
Jacky dan Rere tidak percaya kalau yang bernama Rio teman Laras itu adalah memang benar si Rio pengusaha muda yang sukses. Salah satu penanam saham terbesar di perusahaan mereka. Dalam benak Jacky sangat mustahil bagi Laras untuk bertemu dengan Laras, bagaimana tidak Jacky saja seorang pemilik Perusahaan susah untuk bertemu dengan yang namanya Rio apa lagi Laras yang bukan siapa- siapa.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
“Mas, Ibu kita pulang yuk ,” ajak Laras setelah selesai makan, karena melihat hari juga sudah semakin gelap.
Awan yang sudah mulai berubah warna menandakan pergantian haripun akan segera tiba, siang akan berlalu disambut hangat oleh malam hari, anak dan ibunya serta ditemani seorang lelaki itu pun meminta untuk kembali kerumah.
“Oh iya , hari juga udah semakin gelap ya,” ucap Ratih.
“Baik lah tuan putri, kalian tunggu disini dulu saya akn ke kasir sebentar,” lanjut Rio yang ingin membayar tagihan makanan mereka.
“Iya mas,” jawab Laras.
Tidak sampai menunggu lima menit Rio pun tiba.
“Mari buk, biar saya bantu jalan ke depan,” ucap Rio.
“Ngak usah mas biar aku saja, mas ke parkiran aja ngambil mobil,” jawab Laras.
“Iya nak, kamu ke parkiran aja duluan, ibu sama Laras nyusul aja,” sahut ibu Ratih.
“Sudah akhhh, jangan menolak biar aku bantu laian parkirnya juga dekat kok,” ucap Rio.
“Hmm baiklah mas,” jawab Laras.
Perlahan Rio dan Laras memapah Ratih berjalan keluar dari cafe itu menuju parkiran.
“Mari buk masuk duluan,” ucap Rio sambil membuka pintu depan sementara Laras masig berdiri di belakang melihat Rio membuka pintu untuk ibunya.
“Terimkasih nak,” ucap Ratih.
“Iya bu, sama- sama, kamu kenapa belum masuk, apa mau kau bukain pintu juga haa,” ucap Rio menatap Larassambil memainkan sebelah matanya.
“Ihhh apa an sih mas,” jawab Laras yang tersipu malu melihat tingkah Rio dan langsung masuk ke dalam mobil, Rio hanya tersenyum kecil melihat tingkah Laras.
Rio segera menghidupka mobilnya, dengan perlahan menginjakkan gas kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah Laras, tidak berlama- lama dijalan menempuh setengah jam mereka pun tiba di kediaman Laras dan Ratih.
“Buk saya langsung balik saja ya, udah malam begini,” ucap Rio.
“Kita ngak masuk dulu sebentar nakkk??,” tanya Ratih.
“Nak usah bu, Rio juga masih ada janji sama teman sebentar,” jawab Rio.
“Hmmm baiklah kalau begitu kamu hati- hati ya mas,” ucap Laras.
__ADS_1
“Siap tuan putri, maaf ya bu Rio ngak ngantar samapai dalam lagi,” jawab Rio.
“Iya nak ngak apa- apa, terimaksih ya untuk hari ini, ibu senang banget akhirnya bisa jalan – jalan lagi,” ucap Ratih.
“Heheheh iya bu, sama- sama,” jawab Rio yang tertunduk malu.
Rio pun berlalu dari rumah Laras dan menuju Rumahnya ia ada janji dengan Erawan malam itu. Erawan sudah menunggu Rio di dalam rumah Rio.
“Hay Erawan sudah lama menunggu?,” tanya Rio.
“Akhh belum kok pak, saya juga baru nyampe,” jawab Erawan.
“Baiklah, sebentar ya saya ganti pakaian dulu,” ucap Rio.
“Silahkan pak,” jawab Erawan yang tidak berani untuk menolak perkataan Rio dan kembali duduk untuk menunggu Rio selesai mengganti pakaiannya.
“Pak Erawan,” panggil Rio.
“Iya pak, ada apa?,” tanya Erawan, dengan melihat beberapa dokumen sudah berada di tangan Rio.
“Begini, saya minta tolong kepada anda untuk menyelesaikan dokumen – dokumen ini secepatnya,” jawab Rio.
“Ini dokumen apa an pak?,” tanya Erawan.
