Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Siap Tuan Putri


__ADS_3

Mita yang belum tau bahwa Laras sudah menikah dengan seorang anak pemilik perusahaan ternama di kota itu, merasa heran dengan alamat yang diberikan Laras. Perasaan Mita alamat rumah Laras bukan ke arah yang ia berikan tapi kok sekarang sudah beda, apa Laras sudah pindah rumah, gumam Mita.


Sesampainya di rumah Laras langsung Mita bertanya.


"Loh ini rumah kamu sekarang Laras?," tanya Mita.


"Ini rumah suamiku Mit, aku kan udah nikah," jawab Laras.


"Lohh kamu serius, kok aku gak tau sih, keliahatn kamu masih seperti anak gadis ," ledek Mita.


"Iya aku sudah nikah, baru tiga bulan sih," ucap Laras.


"Oooooh pengantin baru dong nih ceritanya," jawab Mita.


"Ya kira-kira seperti itu lah Mit, ya udah deh kamu mau masuk dulu gak” tanya Laras.


"Makasih lah Laras, besok-besok aku mampir pastinya," jawab Mita.


"Baiklah Mit, kamu hati-hati ya," ucap Laras.


"Siap pengantin baruuuu," jawab Mita.


Mita pun berlalu dan Laras segera masuk ke dalam rumah.


Huhhh begitu senangnya bisa menikmati kuliah seperti ini,kalau mas Ricky sih aku gak ambil pusing, sekarang sudah ada kok mas Rio,gumam Laras.


Kring,,, kring,,, kring,,,


Telepon dari Rio.


"Halo mas, ada apa?" jawab Laras.


"Kamu sudah sampai ke rumah," tanya Rio.


"Nih baru sampe mas, baru selesai mandi," ucap Laras.


"Bagus lah kalau begitu, sampai jumpa besok ya, mas akan jemput kamu besok," sahut Rio.


"Iya iya mas, aku gak lupa kok, kalau mas mau jemput besok," ucap Laras.


"Ya udah selamat beristirahat tuan putri," jawab Rio.

__ADS_1


Saat Laras hendak tidur Ricky kemudian masuk kedalam kamar.


"Kamu belum tidur," tanya Ricky.


"Nih mau tidur mas, kenapa" jawab Laras.


"Oh gak ada kok, mau nanya kemaren kamu kemana kok gak ada dirumah," tanya Ricky.


"Mmmmm emang mama belom cerita ke mas, ibuku sakit jadi aku harus sering bolak-balik ke sana, maklum ibu kan sudah tua," jawab Laras lagi.


"Ternyata begitu ceritanya, mama emang belom cerita," sahut Ricky.


"Kok tumben mas tanya kabar ku, sejak kapan kamu perduli denganku mas," tanya laras.


"Ya aku kaget aja semalam papa bilang kamu pergi dari rumah gak bilang-bilang, papa suruh aku nyari kamu," jawab Ricky.


Oh ternyata aku salah tafsir berarti sampai saat ini mas Ricky belum juga bisa membuka hati untuk ku, semua ini dia tanya karena papa yang nyuruh, dasar kamu ya mas, jangan salahkan aku jika aku juga nantinya punya kekasih, gumam Laras.


"Berarti karena papa makanya kamu nyari aku mas, berarti kalau aku gak pulang kamu gak akan nyari aku, kalau tidak disuruh papa ya," tanya Laras dengan suara pelan.


"Bukan seperti itu juga sih," jawab Ricky.


"Sudah lah mas, aku capek aku pengen istirahat, aku lagi gak mau berdebat sama kamu," sahut Laras.


Keseharian Laras terus berlanjut seperti itu setiap harinya, mempunyai seorang suami yang tak pernah memperdulikannya, tetapi orang tua dari suaminya sangat sayang dan perduli terhadapnya, ini yang terus membuat dia merasa bersalah apabila nanti ia harus meninggalkan keluarga itu, tapi disisi lain dia juga punya hati, dan berhak dengan kebahagiaannya sendiri.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Keseharian Laras selalu di isi dan diwarnai dengan kedatangan Rio dihidupnya, Laras yang semakin lama semakin cantik, karena Rio selalu memberikan fasilitas terbaik untuk Laras, karena sama sekali suaminya tidak pernah mengurusi Laras, jadi dia tidak tau sama sekali bahwa Laras juga punya seorang lelaki yang perduli padanya.


