Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Ricky Meragukan Laras


__ADS_3

"Iya pak, mungkin mbak Laras kesal pak, soalnya sudah beberapa kali mbak Laras mendatangi mas Ricky tapi gak ada juga pergerakan dari mas Ricky," jawab sekretaris itu dengan polosnya.


"Oh kalau begitu wajar saja Laras seperti itu," ucap papanya Ricky.


"Ya sudah pak, cuma itu yang ingin saya sampaikan, saya permisi dulu ," jawab sekretaris Ricky.


"Baik lah, terimakasih informasinya," ucap papa Ricky.


"Sama-sama pak," jawab sekretaris itu sambil keluar dari ruangan.


Sore itu seluruh karyawan sudah bubar dari kantor termasuk pak Jacky pemilik perusahaan itu, papa dari seorang Ricky laki-laki paruh baya yang masih aktif mengurusi perusahaan milik keluarganya, karena Ricky belum bisa sepenuhnya untuk menggantikan posisinya, kini yang tinggal hanya Ricky seorang diri di dalam ruangannya.


Ricky sama sekali tidak ada pergerakan untuk mengurus masalahnya dengan Laras, ia cuek seolah tidak mau tau dengan apa yang sudah terjadi antara mereka.


Kring..... kring.... kring.....


(Ponsel Ricky berbunyi ada telpon dari Meike)


"Halo sayang... selamat sore, kamu apa kabar?," tanya Ricky sambil mengangkat telepon.


"Hm bagaimana urusan mu dengan Laras? apa sudah selesai?," jawab Meike dengan memberikan pertanyaan kepada Ricky.


"Ow masalah itu kamu tenang saja, semua akan aku urus secepatnya," ucap Ricky.


"Sudah hampir seminggu lo ini mas, masa kamu bilang secepatnya," jawab Meike.


"Iya sayang akan aku urus secepatnya, kamu gak usah khawatir semua akan baik-baik saja," ucap Ricky.


"Apa kamu bilang mas?? semua akan baik-baik saja?? kamu sadar gak kalau kamu belum pisah dari Laras jangan harap kita bisa ketemu," ancam Meike, yang tidak mau disebut sebagai wanita perusak rumah tangga orang lain.


"Lohhh kok gitu sih, mas udah kangen nih," ucap Ricky.


"Ingat mas Laras masih istri sah mu, aku gak mau nanti semua orang mengira kalau aku yang sudah merusak rumah tangga kamu dengan Laras," jawab Meike.


"Baiklah kalau begitu aku janji dalam waktu tiga hari ini, semua ini akan segera berakhir," ucap Ricky.


"Kalau kamu gak bisa menyelesaikan dalam waktu tiga hari ini, jangan salahkan aku kalau nanti aku pergi dari hidupmu untuk selamanya," jawab Meike sambil mengakhiri telepon nya.


Di taman yang sama Laras juga berada di sana dan Meike melihat keberadaan Laras dan segera menyusul Laras.


"Laras.... Laras.....," teriak Meike memanggil Laras.


"Eh iya saya," jawab Laras sambil melihat ke arah sumber suara yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Kamu sama siapa disini?," tanya Meike.


"Gak ada kok Meike aku sendiri aja ," jawab Laras.


"Bagaimana keadaan kamu?," tanya Meike.


"Aku baik-baik aja kok, kamu sendiri bagaimana?," jawab Laras sambil menanyakan kabar Meike kembali.


"Sama Laras, aku juga baik kok," ucap Meike.


"Oh iya bagaimana kamu dengan mas Ricky?," tanya Laras.


"Aku sama mas Ricky lagi jaga jarak, aku gak mau nanti disebut sebagai wanita perusak rumah tangga orang lain," ucap Meike.


"Aduhhhhh sabar yaaaa Meike sebentar lagi semua akan berakhir kok," jawab Laras.


"Iya sih, tapi gak enak juga lah ketemu dengan orang baru pisah dengan istri sahnya," ucap Meike.


"Aku tadi pagi sudah ke kantor Ricky kok, aku Ngadi waktu ke dia satu hari ini, kalau sampai malam juga gak ada kabar, mungkin besok aku yang akan menyelesaikan ini semua," jawab Laras.


