Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Rumah Sakit


__ADS_3

"Baiklah mas bos, terimakasih untuk hari ini, aku masuk ya, mas hati-hati dijalan," ucap Laras sambil melambaikan tangan.


Tidak lama kemudian Ricky kembali dari kantor, namun tidak sempat melihat Rio.


"kamu sudah pulang mas," tanya Laras.


"Sudah nih, capek banget, pengen istirahat," jawab Ricky.


"Ya udah, selamat istirahat mas," ucap Laras.


Laras segera menyiapkan untuk makan malam keluarga.


Tepat pukul delapan malam semua keluarga dipanggil mama untuk ke meja makan.


Tetapi kali ini wajah mas Ricky terlihat bahagia. Mungkin tebakanku kali ini pas, pasti kekasihnya itu akan kembali ke Indonesia.


"Tumben wajah ya gak kusam, biasanya kan murung terus," sindir mama kepada Ricky.


"Iya ini ada angin apa ya," tanya papa lagi.


"Ya iya dong ma, pa, Meike kan besok nyampe Indonesia, wajar dong aku semangat," ucap Ricky tanpa memikirkan perasaan Laras yang ada di meja makan itu juga.


"Memang kamu ini ya, sampai sekarang tidak pernah menghargai Laras," bentak mama mertua Laras.


"Sudah ma Laras kan sudah kuat dengan ini semua, Laras sudah terbiasa kok, mama tenang aja," jawab Laras dengan santai seakan tidak ada rasa sakit hati sama sekali.


"Syukurlah kalau memang begitu ," ucap mama mertua Laras.


Esok harinya Laras pamit ke rumah ibunya, karena ia tak ingin melihat wajah Meike yang pastinya datang ke rumah Ricky.


Kali ini Laras memang pergi menemui ibunya bukan ke kampus.


Tok,,, tok,,, tok,,


"Ibuk,,,,, ibukk,,," teriak Laras langsung masuk ke rumah.


Tapi ternyata apa yang dia lihat, Laras melihat ibunya yang baru saja jatuh pingsan, dan segera membawanya ke rumah sakit, kalau Laras minta tolong ke suaminya pasti dia gak sempat karena ada Meike, dan ia memutuskan untuk menelpon Rio.


Kring,,, kring,, kring,,


"Halo mas, mas lagi sibuk gak," tanya Laras dengan nada khawatir.


"Ia kenapa Laras kok sepertinya genting banget, ada apa" tanya Rio.


"Ibuk mas,, Ibuk pingsan, aku gak tau harus gimana ibuk harus dibawa ke rumah sakit," ucap Laras.


"Baiklah aku akan segera kesana," ucap Rio.


Dengan terburu-buru Rio langsung menuju rumah Laras.


Beberapa menit kemudian Rio sampe dirumah Laras.

__ADS_1


"Mas tolong bantu angkat ibuk mas," ucap Laras penuh khawatir terhadap ibunya.


"Iya Laras, kamu tenang ibu pasti tidak apa-apa," jawab Rio ingin menenangkan Laras.


"Yuk mas kita langsung ke rumah sakit ya mas," pinta Laras.


"Iya Laras tapi kamu harus tenang, mas ada disini kok," ucap Rio.


Sampai dirumah sakit Rio langsung memanggil perawatan dan membawa ibu ke ruang ICU untuk diperiksa.


Sementara Laras yang khawatir tidak juga berhenti menangis, tetapi untung ada Rio di sampingnya yang setia menemani Laras.


Kemudian dokter yang memeriksa ibuk keluar dari ruangan.


"Dok bagaimana keadaan ibu saya dokter," tanya Laras.


"Ibu anda baik-baik saja Sekarang ,untuk di bawa tepat waktu kalau gak ,mungkin tidak bisa tertolong lagi," ucap dokter itu.


"Baik lah dok, terimakasih ,kami boleh masuk melihat ibu kan dokter" tanya Laras.


"Boleh mbak silahkan, tapi jangan terlalu diajak bicara dulu, ibu anda perlu banyak istirahat jangan banyak gerak juga," pesan dokter.


"Baiklah dokter terimakasih, dokter," ucap Laras.


Bunga dan Rio langsung melihat keadaan ibu Laras.


