
βAkhhh udah deh jangan pada bertengkar gitu, intinya niat mas Rio udah sampai selesai, jangan di bahas lagi,β ucap Mita menjadi penengah.
βNahhh itu Mita benar sekali,β jawab Ibu sambil tersenyum ke arah Mita dan Laras.
"Iya bu, iyaa,' jawab Laras.
"Tumben kalian cepat pulang dari kampus?," ucap Rio.
"Iya mas, tadi mata kuliah terakhir kita nggak masuk, dosennya ada urusan yang gak bisa d undur," jawab Laras.
"Lagian kan bagus, jadi kami bisa cepat datang kemari," sambung Mita.
"Iya mas, karena ibu nggak ada teman d rumah lagi, makanya aku sama Mita buru-buru untuk pulang biar ibu ada teman," ucap Laras.
"Lohhh ini kan ada teman ibu, aku kan ada," jawab Rio.
"Iya mas memang ada, tapi kan nggak mungkin juga setiap hari, setiap waktu, mas bisa datang kemari untuk menemani ibu," ucap Laras.
"Hm iya juga sih, jadi bagaimana selanjutnya menurut kamu?," tanya Rio.
"Yahh aku sih tergantung ibu saja," jawab Laras.
"Sudah anak-anak kalian jangan terlalu memikirkan ibu, ibu akan baik-baik saja kok," ucap Ratih ibunya Laras.
"Lagian bu, Laras akan lama di luar mulai Minggu depan, Laras akan magang palingan bisa pulang ke rumah hanya di hari Sabtu, Minggu saja," jawab Laras.
"Iya buk, kita akan mulai magang, makanya kita pun terus kepikiran untuk menemani ibu dari tadi," ucap Mita.
"kan masih pulang sekali seminggu, ibu aman kok gapapa, ibu kan sudah terbiasa lalu cuma masalah seperti ini," Jawab ibu Ratih.
"Sudah kalau masalah ibu jangan terlalu di khawatir kan, nanti mas akan sering mengunjungi ibu kok," ucap Rio.
"Beneran nih mas?," tanya Laras.
"Iya,, mas serius akan lebih sering berkunjung kalau kalian sedang magang nanti," jawab Rio.
"Duh kan pengertian banget dehhh mas Rio nya," ucap Mita.
"Udah ihh Mita, apa an sih biasa aja," jawab Laras.
"Hm anak - anak ibu, jangan membahas itu lagi kan nak Rio akan sering mengunjungi ibu, ibu juga kan ada handphone agar sering berkabar dengan kalian," ucap ibu.
Akhirnya mereka membahas mengenai pengalaman kuliah Rio pada saat ia menduduki kursi perkuliahan dengan panjang lebar semua di bahas oleh mereka.
__ADS_1
πππππππππππ
Ricky yang belum juga mendapatkan informasi mengenai siapa yang jalan bersama kekasihnya itu membuat dirinya masih penuh dengan kekesalan.
Drt.... drt..... drt......
Ponsel Meike berdering mungkin Ricky akan mengintrogasi ia mengenai kejadian semalam.
"Hallo ada apa mas?," ucap Meike yang menjawab telepon dari Ricky.
"Kamu lagi dimana?," tanya Ricky.
"Nih aku lagi d rumah aja, ada apa?," jawab Meike.
"Bisa ketemu sebentar, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Ricky.
"Oh , mau ketemu di mana?," jawab Meike.
"kita ketemu di tempat biasa," ucap Ricky.
"Oh ya udah aku segera ke sana," jawab Meike.
"ok ," ucap singkat Ricky dan memutuskan telpon.
Meike takut kalau Deva ikut masalah diantara mereka bertambah kacau, dan hubungan mereka semakin renggang.
Ricky dengan penuh rasa kecewa dibalut penasaran berangkat ke cafe yang mereka janjikan dengan pakaian casualnya. Disepanjang perjalanan ia masih teringat dengan jelas wajah laki-laki yang menggandeng Meike ketika di taman. perjalanan sekitar 10 menit Ricky sampai juga di tempat itu dan segera mencari tempat duduk ditambah lagi memesan minuman untuknya.
