
sesampainya mereka mengantar Mita saatnya untuk Rio menuju lokasi yang ia siapkan.
Disebuah cafe ternama di Jakarta dengan hiasan lampu yang begitu mewah, ditambah kain warna putih menandakan tepat itu khusus di siapkan untuk mereka belum lagi lilin yang tersedia diatas meja makan yang seakan menambah suasana begitu romantis.
"Mas kita makan disini?," tanya Laras dengan herannya.
"Iya lahh, emang mau dimana lagi," jawab Rio.
"Tapi kan mas," ucap Laras.
"Sudah kita di sana saja, ini semua aku siapkan hanya untukmu," jawab Rio dengan kata-kata yang membuat hati Laras luluh.
"Baik lah mas, tapi apa ini nggak berlebihan mas," ucap Laras.
"Stttttt sudah," jawab Rio dengan menempelkan jari telunjuk kanannya di bibir sexy Laras.
Saat mereka duduk di kursi yang sudah disediakan, para pemain musik pun datang mengiringi makan malam mereka.
" Mas aku maluu," ucap Laras.
"Lohhh malu kenapa??, kamu cantik sekali malam ini apalagi dengan dress itu begitu pas ditubuhmu," jawab Rio sembari memuji Laras.
"Sudah akhh mas, kita lanjut aja makannya," ucap Laras.
"Hmm baik lahh," jawab Rio.
Dengan iringan musik nostalgia suasana malam itu begitu romantis, dengan refleks Rio memajukan tangan kanannya ke arah bibir Laras " Maaf Laras kalau makan jangan belepotan pelan-pelan saja" ucap Rio. yang membuat Laras tersipu malu.
"Bagaimana kamu suka malam ini," tanya Rio.
" Suka banget mas, suasanya begitu romantis," jawab Laras.
"Syukurlah kalau kamu suka," ucap Rio.
Sungguh bahagia. Laras benar-benar bahagia. Laras tak akan pernah melupakan malam ini. Ia juga tak berhenti bersyukur karena Tuhan telah mempertemukannya dengan Rio yang membuatnya bisa terus tersenyum bahagia. Kembang api. Taman bunga tulip yang di tengahnya ada rerumputan berbentuk hati. Lilin-lilin kecil. Harum khas bunga tulip. Angin malam.Warna-warni di langit hitam berbintang. Tidak ada orang lain. Hanya mereka berdua. Laras tak akan melupakan kenangan indah ini.
“Bagaimana kalau bulan depan kita fireflies dinner?” tanya Rio begitu mereka selesai makan.
“Kenapa harus bulan depan? Tidak minggu depan saja?” Ucap Laras.
“Supaya tidak membosankan. Apa kau tidak bosan kalau setiap malam Minggu kita dinner?” tanya Rio.
Laras menggeleng kuat. “Tidak. Asalkan itu bersama mas, aku tidak akan bosan. Tetapi.. fireflies dinner? Kunang-kunang? Wow..” Laras kembali takjub.
“Bagaimana kalau bulan depannya lagi lampion dinner? Kita adakan dinner sebulan sekali!” seru Laras girang.
“Kalau bulan ini mas yang memberiku kejutan, berarti bulan besok aku yang akan memberi kejutan! Lihat saja! Tak akan kalah dengan kejutan Mas!” Laras sangat percaya diri ketika menatap kekasihnya. Ia benar-benar bahagia malam ini. “mas, terima kasih. Aku tak akan pernah melupakan malam ini.”ucap Laras.
Rio menyentuh jemari Laras, menggenggamnya. “Aku juga," Ucap Rio. " Saat aku melamarmu, aku akan memberikan dinner terbaik yang tidak kau duga.” gumam Rio dalam hatinya.
__ADS_1
Kembang api masih bermekaran di langit, menemani dua insan itu. Angin berhembus semakin dingin, membuat dua insan itu memutuskan untuk pulang. Melihat jam yang semakin larut mereka takut Ratih akan khawatir.
Keduanya pun berjalan menuju mobil yang berada diparkiran cafe, semua mata tertuju kepada Laras yang begitu cantik, anggun pada malam itu, semua laki-laki yang melihatnya seperti melihat bidadari dari kayangan.
Mobil Rio menyala dan Laras yang duduk santai di depan menatap langit yang penuh dengan bintang- bintang.
