
Mendengar ucapan dari mulut Ratih, Laras dan Rio terdiam membisu, karena mereka berdua sama sekali belum pernah membahas ke arah jenjang pernikahan, walaupun Rio sebenarnya menginginkan itu secepatnya, tapi berhubung Laras yang belum menyelesaikan kuliahnya Rio masih sabar untuk menunggu waktu yang tepat.
"Ibu apaan sih, jangan ngomong ngawur deh," jawab Laras dengan posisi wajah tertunduk malu.
"Ya kan gapapa ibu bilang kian sekarang," ucap Ratih.
"Hmm semoga aja berjodoh ya bu," sahut Rio yang sudah penuh harap.
"kan mas mulai deh, ikutan sama ibu," jawab Laras.
"Kalo ntar nak Rio jadi menantu ibu, jangan seperti Ricky ya, bisanya cuma nyakitin Laras," ucap Ratih terhadap Rio.
"Siap bu, Rio janji ngak akan pernah nyakitin hatinya Laras," jawab Rio meyakinkan Ratih.
"Permisi, tuan, nyonya sebentar saya meletakkan makanan dan minuman tuan dan nyonya," ucap seorang pramusaji di cafe itu.
"Oh iya silahkan," ucap Laras, percakapan tentang pernikahan itu pun terabaikan dan tidak ada yang membahas ke arah itu." tepat sekali kedatangan kamu pramusaji," gumam Laras dalam hati.
"Selamat menikmati hidangan anda, tuan, nyonya," ucap pramusaji itu setelah selesai meletakkan semua pesanan mereka.
"Baiklah, terimakasih," jawab Laras dengan penuh terimakasih juga.
Pramusaji itu kembali bertugas setelah mengantarkan pesanan dari pelanggannya.
"Wahhh kelihatannya enak- enak semua yaa," ucap ibu Ratih.
"Iya bu, disini tempat langganan Laras sama Mita bu, emang enak banget masakannya," jawab Laras.
"Ow pantesan nak Rio bawa kita kesini ya, karena dia sudah tau kalau tempat ini tempat favorit kamu," ucap ibu Ratih.
"Akh ibu bisa aja deh," jawab Rio sambil menggaruk kepala karena apa yang ia pikirkan tertebak oleh bu Ratih.
"Udah yuk bu, mas, jangan kebanyakan ngobrol nya makan sekarang nanti keburu dingin kurang sedap jadinya," ucap Laras.
"Oh iya, mari kita makan," jawab ibu.
Dilokasi yang sama Rere mamanya Ricky datang juga ke tempat dimana Laras, ibunya dan Rio makan. Laras dan Rio tengah asik menyantap makanannya sementara Ratih yang melihat Rere dari jauh hanya bisa terdiam membisu seakan mulutnya tak bisa berkata-kata, entah apa yang ia pikirkan sehingga ia hanya bisa memandangi Rere dengan tatapan kosong.
Padahal Rere juga sudah melihat keberadaan Laras dan Ratih tapi ia heran melihat mereka duduk bersama dengan seorang laki-laki, Rere tidak melihat dengan jelas siapa laki-laki itu pasalnya, laki-laki itu duduk membelakangi pintu masuk makanya Rere tidak mengenalinya dari kejauhan.
Dengan langkah perlahan Rere mendekat ke meja dimana Laras dan yang lainnya duduk.
__ADS_1
"Hay bu Ratih apa kabar," ucap Rere.
Laras terdiam dan langsung menundukkan wajahnya karena mendengar suara yang sangat tidak asing baginya, yaitu mantan mertuanya sendiri yang tiba-tiba muncul.
" Alhamdulillah baik, anda sendiri bagaimana?," jawab Ratih.
"Ohh saya juga baik kok Bu Ratih, kelihatannya bu Ratih sudah sangat sehat ya," ucap Rere sembari memperhatikan wajah laki-laki yang berbadan profesional dan wajah yang tampan ke Arabian yang memang sama sekali ia tidak mengenal nya, walaupun Rio seorang pengusaha sukses tapi ia sangat jarang menghadiri acara-acara pertemuan sesama pembisnis oleh karenanya Rere tidak mengenali Rio.
"Iya bu Rere saya merasa sudah sehat sekali, makanya saya mau diajak keluar sama anak-anak ini," ucap Ratih menjawab pertanyaan Rere.
