
Suara motor para mahasiswa terdengar bersahutan membuat udara yang semua segar karena rindangnya pepohonan disekitar kampus, seketika berubah menjadi lautan polusi. Rio yang berada di dalam mobil merasa beruntung karena belum sempat keluar dari dalam, kalau tidak pastinya sudah menghirup udara yang kurang bersahabat itu, sambil mendengarkan musik di dalam mobil Laras dan Mita yang tengah asik berbincang sambil berjalan menuju ke parkiran.
Melihat Laras yang datang Rio segera keluar dari mobilnya dan menyambut tuan putrinya.
"Selamat sore tuan putriku, selamat sore Mita," ucap Rio dengan senyuman.
"Selamat sore juga mas Rio," ucap Mita.
"Ihhh apa sih mas, malu tau kalaundi dengar orang lain," lirih Laras.
"Ngapai malu, biarin aja mereka dengar biar pada iri," ucap Mita.
"Eh Mit kita bareng aja kalo gak," ajak Rio.
"Terus mas ,mobil aku siapa yang bawa, gak mungkin dia jalan sendiri ke rumah kan," jawab Mita.
"Hahahaha ya udah kalau begitu kita duluan ya," ucap Laras pamit kepada sahabatnya.
"Iya iya, eh mas Rio jaga baik-baik ya sahabatku, leced dikit awasssss!!! " ucap Mita sambil melangkah menuju mobilnya.
"Siap Mita, tuan putri ku pasti akan ku jaga dari siapapun," teriak Rio.
"Massssss malu tau digitu in, kan dilihatin yang lain tuhhh," sahut Laras.
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Kita kemana tuan putri?,". tanya Rio memecahkan keheningan.
"Pulang mass emang kemana lagi," jawab Laras.
"Kita belanja perlengkapan ku bentar ya, sekalian untuk kamu juga kan udah lama kamu gak belanja, perlengkapan buat ibuk juga kan perlu," ucap Rio.
"Oh iya, aku lupa ya udah deh mas kita belanja dulu," jawab Laras yang setuju dengan Rio.
Rio memarkirkan mobilnya disebuah super market.
"Yuk tuan putri kita belanja disini aja, biar cepat" ajak Rio.
"Oh iya mas," jawab Laras.
Laras dan Rio berjalan ke dalam super market, dan memulai untuk mengambil barang-barang yang mereka perlukan, " Andai saja kamu itu suamiku mas, betapa bahagianya hidupku, suamiku saja tidak pernah menemani aku untuk belanja, jangan kan belanja berdua memberikan sebuah hadiah kecil saja tidak pernah, ini kamu yang belum siapa-siapa aku rasanya sudah begitu nyaman dengan mu mas," gumam Laras.
Rio yang sudah selesai mengambil keperluannya, kemudian ia membantu Laras mengambil kebutuhan dirumah Laras, apalagi kondisi ibu Laras yang masih sakit. Rio dengan semangat menemani Laras belanja menjadi perhatian orang lain, membuat pasangan lain itu merasakan kecemburuan atas sikap Rio terhadap Laras.
"Ada lagi yang lain tuan putri," tanya Rio.
"Sepertinya sudah semua kok mas,gak ada yang tinggal lagi," ucap Laras.
__ADS_1
"Baik lah kalau begitu yuk kita ke kasir," ajak Rio.
sampai di kasir Rio mengeluarkan kartu kreditnya untuk membayar semua belanjaan mereka.
"Mas aku ini aja," ucap Laras.
"Hust udah mas aja, lagian kamu juga harus hemat kan lagi kuliah" jawab Rio.
Mendengar jawaban Rio, Laras hanya menunduk dan terdiam, soalnya memang betul kuliah Laras lebih penting. Selesai melakukan transaksi Laras dan Rio langsung menuju mobil kembali.
"Laras bagaimana kuliahnya semua aman kan?" tanya Rio.
"Iya mas aman kok semua, doa kan aja biar cepat wisudanya, biar Laras bisa kerja dan bayar semua biaya dari mas," ucap Laras dengan polos.
