Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Kesigapan Erawan


__ADS_3

Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah Laras dan Rio serta Erawan pamit untuk pulang karena sudah hampir larut malam, Rio pasti selalu menjaga pandangan tetangga Laras agar tidak ada komentar miring terhadap mereka.


"Buk saya permisi pulang dulu ya ," ucap Rio yang pamit kepada orang tua Laras.


"baiklah nak, kamu hati-hati ya terimakasih sudah berkunjung ," jawab ibu.


"Iya buk, sama-sama besok aku datang lagi," ucap Rio.


"Iya iya nak," jawab ibu Laras.


"Buk Laras ke depan ya sebentar ngantar mas Rio dulu," ucap Laras.


"Iya Laras kamu antar sampai depan ya," jawab ibu.


Melihat kondisi ibu Ratih yang semakin lama semakin pulih, asisten rumah tangga yang dikirim Rio sudah tidak sabar ingin kembali ke rumah Rio. Ratih yang merasa sudah bisa beraktivitas lagi juga ingin melakukan semua pekerjaannya sendiri, ia sudah merasa bosan di kamar terus setiap hari.


Ketika Rio dan Erawan sudah berangkat tiba-tiba datang sebuah mobil yang menghentikan langkah Laras menuju rumah " siapa lagi yang mau bertamu malam-malam begini," gumam Laras dalam hati.


"Haloooo Laras kamu belum tidur kannnnn," teriak Mita dari dalam mobil dengan menurunkan kaca mobilnya.


"Dasarrrr kirain siapa ternyata kamu, mau nagapin malam-malam kemariii haaaa??," tanya Laras.


"Nihh aku sudah bawa semua perlengkapan ku, aku mau nginap di rumah kamu malam ini," ucap Mita.


"Wowww tumbenn mau nginap ada angin apa ini," tanya Laras merasa curiga.


"Ya gak ada apa-apanya sih, pengen aja tidur di rumah kamu, kangen tauuu dah lama gak tidur bareng dengan tuan putri," ledek Mita.


"Mitaaaaaa jangan mulai deh,,, yuk buruan masuk," jawab Laras.


Sampai di kamar Laras Mita pun mulai percakapan memecahkan keheningan malam.


"Jadi kek mana besok, apa langkah kamu selanjutnya untuk masalah dengan Ricky," tanya Mita.


"Udah tenang aja, tadi sudah ada mas Erawan kok yang nangani masalah ini," jawab Laras.


"Mas Erawan??? siapa dia kok aku gak kenal," tanya Mita merasa heran dengan nama yang baru ia dengar.


"Dia itu pengacara mas Rio, aku minta bantuan untuk menangani masalah ini," jawab Laras.


"Ohhh seperti itu, jadi besok kita ke kampus dong sambil nunggu hasil dari mas Erawan itu?," tanya Mita.

__ADS_1


"Iya lah Mita, kita kan harus masuk full bentar lagi kita magang tuh," jawab Laras.


"Makanya itu kamu juga jangan terlalu banyak pikiran, takutnya kamu stressss gak ada lagi teman buat ribut," ledek Mita sambil tertawa.


"Duh kalau ngomong yang baik-baik dong, masa teman di bilangin stress tega banget sih," ucap Laras dengan bibir manyunnya.


"Sudah yukk istirahat, biar gak telat besok," ajak Mita.


"Mmm baik lah, good night Mita," ucap laras


"Night too Laras," balas Mita.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Suara ayam berkokok bersahutan di sekitar tempat tinggal Laras, menandakan hari sudah pagi di sambut dengan suara-suara langkah kaki warga sekitar yang mulai melakukan aktifitasnya, sementara Mita masih dibalut selimut dan Laras baru saja selesai mandi.


"Mitaaaa bangun dong sudah pagi nihhh," teriak Laras.


"Hmmmmmmm,,," jawab Mita sembari menarik selimut penutup tubuhnya.


