
Waktu yang ditunggu- tunggu Rio pun tiba, tepat tiga hari setelah ia menyatakan perasaannya kepada Laras , Rio sudah tidak sabar untuk mendengarkan jawaban dari Laras.
Drt...... drt.... drt..... ponsel Laras berdering.
“Halo mas,” Jawab Laras.
“Kamu dimana Ras??,” tanya Rio.
“A.. aku di rumah kok mas ngak kemana- mana,” ucap Laras yang mengatakan dia tidak kemana – mana, berhubung hari itu adalah hari minggu.
“Ya sudah mas kerumah ya,” jawab Rio.
“Ooooo baik lah mas,” ucap Laras yang lupa kalau ia ada janji kepada Rio dengan Jawaban yang ia janjikan.
Tiga puluh menit perjalanan Rio pun tiba di rumah Laras.
“Permisiiii,” teriak Rio dari luar rumah.
“Iya sebentar mas ,” ucap Laras dari dalam rumah.
“Tumben mas datang hari minggu, apa ngak pergi liburan?,” tanya Laras.
“Berlibur disini saja lah,” ucap Rio.
“Owww kalau begitu mari masuk dulu mas,” ajak Laras.
“Ehhhh nak Rio, kapan datang?,” tanya ibu yang langsung keluar dari kamar setelah mendengar suara daro Rio.
“Eh ibu Rio baru nyampe kok bu,” jawab Rio.
“Mau kemana kalian, tumben nak Rio datang hari minggu seperti ini,” ucap Ratih.
“Hehehehe iya buk, sesekali kan gapapa,” jawab Rio sembari tersenyum kecil.
“Yukkk silahkan mas, minumnya di minum,” ucap Laras yang sudah mengambil minuman untuk Rio yang bertamu di hari minggu.
Laras yang tak juga sadar atas kedatangan Rio untuk menagih janjinya dengan jawaban perasaan yang sudah diutarakan oleh Rio.
“Ras kita bisa bicara sebentar,” ucap Rio kepada Laras, dan membuat hati laras tak karuan.
“Booo boleh mas, kita ngobrol di luar saja yu,” jawab Laras.
“Bu kita ke luar sebentar ya,” ucap Laras permisi kepada ibunya untuk keluar rumah sebentar.
Mereka berdua pergi ke halaman rumah yang memang ada tersedia tempat duduknya.
“Ada apa mas, apa yang mas ingin bicarakan??,” tanya Laras.
“Kamu ngak ingat ada janji hari ini,” jawab Rio.
__ADS_1
“Janji???? Janji apa ya mas Laras lupa,” ucap Laras.
“Tepat tiga hari yang lalu aku mengutarakan perasaan ku, dan hai ini adalah waktu yang kamu janjikan untuk memberikan jawaban kepada ku,” jawab Rio yang membuat Laras terkejut.
Tiba – tiba Rio menggenggam tangan Laras dan menatap mata Laras. Hal ini membuat jantung laras semakin berdegub kencang, perasaan yang semakin tak karuan. Ia masih bingung atas apa yang kan ia jawab kepada Rio.
"Bagaimana Laras? apa jawaban dari mu?," tanya Rio.
"A,,,, aku,,, sebenarnya,,,, sebenarnya punya perasaan yang sama terhadap kamu mas," ucap Laras dengan terbata-bata.
"Apa Ras??? coba ulangi sekali lagi!!," ucap Rio yang merasa penuh bahagia mendengar jawaban dari Laras.
"Aku juga punya perasaan yang sama kepada mu mas," jawab Laras dengan jelas.
Tanpa basa basi Rio langsung memeluk Laras dengan erat, dengan perasaan berbunga-bunga dan penuh semangat dalam hidupnya karena Laras seorang gadis yang ia harapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.
"Terimakasih Larassss," ucap Rio.
"Terimakasih untuk apa??," tanya Laras.
"Terimakasih telah mau menerima aku untuk mendampingi mu," ucap Rio.
"Sama - sama mas, aku juga berterimakasih sudah mau menerima aku, walau mas sudah tahu cerita hidupku," balas Laras.
"Aku ingin membahagiakan kamu, sekuat semampuku aku janji tidak akan mengecewakan mu," ucap Rio.
