
Laras pun pergi ke kampus dengan aktivitas biasanya dengan Mita sahabatnya, mereka ingin secepatnya lulus dari kuliahnya karena niat yang ingin mendongkrak perekonomian keluarganya. Sampai saat ini mantan suaminya itu belum tau juga kalau istrinya itu sedang kuliah, ibunya pun tahu belakangan ini kalau putri semata wayangnya sedang kuliah dan akan segera menyelesaikan studinya.
Ketika sampai di kampus Mita sudah menunggunya ditempat biasa mereka duduk bersama.
Drt..... drt....... drt...... ponsel Laras berdering yang ternyata itu telpon dari asisten rumah tangganya yang baru pergi ke tempat Rio lagi.
“Hallo mbak ,” jawab Laras.
“Iya bu, Laras saya sudah sampai kok di tempat tuan Rio,” ucap asisten rumah tangga itu.
“Ohhhh iya mbak, sekali lagi terimakasih ya,” jawab Laras.
“Iya bu, kalau begitu sudah dulu ya bu, saya kembali bekerja dulu,” ucap nya.
“Oh iya iya mbak,” jawab Laras sambil memutus telpon.
“Hmmmmmmm telpon dari siapa???,” tanya Mita penuh curiga.
“Ihhhh ngak usah curiga seperti itu deh, ini telpon dari asisten rumah tangga yang dikirim mas Rio waktu itu, sekarang udah kembali ke rumah mas Rio karena ibu juga sudah baikan,” Jelas Laras kepada Mita.
“Ya mana tau itu dari mas Rio, ehh teringatnya ibu ditinggal sendiri seperti ini ngak apa-apa?,” tanya Mita.
“Ibu udah kuat kok, jadi ngak apa- apa ditinggal, lagian nanti kalau kita pulang aku langsung ke rumah aja, biar ibu ngak kesepian,” jawab Laras.
“Owhhh iya lah kalau begitu,” ucap Mita.
“Ehhh Mita surat balasan dari PT.Manjur Jaya itu sudah datang, “ tanya Laras.
“Katanya hari ini akan sampai, tapi aku ngak tahu bisa saja nanti mereka kirim ke rumah, nantilah setelah pulang aku kabari,” jawab Mita.
“Baiklah, semoga kita berdua diterima untuk magang di sana,” ucap Laras.
“Amin, semoga saja ya,” jawab Mita.
Laras dan Mita mengirimkan surat kepada PT.Manjur Jaya untuk melakukan magang di perusahaan itu, mereka berdua ingin bersama, tidak mau berpisah.
“Hy Mita, Laras kalian sudah bagaimana, kemana kalian mengusul magang???,” tanya Deva teman satu kelas mereka.
“Kita mengirim surat ke PT.Manjur Jaya, tapi belum juga ada balasan dari sana, kalau kamu kemana Dev???,” jawab Mita .
“Hmmm PT yang lumayan besar, tapi agak jauh sih menurutku, kalau aku PT yang dekat sekitar sini aja kok, di PT.Mutiara Abadi,” ucap Deva.
“Dekat tapi wawwwww kan Dev!!!!,” jawab Laras.
__ADS_1
“Akhhh biasa aja kok, lagian ini baru dapat surat balasan dari mereka,” ucap Deva.
“Hmmm enak dong sudah dapat balasan, kalau kita masih di awang- awang posisinya,” jawab Mita.
“Yah mungkin nanti atau besok juga pasti dibalas dari pihak PT nya sabar aja,” ucap Deva .
“Iya Dev emang Cuma bisa bersabar doang, moga keterima udah itu aja,” jawab Laras.
“Yaudah yuk ke kelas sambil jalan aja ngobrolnya,” ajak Deva.
“Hm baiklah, eh kita ngak bakal ketemu lagi dong minggu depan, semua bakal magang,” ucap Laras.
“Iya iya betul, ngak mungkin juga magang sambil kuliah kan??,” ucap Mita.
“Emang kita setrika dioper- oper kesana kemari, ngak sanggup lah,” jawab Deva.
“Benar juga, ngak bakal terkejar lah kalau begitu ceritanya, pasti salah satu bakal jadi korban, antara masuk kampus dengan magang,” balas Mita.
Mereke bertiga segera masuk kelas dan tetap mengikuti pembelajaran, di mata kuliah terakhir dosen yang mereka tunggu tidak masuk sehingga banyak mahasiswa yang pada keluar sebelum waktunya, Bunga, Mita yang masih asyik mengobrol malah dikejutin.
“Hey kalian kok masih asik ngobrol disana?,” tanya Deva.