"Sudah jangan terlalu lama lagi sudah jam delapan ini," ucap Laras dengan sandiwara bahwa hari sudah pukul delapan, mendengar kata-kata pukul delapan membuat Mita langsung duduk dan berdiri, soalnya ia juga takut telat ke kampus.


"Laras aku sudah siap ini, kamu kesini dong," teriak Mita dari kamar Laras.


"Iya iya ada apa sih Mita kok teriak sih," ucap Laras.


"Yuk berangkat sekarang nanti telat looo," jawab Mita.


"Kamu duluan aja Mita, ini masih pukul tujuh kok," ucap Laras.


Dengan refleks Mita pun mengambil handphone nya Dan melihat jam, ternyata Laras betul masih pukul tujuh ia baru sadar kalau dari tadi dirinya di kerjai oleh Laras.


"Dasar kamu yaaaaaaa, awas aja nanti aku balas," ucap Mita.


"hahahahahahhaaha takutttt akhhh," jawab Laras sambil meledek Mita yang berhasil ia kerjai.


Pagi itu juga Erawan langsung mengurus semua perkara antara Laras dengan Ricky, berkas-berkas yang sudah diberikan oleh Laras sebelumnya membuat pekerjaan Erawan menjadi sedikit mudah, tanpa menunggu waktu lama ia menuju pengadilan agama setempat yang kebetulan hanya dia yang mengurus masalah seperti itu, jadi semua urusan mulus tanpa ada hambatan. Erawan yakin kalau sebelum pukul tiga semuanya sudah beres.


Disisi lain Ricky masih dengan santainya di perusahaan tanpa menggubris perkataan dari Laras, ia menyepelekan kemampuan Laras mengurus masalah antara mereka.


Kring..... kring.... kring.... suara handphone Rio berdering

__ADS_1


"Halo Erawan ada apa?," tanya Rio.


”Begini mas, semua urusan mbak Laras sudah selesai bagaimana sekarang, apa aku harus ke kantor Ricky atau mbak Laras saja yang kesana," tanya Erawan.


"Sepertinya biarkan Laras saja yang kesana, agar kita tidak terbaca kalau sebenarnya aku terlibat dalam hal ini,,,, aku tidak mau orang lain tau dengan ini semua," ucap Rio.


"Baiklah mas kalau begitu biar saya langsung ke kampus mbak Laras sekarang," jawab Erawan.


"Baiklah silahkan," ucap Rio yang merasa sangat senang atas kinerja Erawan hari ini.


Tok.... tok... tok.... Suara ketukan pintu di ruangan Laras.


"Iya ada perlu apa pak," tanya seorang dosen yang sedang melakukan pembelajaran di kelas Laras.


"Begini pak, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Laras sekarang, sepertinya masalah serius," ucap seorang dosen lagi yang memangil Laras ke kelasnya.


"Laras kamu di panggil ke kantor sekretariat sekarang," ucap dosen yang masuk di kelas itu.


"Ba baik lah pak, saya permisi sebentar," jawab Laras yang merasa bingung kenapa dirinya harus dipanggil ke ruang sekretariat.


Sesampainya di sana ternyata ada Erawan dengan beberapa berkas di tangannya.


"Ada apa ya mas, kok sampai datang ke kampus Laras sih," tanya Laras yang masih kebingungan.


"Iya Laras, masalah antara kamu dengan Ricky sudah selesai tinggal tanda tangan dari Ricky sekarang, Rio menyuruh aku memberikan berkas ini kepadamu," ucap Erawan.


"Ohh syukurlah kalau begitu, terimakasih banyak ya mas Erawan aku gak tau bagaimana membalas ini semua," jawab Laras.


"Sudah mbak jangan berlebihan, ini kan atas perintah pak Rio juga, semoga secepatnya selesai ya mbak, kalau begitu saya pamit dulu," ucap Erawan.


"Iya iya mas, sekali lagi terimakasih ya mas," jawab Laras yang masih kaget kalau semua masalahnya bisa selesai secepat ini, rasanya masih seperti mimpi bagi Laras.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & komentar yang membangun...


...Terimakasih...


...πŸ™πŸ™πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2