“Oh itu dokumen masalah anakan perusahaan saya yang di Surabaya, saya ngak ada waktu untuk kesana, jadi saya minta tolong kepada anda untuk berangkat secepatnya,” jawab Rio.
“Sudah ngak ada tapi- tapian lagi, semua dokumen itu sudah saya tanda tangan anda tinggal meminta tanda tangan pihak yang bersangkutan disana saja,” jawab Rio meyakinkan Erawan.
“Ohhh baik lah pak kalau begitu, saya usahakan secepatnya berangkat kesana,” ucap Erawan.
“Baguslah,,, terimakasih ya,” jawab Rio.
“Ada hal penting lainnya lagi pak???? ,” tanya Erawan.
“Menurut saya sudah ngak ada lagi, Cuma itu yang paling penting untuk saat ini,” jawab Rio.
“Ya sudah, kalau begitu saya pamit sekarang ya pak,” ucap Erawan.
“Ohh baiklah, sekali lagi terimakasih ya,” jawab Rio yang ikut berdiri untuk mengantar Erawan ke teras depan.
Didalam rumah Rio tanpa sadar ada Siska mamanya Rio yang mendengar percakapan antara dirinya dengan Erawan sang pengacara Rio. Siska heran mengapa kali ini dia tidak langsung berhadapan dengan klien pentingnya, padahal biasanya sesibuk apapun Rio pasti berusaha untuk berhadapan langsung dengan rekan bisnisnya.
Erawan berlalu meninggalkan rumah Rio, dan Rio segera masuk kembali ke dalam rumah dan langsung duduk di sofa ruang tamu.
“Hm hm hm,,,,, ,” Siska mendehem dari belakang membuat Rio terkejut dan langsung melihatke arah Siska.
__ADS_1
“Ihhh mama, ada apa, kok tiba- tiba sudah muncul begitu saja,” tanya Rio.
“Kok tumben kamu ngak langsung turun tangan bertemu dengan calon rekan bisnis kamu?,” tanya Siska.
“Ihhh mama pasti nguping nihhh,” ucap Rio.
“Mama ngak nguping kok, Cuma mama dengar orang mama berdiri di sini dari tadi kamunya aja yang ngak liat mama,” jawab Siska.
“Hm iya iyaaaaa lah ma,” ucap Rio.
“Kok ngak di jawab sih pertanyaan mama, kok tumben ngak kamu yang turun tangan??,” jawab Siska.
“Hehehehe ngak kok ma, Rio lagi malas aja keluar kota,” jawab Rio.
“Jangan bilang ini ada hubungannya dengan perempuan yang pernah kamu ceritakan itu, siapa namanyaaaaa??? Laras yaaa,? ,” ucap Siska.
“Ihhhh mama kok sok tau banget sih, ini kan urusan anak muda, yang tua ngak boleh ikut campur,” jawab Rio.
“Hm jadi ngak sabar nih mama pengen ketemu dengan perempuan itu, mama ngak pernah lihat kamu nyuruh orang buat urusan bisnis kamu, baru kali ini,” ucap Siska yang semakin penasaran dengan perempuan yang bernama Laras, yang sudah berhasil menaklukkan hati Rio.
“Secepatnya Rio akan bawa dia kerumah untuk kenalan dengan mama, papa,” jawab Rio.
“Iya tapi kapan???,” Tanya Siska.
“Tunggu waktu yang tepat dulu ma, Laras belum siap untuk ketemu mama sama papa,” jawab Rio.
“Emang kenapa kok dia ngak siap??,” tanya Siska merasa heran.
“Laras ngak siap, dia takut kalau mama dan papa ngak nerima dia karena statusnya yang sudah pernah menikah,” jawab Rio.
“Yahhhh kan mama udah bilang, asal kamu bahagia siapapun perempuannya mama dan papa pasti setuju,” ucap Siska.
“Iya maaaa Rio tau, tapi kan ngak papa, sabar sebentar biar Laras percaya dirinya kembali lagi,” jawab Rio.
“Kalau bisa secepatnya aja kamu rayu dia untuk ketemu dengan mama, papa, ingat Rio kamu sudah lumayan dewasa untuk ke jenjang pernikahan, jangan main- main lagi,” ucap Siska.
“Iya ma, Rio juga udah mikirkan matang- matang masalah kesananya, tapi sedikit bersabar kan ngak apa- apa,” jawab Rio.
“Hmmm iya lah,,, kalau begitu mama ke dalam dulu ya,” ucap Siska.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote , komentar & berikan Bintangnya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...