
Kalau saja ia bertemu sejak lama, mungkin Laras tidak akan menderita seperti saat sekarang, tapi apa boleh buat, jalan takdirnya sudah seperti ini, gumam Rio.
Laras pun berpikir setelah Rio pergi, "apa seharusnya aku sudahi saja pernikahan ini, buat apa aku pertahankan kalau aku saja tidak pernah dianggap ada oleh Ricky. Sampai kapan aku harus menderita, aku juga ingin bahagia dengan pilihanku sendiri," Ucap Laras dalam hati.
Laras yang mulai dari kecil sudah merasakan hidup tak enak, dirinya tidak pernah seperti orang-orang yang hidup bahagia dengan keluarganya, dari kecil Laras dia sudah kekurangan kebahagian, tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ayah.
Ketika dikampus Laras curhat kepada Mita, dia ingin bertukar pendapat Laras tak ingin gegabah dengan keputusannya.
"Mita ayo kesini ada yang ingin aku ceritakan,"ucap Laras kepada sahabatnya.
"Ok baik lah, emang mau cerita apa, sepertinya serius banget," kawan Mita yang penasaran.
"Aku ingin minta pendapat dengan mu, masalah suamiku," ucap Laras yang membuat Mita semakin bingung.
"Kenapa dengan suamimu Laras,?" tanya Mita.
"Begini Mit aku mau cerita, kalau suamiku itu dari dulu tidak pernah menghargai ku, bahkan dia tidak pernah menganggap aku ini istrinya, jadi sudah berapa lama aku berada diposisi ini, semua ini membuat aku jenuh, aku juga ingin seperti wanita lainnya merasakan kebahagiaan dengan keluarganya, Mit" ucap Laras ,membuat Mita tidak dapat berkata apa-apa, sebab baru pertama kalinya Laras menceritakan itu semua.
"Jadi selama ini, kamu tidak pernah samasekali dihargainya????" tanya Mita dengan terkejut.
"Tidak Mit, bahkan dia bisa membawa kekasihnya di hadapanku sementara aku ini istri sahnya dia, melihat itu hati ku rasanya ker koyak Mita," jawab Laras yang menceritakan penuh dengan kekesalan.
"Kurang ajar itu namanya, laki-laki brengsek gak punya hati, jadi kenapa kamu masih pertahankan hubunganmu dengannya," ucap Mita.
"Nah ini yang ingin aku bahas Mita, aku sebenarnya sudah tidak tahan lagi, menurut kamu apa sebaiknya aku pisah saja dengan dia? " tanya Laras.
"Daripada kamu terus menahan sakit seperti ini, walau dia dari keluarga kaya, tapi kamu tidak pernah dihargai, buat apa, mau sampai kapan kamu menderita Laras," tutur Mita dengan ceplosnya.
"Iya Mita aku juga mikirnya udah sampai kesana, tapi mama dan papa mertua ku , mereka sangat baik terhadap ku," ucap Laras lagi.
__ADS_1
"Itu beda lah ras, mereka yang baik, sementara suami kamu seperti itu keadaannya, bisa dia menggandeng kekasihnya di hadapanmu, kan udah gak benar itu, urat saraf nya sudah putus keknya, jawab Mita dengan penuh kekesalan mendengar cerita Laras.
"Kamu benar juga sih Mita , terkadang aku merasa seperti pembantu dirumahnya, selama ini aku berbakti dirumah itu,sebagai seorang istri apalagi aku belum kuliah, aku yang mengerjakan semua pekerjaan rumah, karena aku memang tidak ada kegiatan sama sekali ketika itu, bahkan sekarang kalau ibu posisinya tidak sakit, aku kerjakan semua pekerjaan rumah dulu baru berangkat ke kampus Mit, tapi ini juga lah hasilnya," keluh Laras dengan semua pengalaman hidupnya.
"Sudah Laras, sekarang juga kamu pergi temui laki-laki brengsek itu, terus minta cerai saja, kalau dia tidak mau, kamu yang harus bertindak," pinta Mita yang sudah membara, sebagai sahabat mana mau melihat sahabatnya menderita seperti itu.
