Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Kesempatan Rio


__ADS_3

"Saya sudah sangat matang memikirkan ini, dan keputusan saya sudah bulat,saya ingin berpisah dari anda," jawab Laras.


"Baiklah semoga kamu tidak menyesal," ucap Ricky dengan entengnya.


Lalu Laras pun agak kesal dengan ucapan Ricky terhadapnya.


"Sepertinya bukan aku yang akan menyesal mas, kita lihat saja nanti siapa yang bakal menyesal," balas Laras.


Setelah Laras mengucapkan kata itu, ia langsung keluar dari ruangan suaminya itu, diluar ruangan ternyata ada papa yang mendengar semua percakapan mereka berdua, papa tidak menyangka bahwa kejadian yang selama ini ia bayangkan terjadi juga, padahal mama dan papa Ricky sangat berharap bahwa Laras adalah menantu mereka untuk selamanya, tapi apa boleh buat anak mereka yang tidak bisa melepaskan kekasihnya itu, padahal dibanding kan dengan Laras kekasih Ricky itu tidak ada apa-apanya. " Mama pasti sangat kecewa mendengarkan ini semua, tapi mudah-mudahan mama untuk saat ini belum tau mengenai masalah ini," pinta papa dalam hati.


Laras langsung keluar dari perusahaan keluarga suaminya itu, dan Mita sudah ada diluar menunggu sahabatnya itu.


"Ricky apa benar Laras meminta untuk pisah," tanya papa.


"Iya pa, Laras datang untuk meminta pisah,"jawab Ricky.


"Ya iya sih wajar aja kalau dia seperti itu, masalahnya kamu memang tidak pernah menganggap dia samasekali, bahkan dia merasa tidak diakui olehmu," ucap papa.


"Ya mau gimana lagi pa, sampe saat ini aku belum bisa membuka hati untuknya, masih ada Meike pa," jawab Ricky dengan perkataan serasa tak ada salah.


"Meike ,,, Meike,, terus yang kami pikir, apa sih istimewanya wanita itu," ucap papa.


Merasa kesal kepada Ricky papanya pun langsung keluar dari ruangannya, dia merasa agak kesal karena perlakuan anaknya, yang sama sekali tidak pernah menghargai istrinya.


Kembali ke Laras dan Mita.


Setelah keluar dari kantor itu, mereka menuju cafe untuk istirahat , kebetulan waktunya untuk makan siang.


"Bagaimana tadi, kamu sudah ngomong dengan si brengsek itu," tanya Mita dengan kesal.


"Sudah MIT, aku sudah mengeluarkan semua unek-unek ku terhadapnya," jawab Laras.


"Terus apa jawaban dari dia," tanya Mita penasaran.

__ADS_1


"Yah di tetap masih saja lebih menomorsatukan kekasihnya itu, dia bertanya apa aku tidak menyesal ," jawab Laras.


"Yahhh memang ya ,gak tau malu, siapa juga yang bakal menyesal berpisah dengan laki-laki brengsek seperti dia," sahut Mita.


"Itu juga yang aku jawab, kita lihat saja siapa yang akan menyesal," ucap ku tadi terhadanya, lanjut Laras.


"Sudah bersalah sok ngomong seperti itu lagi," Ucap Mita dengan kesalnya.


"Ya memang dia manusia seperti itu, kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya, semoga secepatnya dia urus itu semuanya agar aku terbebas dari laki-laki brengsek seperti dia," jawab Laras.


Diwaktu yang bersamaan Rio pun menelpon Laras.


"Halo Laras kamu dimana,"tanya Rio.


"Kami lagi di cafe happy," jawab Laras.


"Oh baiklah, kalian tunggu bentar aku menyusul kesana," sahut Rio.


"Iya iya mas, kami juga baru nyampe kok," ucap Laras.


Melihat posisi mereka yang berada di sebuah meja di pojok cafe itu, Rio langsung menuju mereka.


"Hay semua, kalian ngapain disini," Tanya Rio.


"Udah duduk dulu mas baru diceritain," ajak Mita.


