
tanpa basa basi Mita pun segera mendatangi Laras yang ingin Pulang karena Laras juga ada ibunya yang tinggal sendirian dirumahnya.
"Eh Ras kamu mau pulang sekarang??," ucap Mita sembari berjalan ke arah Laras.
"iya Mit, kamu tau sendiri ibu ngak ada teman di rumah, jadi ngak bisa terlalu lama lagian kan aku sudah ketemu sama tante," jawab Laras.
"Ya sudah kalau begitu, yuk aku antar sampe depan," ajak Mita yang ingin mengantar kan Laras ke depan rumahnya untuk menunggu taxi Laras.
Tak lama menunggu Laras mendapat taxi dan langsung naik karena i juga khawatir kalau Ibunya sudah resah menunggu kepulangannya.
Dan benar saja bu Ratih sudah lama menunggu di kursi depan rumahnya dan selalu menatap ke arah jalan raya. walau tadi pagi Laras sebenarnya sudah izin pulang telat akan tetapi yang namanya orang tua pasti selalu mengkhawatirkan anaknya.
Laras pun tiba dan bu Ratih langsung berdiri menyambut kedatangan putri yang ia tunggu-tunggu dari satu jam yang lalu.
"Loh ibu kok di luar sih?," tanya Laras yang heran kenapa ibunya masih di luar sore begitu karena biasanya bu Ratih menunggu ia di dalam rumah.
"Iya ibu sengaja di luar nunggu kamu pulang, lagian ibu capek di dalam rumah terus, nah kalau di luar kan masi bisa liatin orang-orang pada lewat," jawab bu Ratih yang tak ingin memberi tahu laras kalau ia sebenarnya khawatir dan menunggu putrinya itu.
Setelah beberapa percakapan antara mereka berdua, Laras segera mengajak ibunya untuk masuk ke dalam rumah dan ia langsung bisa beristirahat dengan bu Ratih.
Karena aktivitas lumayan banyak Laras merasa kecapekan dan ingin langsung rebahan.
................................
Rere yang baru sampai di dalam rumah langsung menyusun belanjaan bulanan yang ia beli tadi, setelah itu langsung duduk di sofa ruang tamu untuk beristirahat karena kakinya lumayan pegal berjalan seharian.
Di Sore itu suaminya juga sudah pulang dari perusahan dan ketika ia memasuki rumah ia melihat istrinya sedang duduk mengistirahatkan diri di sofa yang di ruang tamu itu
__ADS_1
"Looo mama kok disini?," tanya suaminya itu.
"iya pa, mama barusan abis belanja kebutuhan bulanan kita, jadi mama istirahat disini," jawab Rere dengan wajah pucat nya karena capek berbelanja.
"lah kok mama ngak nunggu papa atau ngak Ricky sih buat nemanin belanja bulanan, kan pasti banyak dan berat tuh ma," ucap Papa terhadap istrinya
"kalau masih nunggu kalian, kapan siapnya belanja pulang kalian aja sudah sore begini," jawab Rere dengan tegas.
"hmmm iya iya lah ma, emang Ricky belum pulang?," tanya papa.
"Belum pa, baru papa yang pulang," jawab Rere dengan nada lemas.
"Oke lah ma, papa ganti baju dulu," ucap Papa yang sudah gerah dengan kostum kantornya.
sembari ngobrol dengan suaminya ia ingat dengan pesan mantan menantunya itu ketika mereka ketemu di mall tadi siang.
"E e ee pa tunggu bentar, sini duduk dekat mama ada yang mau mama kasi tahu," ajak Rere terhadap suaminya.
"sudah sini duduk aja dulu biar mama kasi tau," ucap istrinya.
Kemudian dengan patuh ia pun duduk di samping istrinya itu dan ia memulai pembicaraan.
"Tadi siang mama ketemu Laras tuh di mall pas belanja jadi dia titip salam ke papa katanya," ucap Rere menyampaikan pesan dari Laras.
"ohh iya ma?, terus kalian ngomongin apa aja?," tanya papa dengan semangat ingin mendengar apa yang istri dan mantan menantunya itu omongin.
"iya lo pa, eh tau ngak pa, Laras makin hari makin cantik lo, badannya juga tambah berisi pokonya jauh banget dah perubahan nya," ucap Rere.
__ADS_1
"mungkin dia sudah bahagia ma, makanya ia semakin berisi, dulu aja dia selalu makan hati dibuat ulah anak kita," jawab papa.
"bisa jadi pa, dia masih tetap sama, ketemu mama langsung di salamnya, kan jarang sekali dapat anak gadis yang seperti itu pa," ucap Rere yang terus memuji mantan menantunya itu.
"benar juga sih ma, oh iya tadi Laras sama siapa? Sama pacarnya ya?," tanya papa yang ingin tahu siapa teman Laras di mall tadi.
"Oh itu si Mita pa namanya, sahabat Laras dari dulu katanya, mereka akrab banget kelihatan pa.," ucap istrinya itu
"Ohh baik lah ma,,, kalau begitu papa mau ke kamar ya ganti baju dulu dah gerak banget nih," jawab papa yang minta izin ke kamar buat ganti baju.
"ok lah pa yuk bareng aja ke kamarnya, mama juga mau istirahat nih capek banget," ajak nya terhadap suaminya itu karena kondisi badan nya yang sudah terlalu lelah melewati hari ini.
Mereka berdua pun pergi menuju kamar, walau sebenarnya dalam hati suaminya itu masih terpikir akan menantunya yang ber etika baik itu, ia memang dari dulu kesal terhadap perlakuan putranya kepada Laras, ia merasa sayang Kenapa dulu Ricky tidak melihat dari berbagai sudut tentang Laras.
Kini Laras semakin cantik dan semakin bahagia melewati hari-hari nya tanpa banyak beban pikiran lagi, sekarang bebannya cuma ingin secepatnya menyelesaikan kuliahnya.
Kedua mertuanya serta mantan suaminya tidak ada seorang pun yang tahu kalau ia sedang kuliah dan akan segera mendapatkan gelar sarjana.
Entah bagaimana nanti reaksi mantan suaminya itu apabila mengetahui kalau Laras sudah menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Yang selama ini dipikirannya Laras itu cuma gadis kampung yang tidak bersekolah, makanya ia tidak ada respect terhadap Laras di masa dahulu mereka bersama.
Akan tetapi setelah beberapa kali ia memperhatikan Laras bersama Rio, dia juga agak merasa cemburu karena kedekatan antara mereka, dia melihat Laras yang begitu bahagia ketika bersama Rio sementara sewaktu bersama dia, sama sekali tidak pernah memperlakukan Laras seperti seorang istri.
Laras yang merasa sudah terbebas dari belenggu pernikahan yang tidak ada kesan baiknya untuk dia ingat, selain dari perlakuan orang tua mantan suaminya, papa dan mama Ricky memperlakukan Laras seperti anak mereka sendiri. Makanya dulu setelah mereka mengetahui bahwa Laras dan Ricky akan berpisah mereka merasa kecewa dengan keputusan itu.
Laras yang begitu baik memperlakukan mereka di keluarga itu tetapi Ricky masih kurang kurangan dengan apa yang ia buat, mulai dari pekerjaan rumah di pagi hari, menyiapkan sarapan bahkan tak sesekali dirinya mengantar makan siang untuk suaminya ke kantor, makanya para karyawan di perusahaan Ricky bisa begitu dekat dengan Laras, mereka bercengkrama bukan seperti istri bos dengan karyawan.
...Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa Like,Vote & Komentar...
...Terimakasih ...