
Hari yang semakin sore dan pertanda untuk pulang pun sudah ada, Laras dan Mita segera berangkat ke rumah Laras untuk melihat ibunya yang sudah pulih seklaian menceritakan kisah yang baru di lalui oleh Laras.
Tok.....
Tok....
Tok.....
"Permisi," ucap Mita.
Laras langsung masuk dan menarik tangan Mita ke dalam.
"Hay ibukkk,,, ibu apa kabar?," Ucap Mita penuh semangat.
"Alhamdulillah ibu sudah sehat nak, kamu apa kabar," jawab Ratih ibu Laras.
"Kalau ibu udah sehat berarti kita bisa dong pergi jalan-jalan," tanya Mita.
"Hehehe bisa lah nak," jawab Ratih.
Sembari Mita dan Ratih sedang mengobrol Laras pun mengganti pakaian karena gerah, masih memakai pakaian formal.
"Hmmm berdua ngobrol apa an sih, keknya seru banget?," tanya Laras.
"Ihh lihat tuh Bukk kan Laras ikutan kepo, udah bu jangan di kasi tahu ya," ucap Mita.
"Yeeee nanti aku tanya ibu pas kamu pulang," jawab Laras.
"Buk ada yang ingin kami ceritakan ke ibu," ucap Laras kepada Ratih.
"Ada apa nak," tanya Ratih yang penasaran.
"Kalau Laras dan Mita ceritain ibu jangan kaget ya," ucap Laras.
"Iya nak, ibu janji, emang ada apa sih" jawab Ratih yang semakin penasaran.
"Bu sebenarnya Laras sudah cerai dengan mas Ricky, berhubung ibu sedang sakit makanya Laras nggak pernah ceritakan ke ibu, Laras takut ibu drop kalau Laras langsung ceritakan," ucap Laras.
"Iya buk, syukur Laras cerai sama si Ricky itu, Ricky itu bukan laki-laki yang tepat untuk Laras buk," sahut Mita.
"Sebenarnya ada apa nak kok bisa seperti itu," jawab Ratih sambil memeluk putri semata wayangnya itu.
"Selama Laras jadi istrinya mas Ricky, Laras nggak pernah sekalipun dianggap sebagai istri olehnya, dia tega membawa kekasihnya ke hadapan Laras Bu, bahkan mereka sering berdua an dirumah ketika Laras ada dirumah itu juga, Laras merasa nggak pernah dihargai oleh mas Ricky Bu," ucap Laras memberitahu ibunya tentang apa yang sudah ia lalui.
"Lagian nih buk, siapa sih istri yang sanggup melihat suaminya bergandengan dengan wanita lain, menurut Mita cuma Laras yang bisa, kalau Mita sih mending kita tabok aja sekalian hehehe," sahut Mita memberi sedikit bahan tertawaan agar suasana menjadi cair.
"Ya ampun nak, kok kamu nggak pernah kasi tahu ibu kalau Ricky berbuat seperti itu kepada mu," ucap Ratih.
"Ya kan tadi Laras udah bilang, Laras nggak mau ibu sakit cuma gara-gara masalah Laras, Laras bisa kok menyimpan semuanya," jawab Laras.
__ADS_1
"Iya tapi kan nak," ucap Ratih
"Sudah lah buk, lagian semua sudah berlalu, kita ngumpul seperti dulu lagi sekarang, nggak perlu dihas lagi, intinya kita sama-sama sehat, dan doa in ibu biar Mita dan Laras cepat wisuda," jawab Laras.
"Iya buk jangan jadi pikiran ya sama ibu, semua sudah ll berlalu kita melihat kedepan aja, lagian Laras kan wanita tangguh buk," sahut Mita.
"Kalau untuk cepat wisuda ibu selalu doa kan yang terbaik untuk anak-anak ibu," jawab Ratih.
"Makasih ya Bu," ucap Mita dan Laras sambil memeluk Ratih.
Lama bercerita ternyata hari sudah gelap, suara-suara jangkrik mulai terdengar secara bersahutan, orang-orang yang beraktivitas pun tidak ada terdengar lagi, mungkin semua sudah beristirahat mengumpulkan tenaga untuk mencari rupiah esok harinya.