"Pasti dong, selalu mas doa in, masalah biaya udah gak perlu dipikirkan yang penting kamu bahagia mas juga bahagia kok," jawab Rio .
"Makasih ya mas, Laras gak tau cara membalas jasa mas, baiklah kita langsung kerumah ya mas, takut ibuk nyari in," pinta Laras.
"Siap tuan putri ," jawab Rio.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Tin... tin.... suara kelakson mobil Rio.
Asisten rumah tangganya yang sedang di rumah Laras mendengar itu dan langsung berlari menuju sumber suara.
"Iya tuan, dengan senang hati," jawab ART itu.
Selesai mengangkat barang Rio dan Laras langsung masuk ke dalam rumah untuk bertemu ibu Laras.
"Sore ibuk, ibuk apa kabar??," ucap Rio.
"Sore juga nak, ibu sudah lumayan sehat kok, mungkin dua atau tiga hari lagi ibu akan sembuh," jawab ibu penuh semangat.
"Amin, semoga ya buk," ucap Rio.
Sembari Rio berbincang dengan ibu, Laras membersihkan dirinya karena kepanasan dari kampus badannya terasa lengket dia segera mandi, dan asisten rumah tangga itu membuat kan minuman kesukaan tuannya.
"Permisi tuan, ini di minum dulu," ucap asisten rumah tangga dengan sopan kepada majikannya.
"Oh iya , terimakasih ya," jawab Rio.
"Iya sama-sama tuan," balasnya.
Tiba-tiba Laras datang dengan rambut Basar terurai, serta aroma sabun dan parfum yang dikenakan Laras begitu segar aromanya, membuat mata Rio tak berkedip melihat kecantikan Laras.
"Hey mas kok bengong sih," Laras mengagetkan Rio.
__ADS_1
"Eh eh gak kok Laras, mas cuma kecapekan mungkin," jawab Rio dengan alasannya.
"Hmmmm iya iya, eh mas Laras kok gak pernah ya diajak ke rumahnya mas Rio," ucap Laras.
"Oh iya ,, besok-besok mas bawa ya," jawab Rio.
"Bener ya mas," ucap Laras.
"Iya iya mas janji," jawab Rio.
"Okkk mas, eh iya mas, kalau nanti Ricky belum juga urus perceraian kami, mas mau kan bantu Laras mengurus itu," tanya Laras.
"Oh iya iya," seketika Rio kaget dan langsung mengiyakan apa yang di katakan Laras.
Rio kan punya seorang pengacara, jadi tanpa susah payah dan pastinya dirinya tidak akan terlihat di masalah ini. Dengan mudah nanti Rio menyelesaikan semua itu, apalagi sekarang Laras sendiri yang meminta. Rasanya gak bisa menolak apalagi itu permintaan tuan putrinya.
"Besok pagi kalau belum ada juga perkembangan dari Ricky aku akan ke kantornya untuk bertemu dia, agar segera dia urus," ucap Laras.
"Terus kamu kesana sama siapa? perlu mas temani?" tanya Rio.
"Sudah mas ,aman masalah ini Laras masih bisa sendiri kok, nanti kalau Laras gak bisa baru Laras hubungi mas," jawab Laras .
"Iya tapi kamu hati-hati ya, aku takut nanti kekasih Ricky disana dan membuat keributan terhadap mu," ucap Rio yang perhatian kepada Laras.
"Gak kok mas, masalah Meike dia sudah menceritakan semuanya kepadaku, sampai kemaren ternyata dia tidak tau sama sekali kalau aku ini istri sahnya Ricky, setelah aku bongkar semua baru ia tau," ucap Laras.
"Oh begitu ceritanya, kenapa dasar bajingan ya si Ricky bisanya cuma mainin perasaan perempuan saja,” jawab Rio dengan kesal karena sikap Ricky yang kurang terbuka dan tanggung jawab.
"Ya begitu lah mas," ucap Laras.
Lalu.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa...
...Like...
...Vote...
...& komentar yang membangun...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1