Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Gagal Nongkrong


__ADS_3

“kamu kenapa sih ricky dari tadi papa perhatikan ada sesuatu yang begitu kamu pikirkan, coba ceritakan ke papa,” ucap Jacky berharap bisa meringankan beban pikiran putranya dengan berbagi cerita mereka.


“Ngak ada apa- apa kok pa, ma,” ucap ricky masih dengan wajah murungnya.


“Ngak ada apa- apa kok wajahnya seperti di tekuk gitu ,” Sindir Rere yang tahu persis dengan kelakuan putranya.


“Sebenarnya tadi aku melihat Pak Rio sedang berkunjung ke rumah Laras dan mengikuitinya dalam beberapa waktu,” Jawab Ricky dengan lemas.


“Pak Rio yang pengusaha muda itu?????,” tanya rere yang terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh putranya itu.


“Iya maaaa,,, Ricky lihat dengan jelas ,” jawab Ricky.


“Mana mungkin seorang bos besar datang kerumah Laras apa ceritanya Pak Rio bisa mengenal dan dekat dengan Laras,” Sanggah Jacky papanya Ricky.


“Ricky juga ngak tau, bahkan tadi Pak Rio membelikan semua perlengkapan ibu Ratih,” Jawab Ricky.


“Lohhhh masa iya,,,, emang Laras kemana kok bisa Pak Rio melakukan itu,” Sambung Rere yang menjadi lebih bingung dengan cerita Ricky.


Mereka bertiga ngak pernah menyangka kalau Laras bisa dekat dengan seorang pengusaha muda yang sukses dan mandiri seperti Rio, pasalnya mereka sama sekali tidak pernah tahu kalau dulu Rio dan Laras sering ketemu di Pajak ketika Laras akan berbelanja untuk kebutuhan rumahnya dulu.


“Hmmmmmmmmmmm berarti Rio yang mama kasi tau ke papa itu benar- benar Pak Rio kan pa????,” tanya Rere yang mengingat kejadian mereka ketemu dan berjabat tangan dengan Rio.


“Iya ma, berarti memang Pak Rio yang itu, papa yang salah berarti menganggap remeh terhadap Laras,” jawab Papanya Ricky.


“Tapi kalau pak Rio ke rumah ibu Ratih Larasnya kemana???,” Tanya Rere yang semakin bingung.


“Ricky juga ngak tau ma, intinya Laras ngan lagi dirumah makanya yang menjenguk ibu Ratih itu pak Rio,” Jawab Ricky yang juga masih ter heran- heran dengan keadian yang ia lihat tadi.

__ADS_1


............................................................


Setelah menempuh perjalanan satu jam, dengan posisi macet sepanjang jalan menuju rumah Rio akhirnya sampai juga dengan merasa sangat lelah karena beraktivitas seharian hanya bisa beristirahat sebentar saja di setiap pekerjaannya.


“Hm hm hm,,,, tumben anak mama pulang jam segini??,” sindir Siska yang berkunjung tiba- tiba kerumah anaknya itu.


“Ehhhh mama, kapan datang kok ngan bilang- bilang ke Rio sih kalau mama mau kemari???,” sambung Rio denmgan bertanya kepada mamanya karena datang dengan tiba- tiba tanpa memberi tahu anaknya.


“Kalo mama bilang ntar ngak jadi Supprice dong, lagian kamu mau apa juga mama lapor kalau mama ingin ke rumah kamu??,” lempar pertanyaan oleh siska terhadap anaknya.


“ ya kan ntar bisa dong Rio jemput mama,” jawab Rio.


“kapan sejarahnya kamu mau datang jemput mama???? Kamu kan sibuknya minta ampun makanya mama jarang meninta kamu untuk menjemput mama,” balas Siska.


“Hmmmm iya iya iyaaaa dehhh maaf, lain kali Rio usahakan buat jemput mama oh iya ma ibunya Laras titip salam buat mama dan papa,” ucap Ricky yang menyampaikan pesan ibu Ratih untuk titip salam kepada orang tua Rio.


