Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Laporan Sekretaris


__ADS_3

Lalu, malam pun tiba seluruh kota terlihat megah dengan pancaran cahaya lampu-lampu kota dengan ragam yang warna warni, kenderaan yang perlahan lalu lalang mulai menyepi pada malam itu, Rio pun pulang dari kediaman Laras setelah seharian mereka bersama, tanpa singgah dimana-mana lagi Rio langsung menuju rumahnya.


Malam itu Rio hanya bisa berdoa agar urusan Laras dengan Ricky secepatnya selesai karena ia sudah tidak sabar lagi bersatu dengan Laras. Rio sudah menelpon pengacaranya untuk bersiap mengurusi perceraian antara Laras dengan Ricky, hingga malam pun berlalu.


Laras yang sudah berniat ingin ke kantor Ricky segera berangkat, sebab belum juga ada pergerakan dari Ricky.


Sampai Laras di kantor semua mata tertuju pada wanita cantik itu, dengan pakaian yang casual menambah Laras terlihat sangat muda dan energik.


"Permisi mbak pak Ricky nya ada di dalam," tanya Laras terhadap sekretaris Ricky.


"Iya buk, bapak Ricky ada di dalam kok," jawab sekretaris itu.


"Baik terimakasih mbak, saya masuk dulu," ucap Laras.


"Silahkan ibu," jawab sekretaris dengan senyum tipisnya.


Tok.... tok.... tok....


"Iya masuk aja pintu gak saya kunci kok," teriak lelaki brengsek itu dari dalam ruangannya.


Lalu Laras langsung masuk ke ruangan itu, melihat Laras yang datang membuat Ricky terdiam, sebab ia pasti sudah tau apa maksud kedatangan dari Laras ke kantornya se pagi buta ini.


"Eh kamu, ada perlu apa sampai datang kemari?," tanya Ricky.


"Saya gak ingin berbasa-basi dengan kamu mas, bagaimana masalah perceraian itu, sudah kamu urus atau belum?," jawab Laras dengan langsung memberi pertanyaan kembali kepada Ricky.


"Iya secepatnya akan saya urus," ucap Ricky dengan tenang.


"Dari semalam juga itu-itu terus yang kamu ucapkan mas, kalau hari ini juga kamu belum urus jangan salahkan aku jika aku yang menyelesaikan semua ini," jawab Laras dengan sedikit mengancam Ricky.


"Tidak usah biar aku saja yang mengurus ini semua," ucap Ricky.


"Baiklah aku tunggu sehari ini, besok jika belum aku akan bertindak," jawab Laras.


"Siap aku juga ingin secepatnya kok," ucap Ricky lagi.


"Baguslah kalau begitu mas, aku permisi dulu," jawab Laras.


Laras pun berlalu meninggalkan kantor Ricky dengan kebiasaan si sekretarisnya yang suka menguping selalu mendapat info terbaru, Ricky termenung mendengar apa yang Laras ucapkan, mana mungkin seorang gadis kampung seperti Laras ingin menyelesaikan masalah rumit seperti ini, kita lihat saja besok apa kamu mampu mengurus ini semua, gumam Ricky dalam hati.


Ricky yang tidak tau sama sekali kalau Laras punya seorang Rio yang super kaya raya, akan sangat mudah bagi Rio menangani masalah seperti ini hanya perlu satu hari semua urusan akan selesai. Apalagi Laras yang begitu mempesona dan berarti dimata Rio, bahkan dalam sekejap perusahaan Ricky bisa bangkrut kalau Rio menarik semua saham yang ada di perusahaan keluarga Ricky.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Matahari mulai terik dengan suhu yang mulai memuncak, ditambah angin yang berhembus sepoi-sepoi mengayunkan dedaunan pepohonan di sekitar kampus membuat suasana semakin hangat.


"Hey Laras sini," teriak Mita.


"Iya mitaaaa, sebentar," ucap Laras.


Laras segera menuju ke tempat Mita.


"Kamu dari mana kok baru nyampe sekarang," tanya Mita.


"Biasa lah Mit, tadi aku ke kantor Ricky," jawab Laras.


"Lohh ngapain lagi kamu kesana," tanya Mita dengan heran.


"Ya biar masalah perceraian ini secepatnya dia urus, ini sudah beberapa hari gak ada perkembangan juga," jawab Laras.