"Buk ibu kenapa kok bisa jatuh pingsan seperti itu," tanya Laras.


"Itu siapa Laras kok ibu baru lihat," tanya ibu.


"Oh iya lupa ,kenalin buk ini mas Rio, dia teman Laras, tadi kebetulan mas Rio lewat dari depan rumah,jadi Laras minta tolong bawa ibu ke rumah sakit ini," jawab Laras yang belum bisa ngomong langsung siapa Rio sebenarnya.


"Terimakasih ya nak, kamu sudah repot-repot mengantarkan ibu," ucap ibu berterimakasih kepada Rio.


"Sama-sama ibu ,Rio senang kok bantu ibu, moga lekas sembuh ya buk," ucap Rio.


"Iya nak, amin, mudah-mudahan ibu cepat sembuh," jawab ibu.


"Ya sudah kalau mas ada kerjaan gak apa-apa kok Laras sendiri disini yang jagain ibu," ucap Laras.


"Baiklah kalau begitu, gak apa-apa kan kalau aku tinggal, nanti aku kesini lagi," jawab Rio.


"Iya mas gak apa-apa," sahut Laras.


Dengan tenang Laras merawat ibu di rumah sakit sampai malam hari dia lupa memberi tahu ke suaminya kalau dia di rumah sakit.


Kring,,, kring,,, kring,,, telepon dari mama mertua Laras sebab ia tak pulang seharian.


"Halo ma ,ada apa," jawab telepon mama.


"Kamu dimana Laras kok gak pulang kerumah," tanya mama.

__ADS_1


"Aduh maaf ma, Laras lupa ngasi tau, kalau ibuk masuk rumah sakit, ini Laras dirumah sakit," jawab Laras.


" Terus sekarang bagaimana keadaan ibu kamu," tanya mama


"Udah mendingan kok ma,mungkin besok udah bisa pulang kok," jawab Laras.


"Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati disana," ucap mama sambil mematikan telepon.


Selang beberapa menit Ricky pulang.


"Loh kamu kok kesini, kok gak nemanin Laras di rumah sakit,kan ibunya lagi sakit," tanya mama.


Pertanyaan mama ini membuat bingung Ricky yang memang tidak tau menahu masalah ini.


"Apa ma, Ricky gak tau kalau ibu Laras masuk rumah sakit," jawab Ricky.


"Itu lah kamu lebih mentingin si wanita itu dibanding istri kamu,sudah akh mama gak tau lagi harus ngomong apa ke kamu," ucap mama penuh kekesalan.


Kemudian Ricky menelpon Laras.


"Halo Laras kamu kok bilang sih kalau ibu kamu masuk rumah sakit," tanya Ricky.


"Kalau aku bilang ke kamu mas, sama saja bohong kamu pasti lebih memilih kekasihmu itu, sejak kapan kamu perduli dengan ku, lagian aku bisa sendiri kok tanpa kamu, aku sudah terbiasa banget tanpa kamu," jawab tegas Laras.


"Jadi sekarang kek mana,"tanya Ricky.


"Udah gak usah kemari, aku bisa sendiri merawat ibuku, kamu urus saja kekasihmu itu," ucap Laras.


Dengan perkataan Laras seperti itu membuat Ricky terdiam, memang sepenuhnya kesalahan Ricky yang tak pernah menganggap istrinya ada, dan memilih kekasihnya itu.


Dasar laki-laki tak tau diuntung sudah tau aku dirumah sakit, masih ditanya dia harus apa, kalau dia punya hati punya otak, pastinya dia langsung kesini, bukan bertanya lagi, tak pernah peka terhadap istri, ucap Laras dalam hati.


"Permisi," ucap Rio.


"Iya masuk aja ,"jawab Laras.


"Eh kamu mas, kok masih kesini belum istirahat kan pasti capek kerja seharian," ucap Rio.


"Kan tadi aku sudah janji kalau aku kesini jenguk ibu, bagaimana keadaan ibu," tanya Rio lagi.


"Sudah baik-baik saja kok mas, besok juga pulang," jawab Laras.


Melihat ibu yang tertidur pulas, akhirnya Rio pun pamit untuk pulang dan meninggalkan Laras, dan akan menjemput ibu pagi hari untuk pulang ke rumah.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like,Vote & Komentar yang membangun...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2