Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Bertemu Bos Perusahaan


__ADS_3

Iya buk tapi Laras kan kesana untuk nambah ilmu bu, lagian dia juga audah janji untuk bisa pulang sekali seminggu,” ucap Rio.


“Iya juga sih nak, tapi mungkin karena belum terbiasa terpisah lagi dengan laras makanya ibu agak susah tidurnya semalam,” jawab Ratih.


“Iya bu,,, Laras udah pernah nelpon ibu belum?,” tanya Rio.


“Sudah nak, semalam ketika nyampe dan barusan saja ibu nelpon dengan Laras, emang kenapa nak?,” tanya Ratih balik.


“Rio blom pernah telponan sama Laras, makanya Rio tanya ibu,” jawab Rio.


“Lohhhh kok tumben dia ngak nelpon kamu,” ucap ibu Laras.


“Ngak tau buk mungkin dia kecapekan semalam bu, nanti lah Rio coba untuk nelpon Laras,” jawab Rio.


“Iya nak,” ucap Ratih.


“Buk, Rio balik ke kantor dulu ya, masih ada rapat soalnya nanti bu,” balas Rio yang pamit untuk kembali ke pekerjaannya.


“Baiklah nak, kamu hati- hati ya,” jawab Ratih.


“Iya bu, Assalamu’alaikum,” ucap Rio sambil melangkah ke luar Rumah menuju mobilnya.


Kring,,,,,,, kring,,,,,, kring,,,,,,,


Handphone Laras berdering dan langsung melihatke layar ponselnya ternyata ada nama Rio yang tertera di layar handphone.


“Hallo mas????,” jawab Laras.


“Hallo Ras, kamu apa kabar kok ngak pernah ngabarin mas?,” tanya Rio.


“Maaf mas, aku kecapekan semalam makanya ngak sempat kepikir untuk nelpon,” jawab Laras.


“Ohhh iya lah,,, kamu udah makan???,” tanya Rio.


“Udah mas nih baru selesai. Mau kembali ke kantor juga, mas sendiri lagi apa” jawab Laras.


“ Nih mas baru pulang dari rumah kamu jenguk ibu, lagi di jalan juga menuju kantor masih ada rapat nanti,” ucap Rio.


“Makasih ya mas,,,, udah jengukin ibu, ibu sehat kan mas??,” Tanya Laras kepada Rio.


“Iya ibu sehat kok, kamu jadi pulang kan akhir pekan” jawab Rio sambil menayakan kepulangan Laras.


“Iya mas, aku pasti usahain kok untuk bisa pulang sekali seminggu seperti janjiku kepada ibu,” Ucap Laras.


“Syukurlah kalau begitu aku juga akan sangat merindukan kamu jika kamu tidak pulang,” jawab Rio.


“Mas selalu bisa aja kalau masalah untuk menggombal,” ucap Laras.

__ADS_1


“Ini bukan gombal kok, ini dari lubuk hatiku paling dalam,” jawab Rio dengan santai nya.


“Baiklah mas kalau begitu, aku sudah nyampe kantor nih nanti lagi aku kabari ya mas,” ucap Laras yang harus pamit kepada Rio kekasihnya itu karena sudah sampai di lokasi magangnya.


“Iya iyaaa Ras, mas juga udah nyampe kantor kok, Assalamu’alaikum,” jawab Rio.


“Waalaikumsalam,” balas Laras dan mengakhiri pembicaraan.


.................................................................


Laras dan yang lainnya sudah memasuki ruangan mereka di saat yang sama bos di perusahaan itu pun masuk ke perusahaan.


“Selamat siang pak ,” ucap May menyambut bos itu.


“ Siang juga, ada info apa hari ini,” tanya bos peusahaan itu.


“Oh Iya pak kebetulan hari ini, anak magang yang dari Jakarta itu sudah masuk dan bergabung di ruangan tim Riska pak,” jawab May.


“Baiklah kalau begitu suruh mereka untuk menghadap ke ruangan saya dulu,” titah bos.


“Siiii siap pak bos !!! ,” jawab May sambil berlari menuju ruangan Riska.


Brukkkkkkkkk,,,,,,, suara pintu yang langsung dibuka oleh May tanpa basa basi membuat semua yang ada didalam ruangan itu terkejut.


“Ada apa mbak, kok sepertiya gawat sekali,” tanya Riska yang masi melongo terhadap May.


