Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Jalan Jalan Dengan Rio


__ADS_3

Pagi harinya, yang merupakan hari pertama kerja untuk suami Laras. Dengan menggunakan motor yang diberi orang tuanya, ini juga kekasihnya belum mengetahui kabar ini.


Laras menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan suaminya untuk berangkat ke perusahaan papanya,


selesai bersiap mereka melanjutkan untuk sarapan,


tidak lama kemudian Ricky berangkat duluan ke kantor dengan diantar Laras sampai ke halaman depan, sementara papa masih dimeja makan, setelah Ricky berangkat Laras kembali ke ruang makan.


"Laras coba kamu kesini dulu," ucap papa.


"Ia pa ada apa," tanya Laras.


"Kamu yang sabar ya nak, pasti ada hikmah dibalik semua perlakuan suamimu," ucap papa memberi semangat kepada Laras.


"Iya pa Laras akan coba untuk bersabar, menghadapi mas Ricky.


"Ya sudah kalau begitu papa juga berangkat sekarang, takut telat jam segini biasa mulai macet di jalanan," sahut papa.


"Iya pa, papa hati-hati,"ucap Laras dengan mama, langsung ikut mengantar papa ke depan rumah.


Semua laki-laki berangkat bekerja dari rumah itu, Laras kembali menyelesaikan semua urusan dapur, dan selesai itu.


Kring,,, kring,,, kring,,,


Ternyata ada telpon dari Rio.


"Halo mas, ada apa ya, tumben pagi-pagi seperti ini menelpon," tanya Laras.


"Hehehe aku memang sengaja melenpon kamu pagi ini, gimana kabar kamu, udah gak nangis lagi kan," jawab Rio sambil meledek Laras.


"Apa an sih mas, gak kok Laras gak nangis lagi," ucap Laras dengan senyum kecil diwajah cantiknya.


"Nah bagus kalau begitu, kamu sudah selesai kerjaan dirumah kan," tanya Rio.


"Sudah mas, baru aja selesai semua emang kenapa mas," jawab Laras yang kembali bertanya.


"Baiklah berarti sekarang kamu cepat mandi siap-siap kita jalan-jalan hari ini, lima belas menit lagi mas jemput di dekat taman biasa," ajak Rio.


Laras yang kebingungan dengan ajakan Rio. soalnya suaminya saja belum pernah mengajak dia jalan-jalan, ini mas Rio malah yang pertama mengajak Laras jalan, tapi sekalian belanja keperluan dapur gak apa-apa nih, gumam Laras.


"Baiklah mas, nanti aku sekalian belanja keperluan dapur gak apa-apa kan mas," tanya Laras.


"Iya Laras gak apa-apa, sudah Sekarang kamu siap-siap biar gak kelamaan," ucap Rio.


"Baiklah mas, Sampai jumpa nanti ya," ucap Laras sambil memutuskan telepon dari Rio.

__ADS_1


Yesssss berhasil mengajak Laras kali ini aku gak boleh nyia-nyiain kesempatan, Laras harus takluk terhadapku, buat apa kamu pertahanan pernikahan mu Laras sementara suamimu tidak pernah memperhatikan mu, secepatnya kamu harus menjadi istriku, gumam Rio sambil senyum licik.


Lima belas menit pun berlalu Laras yang sudah bersiap segera menuju taman biasa tempat mereka bertemu, dan ternyata Rio juga sudah sampai di taman itu.


"Selamat pagi tuan putri, mari kita berangkat sekarang," ucap Rio sambil membukakan pintu untuk Laras.


"Akhhh mas apa sih, berlebihan tau gak mas," jawab Laras.


"Masa berlebihan, memang kamu cantik, emang mau aku bilang tuan putri jelek," ledek Rio sambil senyum tipis.


"Sudah ah mas, kita berangkat aja yuk, keburu ada yang melihat kita nanti," ajak Laras.


"Baiklah tuan putri segera kita berangkat," jawab Rio.


Diperjalanan mereka terasa canggung, karena tidak ada yang memulai memecahkan keheningan.


"Mas emang gak kerja," tanya Laras yang memulai pembicaraan.


