
Tapi ia tidak boleh gegabah sebelum melihat dengan jelas, soalnya lampu ditaman itu pencahayaannya minim sekali. Sehingga sangat sulit untuk mengenali wajah seseorang dengan pasti.
Lelaki dengan pasangannya itu asik bercanda gurau di taman itu, sementara Ricky masih dengan penasaran yang luar biasanya. Ricky menunggu mereka di dekat mobil sepasang kekasih itu, dan yang paling tidak disangka Ricky ternyata itu adalah benar Meike kekasihnya.
"Meike,,,,,,," teriak Ricky dan membuat Meike terdiam mendengar suara teriakan itu.
"Ma mas Ricky," ucap Meike penuh kekagetan.
"Oh jadi ini yang kamu lakukan di belakang ku," ucap Ricky penuh kekecewaan.
"Ini semua nggak seperti yang kamu fikirkan mas, aku bisa menjelaskan semuanya," jawab Meike.
"Aku sudah melihat dengan mata kepala ku, kamu masih bilang mau menjelaskan ini semua," ucap Ricky sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Ta tapi mass," jawab Meike yang tangan lelaki itu menahan tangan kanan Meike.
Diwaktu yang sama Ricky kembali ke rumahnya dengan penuh kekecewaan dan emosi yang membara.
Brukkkkk......
Brakkkkkk.....
Brakkkkkk.....
Terdengar begitu jelas barang-barang yang dilemparkan oleh Ricky di dalam kamarnya itu.
"Rickyyyy,,,,,,,, Ricky,,,,,,, kamu kenapa nak," teriak mama Ricky.
Brukkkkkkkk, hanya terdengar suara bantingan barang-barang yang dilemparkan olehnya.
Papa Ricky segera menyamperi mamanya ke kamar Ricky, dan mendobrak pintu kamar Ricky.
"Ya tuhannnn Ricky apa-apa an ini?," ucap mamanya.
"ngak ada gunanya lagi Ricky hidup," jawab Ricky.
"Kamu tenang dulu, semua masalah pasti ada solusinya," ucap mama Ricky.
"Kamu tenang dulu Ricky, kamu sudah dewasa jangan seperti ini," sambung papa sembari menahan tangan Ricky yang masih ingin melempar barang-barang.
Ricky kemudian bisa tenang atas ucapan dari orang tuanya, dan terduduk diam di atas ranjang tempat tidurnya. Setelah beberapa menit kemudian keadaan Ricky mulai tenang orang tuanya menanyakan apa yang terjadi pada dirinya.
"Ada apa sebenarnya yang terjadi??," tanya mama Ricky.
__ADS_1
"Meike ternyata mempunyai kekasih lain selain aku, tadi aku melihat dia jalan dengan laki-laki lain ma," ucap Ricky.
"Emangnya kamu sudah tanya baik-baik kepada Meike ?? jangan-jangan ini semua hanya salah paham," jawab mamanya.
"Nahh mama itu betul, coba kamu tanya dengan baik-baik, dengan kepala dingin, jangan seperti ini," ucap papa nya.
"Tapi aku jelas-jelas melihat di depan mataku ma, pa," jawab Ricky.
"Ya besok kamu temui dia, kamu tanyakan semua apa yang terjadi," ucap papanya.
Ricky hanya terdiam dengan ucapan orang tuanya itu. "Kamu jangan seperti anak kecil barang-barang di buat seperti ini kan nggak ada gunanya," ucap mama Ricky.
Padahal Meike pergi jalan dengan sahabat kecilnya bukan kekasihnya, tapi Ricky dari awal melihat mereka dekat seperti itu perasaan Ricky kalau lelaki itu adalah kekasihnya. Mereka terlihat romantis bagai orang pacaran karena sudah sangat jarang ketemu semenjak mulai tamat SMA, baru kali ini bertemu lagi jadi wajar saja mereka bernostalgia di taman itu.
"Meike siapa sih lelaki tadi," tanya Gio sahabat Meike.
"Dia kekasihku, yang pernah ku ceritakan itu," jawab Meike.
"Ow jadi itu orangnya yang bernama Ricky???," tanya Gio.