“Laras dan Mita segera menemui pak Bos sekarang juga kalian sudah ditunggu di sana,” ucap May.


“ Sudah kalian temui saja, ngak ada apa- apa kok, pak Bos Cuma mau kenal kepada kalian aja,” ucap May dengan nafas yang masing ter engah- engah karena efek berlari tadi.


“Baik lah mbak, kita berdua menghadap bapak dulu ya mbak,” ucap Laras kepada Riska minta izin keluar dari ruangan mereka.


“Iya Laras, Mita, sukses selalu ya,” Ucap Riska menyemangati mereka berdua.


Dengan melangkah perlahan – lahan, Mita dan Laras melangkah keluar untuk menemui pimpinan perusahaan tempat mereka magang, walau dengan perasaan sedikit nerfesh mereka berdua tetap menunjukkan percaya diri merek masing- masing untuk menghilangkan wajah gemetarnya.


Tok.... tok.... tok.... “ suara ketukan pintu”.


“Permisi pak,” ucap Laras dari luar ruangan.


“Silahkan masuk, Pintunya ngak di kunci kok,” sahut Pimpinan dari dalam ruangannya.


Krekkkkkkkkkk,,,,,,, “Suara pintu terbuka”.


“Selamat siang pak,” ucap Mita.


“Siang juga, silahkan duduk,” ucap Bos itu mempersilahkan Mita dan Laras duduk.

__ADS_1


“Baik pak,” sahut mereka secara bersamaan.


“Ada perlu apa ya pak, manggil kita berdua?,” tanya Mita.


“Ohh ngak ada apa- apa kok, saya cuma ingin kenal dengan kalian berdua,” jawab pak Bos.


“Ohhh iya lah pak, Saya Mita dan ini teman saya Laras, kita berdua dari Universitas Satya Bangsa pak.


“ Baik lah, saya Windra pimpinan di perusahaan ini,” jawab Windra sebagai pimpinan di perusahaan itu, dan karyawan lain sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan pak bos.


“Alasan kalian memilih ke perusahaan ini apa ya, jauh- jauh dari Jakarta,” tanya pak bos.


“Kita memilih perusahaan ini karena alasan ini merupakan perusahaan terbaik menurut kami, dan berharap dengan kami magang disini semoga kita berdua dapat pengalaman dan ilmu kerja yang baik untuk bekal masa depan nantinya pak,” ucap Laras menjelaskan alasan mereka memilih perusahaan itu sebgai tempat mereka magang.


“Ohhhh baiklah, semoga nantinya kalian selesai dari sini mendapat apa yang kalian impikan di perusahaan ini ya,” ucap Windra sebagai pmpinan perusahaan itu.


“Iya pak, semoga ya pak,,,, baiklah pak,,,,, masih ada lagi yang perlua di sampaikan pak???,” tanya Mita.


“Suda saya rasa semuanya sudah cukup, semoga betah di perusahaan ini ya,” jawab Windra.


“Iya pak, kalau begitu kita berdua kembali ke ruangan dulu ya,” ucap Laras pamit meninggalkan ruangan.


Krekkkk,,,,,, “Suara pintu terbuka”


“Huhhhhhhhhhhhhh ,” Suara laras menghela nafas.


“Kamu kenapa Laras,” tanya Mita.


“Lega rasanya Mit, kirai tadi ada yang penting – penting banget, ternyata Cuma itu pertanyaan bapak itu,” jawab Laras.


“Iya ya Ras, aku juga sebenarnya agak- agak takut gimana gitu, Cuma aku ngak ambil pusing,” sambung Mita.


“Yaudah kita ;langsung ke ruangan yukkkk nanti kita di cari mbak Riska,” sambung Laras.


“ Tok,,,,, tokk,,,, tokkk,,,,,,,, Permisi,” ucap Mita sambil mengetuk pintu.


“Krekkkk,,,, Laras membuka pintu dan langsung masuk”.


“Gimana tadi pak bos nanya apa saja ke kalian berdua,” tanya Riska.


“Iya nihhh aku juga penasaran banget nihhhh,” ucap Ibra yang penasaran juga karena mereka berdua di panggil pak bos.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan lupa Like, Vote, Komentar...

__ADS_1


...Dan berikan Bintangnya...


...Terimakasih...


__ADS_2