“Tadi Rio jeguk ibu Ratih ke rumahnya karena Laraskan masih magang ma, dan bakal jarang pulang makanya Rio sempatin tadi seinggah dirumahnya sebentar,” jawab Rio.


“Hmmmm pilih kasih berarti yaa,,, blom jadi ibu mertua baiknya udah minta ampun, mamanya aja jarang dikunjungi,” Sindir Siska sembari menahan tawa melihat ekspersi anaknya yang sudah serba salah.


“Bu bukan seperti itu maksud Rio ma,,, kan beda cerita, mama masi ada papa yang nemani mama, kalau bu Ratih kan sendiri karena mereka Cuma berdua aja,” jawab Rio dengan merasa sedikit bersalah walaupun alasannya tepat tapi memang benar kalau dirinya jarang berkunjung ke rumah orang tuanya.


“Memang lah anak mama ini, semoga kepannya nanti lebih baik lagi ya, mama Cuma bisa berharap seperti itu,” ucap Siska.


“Iya maaaa Rio akan berusaha seperti ini terus nantinya, kalau begitu Rio ke kamar dulu ya ma, lengket banget soalnya semua badan Rio,” ucap Rio yang minta izin untuk membersihkan badannya sebentar.


“Okkkk nak,, mama tunggu disini aja ya,” jawab Siska.

__ADS_1


“Hmmmm kalau Rio berpikirnya sudah seperti ini rasanya lega sekali, melihat caranya yang sudah dewasa membuat aku ngak ragu lagu untuk menikahkan dia segera,” gumam Siska yang melihat pola pikir anaknya yang jauh lebih dewasa.


...................................................


Dilokasi magang Laras dan Mita masih beres beres untuk pulang kembali ke kost mereka, sungguh hari pertama yang begitu melelahkan dengan berjuta pelajaran yang mereka dapatkan.


“Mit kita langsung pulang aja ya, pengen istirahat ,” ucap Laras.


“Lohhhh tadi rencananya masi mau nongkrong- nongkrong dulu, gimana sihhh Ras??,” jawab Mita.


“Iyaaa maaf, tapi kan capek banget Mit, kamu ngak kecapean emangnya??,” jawab Laras yang bertanta kembali kepada Laras.


“Capek sihhhh,,, ya udah besok aja kita nongkrongnya okkk,” jawab Mita.


“Nanti kita beli makannya di bungkus aja, makan di kost aja kita untuk kali ini, aku udah ngak tahan lagi pengen rebahan, pegal banget semua badanku,” ucap Laras yang mengeluh dengan rasa capek yang sedang ia rasakan.


“Sebenarnya sama Ras, aku juga pengen rebahan,” jawab Mita.


“Baiklah sekarang kita balik yokk,” ajak Laras yang sudah sabar ingin cepat kembali ke kost.


Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk nongkrong menikmati suasana malam di kota itu tertunda dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan rencana mereka dan melihat jam yang ada ditangan laras sudah menunjukkan pukul. 07.00 pertanda hari mulai malam, lampu – lampu di sepanjang trotoar, di rumah- rumah penduduk menambah indahnya pemandangan yang penuh lampun dimana- mana. Kendaraan yang tidak begitu padat membuat suara- suara knalpot dan klakson sangat jarang terdengan, tidak seperti di Jakarta suara- suara bising berdatangan dari setiap kendaraan yang lewat.


Tak lupa mereka membeli nasi dan beberapa snack di sepinggir jalan menuju kost mereka dan berencana untuk menyantap semuanya saat tiba di kost. Bahkan Laras dan Mita ngak kepikiran untuk menelpon orang tua masing- masing perkara kelelahan yang begitu lumayan menyiksa mereka berdua, dan saatnya untuk mandi satu per satu bergantian menuju kamar mandi, mungkin faktor badan yang jarang melkukan aktivitas yang lumayan padat jadi badan begitu terasa tersiksa bagi mereka berdua. Dan Rio juga merasakan hal yang sama dengan mereka jadwal yang padal di hari pertama magang.


Bersambung


Jangan Lupa Like, Vote & berikan Bintangnya

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2