Tokkkk,,,, tokkk,,,, tokkkk,,,,
"Permisiiii Laras.......," Teriak suara laki-laki dari luar rumah.
"Nak itu siapa, coba kamu lihat dulu," titah Ratih.
"Nahhh biar aku aja Bu," ucap Mita.
Mita segera berdiri dan melangkah dari tempat duduknya menuju pintu depan.
Crekkkkkk.... suara pintu terbuka.
"Ehhh mas Rio," ucap Mita yang terkejut melihat siapa yang dihadapannya itu.
"Larasnya ada??," tanya Rio.
"Laras itu di depan ada mas Rio," ucap Mita.
"Oh iyaa aku kan ada janji tadi dengan mas Rio," jawab Laras yang hampir lupa dengan janjinya.
Mendengar nama Rio ibu bangkit dari tempat tidur dan ingin bertemu dengan Rio.
"Hey nak Rio masuk dulu," ucap Ratih.
"Eh ibu, iya Bu ," jawab Rio yang mendatangi Ratih dan langsung menyalami nya.
"Ada apa malam-malam kerumah ibu?," tanya Ratih.
"Oh nggak kok Bu, Rio cuma mau ajak Laras keluar sebentar," ucap Rio.
"Owhh iya iya, kalian hati-hati ya," ucap Ratih yang tidak bisa menahan Laras untuk keluar dengan Rio karena Rio yang selama ini sangat baik dan perduli kepada mereka.
"Bentar ya mas, aku siap-siap sebentar," ucap Laras.
"Iya Laras, santai aja," jawab Rio.
Beberapa menit kemudian Laras selesai mengganti pakaiannya dan keluar dari kamar bersama Mita.
__ADS_1
"Wawwww,,, cantik sekali putri ibu," puji Ratih terhadap putrinya.
"Akhhh masa sih bu, biasa aja dehhh," ucap Laras yang sudah malu-malu kucing karena pujian ibunya.
"Hmmm wanita secantik ini kamu sia-sia kan Ricky memang sungguh buta mata atau hatimu aku nggak tahu," gumam Rio memandangi Laras.
Laras yang memakai pakaian yang di beli Rio dulu, pakaian yang selalu diburu wanita-wanita fashion soanya barang nya limited edition, hanya orang-orang tertentu yang berhasil memilikinya kali ini Laras mendapatkan itu.
"Buk Laras keluar sebentar ya," ucap Laras.
"Mita juga sekalian pamit Bu, diantar sama mas Rio nanti," sambung Mita..
"Oh baiklah kalian hati-hati ya nak, pulangnya jangan terlalu larut malam nanti," jawab Ratih.
"Siap buk, Rio akan bawa pulang Laras sebelum ibu tidur," ucap Rio .
"Kalau begitu kita jalan sekarang ya Bu," ucap Laras.
"Dah ibu," ucap Mita sambil mencium pipi Ratih setelah ia menyalam nya.
Mereka bertiga pun berangkat dari rumah Laras menuju tempat yang sudah di tentukan Rio sebelumnya.
"Mas kita ke rumah aku duluan ya," ucap Mita yang tidak mau jadi pengganggu diantara Laras dan Rio.
"Lohh kenapa??," tanya Rio.
"Yasa aku nggak mau jadi pengganggu diantara kalian," ucap Mita.
"Ya ampun mitaaaa,,, siapa bilang kamu pengganggu," jawab Laras.
"Udahh jangan banyak tanya, kalau aku ikutan aku sama siapa coba, kan aku nggak ada pasangan," sindir Mita.
"Terserah kamu saja lah Mita," ucap Laras.
"Yukkk berarti kalian antar aku dulu, baru kalian jalan okkkk," jawab Mita.
"Siap bos," ucap Laras.
"Yaudah sekarang kamu kasi tau alamat kamu, aku nggak tau soalnya dimana kamu tinggal," ucap Rio.
"Okay mas Rio," jawab Mita.
Akhirnya Laras dan Rio mengantarkan Mita dulu pulang ke rumahnya, baru setelah itu mereka berdua melanjutkan acara makan malamnya. Rio yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya sudah tidak sabar ingin melangsungkan makan malamnya dengan Laras.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote & komentar yang membangun...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...