Laras segera menuju kantor Ricky, mengenakan pakaian bak selebriti, dengan tas yang selalu limited edition pemberian dari Rio. Sampai di kantor itu semua karyawan melihat Laras terkagum-kagum akan kecantikannya yang sempurna, tidak hanya laki-laki perempuan pun ikut memuji, bahkan ada yang merasa iri.
"Permisi mas, ruangannya pak Ricky dimana ya?," tanya Laras kepada salah seorang karyawan.
"Ruangan pak Ricky ada di lantai dua mbak, sebelah kiri paling pojok," jawab karyawan itu.
"Baiklah terimakasih ya mas," ucap Laras dengan melempar senyum manisnya.
Seketika kantor itu menjadi gaduh, semua tanpa sadar ribut membahas kecantikan Laras, mereka ngomong kalau Ricky bodoh memilih kekasih, istrinya yang sungguh begitu cantik dihadapannya malah ia sia-sia kan demi seorang Meike yang jauh beda dengan Laras, bahkan tidak dari setengah kecantikan Laras.
Tok... tok... tok...
"Iya silahkan masuk saja," jawab Ricky dari dalam ruangan.
begitu Laras masuk Ricky merasa kaget, karena yang datang itu adalah istrinya, yang gak pernah sama sekali mengunjungi Ricky sebelumnya.
"Eh kamu, ada perlu apa datang kemari," tanya Ricky terhadap wanita yang berdiri didepannya itu.
"Saya tidak mau apa-apa kok mas, saya cuma ingin minta satu hal sama kamu," jawab Laras dengan santai.
"Kamu mau minta apa sih, sampai-sampai datang kemari," ucap Ricky yang seakan tidak menginginkan kedatangan Laras.
"Saya hari ini minta pisah dari kamu, itu saja," jawab Laras dengan singkat padat dan jelas.
__ADS_1
Durrrrr....
Sungguh Ricky tidak menyangka bahwa Laras akhirnya mengeluarkan kata-kata itu, dia begitu kaget mendengar itu semua.
"Apaaaaa,,, kamu minta pisah??? dengan alasan apa kamu ngomong seperti itu," ucap Ricky seakan tak mempunyai salah terhadap Laras.
"Cukup pak Ricky ,selama ini saya menderita akibat ulah anda, saya seorang istri yang tidak pernah anda anggap saya hanya bayang-bayang dari kekasih anda, pernikahan ini antara nyata dan tidak pasalnya, anda sama sekali tidak pernah menghargai saya sebagai seorang istri, bahkan ketika ibu saya sakit tidak terbesit sedikit pun niat di hatimu untuk menjenguknya, saya tidak sanggup lagi menahan sakit, menahan penderitaan ini, maka dari itu saya ingin pisah dari anda," jawab Laras .
"Tidak kah kamu memikirkan betapa malunya nanti keluarga saya ,apabila semua orang tau kalau kita berpisah," jawab Ricky dengan egoisnya yang hanya memikirkan keluarganya saja ,tanpa memikirkan apanyang dirasakan Laras.
"Saya tau itu akan terjadi, tapi maaf untuk itu saya tidak ikut campur itu urusan anda. Anda sudah terlalu egois dalam hal ini, anda hanya memikirkan keluarga anda, pernah tidak sekali saja anda memikirkan tentang keluarga ku? "tanya Laras.
Ricky seketika terdiam tak bisa menjawab.
"Anda tidak bisa menjawab kan, semua apa yang saya katakan itu benar, makanya anda hanya diam saja, anda hanya memikirkan kebahagiaan anda dengan kekasih anda yang tidak seberapa itu," ucap Laras dengan ketus menyindir kekasih dari suaminya itu.
"Apa keputusan mu ini sudah kamu pikir matang-matang Laras?" tanya Ricky.
"Saya sudah sangat matang memikirkan ini, dan keputusan saya sudah bulat,saya ingin berpisah dari anda," jawab Laras.
"Baiklah semoga kamu tidak menyesal," ucap Ricky dengan entengnya.
Lalu .
...🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote & komen yang membangun...
__ADS_1
...Terimakasih...