
Pagi itu, sang mentari sudah memancarkan cahayanya sinarnya yang memberikan kehangatan untuk setiap orang yang terkena sinarnya, langit yang begitu biru dihiasi dengan gumpalan-gumpalan awan, melukiskan keindahan di setiap yang melihatnya.
"Pagi Laras,,,, "Ucap Mita.
"Hey pagi juga Mita," jawab Laras.
"Eh Mit, maaf ya barang-barang ku jadi ngerepotin di rumah kamu," ucap Laras.
"Duh gak apa-apa Laras, lagian itu kan kamar kosong gak ada yang nempati, udah kamu tenang aja, disitu aman kok," jawab Mita.
"Haaaaaaa makasih Mita," ucap Laras sambil memeluk Mita.
"Bagaimana perkembangan hubungan mu dengan Ricky?" tanya Mita.
"Yah belum ada juga perkembangan, padahal aku mau secepatnya selesai biar gak jadi pikiran buat ku," jawab Laras dengan santai.
"Iya juga sih, cepat kelar kan kita bisa jelaskan ke ibuk perlahan, kasihan juga nanti ibu kalau taunya dari orang lain," sahut Mita.
"Itu salah satu yang aku takutkan Mita, aku takut ibu mendengar dari mulut orang lain," jawab Laras.
Tapi Laras sadar tidak banyak orang yang tahu akan permasalahan mereka, bahkan di kampus teman-teman Laras tidak ada yang tahu kalau Laras itu sudah mempunyai suami, kecuali dosen-dosen dikampus itu, sebab Rio sudah memberitahu terlebih dahulu ketika hendak mendaftar Laras ke universitas itu.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Waktu makan siang pun tiba, Laras dan Mita menuju kantin kampus, setiap laki-laki yang melihat Laras pasti langsung menggodanya, padahal mereka tidak tau kalau ia sudah menikah.
"Ras kita disini aja ya” ajak Mita.
"Baik lah, kamu pesan apa biar aku pesanin," jawab Laras.
Laras langsung memesan makanan untuk mereka dan segera kembali menuju Mita.
"Eh Mita bagaimana ya kalo misalnya dalam waktu tiga hari ini Ricky belum juga mengurus semuanya, aku menemui dia lagi," ucap Laras.
"Mmmmmmmmm sepertinya gak apa-apa deh ,susul aja ke kantornya," jawab Mita.
"Iya kan, biar cepat semua ini berlalu," ucap Laras.
"Udahlah jangan bahas dia lagi, pokonya tiga hari ini dia gak gerak kita ke kantornya," jawab Mita.
Tengah asik mengobrol pesanan makanan pun tiba, tanpa menunggu lagi Laras dan Mita langsung menyantap makanan masing-masing.
"Habis kuliah kamu kemana?," tanya Mita.
"Ya kerumah lah, kemana lagi kan ibuk belum pulih total," jawab Laras.
Kring.... kring.... kring.....
Handphone Laras berbunyi.
__ADS_1
"Hmmmmm siapa itu?" tanya Mita dengan curiga.
"Hustttt, mas Rio ," jawab Laras.
"Halo mas, ada apa?" jawab Laras.
"Kamu habis kuliah mau kemana?, mas jemput ya" pinta Rio.
"Ya Laras mau pulang aja mas, ibu kan belum pulih total jadi masi agak khawatir," jawab Laras.
"Hmmm baiklah tapi mas jemput ya," sambung Rio.
"Baiklah mas, aku juga biar cepat nyampe rumah" sahut Laras.
"Ok , sampai jumpa nanti," ucap Rio sambil memutus telpon.
"Tuh kannnn,,, kenapa gak sama mas Rio aja sih kamu, udah baik, pengertian, tanggung jawab lagi orangnya," puji Mita terhadap Rio.
"Ihhh apa an sih ,Mita mana mungkin aku sama mas Rio," jawab Laras.
"Kalian cocok kok, cocok banget malahan, yang satu baik hati seperti tuan putri yang satu seperti pangeran," ledek Mita.
"Dah akhhh Mita ,kita kemana sekarang?," tanya Laras
"Dah yuk, ke kelas aja," jawab Mita.