"Mas kita nanti berhenti sebentar di supermarket ya, aku mau beli sesuatu untuk ibu," ucap Laras.
"Oh iya ,, " jawab Rio.
"emang mau beli apa sih buat ibu, jangan kasih makanan sembarangan dulu dong," ucap Rio .
"Ngak mas, aku cuma mau beli buah kok, biar ibu cepat sehat," jawab Laras.
"Hmmm kirain mau ngasi makanan yang tidak-tidak," ucap Rio.
"Ya nggak lah mas" jawab Laras sambil tersenyum kepada Rio.
Beberapa menit berjalan Rio memarkirkan mobilnya di depan sebuah supermarket sesuai dengan permintaan tuan putri nya.
"Bentar ya mas, aku ke dalam dulu," ucap Laras.
"Silahkan tuan putri," jawab Rio.
Laras pun masuk dan menuju tempat buah-buahan di sediakan, Laras dengan telaten memilih buah yang pas dihatinya untuk diberikan kepada ibu, kemudian Laras memilih sedikit perlengkapan untuknya tidak jauh dari tempat Laras berdiri ternyata ada mama Ricky yang berbelanja di tempat yang sama dengan Laras.
Laras yang mendengar panggilan itu langsung menoleh ke arah suara," Eh mama, mama apa kabar?," tanya Laras.
" Mama baik kok, kamu bagaimana?," ucap mantan mertuanya itu .
"Baik juga kok ma," jawab Laras.
"Hmmm cantik sekali kamu malam ini, abis dari mana?," tanya mama Ricky.
Serrrrrrrr......
Tiba- tiba jantung Laras berdegup kencang, ia bingung mau jawab apa kepada mantan mertuanya.
"Oh iya ma, Laras baru dari tempat teman, dia merayakan acara ulang tahunnya," ucap Laras mengambil alasan.
"Oh iya lah... itu buah banyak banget buat siapa?," tanya nama Ricky lagi.
"Ini untuk ibu ma, kata dokter ibu harus banyak konsumsi buah, biar cepat pulih," jawab Laras.
" Hmmm baiklah, kalau begitu titip salam buat ibu kamu ya," ucap mama Ricky.
"Iya ma, nanti Laras sampaikan," jawab Laras.
"Ma Laras balik duluan ya, kasihan ibu terlalu lama ditinggal," ucap Laras.
__ADS_1
"MMM baik lah Laras, kamu jangan lupa berkunjung ke rumah mama ya," jawab mama Ricky.
"Iya ma, Laras nggak lupa kok, cuma blom ada waktu aja," ucap Laras sambil menuju kasir untuk proses pembayaran.
"Ehhh tuan putri ,, belanjanya sudah??," tanya Rio.
"Sudah mas, yuk cepat jalan," ucap Laras yang dari wajahnya Laras ada menyimpan sesuatu.
"Hmmm emang kenapa kok buru-buru," tanya Rio.
"Udah mas nanti Laras ceritakan," ucap Laras.
"Baiklah tuan putri," jawab Rio.
Ditengah perjalanan suasana di dalam mobil itu hening sekali bagai mobil tanpa penghuni.
"Laras," ucap Rio memulai pembicaraan untuk memecahkan keheningan.
"Iya mas?," tanya Laras.
"Tadi kenapa kok kamu buru-buru seperti adav yang mengejar?," ucap Rio.
"Oh iya Laras lupa, tadi di dalam supermarket aku ketemu dengan mantan mama mertua aku," jawab Laras.
"Apaaa??? berarti mamanya Ricky dong?," tanya Rio yang kaget dengan omongan Laras.
"Iya mas, makanya aku jadinya terburu-buru," ucap Laras.
"Terus mamanya si Ricky itu ngomong apa aja sama kamu?," tanya Rio.
"Ngak ada apa-apa kok mas,cuma nanya apa aku baik-baik aja, dan dia titip salam buat ibu, udahhh itu doang sih," jawab Laras.
"Hm bagus lah kalau cuma itu," ucap Rio.
"Maksud mas??," tanya Laras.
"Mas kira dia minta kamu untuk kembali dengan anaknya, ternyata ngak," jawab Rio sambil menatap Laras.
"Yeeeeyyy siapa juga yang mau lagi dengan anaknya," ucap Laras.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like,Vote & komentar yang membangun...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1