"Mama dari mana? kok sendiri?," tanya Laras dengan suara rendah.
"Ngak dari mana-mana kok Laras, mama memang mau kemari ngambil pesanan mama," jawab Rere.
"Ini siapa Laras, kok mama baru lihat wajahnya," tanya Rere langsung kepada Laras.
Dengan spontan Rio mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Rere.
"Kenalin tan, saya Rio temannya Laras," ucap Rio.
"Owh temannya Laras toh, saya mantan mama mertuanya Laras," jawab Rere sambil membalas uluran tangan dari Rio.
"Ya sudah mari tan, kita gabung aja tante kan sendirian aja nih," ajak Rio.
"Iya ma, kita gabung aja dulu, pulangnya nanti aja kan udah jarang juga kita makan bareng ma," sahut Laras.
"Iya Laras terimakasih, mama masih ada acara soalnya, lain waktu kita jalan lagi," jawab Rere.
"Baiklah ma," ucap Laras.
"Kalau begitu saya duluan ya sampai ketemu lagi," jawab Rere.
"Iya bu Rere sampai ketemu lagi," ucap Ratih.
Rere yang langsung pergi mengambil pesanannya dan segera pulang karena masih ada urusan lainnya.
"Laras, ibu apa lagi, kita lanjut makannya yuk," ucap Rio melihat kedua perempuan di hadapannya sama-sama melamun.
"Oh iyaa,,, mari nak," jawab Ratih.
Laras yang dalam posisi kurang bersahabat dalam hatinya, soalnya Laras merasa kurang enak atas kehadiran Rere barusan karena ada Rio bersama dengan dirinya. Padahal Rio sudah tau dan kenal kepada mamanya Ricky tersebut, ini yang membuat Laras merasa salah terhadap Rio.
__ADS_1
"Kamu kenapa lagi Laras, kok melamun seperti itu?," tanya Rio.
"Ngak kok mas, ngak ada apa-apa," jawab Laras .
"Baguslah kalau kamu nggak kenapa-kenapa," ucap Rio.
"iya mas, mari lanjut makannya ," jawab Laras kepada Rio.
"Ngak baik ngelamun terus nak, kalau ada masalah langsung di ceritakan, jangan di pendam sendiri," sahut ibu Ratih.
"Hehehehe iya bu, Laras nggak ada masalah kok, yukk kita lanjut lagi makannya," jawab Laras.
Rere yang masih penasaran dengan Rio sampai di rumah ia langsung bercerita kepada suaminya yang kebetulan stay di rumah menikmati akhir pekan bersama keluarga.
"Pa tadi mama ketemu Laras dan ibunya tapi ada satu laki-laki yang sama sekali mama nggak kenal, kata Laras itu temannya," ucap Rere .
"Lohh jumpa dimana ma??," tanya Jacky papanya Ricky.
"Tuh tadi di cafe, pas mama jemput pesanan makanan mereka makan disitu ," jawab Rere.
"Emang siapa nama laki-laki temannya Laras, manatau papa kenal," ucap Jacky.
"Hmmmmmm kalau nggak salah namanya Rio pa," jawab Rere.
"Riooo??? Rio pengusaha muda yang sukses itu??," tanya Jacky dengan kagetnya mendengar nama Rio.
"Gk tau pa, mama mana kenal yang namanya Rio pengusaha sukses itu, mungkin Rio yang lain kali pa, kan nggak mungkin juga Laras punya teman seperti itu," jawab Rere.
"Hmm iya juga sih, papa aja kalau ada pertemuan sesama pembisnis Rio ini nggak pernah hadir, dia sibuk atau gimana papa juga nggak tau," ucap Jacky.
"Iya lah pa, papa aja nggak kenal apalagi mama, tapi sepertinya mungkin teman Laras sekolah dulu deh pa, mereka kelihatan udah akrab banget," jawab Rere.
"Nah bisa jadi tuh ma," ucap Jacky.
Jacky dan Rere tidak percaya kalau yang bernama Rio teman Laras itu adalah memang benar si Rio pengusaha muda yang sukses. Salah satu penanam saham terbesar di perusahaan mereka.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa like, Vote, komentar + Bintangnya...
__ADS_1
...Terimakasih...