
Melihat ibu yang tertidur pulas, akhirnya Rio pun pamit untuk pulang dan meninggalkan Laras, Rio akan menjemput ibu pagi hari untuk pulang ke rumah.
Setelah Rio bangun, dia segera meluncur menuju rumah sakit, dia berjanji kepada Laras akan mengantar mereka pulang ke rumah.
"Laras bisa kita pulang sekarang," tanya Rio.
"Bisa mas bentar aku urus administrasi ibu dulu, mas tunggu disini aja ," jawab Laras.
"Sudah Laras tadi pas mau ke sini aku sudah bayar kok semua administrasi ibu," ucap Rio.
"Kok jadi mas yang bayar, Laras kan punya uang juga mas, Masi cukup buat bayar perawatan ibu," jawab Laras.
"Akh gak usah bahas, pokonya ini bisa pulang hari ini ya kan," ucap Rio lagi.
"Ia juga sih mas, ya udah makasih banyak mas, sudah banyak merepotkan mas," jawab Laras dengan muka agak kesalnya, karena Rio yang tiba-tiba membayar biaya rumah sakit ibu.
"Terimakasih banyak ya nak Rio, maaf jadi ngerepotin kamu ya," ucap ibu Laras.
"Aduh buk gak ngerepotin sama sekali buk, Rio juga senang bisa bantu Laras dan ibu," jawab Rio.
"Ya udah kita berangkat sekarang yuk mas, ibuk," ajak Laras.
Mereka pun akhirnya meninggalkan rumah sakit, ketika mobil Rio keluar dari area rumah sakit, ketika itu juga mobil Ricky parkir dengan mobil papanya, berniat menjenguk ibuk Laras.
"Sus saya mau nanya ruang ibu Marni dimana ya, masuk ke rumah sakit kemaren," tanya Ricky kepada suster rumah sakit.
"Maaf mas atas nama ibu Marni baru aja lima belas menit yang lalu keluar dari sini mas," jawab suster itu.
Yah apa boleh buat, telat datang jenguk ibuk, ini juga udah telat ke kantor, nanti papa malah ngamuk lagi kalau kelamaan, Ricky pun langsung menuju kantor tanpa menyusul Laras ke rumah ibunya.
sesampainya Ricky di kantor.
"Hay, Good Morning sayang ku," sambut Meike.
"Kok kamu cepat banget sih kesini," tanya Ricky.
"Ia lah, namanya juga kangen sama kekasih ya pasti cepat - cepat dong,"jawab Ricky.
"Tunggu disini bentar aku mau ketemu papa dulu," ucap Ricky.
"Pa aku udah dari rumah sakit, tapi aku telat ibunya Laras udah pulang, jadi gak sempat ketemu," ucap Ricky.
"Lalu kamu gak nyusul ke rumah ibunya larasβ tanya papa.
__ADS_1
"Gak pa aku langsung ke kantor takut papa marah," jawab Ricky.
"Ya Tuhan kuuuu,, papa kan suruh kamu ketemu sama Laras dan ibunya, mana mungkin papa marah ,apalagi itu ibu dari menantu papa, memang kamu aja yang bodoh, gak perduli dengan Laras," ucap papa dengan kesalnya.
"Ya udah papa aja yang kesana, aku mau kerja dulu," ucap Ricky yang emosi karena selalu salah.
"Gimana sayang kita jalan yukkk, udah lama aku gak jalan," ajak Meike.
"Sabar dulu sayang kan aku masih kerja, kalau gak kamu tunggu aku sampe pulang," ucap Ricky.
"Aduh sayang nunggu kamu pulang pasti lama kan, kapan ada waktu buat aku sih mas," jawab Meike dengan kesal.
"Istirahat makan siang nanti kita keluar ya, emang kita mau kemana ," tanya Ricky.
"Kita ke mall ya, aku lihat tadi ada tas keluaran terbaru, dan produknya cuma ada 3 di Indonesia, aku pengen banget tas itu," ucap Meike penuh permintaan.