"Owww kamu yakin bisa menyelesaikan semuanya ??," tanya Meike.


"Pasti bisa dong, harus dicoba kalau gak secepatnya aku juga merasa statusku digantung-gantung," jawab Laras.


"Iya Meike kamu duluan aja, aku nanti tinggal naik taxi kok," ucap Laras.


"Yasudah kalau begitu aku duluan ya Laras," jawab Meike sambil pamit kepada Laras.


Tidak menunggu lama lagi setelah Meike berangkat, Laras pun melangkahkan kakinya untuk mencari taxi di sekitar taman, ia juga masih agak khawatir dengan keadaan ibunya dirumah. sekitar lima belas menit menunggu akhirnya sebuah taxi pun tiba dan Laras langsung men stop taxi itu, tak lama melaju tiba juga di rumah, Laras terkejut karena ada sebuah mobil yang ia tidak kenal siapa pemiliknya, karena mobil itu kelihatannya masih baru di pakai dan baru kali ini Laras melihat mobil itu di depan rumahnya.


"Permisi, Assalamualaikum," teriak Laras sambil masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam," jawab semua yang ada di ruang tamu mereka, Laras terkejut ternyata ada Rio di rumahnya dan membawa seorang teman yang sebelumnya Laras belum pernah ketemu dan berkenalan dengannya.


"Oh ada tamu ternyata ," ucap Laras dengan sedikit senyum karena merasa sedikit malu selepas teriak tadi.


"Silahkan tuan," sahut asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Laras dengan membawa minuman dan sedikit cemilan.


"Ini Laras kenalin ini mas Erawan, ia ini pengacara handal aku," ucap Rio mengenalkan pengacaranya.


Erawan mengulurkan tangannya ke arah Laras.


"Saya Laras mas," ucap Laras.

__ADS_1


"Saya Erawan pengacara mas Rio," balas Erawan.


"Bagaimana kita ngobrol di rumah atau di taman saja," ucap Rio.


"Sepertinya kita ngobrol di taman aja mas, takut ibu dengar semuanya," jawab Laras.


"Baiklah kalau begitu mari kita keluar," ajak Rio terhadap Laras dan Erawan.


Sementara asisten rumah tangga itu disuruh untuk menjaga ibu sebentar, selama mereka ngobrol di luar rumah.


"Bagaimana perkembangan nya Laras," tanya Rio.


"Sampai sekarang belum juga ada pergerakan dari mas Ricky , tadi pagi aku sudah memberikan peringatan kalau hari ini harus selesai kepada mas Ricky," ucap Laras.


"Terus sudah ada kabar dari dia?," tanya Rio lagi.


"Belum mas, aku ingin secepatnya semua ini selesai agar aku merasa tenang mas," jawab Laras.


"Ya sudah kalau begitu, mas Erawan besok langsung urus semua perkara Laras ya, aku gak mau berlama-lama," pinta Rio terhadap Erawan.


"Baik mas, besok akan segera selesai, paling lama sekitar pukul tiga sore berkas-berkas yang perlu di tanda tangani Ricky akan saya bawa ke perusahaannya," jawab Erawan dengan sigap, karena ia juga tidak mau mengecewakan tuannya itu.


"Terimakasih banyak mas, sudah mau membantu, mudah-mudahan semua berjalan sesuai dengan rencana,"ucap Laras yang merasa senang karena akan segera terlepas dari Ricky.


"Sama-sama mbak , saya juga senang membantu apalagi yang minta mas Rio mana mungkin bisa ditolak," jawab Erawan.


"Akhh kamu bisa aja Wan," ucap Rio merasa malu karena di sanjung didepan Laras.


"Baiklah kalau begitu kita ke dalam yuk mas, takut ibu menunggu terlalu lama, aku tunggu kabar mas selanjutnya ya," jawab Laras.


"Siap tuan putri," ucap Rio.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah Laras dan Rio serta Erawan pamit untuk pulang karena sudah hampir larut malam, Rio pasti selalu menjaga pandangan tetangga Laras agar tidak ada komentar miring terhadap mereka.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2