Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Alasan Laras


__ADS_3

Laras sampai di rumah langsung mandi, dan beristirahat, lumayan capek juga pagi bekerja langsung kuliah, gumam Laras.


tapi apa pun itu akan aku jalani untuk menggapai mimpi-mimpi ku, aku masih punya mimpi untuk membahagiakan ibuk yang kini semakin menua,ucap Laras dalam hati.


Mama mertua Laras yang tengah was-was karena dia takut Laras akan betul-betul meninggalkan anaknya.


"Laras akhirnya kamu pulang juga"ucap mama mertua Laras.


"Iya ma, emang kenapa ma kok bicara seperti itu sih," tanya Laras.


"Ya iya , secara kamu pergi gak bilang ke mama, tumben kamu gak pamit," jawab mama.


Begitu semangatnya Laras untuk berkuliah jadi dia lupa tadi pagi untuk berpamitan kepada mama mertuanya itu.


"Hehe iya ma maaf, tadi pagi Laras gak sabar mau jumpa ibuk makanya Laras lupa deh pamit, ibuk belakangan ini agak sakit-sakitan ma, makanya Laras harus sering mengunjungi ibuk ma," jelas Laras.


"Oh kalau begitu kan mama gak khawatir lagi kalau Laras gak ada dirumaj lagi," ucap mama mertuanya.


Ketika malam pun papa mertuanya pulang langsung juga mencari Laras.


"Laras kamu kemana aja sih ,jangan buat papa, mama khawatir," ucap papa.


"Begini pa ceritanya, ibuknya Laras belakangan ini agak sakit-sakitan, jadi pagi tadi sangking segera mungkin untuk bertemu ibuknya, jadi Laras lupa deh untuk pamit," mama jelaskan kepada papa.


"Hehehe maaf pa, bukan maksud Laras buat mama dan papa khawatir, tapi karena itu tadi Laras lupa pamit," sahut Laras.


"Baiklah kalau begitu lain kali jangan diulangi ya, buat mama papa khawatir, ucap papa.


"Iya pa sekali lagi maaf ya pa," jawab Laras dengan senyumannya.


"Ya sudah kita istirahat yuk, Ricky ada kerja lembur di kantor sengaja papa tinggalin," ucap papa.


"Mari pa, kamu juga istirahat sekarang ya ," ucap mama terhadap Laras.


Kira-kira pukul sepuluh tepat malam hari, Ricky pun pulang dari kantor karena dibuat lembur oleh papa, dan melihat istrinya sudah di dalam kamar.


Syukurlah Laras gak betul-betul pergi dari rumah ini, kalau tidak, mau jadi apa keluarga ini, tapi maaf Laras sampai saat ini aku belum bisa untuk membuka hati ini, hatiku masih seutuhnya diisi oleh Meike. Semoga kamu bisa bertahan sampai saatnya aku bisa membuka hati ini untukmu, walau bagaimanapun kamu itu istri sah ku. Istri pertama ku walaupun caranya sedikit salah.Gumam Ricky dalam hati.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Hari kedua Laras menuju kampus, tetap dengan semangatnya, dia sudah melakukan tugas di rumah segera menuju kampus.


"Hey Mita, gimana kita langsung ke kelas atau ke mana," tanya Laras.


"kita ke taman dulu yuk, aku masih kangen cerita kita di SMP dulu, jawab Mita.


Kemudian mereka melangkah ke taman,dan membahas masa-masa SMP mereka.


"Dulu kita pernah bermimpi untuk kuliah bareng kan," Mita membuka omongan.


"Oh iya ya aku baru ingat, ini akhirnya terkabul ya Mit, aku senang banget deh, bisa kuliah bareng, ketemu kamu lagi," jawab Laras.


"Eh teman kita yang lain sekarang apa kabar ya, pasti mereka juga sudah pada sukses," ucap Mita.