"Yupsss betul,,, dia lah orangnya," jawab Meike.
"Percemburu banget orangnya, tapi kok bisa-bisanya dia melakukan hal bodoh seperti yang kamu ceritain," ucap Gio.
"Namanya juga pas lagi mabuk berat, semua dibawah alam sadarnya," jawab Meike.
"Biarin aja dulu besok-besok kalau dia udah mendingan pasti masih bertanya mengenai kejadian tadi," ucap Meike.
"Jadi sekarang istri Ricky dimana?," tanya Gio.
"Bukan istri lagi Gio, mereka udah pisah kok," ucap Meike.
"Hehehe sorry lupa Ike," jawab Gio.
"Yaudah kita balik yukkkk," ajak Meike.
"Hm ya udah besok lagi kita lanjutkan perjalanan kita," ucap Gio.
"okayyy bro," jawab Meike.
Di pertengahan malam Meike dan Gio perjalanan pulang, cerita mulai dari kecil hingga dewasa semua sudah di kupas habis oleh mereka, suara tertawa saling menertawai sepanjang malam. Tiba di rumah mereka berdua langsung tepar di atas tempat tidur masing-masing dikarenakan kelelahan berkeliling kota.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
__ADS_1
Malam berlalu dengan begitu cepat yang langsung disambut dengan datang nya pagi, kabut awan masih membasahi dedaunan, satu persatu suara burung bernyanyi dengan merdunya ditambah suara ayam berkokok disepanjang sudut -sudut pemukiman warga.
Laras yang sudah bersiap segera membuat sarapan untuk mereka di rumah dan Asisten rumah tangga yang diutus Rio pagi ini akan kembali ke tempat tuannya.
Tapi setelah ia memakan sarapan yang sudah disiapkan oleh Laras tentunya. "Mbak boleh pergi ke rumah mas Rio setelah selesai kita bertiga sarapan," ucap Laras.
"iya Bu Laras, saya akan sarapan dulu disini," jawab asisten rumah tangga mereka.
"Nah ini kan makan terakhir kamu d rumah ibu, kamu ambil sepuasnya, asal kamu senang," ucap ibunya Laras.
"Iya ibu, saya tau kok, saya akan merindukan suasana dirumah ini,"jawab asisten rumah tangga itu.
"Ibu juga akan merindukan kamu nak," ucap ibu Laras.
Selesai sarapan asisten rumah tangga itu pamit dan keluar dari rumah kecil itu, yang di ikuti Laras dari belakang untuk mengantarkan sampai teras depan rumah.
"Bu saya pamit ya," ucap asisten rumah tangga itu.
"Iya mbak, mudah-mudahan kita bertemu di suasana yang berbeda nantinya," jawab Laras sambil memeluk Asisten rumah tangga itu.
"Sampai di rumah mas Rio jangan lupa kabari kita ya mbak," ucap Laras.
"Baiklah mbak," jawab art itu.
Asisten rumah tangga itu berlalu meninggalkan rumah Laras dan kembali kepada tempat ia bekerja sebelumnya.
"Buk Laras pamit ke kampus ya, nanti Laras usahakan secepatnya pulang karena nggak ada teman ibu d rumah sekarang," ucap Laras kepada ibunya.
"Kamu nggak usah terlalu mikirin ibu, ibu baik-baik aja kok, lagian kan ibu ada handphone untuk mengabari kamu setiap saat," jawab Ratih.
"Ya kalau nggak ada tugas lagi Laras akan pulang segera," ucap Laras.
"Ya sudah, terserah kamu saja lah nak," jawab Ratih.
"Iya buk, Laras pamit ya," ucap Laras pamit.
"Kamu hati-hati ya nak," ucap Ratih.
Laras pun pergi ke kampus dengan aktivitas biasanya dengan Mita sahabatnya, mereka ingin secepatnya lulus dari kuliahnya karena niat yang mendongkrak perekonomian keluarganya. Sampai saat ini mantan suaminya itu belum tau juga kalau istrinya itu sedang kuliah, Ibunya pun tahu belakangan ini kalau putri semata wayangnya sedang kuliah dan akan segera menyelesaikan studinya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa Like, Vote & komentar yang membangun...
...Terimakasih...