"Hari ini saya sengaja libur untuk membawa tuan putri jalan-jalan," jawab Rio sambil menggoda.


"Laras serius lo mas nanya," ucap Laras.


"Mas juga serius, kamu pasti sudah bosan banget kan dirumah, maka dari itu aku sengaja ngajak kamu, biar fres lagi, nanti gak dibawa malahan cepat tua dirumah terus," ledek Rio lagi, sambil senyum kecil.


"Iya sih mas, bosan juga di rumah terus, terimakasih sudah mengajak aku hari ini mas," ucap Laras.


Tidak terasa tempat tujuan mereka akhirnya sampai, kali ini Rio sengaja membawa Laras untuk belanja, agar Laras merasa sedikit fress sudah beberapa hari menangis akibat suaminya.


"Laras kita ke sana yuk, kita beli baju dulu,"ajak Rio.


"Tapi mas, baju mas kan masi bagus semua, buat apa beli lagi sayang uangnya,mending ditabung mas," ucap Laras.


"Sesekali gak apa-apa lah Laras, lagian kan yang lama juga udah wajib ganti" jawab Rio dengan alasan yang tepat.


"Baiklah mas kalo gitu ayo kita ke sana," ucap Laras.


Laras juga yang melihat-lihat pajangan baju ditempat itu, tetapi Laras heran melihat nominal harga yang ada di bandrol setiap baju, tidak ada yang dibawah satu juta, semua pada mahal menurut Laras.


"Gimana Laras ada yang cocok untukmu," tanya Rio.


"Gak mas, gak ada yang cocok untuk Laras," ucapnya.


Seketika itu Rio yang mendengar ucapan Laras langsung memanggil karyawan butik tersebut.


"Mbak tolong pilihkan baju-baju untuk dia, yang terbaik ya mbak," ucap Rio kepada salah satu karyawan.

__ADS_1


"Mas,,,, tapi kan disini mahal semua, aku gak mau ah ,yang biasa-biasa saja," ucap Laras.


"Masa iya aku yang ngajak membelikan mu baju yang biasa, kamu itu luar biasa makanya harus pakai yang luar biasa juga," jawab Rio sambil menggoda Laras.


"Kan mas Rio mulai lagi," ucap Laras yang sudah malu akibat godaan Rio.


"Mbak ini sepertinya cocok semua untuk mbak, mari kitaa coba ke ruang ganti," ajak karyawan itu.


"Udah sana gak usah liatin aku," ucap Rio yang dilihati oleh Laras.


Laras pun menuruti perintah karyawan itu, selesai itu Laras keluar.


"Mas," ucap Laras.


Rio pun berbalik arah dan melihat ke arah Laras.


"Ya Tuhan sungguh sempurna wanita ciptaan mu ini," gumamnya dengan mata yang tidak berkedip, terposana banget melihat Laras.


"Owww pas sekali, mbak ini cantiknya luar biasa, sangan cocok buat mbak sudah seperti bidadari turun dari langit mbak," puji karyawan itu.


"Mas, kok bengong sih," ucap Laras dengan memukul pundak Rio.


"Eh maaf aku, aku pangling melihat kamu, aku kira tadi bidadari," jawab Rio.


"Bagaimana mas bajunya pas sekali kan untuk mbak ini," sahut karyawan butik.


"Ya sudah semua yang kamu pilih tadi aku ambil semua," ucap Rio.


"Serius mas, apa gak kebanyakan mas," tanya Laras.


"Jangankan segitu kalau kamu mau butik ini juga, aku belikan buat kamu Laras," jawab Rio.


Karyawan yang mendengar ucapan Rio langsung membungkus baju-baju yang sudah ia ambil, dengan bahagia dia melakukannya karena hari ini pasti banyak V kepada karyawan itu.


"Ini mas, bayar ke kasir aja ya," ucap karyawan itu.


"Baiklah mbak,makasih ya," jawab Rio.


Rio segera ke kasir melakukan pembayaran, tetapi malah....


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote, & komentar yang membangun...

__ADS_1


...Terimakasih...


__ADS_2