"Semoga ya mas, jangan hanya kata-kata saja, tapi berikan bukti," jawab Laras.
"Baik lah mas, kita ke dalam yuk takut ibu menunggu terlalu lama," ucap Laras.
"Ras nanti kita ke rumah orang tua aku ya, mereka ingin bertemu dengan mu," pinta Rio.
"Tapi mas, aku belum siap untuk bertemu dengan keluarga mas," ucap Laras.
"Gapapa santai, orang tua aku nggak makan orang kok," jawab Rio memecahkan suasana.
"Udah yuk kita ke dalam," ucap Laras.
Akhirnya Rio merasa beruntung sekali bisa di terima oleh Laras setelah sekian lama ia tunggu, dari awal Rio sudah mempunyai tekat dalam dirinya akan membahagiakan Laras, cukup dengan Ricky Laras menderita Rio tidak ingin melihat Laras bersedih lagi.
"Kalian dari mana kok lama sekali," ucap ibu.
"ngak dari mana-mana kok bu, cuma dari depan aja," jawab Laras.
Melihat dari Wajak kedua anak muda yang ada di depannya yang sangat berbunga-bunga, jelas terlihat kebahagiaan di wajah mereka membuat Ratih semakin penasaran dengan apa yang terjadi diantara mereka berdua.
"Dari depan kok segitu lamanya, ada angin apa ini kelihatannya kalian senang sekali?," tanya Ratih.
"Ngak ada apa-apa kok bu," jawab Laras.
__ADS_1
"Ibu nggak percaya kalau nggak ada apa-apa diantara kalian," ucap Ratih yang penasaran.
"Kita udah jadian bu, apa ibu merestui hubungan kami?," ucap Rio yang tidak ingin menyembunyikan hubungannya dengan Laras.
"Owww ibu ikut senang mendengar nya, tapi satu pesan ibu, jangan buat sakit hati putri ibu satu-satunya," ucap Ratih.
"Siap bu, semampu ku, aku akan menjaga dan menyayangi Laras bu," jawab Rio.
"Bagus kalau begitu," ucap Ratih.
"Berarti ibu memberi restu untuk hubungan kami?," tanya Rio dengan semangat.
"Iya ibu merestui hubungan kalian, semoga nggak ada penghalang diantara kalian berdua," jawab Ratih.
"Amin, makasih bu," ucap Rio penuh rasa bersyukur.
"yaudah ibu ke belakang sebentar," jawab Ratih.
Laras yang mendengar pembicaraan Ratih dengan Rio membuat ia terdiam, soalnya jarang sekali laki-laki yang berani berbicara langsung dengan ibu Laras apalagi masalah hubungan seperti ini. kali ini Rio menunjukkan keseriusan nya terhadap Laras.
" Terimakasih mas," ucap Laras.
"Untuk apa kamu berterimakasih?," tanya Rio.
"Sudah membuktikan keseriusan kamu dengan berbicara langsung kepada ibu," jawab Laras.
"Akhh itu kan sudah jalannya, kalau mau menjalin hubungan yang pertama kan harus mendapatkan restu dari orang tua," ucap Rio.
"Iya mas, tapi apa orang tua kamu bisa menerimaku dengan status ku yang sudah pernah menikah," jawab Laras.
"Kalau itu urusan belakangan, aku sudah pernah bercerita kepada mama kok mengenai kamu, jadi sedikit banyaknya ibu sudah tahu tentang kamu," ucap Rio.
"Jadi apa pendapat mama kamu terhadap ku mas?," tanya Laras.
"Kalau kamu pengen tahu, makanya ikut aku ketemu sama orang tua aku," jawab Rio yang tidak menjawab pertanyaan dari Laras .
"Yahh tapi mas, aku masih ngak percaya diri," ucap Laras.
"Sampai kapan kamu terus-menerus nggak percaya diri?," tanya Rio.
"Aku juga nggak tahu mas," ucap Laras.
Laras dan Rio masih beradu pendapat bkapan mereka akan bertemu langsung dengan orang tua Rio, sementara Laras masih belum percaya diri karena status dia yang sudah pernah menikah atau lebih dikenal dengan sebutan janda.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan lupa Like, vote, komentar & beri bintangnya...
__ADS_1
...Terimakasih...