"Mau kemana sih, buru-buru amat kita ngobrol bentar boleh lah," ajak Kevin.
Kevin adalah salah satu anggota kemahasiswaan di kampus, orangnya tinggi ,putih, gagah, pokoknya tampan, rebutan para cewek-cewek di kampus.
"Ohh makasih," jawab Mita judes.
"Lain kali aja ya”sahut Laras sambil tertawa.
"Gilaaaaaa baru kali ini cewek nolak ajakan ku," ucap Kevin menggerutu dalam hati.
"Eh Mita bukanya itu si Kevin ya, Kevin yang selalu jadi trending di kampus, oleh cewek-cewek gak jelas itu," ucap Mita.
"Ya sepertinya, ngapain juga kita ngobrol sama anak brondong kek dia" jawab Laras.
"Mungkin anak itu suka kakak-kakak kali, hahahaha" balas Mita .
"Idih masih bau kencur gitu, amit-amit dah apa gak melihara anak kecil judulnya bukan pacaran," kekeh Laras .
"Hust gitu-gitu juga dia udah dewasa lo, pasti sudah menghasilkan," ucap Mita.
"Ya udah kalo kamu mau, tuhh ambil aja anak itu hahahaha," ledek Laras.
"Bukan gitu juga Laras, aku kan cuma mau memperjelas bukan ingin sama dia," jawab Mita.
__ADS_1
"Dah akhh ngapain bahas anak itu, gak penting juga kan," ujar Laras.
"Iya juga sih," jawab Mita.
Mereka pun sampai dikelas melanjutkan tugasnya masing-masing.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di kantor Ricky sudah beredar kalau Laras minta pisah dari dia, padahal semua orang tahu bagaimana baiknya Laras dibandingkan dengan Meike yang tidak bisa apa-apa kecuali menghamburkan uang. Ricky gelisah mondar-mandir selalu di kantor itu, entah apa yang tersirat di benaknya, apakah dia memikirkan Laras atau menyusun rencana menikahi Meike.
Sudah hari ke dua Meike tidak mengabari Ricky, begitu juga sebaliknya karena Ricky sudah merasa bersalah terhadap Meike. Papa Ricky yang melihat tingkah putranya selama dua hari belakangan ini membuat papanya berpikir untuk tidak terlalu membebani Ricky dulu, karena masalah-masalah yang sedang dihadapi putranya itu. Sampai dirumah papanya ingin mengajak ia bicara.
"Hey Ricky coba kesini dulu," teriak papa.
"Iya pa, bentar Ricky ganti baju dulu," sahut Ricky sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Tidak begitu lama Ricky selesai mengganti pakaian ia pun segera turun menemui papanya di ruang keluarga.
"Ada apa pa?" tanya Ricky.
"Kamu ini sebenarnya ada masalah apa? papa perhatikan selama dua hari ini kamu mondar-mandir terus di kantor," tanya papanya.
"Ricky cuma mikir masalah Laras pa, Ricky belum sanggup untuk menceraikan dia nanti keluarga kita jadi malu pa," jawab Ricky dengan polosnya.
"Ya kalau menurut papa sebaiknya kamu percepat saja apa yang diminta Laras, dia juga berhak bahagia, kasihan dia kamu gantung terus posisinya," ucap papa.
"Menggantung Laras seperti apa sih pa?," tanya Ricky.
"Ya iya lah kamu menggantung dia, dibilang istri kamu tidak menganggap nya, dibilang pisah kamu gak mau memprosesnya, kan menggantung namanya ingat Ricky Laras juga ingin bahagia, sudah cukup bersama mu dia menderita selama ini, kalau kamu kasihan terhadap Laras secepatnya kamu selesaikan ini semua," jawab papa sambil menjelaskan.
"Iya pa, Ricky sadar kalau Ricky salah memperlakukan Laras selama ini, dia tidak pernah merasa kalau ia mempunyai seorang suami, aku terlalu mengabaikan dia pa," ucap Ricky.
"Sudah jangan bahas yang sudah lalu, sekarang bagaimana semua ini cepat selesai, itu yang kamu harus pikirkan," jawab papa.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa...
...Like...
...Vote...
...& Komentar yang membangun...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1