Tidak berjarak lama Meike juga sampai di lokasi, ia mencari dimana keberadaan Ricky. setelah berkeliling di tempat itu akhirnya Meike melihat kekasihnya yang sedang duduk termenung berpangku tangan," ntah apa yang ia pikirkan sepertinya banyak banget masalah nya," gumam meike.
"Hey mas, apa kabar," ucap Meike.
"Eh Meike aku baik kok, silahkan duduk," jawab Ricky yang masih ingin menyembunyikan kesedihannya.
"Kok tumben ngajak ketemu, ada angin apa mas?," tanya Meike.
"Owww aku ingin tau siapa semalam lelaki yang sedang bersama kamu itu," ucap Ricky penuh curiga.
"Kenapa emangnya ?," jawab Meike.
"Jawab saja nggak usah berbelit-belit," ucap Ricky.
"Hm dia Deva, dia sahabat lama aku," jawab Meike.
__ADS_1
"Kenapa kamu nggak pernah cerita tentang dia selama ini," ucap Ricky.
"Ngak perlu juga menurut ku diceritain, dia kan diluar kota jarang ke sini, lagian kami itu udah sahabatan sejak kecil, kamunya aja yang cemburuan mas," jawab Meike.
"Siapa sih lelaki yang nggak cemburu, melihat kekasihnya di gandeng orang lain, di depan matanya lagi," ucap Ricky.
"Ohhh jadi gara-gara itu kamu marah mas, sampai-sampai kamu hancurkan se isi kamar kamu," jawab Meike.
"Jangan mengarang cerita, dari mana datangnya cerita itu," ucap Ricky ingin menyembunyikan ulahnya dari Meike.
"Sudah lah mas, jangan bohong lagi, mama kamu yang nelpon aku semalam, dan menceritakan kalau kamu marah-marah di rumah dan melemparkan semua barang-barang yang ada di kamar," jawab Meike yang membuat Ricky merasa malu dan menunduk.
"Jadi Deva itu bukan siapa-siapa kamu?," tanya Ricky lagi untuk mengelakkan topik pembicaraan sebelumnya.
"Iya mas, dia cuma sahabat aku dari kecil, lama nggak jumpa makanya kita keliling- keliling kota seharian," jawab Meike.
"Baiklah mengenai hubungan kita bagaimana untuk kedepannya?," ucap Ricky.
"Ya kalau menurutku, kita seperti ini saja dulu mas, untuk sementara waktu, lagian perpisahan antara kamu dengan Laras juga baru selesai," jawab Meike.
"Apa nggak bisa kita jalani seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya," ucap Ricky.
"Ngak bisa mas, aku belum sanggup seratus persen masih butuh waktu," jawab Meike.
"Ya iya sih, aku juga sadar kalau kesalahan yang aku lakukan sangat membuat kamu kecewa tapi aku nggak bisa berbohong kalau aku cuma cinta dan sayang sama kamu, nggak ada yang lain," ucap Ricky.
"Iya mas, aku tau kalau cintamu untuk ku, tapi yang kamu perbuat kepada Laras itu sama saja pengkhianatan besar di dalam hubungan kita, dan menurut aku yang lebih parah lagi, mas nggak cerita jujur kepada ku," jawab Meike.
"Mas kan sudah minta maaf, aku sadar aku salah tapi kan itu kejadian di luar kendaliku," ucap Ricky.
"Yah baiklah mas, pokoknya kita jalani seperti ini saja dulu, mungkin nggak lama lagi kita bisa jalan seperi biasa, kita tunggu dulu orang-orang lupa dengan semua kejadian ini," jawab Meike.
"Jujur Meike aku nggak bisa terus-terusan seperti ini, aku butuh kamu di sampingku untuk memberikan aku semangat lagi," ucap Ricky.
"Semua ada waktunya, dan semua butuh proses mas ini masalah hati bukan main-main," jawab Meike yang masih tidak bisa menerima dengan begitu saja atas yang sudah diperbuat oleh Ricky.
...πππππ...
...Bersambung...
...Jangan lupa Like, Vote & komentar yang membangun...
...Tetimakasih...
__ADS_1