Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Diterima Magang


__ADS_3

Belum selesai pembicaraan pelayan cafe datang dengan membawa minuman yang sudah dipesan Ricky sebelumnya.


"Silahkan mas ini pesanannya," ucap pelayan cafe itu.


"Oh iya terimakasih mbak, oh iya tunggu sebentar mbak," ucap Ricky.


"Meike kamu mau pesan minuman atau makanan?," tanya Ricky kepada Meike.


"Oh nggak usah mas, Meike juga bentar lagi balik kok," jawab Meike yang tidak ingin memesan apa-apa.


"Yahh nggak enak dong mas, minum sendiri kamu temani lah," pinta Ricky.


"Yaudah mbak saya pesan minuman yang sama dengan mas ini," ucap Meike terhadap pelayanan itu.


"Oh iya mbak, tunggu sebentar ya," jawab pelayan itu sambil berlalu ke belakang untuk membuatkan minuman sesuai dengan pesanan Meike itu.


Tak lama menunggu minuman kepada Meike pun datang, sementara Meike sendiri masih bingung mengenai apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya.


"Meike, kamu kapan kembali ke Luar negeri?," tanya Ricky.


"Aku sepertinya akan di Indonesia dulu untuk beberapa Minggu kedepan mas, aku masih belum bisa ke sana sebelum semua ini selesai," ucap Meike.


"Ini kan sudah berakhir, aku juga dengan Laras sudah nggak ada apa-apa lagi," jawab Ricky.


"Lah itu kan sama Laras, bisa saja nanti kalau aku lagi di luar negeri mas berbuat hal yang sama lagi," ucap Meike yang meragukan kekasihnya itu.


"Kali ini aku nggak bakal macam-macam lagi," jawab Ricky.


"Tapi mas, aku sudah terlanjur kecewa sama kamu," ucap Meike.


"Berikan aku kesempatan lagi, aku janji peristiwa biru nggak akan kejadian lagi," jawab Ricky meyakinkan Meike.


"Sudah mas, kita nggak perlu bahas ke sana lagi, semua sudah terjadi, sepertinya bfak ada lagi yang perlu dibicarakan aku pulang duluan ya mas,"ucap Meike yang menggantung jawabannya terhadap Ricky.


"Kok cepat banget??," ucap Ricky.


"Iya mas, aku capek seharian ini aku pengen istirahat," jawab Meike.


"Baiklah kalau itu mau kamu," ucap Ricky yang tak punya kekuatan untuk menahan Meike.


Ricky kembali sendiri lagi do cafe itu dengan menatap kepergian Meike dengan berharap Meike akan kembali menoleh ke belakang untuk melihat dirinya. Tapi apa boleh buat ia masih tetap di posisi yang sama sembari melihat Meike yang jalan lurus ke depan tanpa menghiraukan Ricky yang dibelakang.


Ricky berusaha memahami rasa kecewa yang menimpa Meike berkali-kali ia hanya menatap kursi kosong bekas tempat duduk Meike yang hanya di temani sebuah gelas kosong di hadapannya.


Meike belum bisa menerima sepenuhnya atas pengkhianatan Ricky terhadapnya maka dari itu dia pergi meninggalkan Ricky sendirian di cafe itu tanpa menghiraukan Ricky terlebih dahulu.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Setelah beberapa lama berbicara Mita akhirnya kembali ke rumahnya.

__ADS_1


"Buk mas Rio Mita pulang duluan ya," ucap Mita.


"Lohh nak, kita nginap aja disini," jawab Ratih.


"Lain waktu saja bu, soalnya Mita mau lihat di rumah apa ada surat balasan dari tempat kita magang, alamat yang kita berikan semalam adalah alamat rumah Mita bu," ucap Mita.


"Kalau begitu kita pulang bareng aja Mit, mas juga mau pulang nih," sambung Rio.


"Kamu juga pulang nak?," tanya Ratih kepada Rio.


"Iya buk, takutnya nanti lain-lain omongan dari mulut tetangga," jawab Rio.


"Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya nak," ucap Ratih.


"Mas nanti antarin Mita sampai rumah ya," pinta Laras.


"Ya iya dong, nggak mungkin mas turunin Mita di lampu merah kan," jawab Rio sembari tersenyum terhadap Laras.


"Ya mana tau hehehe," ucap Laras.


"Kalau nanti mas Rio macam- macam aku kan tinggal telpon kamu laras" jawab Mita.


"Baik lah bu kita pamit ya, takut kemalaman Mita sampai rumahnya," ucap Rio.


"Iya nak, titip salam saja kepada orang tua kalian ya," jawab ibu Ratih.


"Bu Laras antar mas Rio sama Mita dulu ke depan ya," ucap Laras.


"Ibu tunggu disini saja, ntar kena angin malam tambah sakit ibu," sambung Mita.


"Iya iya ibu nggak ikut ke depan," ucap Ratih.


Laras dan yang lainnya keluar rumah untuk mengantarkan kita dan Rio sampai ke depan untuk segera kembali ke rumah masing-masing.


Suara jangkrik bersahutan dan bisikan angin malam pun mulai terasa, starter mobil Rio mulai terdengar pertanda mereka akan pergi dari rumah Laras.


"Laras kita balik dulu ya," ucap Mita.


"Iya mit, kalian hati-hati kabari kalau sudah sampai ya," jawab Laras.


"Siap Laras," ucap Mita.


Dan Laras pun masuk kembali ke rumah dan menemui ibu yang sudah didalam kamar.


"Lohh mereka sudah pergi??," tanya Ratih.


"Iya bu, baru saja pergi bu," jawab Laras.


"Baiklah kita juga istirahat yuk nak," ucap Ratih.

__ADS_1


"Iya bu, Laras juga capek banget hari ini," jawab Laras.


"Kamu tidur sama ibu aja malam ini," ucap Ratih.


"Iya bu, Laras juga sudah kangen banget tidur bareng sama ibu," Jawab Laras.


"Duhhh putri kesayangan ibu, ibu juga sudah kangen nak," ucap Ratih.


Baru saja tiduran tiba-tiba.


Drt..... drt.... drt.....


Posel Laras bergetar terlihat jelas di lcd ponsel miliknya tertera nama Mita disitu.


"Hallo Mita," jawab Laras.


"Halo Laras, aku sudah sampai nih, surat dari mereka juga sudah sampai, kita di terima magang di sana," ucap Mita dengan gembira.


"Hmmmmm beneran nih Mit, kamu nggak sedang bercanda kan??," jawab Laras dengan rasa masih kurang percaya dengan apa yang di beritahukan Mita.


"Iya Laras aku seriusss,,, serius banget malahan, nanti aku foto kan isi suratnya," ucap Mita.


"Syukurlah Mita mudah-mudahan kita lancar-lancar ya nanti," jawab Laras.


"Iya Ras semoga aja ya," ucap Mita dan memutus telpon dengan Laras.


"Telpon dari siapa lagi nak, malam-malam begini?," tanya Ratih kepada putrinya itu.


"Telpon dari Mita bu, kata Mita kita di terima magang di PT yang sudah kita kirim berkas," jawab Laras.


"Syukurlah kalau begitu nak, berarti nggak ada halangannya," ucap Ratih.


"Iya bu, doakan ya bu, agar nanti Laras dan Mita mulus-mulus dalam tugas magang ini," jawab Laras.


"Kalau masalah itu, tanpa kalian kita pun ibu selalu doakan yang terbaik untuk kalian semua," ucap ibu ratih.


"Baiklah bu, kita istirahat yuk, besok Laras masih mau kuliah hehehehe," jawab Laras dengan senyum kecil terhadap ibunya.


Laras yang tidak menyangka kalau ia dan Mita akan di terima di PT yang lumayan besar untuk magang, PT yang di impikan oleh setiap mahasiswa yang sedang berkuliah dan akhirnya mereka bisa disana untuk magang.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan lupa Like, Vote & komentar yang membangun...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2