"ada apa sebenarnya, sepertinya serius banget dari raut wajahnya," tanya Rio lagi.


"Begini mas ,jadi tadi Laras baru dari kantor si Ricky!," ucap Mita, tapi dengan refleks Rio menjawab.


"Ngapain Laras kesana?," tanya Rio.


"Nah tadi Laras kesana minta kepastian hubungannya dengan Ricky, eh ujung-ujungnya pisah, tapi baguslah daripada Laras selalu tersiksa dengan statusnya ," ucap Mita secara spontan.

__ADS_1


Mendengar itu semua ,oh betapa senangnya perasaan Rio, rasanya seperti mendapat durian runtuh, ini saat yang selalu ia tunggu-tunggu, agar Laras pisah dari Ricky. "Bagus lah mereka berpisah semoga saja secepatnya, biar aku langsung masuk ke dalam kehidupan Laras dan memulai semuanya dari awal," gumam Rio.


"Eh itu beneran Laras?," tanya Rio terhadap Laras.


"Ia mas beneran, aku sudah tidak kuat lagi menahan ini semua, aku sudah bersusah payah untuk mengabdi sebagai seorang istri, tapi tidak ada penghargaan sama sekali, mending aku sendiri menjalani hidup, toh masih ada ibuk, yang penting bagiku sekarang bisa membuat ibuk bahagia udah cukup itu saja," jawab laras.


"Ya itu sih terserah kamu, kalau memang sudah kamu pikirkan matang-matang ya kenapa tidak, kalau sudah matang kan berarti siap menerima resiko apapun itu," balas Rio.


"Iya mas aku sudah siap kok menerima konsekuensinya, palingan juga menyandang gelar janda ," ucap Laras dengan santai.


"Akhh kalau masalah itu, berarti belum jodoh, mungkin masi ada yang lain yang lebih pas untuk kamu," jawab Rio memberi semangat untuk Laras.


"Setuju mas, mungkin laki-laki brengsek itu bukan jodoh kamu, mungkin ada yang lebih baik dari pada dia," sambung Mita.


"Amin, mudah-mudahan saja , aku juga merasa lega kok sekarang karena unek-unek ku selama ini sudah ku keluarkan, tinggal ke rumah Ricky buat mengambil semua barang-barang, dan pindah ke rumah ibuk," ucap Laras.


"Kalau barang mungkin setelah semua selesai saja Laras, jangan terburu-buru ,kalau kamu ambil sekarang pasti ibuk bertanya kenapa barang kamu semua dibawa ke sana, kalau ibu tau masalah ini, pasti ibu tambah sedih, apa kamu mau ibuk sakit dan masuk rumah sakit lagi," ucap Rio.


"Nah itu benar tuh, bener banget, sabar dulu lah Laras, jangan terlalu dibawa emosi, secepatnya mungkin kan akan diproses dia," sahut Mita.


"Iya juga sih, aku juga sempat mikir ke situ, tapi aku rasanya sudah gak sabar ingin bebas darinya, aku gak mau lama-lama ini semua, rasanya aku terjerat tapi tak bisa melepaskan jerat itu, dan sekarang sudah mulai longgar dan aku ingin bebas dari jerat itu" sambung Laras.


"Iya Laras kami mengerti kok, tapi kamu juga harus bisa mengontrol emosi, jangan sampai kamu keceplosan di depan ibuk ya," ucap Rio.


"Baiklah aku berusaha untuk hal yang satu ini, ngomong-ngomong terimakasih ya untuk kalian berdua, yang selalu ada buat aku, baik aku lagi susah atau tidak, kalian memang terhebat buat Laras, sekali lagi terimakasih ya," ucap Laras kepada Mita dan Rio.


Rio juga sebenarnya sudah tidak sabar untuk proses perpisahan Laras dengan Ricky. Rio ingin segera mempersunting Laras untuk menjadi istrinya, walau pun Rio tau latar belakang Laras mengapa Laras dan Ricky dulu bisa menikah, kali ini berbeda Rio ingin bersama Laras secara baik-baik.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like Vote & komen yang membangun...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2