersiap- siap untuk berangkat.


“Laras kita sarapan dulu baru kamu ke kampus ya,” ajak Ratih.


“Siap bu, Laras juga mau sarapan bareng ibu,” jawab Laras.


Ibu dan anak itu sarapan pagi bersama walau tanpa ditemani seorang sosok ayah lagi di dalam kehidupan Laras tapi ia sangat bersyukur masih ada ibu yang sangat sayang kepada dirinya. Selesai sarapan Laras pun ingin segera berangkat ke kampus.


“Bu, Laras pamit ya, Laras ke kampus dulu, serti kemaren kalau Laras ngak ada mata kuliah lagi, Laras akan segera pulang kok bu,” ucap Laras yang ingin pamit.


“Baik lah nak, kamu hati- hati ya,” jawab Ratih.


“ Iya bu, Laras selalu hati- hati kok,” ucap Laras.


Laras pun berlalu menuju kampus dengan meningalkan Ratih sendirian di rumah.


“Hey Laras,,,, Larassss kemari,” teriak Mita dengan penuh kegirangan.


“Iya Mita ada apa kok segitu ributnya ngak seperti biasanya,” ucap Laras.

__ADS_1


“Ya iya lah,,, ini surat balasan dari PT. Manjur Jaya kita keterimaaaa,” jawab Mita dengan refleks memeluk Laras.


“Heyyyy kalian berdua, ada hal apa kok kelihatannya bahagia banget,” ucap Deva yang heran melihat tingkah mereka berdua di pagi hari ini.


“Kita di terima magang di PT. Manjur Jaya Dev,” ucap Laras.


“Waaaaaaawwwww mantap dong, selamat untuk kalian berdua,” jawab Deva yang memberi semngat kepada Laras dan Mita.


“Iya Dev makasih ya,” ucap Mita dengan seyumannya.


“Kamu sendiri bagaimana??? Sudah keterima?,” tanya Laras.


“Kalau aku sih pastinya diterima,” ucap Deva.


“Baiklah kalau begitu habis pulang kita pergi mkan- makan merayakan ini,” ucap Mita.


“Tapi Mit, ibu kan sendirian dirumah,” jawab Laras yang memikirkan ibunya di rumah sendirian.


“ Kita kan perginya ngak jauh- jauh Kita pulang cepat kok dari sana nantinya,” ucap Mita.


“Iya Laras kita bentar aja nanti disana yang penting kita rayakan dulu iini,” sambung Deva.


“Iya Larassssssss,” Ucap Mita dan Deva secara bersamaan.


Mereka bertiga sehabis pulang dari kampus pun segera menuju lokasi sebuah restoran yang mereka sudah janjikan, dan sesuai perjanjian mereka bertiga tidak akan ber lama- lama di restoran itu.


Ketika mereka asik mengobrol dari kejauhan Rio melihat mereka bertiga, tapi kali ini Rio ada rasa cemburu melihat Laras karena sedang bersama laki- laki yang ia tidak kenal. Lalu Rio pun mendekati meja mereka bertiga.


“Hm Hm Hm....... Seru banget ya makan – makan,” sindir Rio yang membuat Laras dan Mita kaget melihat kedatangan Rio.


“A ah mas Rio, silahkan duduk,” ucap Laras terbata – bata.


“Mas jangan salah pikir dulu, kita bertiga disini karena merayakan kalau kita diterima magang di PT yang kita tuju mas,” jelas Mita kepada Rio agar tidak salah paham.


“Ow jadi karena itu, ini siapa kok aku ngak pernah kenal dan melihat dia di kampus,” tanya Rio dengan tatapan tajam terhadap Deva.

__ADS_1


“Oh iya mas, ini Deva mas teman kita satu kelas di kampus,” ucap Mita.


“Saya Deva mas,” ucap Deva sembari mengulurkan tangannya ke arah Rio.


Kemudian Rio pun membalas jabat tangan dari Deva.


“Saya Rio pacarnya Laras,” ucap Rio yang membuat Mita dan Laras sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Rio, sebab Rio selma ini ngak pernah mengungkapkan cinta kepada Laras dan tiba- tiba ia berbicara seperti itu.


“Ohhh mas pacarnya Laras, kalian cocok kok, yang satu cantik yang satunya lagi ganteng,” Puji Deva.


“Akhhhh masa sihhh???,” Tanya Rio.


“Iya mas aku serius, kapan nihhh keluar undangannya hehehe,” ucap Deva.


“Mas kita ke sana sebentar yuk, ada yang ingin aku bicarakan,” sambung Laras.


Rio dan Laras pun pergi ke taman mini yang ada di samping restoran itu, sepertinya ada hal penting yang ingi Laras sampaikan.


“Mas kamu apa- apa an sih, kok ngomong seperti itu ke Deva,” ucap Laras agak sedikit kesal.


“Aku sengaja ngomong seperti itu supaya ngak ada laki- laki lain yang ingin mendekatimu,” jawab Rio denga penuh percaya diri.


“Lohhh kok gitu mas?,” tanya Laras.


Tanpa mengulur waktu ,” Mungkin ini waktu yang tepat untuk menyatakan kalau aku memang benar- benar suka, dan ingin menjadikan Laras sebagai istriku,” gumam Rio.


Kemudian Rio menggenggam tangan Laras. Hatinya bedersir hangat dan jantungnya berdebar kencang, hingga dirinya tak mampu mengartikan rasa itu.


“Jujur dari pertama kita bertemu saat kamu berbelanja di pasar itu, aku sudah merasakan ada yang berbeda dengan dirimu, mulai dari pertemuan itu yang ada dipikiranku kapan aku bisa selalu di sampingmu, Laras aku sangat mencintaimu kamu mau ngak menjalin hubungan denganku?,” Ucap Rio yang sudah tidak sabar lagi ingin bersama dengan Laras.


Laras tak sanggup jujur. Jika ia merasakan gejolak asing yang membuatnya menginginkan lelaki itu, namun tak sangup menjawab secepat itu, melihat keraguan di mata Laras, Rio mengeratkan genggaman tangannya membuat Laras menoleh. Senyum Rio seakan menghipnotis,” Aku akan jawab tiga hari lai ya mas, aku masih harus memikirkan matang- matang semua ini,” ucap Laras yang pada dasarnya juga mempunyai perasaan yang sama terhadap Rio namun ia masih perlu waktu untuk memikirkan itu semua.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan Lupa Like, Vote, komentar & berikan bintangnya....


...Terimakasih...


__ADS_2