"Bisa jadi , aku juga gak pernah ketemu dengan yang lain baru kamu setelah beberapa tahun Mit, ini juga masih terasa mimpi bagiku, sahabatku sendiri akhirnya ketemu lagi, jawab Laras.


"Hehehe benar banget Laras aku juga seperti itu masi berasa mimpi ketemu kamu, artis SMP kita ," ucap Mita memuji Laras.


"Akhhh apa an sih Mita kamu bisa aja deh, siapa juga yang artis , aku sahabat kamu tau bukan artis," sahut Laras.


"Mmmmm itu kan dulu, Sekarang sudah gak lagi, udah redup cahayanya," jawab Laras.


"Redup apanya, ini juga di kampus dari hari pertama masuk, semua mata sudah tertuju padamu," ucap Mita.


"Sudah yuk kita ke kelas aja, mulai panas juga kan," ajak Laras.


"Yuk Laras aku juga merasa panas nih," ucap Mita.


Suasana di kelas semakin hangat sebab dikelas mereka semua saling mendukung, saling menghargai apa pun profesi masing-masing orangnya.


Hari-hari Laras sungguh bahagia di kampusnya, semakin hari Laras semakin betah dan bertambah semangat, sementara tidak satupun keluarga dari Laras yang tau bahkan keluarga dari Ricky suaminya juga gak tau sama sekali.


Laras teringat dengan janji memberi kabar kepada Rio.


"Mas gimana , kamu datang gak jemput Laras, kalau gak aku pulang bareng Mita aja hari ini," ucap Laras.

__ADS_1


"Mas sih bisa aja menjemput kamu, tapi kalau kamu mau sama Mita juga gak apa-apa, berarti besok harus mas yang jemput ya," jawab Rio.


"Baiklah mas, hari ini aku sama Mita ya," ucap Laras lagi.


"Iya tuan putri, kamu hati-hati ya," jawab Rio.


"satu lagi belajar yang baik, biar lulusnya cepat dengan nilai tinggi, pasti dapat kerja cepat nanti," sambung Rio.


"Siap mas bos, Laras pasti rajin kok," jawab Laras.


Tapi baru ini Laras menyadari kalau perhatian mas Rio sungguh tulus terhadapnya, sementara suaminya tidak sama sekali, apa mungkin aku ada rasa terhadap mas Rio, setiap kali dengannya aku merasa aman dan nyaman, bahkan setiap dengannya hari-hari ku bahagia.


waktu pulang pun tiba, Laras yang sudah berjanji akan pulang bersama Mita.


"Laras kita jadikan pulang bareng," tanya Mita.


"Oh jelas dong, kita pulang bareng kan aku sudah janji semalam," jawab Laras.


"Gitu dong, masih seperti dulu kamu ternyata, kalau sudah janji pasti kamu selalu tepati," puji Mita lagi denga senyuman.


"Makasih Mita ,kamu juga sahabat terbaikku sepanjang waktu," jawab Laras yang langsung memeluk sahabatnya itu.


"Baiklah kita makan dulu ya baru pulang, kali ini aku yang neraktir kamu," ucap Mita.


"Baik lahh sahabatku, aku ngikut aja yang penting kita jalan," jawab Laras.


Mereka pun menghabiskan waktu bersama seharian, mengenang masa lalu sekilas SMP dan membahas teman-teman sekelas yang sudah entah dimana sekarang, mengingat kejadian-kejadian SMP yang begitu berkesan membuat mereka tertawa sendiri. Sampai akhirnya mereka hampir lupa melihat jam sangking serunya membahas semua itu, pukul empat sore mereka pun bubar dan Mita mengantar Laras ke rumahnya.


Mita yang belum tau bahwa Laras sudah menikah dengan seorang anak pemilik perusahaan ternama di kota itu, merasa heran dengan alamat yang diberikan Laras. Perasaan Mita alamat rumah Laras bukan ke arah yang ia berikan tapi kok sekarang sudah beda, apa Laras sudah pindah rumah, gumam Mita.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & komentar yang membangun...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


.


__ADS_2