"Dasar yaaaa laki-laki brengsek itu, ngapain lagi sih dia lama-lama in masalah ini," ucap Mita yang sedikit kesal.


"Itu dia Mita aku juga gak ngerti jalan pikiran dia,padahal sama sekali aku gak pernah tuh ngurusi hubungan dia dengan kekasihnya itu," jawab Laras.


"Kamu bilang apa saja ke si Ricky," tanya Mita.


"Aku cuma bilang secepatnya dia urus, aku ngasi waktu satu hari ini, jika gak ada juga perkembangan aku akan ambil alih biar cepat selesai," jawab Laras.


"Ow mantap lah, ehhh teringatnya emang kamu bisa mengurus ini semua," tanya Mita yang ragu terhadap Laras.


"Bukan meragukan sih, tapi bagaimana caranya," tanya Mita.


"Semalam aku udah ngomong sama mas Rio agar nanti mas Rio membantu aku menyelesaikan masalah ini," ucap Mita.


"Hmmm pantas lah kamu begitu percaya diri, ada mas Rio tohh ternyata," jawab Mita.


"Semoga aja mas Rio mau membantu," ucap Laras.


"Itu sih sudah pasti, mana mungkin seorang mas Rio membiarkan tuan putrinya kesusahan," jawab Mita.


"Sudah ahh Mita ,jangan mulai dehhh, nanti di dengar orang lain gak enak," ucap Laras.


"Yeeee mana perduli , biarin aja orang tau, lagian kamu sama mas Rio cocok kok, yang satu baik hati, pintar mengurus rumah tangga, yang satu juga dermawan, ganteng, sopan pokonya idola banget dah," puji Mita.


"Ihhhhh jangan berlebihan deh Mita," ucap Laras.


"Emang kenyataannya seperti itu," jawab Mita.

__ADS_1


"Dah akh kita masuk yukkkk," ajak Laras.


"Yaudah ayokkk," jawab Mita.


Mereka melangkah menuju ruang kampus mereka, Mita dan Laras yang hampir dikenal di seluruh kampus dengan dua serangkai, mereka begitu akrab menjalin persahabatan diantara mereka. Dan bulan selanjutnya mereka berdua akan terpisah untuk sementara waktu karena mereka akan melewati masa magang di perusahaan yang mereka tuju masing-masing.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di perusahaan Ricky sekretarisnya melaporkan kejadian pagi tadi kepada papanya Ricky.


Tok.... tok... tok...


"Permisi pak," teriak sekretaris Ricky dari luar ruangan.


"Iya masuk saja," teriak pria paruh baya itu dari dalam ruangan.


"Ada apa, kok tidak biasanya kamu ruangan saya," tanya papa Ricky yang merasa sedikit heran.


"Oh iya pak ada informasi yang harus saya sampaikan," jawab sekretaris itu.


"Emang ada informasi apa , sepertinya perlu sekali," tanya bos itu.


"Ini masalah mas Ricky denga mbak Laras pak," jawab sekretaris.


"Lohh ada apa lagi dengan mereka?," tanya papa Ricky.


"Begini pak ,tadi pagi mbak Laras datang kemari terus saya mendengar sedikit pembicaraan mereka, mbak Laras minta mas Ricky segera mengurus perceraian mereka pak," jawab sekretaris itu menjelaskan.


"Terus apa jawab Ricky," tanya papa Ricky.


"Mas Ricky menjawab akan segera mengurus masalah ini secepatnya pak, dan mbak Laras memberikan waktu satu hari ini kepada mas Ricky kalau mas Ricky belum juga menyelesaikannya mbak Laras akan turun tangan pak," jawab sekretaris itu.


"Owww kenapa Laras bersikap seperti itu ya," tanya papa Ricky yang terheran dengan sikap Laras.


"Iya pak, mungkin mbak Laras kesal pak, soalnya sudah beberapa kali mbak Laras mendatangi mas Ricky tapi gak ada juga pergerakan dari mas Ricky," jawab sekretaris itu dengan polosnya.


"Oh kalau begitu wajar saja Laras seperti itu," ucap papanya Ricky.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa...

__ADS_1


...Like, Vote & komentar yang membangun...


...Terimakasih...


__ADS_2