"Baiklah nanti siang kita ke sana," jawab Ricky.
Mendengar kalimat itu Meike langsung duduk diam, menunggu Ricky pulang kerja, karena akan ada tas impiannya sebagai imbalan.
Jam makan siang sudah masuk, Meike yang selalu melihat jam segera mengajak kekasihnya.
"Mas ayokk kan udah waktunya makan siang, kamu kan janjinya sekarang," tagih Meike atas ucapan Ricky.
Sepanjang jalan Ricky hanya menjadi pendengar dibuat Meike, karena Meike selalu ngerocos mengenai barang limited edition, sementara uang Ricky tidak seperti dulu lagi, dia harus menabung dulu sekarang agar bisa menuruti kemauan Meike.
Sampai di lokasi, Meike seperti berlari ke arah toko yang ia incar.
"Sayang pelan-pelan saja nanti kamu jatuh lo, ucap Ricky.
"Iya sayang aku jalan hati-hati kok, karena gak sabar aja memilki tas itu, sebab cuma tiga dengan warna berbeda, ucap Meike.
Sampai di toko itu.
"Hey mbak Meike apa kabar, pasti mau lihat koleksi terbaru kita ya kan," ucap pegawai toko dengan ramahnya.
"Iya dong harus," jawab Meike.
"Loo mbak tas yang ini gak ada lagi,"tanya Meike sambil memperlihatkan photo tasnya.
"Kalau yang itu suda habis mbak, tadi terakhir ada yang ngambil,"jawab pegawai toko itu.
"Sayang tas nya udah gak ada, udah di ambil orang semua," ucap Meike dengan manja.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu pilih yang lain saja kan masih banyak tuh yang cantik-cantik," jawab Ricky.
"Tapi kan aku mau yang itu sayang," rengek Meike.
"Udah jangan gitu, pilih yang lain saja ya sayang, mungkin belum rezeki kita," ucap Ricky.
" Ya udah lah ,dari pada gak, pilih yang lain saja," jawab Meike.
Meike pun memilih tas yang lain, karena tas yang ia impikan sudah terjual semua.
"Sayang sudah kan belanjanya, aku harus ke kantor nih, waktu istirahat juga sudah habis," ucap Ricky.
"Baiklah sayang, tapi aku juga langsung pulang ke rumah aja ya," jawab Meike.
Sampai Ricky ke kantor.
"Kamu dari mana sih Ricky," tanya papa.
"Yah biasa lah pa, baru nemani Meike beli tas," jawab Ricky.
"Kalau saja Meike kamu nomor satu, tapi giliran Laras kamu gak mau," sindir papa.
"Bukan begitu pa, tapi kan Meike yang ada di hatiku pa, bukan Laras," ucap Ricky.
"Kalau Laras tidak dihatimu, lantas kenapa kamu masih saja mempertahankan pernikahanmu," Ucap papa dengan lantang.
"Aku menjaga nama baik keluarga kita pa, aku gak mau membuat mama sama papa malu karena aku bercerai dengan posis baru menikah," jawab Ricky.
"Justru sikap mu yang sekarang membuat papa malu, tau gak kamu selalu jadi pembicaraan orang, masa sudah beristri masih saja bergandengan dengan wanita lain," ucap papa .
Begitu kasarnya ucapan papa nya terhadap dia, asal di dekat dengan Meike Ricky tidak akan pernah menggubris perkataan orang lain terhadapnya, keegoisan Ricky memang sudah melebihi, dia hanya memikirkan dirinya sendiri ,tak pernah memikirkan istrinya Laras.
Sungguh betul-betul keras kepala sekali anak ku ini, kapan dia sadar kalau Meike hanya butuh uang dia, sedangkan Laras tulus menjadi seorang istri yang baik untuknya, kalau Laras pergi dari rumah mungkin dia baru akan sadar, gumam papa.
...ππππππ...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote & komen yang membangun...
...Terimakasih...
...πππ...
__ADS_1