“Ya kita nunggu dosen disini aja, ngak mau keluar kelas,” jawab Laras dengan polosnya.
“Kemana Dev?,” tanya Laras lagi.
“Demoooooooo,,,, ya pulang lah, kan dosen yang masu masuk hari ini ada ahalangan jadi ngak bisa untuk ngajar,” ucap Deva.
“Huhhhhhh dasar Deva, ngomong dari tadi kek,” ucap Mita dengan penuh kekesalan .
“Iya ngak tahu nih Deva lama-lama ini aja,” ucap Laras.
“Yuk Laras mendingan kita pulang aja, kamu juga pasti sudah di tungguin tuh sama ibu,” ucap Mita.
“Yuk Mit, aku juga kepikiran sama ibu karena udah ngak ada teman lagi dirumah sekarang,” jawab Laras.
Akhirnya Laras dan Mita langsung pulang menuju rumah Laras karena memang sekarang ngak ada lagi teman ibunya di rumah, setelah asisten rumah tangga dari Rio kembali ke tempat kerja pertamanya. Ketika mereka diperjalanan macet tak terelakkan, hari yang begitu panas membuat semua orang kegerahan saat itu.
Lama menunggu untuk jalan ternyata disamping mobil yang mereka naiki ada mobil orang tuanya Ricky dan melihat Laras dengan pakaian yang beitu rapi, menjadi pertanyaan kepada mereka karena biasanya jam segitu Laras pasti sudah menyiapkan makanan untuk malam hari. Tapi kali ini ia melihat Laras yang masih santai dengan seorang teman perempuan disampingnya.
Tak lama lagi menunggu lampu hijau mulai menyala pertanda kenderaan sudah boleh bergerak untuk meneruskan kembali perjalanan mereka, sampai di jalan arah ke rumah Laras dari kejauhan mereka menatap ada sebuah mobil yang parkir di depan rumah Laras.
“Ehh Laras itu mobil siapa lagi, kok aku ngak pernah lihat sih???,” tanya Mita.
__ADS_1
“Ngak tahu Mit, aku juga ngak pernah lihat mobil itu sebelumnya,” jawab Laras.
Semakin dekat dengan rumah Mita dan Laras semakin penasaran siapa pemilik dari mobil yang sedang parkir di depan rumahnya itu, karen sangat jarang rumah Laras ada tamunya.
“Permisi, ibu....,” ucap laras yang melangkah masuk ke dalam rumah, dari luar ia melihat sosok seorang laki-laki yang tengah duduk di kursi tamu mereka.
“Ehhh Laras itu siapa laki -laki yang duduk disana?,” tanya Mita sambil berbisik.
“Aku juga ngak tahu Mit, kita lihat bareng- bareng aja,” balas Laras sambil berbisik.
“Ehhhh anak ibu kalian sudah pulang???,” ucap Ibu menyambut kedatangan Laras dan Mita.
Laki- laki yang duduk tersebut memutar arah untuk melihat siapa yang berdiri di belakangnya, dan membuat Laras dan Mita kaget.
“Eh kalian baru nyampe Rumah,” Ucap lelaki itu yang ternyata adalah Rio dengan pakaian kantorannya yang membuat Laras dan Mita tidak mengenalnya.
“Lohhh kamu mas, kirain tadi siapa,” ucap Mita.
“Lah iya ini aku Rio, kenapa kalian ngak kenal,” jawab Rio.
“Iya mas, ngak biasanya pakaian mas seperti ini, makanya aku dan Mita jadi ngak mengenali mas sama sekali,” ucap Laras.
“Sekarang udah kenal kan????,” tanya Rio.
“Ya jelas sudah masssssss,” ucap Laras dan Mita secara bersamaan.
“Mas ada acara apa datang jam segini?,” tanya Laras.
“Nak Rio tadi datang membawa banyak buah untuk ibu, katanya ia ingat apa yang dikatakan oleh dokter semalam,” ucap ibu.
“Ya ampun mas, ngak perlu sepeerti ini, Laras kan bisa bilang kalau Laras nanti butuh,” ucap Laras.
“Ya karena tadi mas pas lewat aja dari depan penjual buah makanya sekalian aku belikan,” jawab Rio.
“Akhhh udah deh jangan pada bertengkar gitu, intinya niat mas Rio udah sampai selesai, jangan di bahas lagi,” ucap Mita menjadi penengah.
“Nahhh itu Mita benar sekali,” jawab Ibu sambil tersenyum ke arah Mita dan Laras.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote & komentar yang membangun...
__ADS_1
...Terimakasih...