"Laras ini sudah setahun bagaimana antara kamu dengan suamimu," tanya Rio.


"Yah masih seperti biasa mas, aku masih tetap juga tidak dipedulikan, bahkan tidak pernah dianggap sama sekali," jawab Laras dengan kesal.


"Terus Ricky masih berhubungan dengan wanitanya itu," tanya Rio lagi.


"Masih mas ini juga mungkin dia akan kembali ke Indonesia, kan disana sudah libur kuliah," jawab Laras dengan merunduk.


"Sudah kalau masalah itu gak perlu kita bahas, kalau dia punya kekasih kamu juga ada mas kok," ucap Rio.


Kata-kata Rio membuat Laras tidak tau harus menjawab apa, memang Laras juga sudah mempunyai perasaan yang sama terhadap Rio, tapi menurut Laras belum waktu yang tepat untuk melangkah lebih jauh.

__ADS_1


"Akh mas jangan ke arah sana dulu, aku tau mas selalu ada buat Laras ,selalu menjadi penghibur Laras, disaat suka dan duka, tapi aku mau selesaikan kuliah ku dulu mas," jawab Laras.


"Iya Laras mas kan gak maksa kamu buat jawab sekarang, tapi intinya kamu sudah tau kalau mas sayang sama kamu, apa pun pasti aku lakukan untuk kamu Laras," ucap Rio dengan penuh perasaan.


"Iya mas, pasti nanti ada waktunya untuk aku menjawab ini semua, tapi aku selesai kuliahnya dulu," jawab Laras dengan senyum tipis.


"Baiklah tuan putri aku akan menunggu waktu itu datang, dan kalau kamu selesai kuliah, pekerjaan kamu biarkan aku yang mencarinya," pinta Rio.


"Siap mas bos ,masalah pekerjaan aku nanti kuserahkan kepada mas aja," jawab Laras.


Padahal Laras tidak tau kalau Rio pemilik perusahaan ternama, dan Rio ingin Laras bekerja dengannya agar bisa setiap hari bersama Laras.


"Baiklah kalau nanti kekasih suamimu itu pulang kita tidak masalah, suamimu kan belum bisa nanti memenuhi kebutuhan kekasihnya, kekasihnya itu kan hidup penuh kemewahan tanpa perhitungan, mereka nanti belanja, kamu juga harus belanja, semua nanti aku yang atur," ucap Rio kesal mendengar kekasih dari suami wanita yang ia cintai akan kembali, otomatis kekasihnya akan selalu dirundung kesedihan setiap hari.


"Terserah mas aja, kalau sekarang aku ngikut aja mas," ucap Laras dengan pasrahnya.


"Baiklah tuan putri, kalau tuan putri ok, apalagi mas, jawab Rio.


"hehehehe Makasih ya mas bos," ucap Laras lagi.


" Intinya kalau suamimu sudah jalan dengan kekasihnya, kamu gak boleh marah atau sedih lagi, ingat kamu punya aku, jangan tunjukkan kamu lemah dihadapan mereka," pinta Rio.


"Siap mas bos, aku akan ingat pesanmu, lagian kalau dirumah itu masih ada mama mertuaku yang sayang sama aku, dan papa mertua yang begitu pengertian, anaknya aja yang gak beres," jawab Laras.


"baiklah tuan putri ini kamu sudah sampai, mau turun sekarang atau kamu ke rumah mas," goda Rio.


"Jangan lah mas, nanti apa kata orang, Rio membawa lari istri orang kata semuanya, apa mas gak malu," ledek Laras.


"Yaudah kalau gitu silahkan tuan putri masuk rumah," ucap Rio.


"Baiklah mas bos, terimakasih untuk hari ini, aku masuk ya, mas hati-hati dijalan," ucap Laras sambil melambaikan tangan.


Tidak lama kemudian.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & komentar yang membangun...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2