
Laras yang sedang berbahagia setelah sekian lama berjuang dari tempat magang, ia dan sahabatnya Mita akan kembalio bertempur di dunia kampus yang beberapa bulan sudah mereka tinggalkan. Mereka berdua sudah sangat rindu dengan kebisingan – kebisingan teman – teman kampus.
Pagi itu langit yang begitu cerah dengan tiupan angin yang sepoi sepoi melambai menyambut semangatnya pagi hari, Laras yang masih tertidur pulas karena sudah lama tidak tidur di kamarnya sendiri hingga bangun kesiangan.
“ Laras,,,,, Laras,,,,, bangun kamu ngak masuk kampus hari ini haaa????,” teriak ibunya dari luar kamar.
“Hmmmm iya bu,,, nih bentar lagi siap-siap kok,” jawab Laras dari tempat tidur.
“Jangan iya iya aja,,, liat tuh sekarang sudah jam berapa,” balas ibunya lagi.
“Owwww ya Tuhannnnn,,, sudah jam segini,” ucap laras dalam hati karena terkejut melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 07.45 Wib.
Tanpa basa basi lagi ia segera berdiri dari tempat tidur dan langsung berlari menuju kamar mandi, karena ia sudah sangat terlambat di pagi ini.
Beberapa menit berlalu Laras pun sudah selesai bersiap, dan akan segera menuju kampus.
“Buuu Laras pergi dulu yaaa,” teriak Laras yang berlari menuju luar rumah.
“kamu udah sarapan nakk??,” tanya ibu sambil teriak terhadap laras.
“Iyaaaaa iyaaaa bu,,, Laras nanti sarapan di kampus aja ini udah telat soalnya,” jawab Laras yang tyergesa- gesa keluar.
Taxi online yang dipesan Laras pun tiba dan ia berlari ke dalam taxi tersebut.
Disisi parkiran kampus sudah ada Mita yang menunggu Laras
“Tittttttt ...... tiiiittttt....... “Suara klakson taxi yang ditumpangi Laras.
“Owhhhh apa an sih ini,” teriak Mita yang terkejut.
“Selamat pagi sahabat terbaikku,” balas Laras yang keluar dari dalam taxi itu.
“Yahhhh aku kira kamu ngak masuk hari ini, kamu tau aku sudah berapa menit disini menunggu kamu??,” ucap Mita
“Hmmmmm berapa menit cobaaaa???, palingan lima menit,” ledek Lars.
“Lima menit apa an,,, dan lima belas menit tau ngak,” jawab Mita.
“ow ow ow,,, iya iyaaa aku percaya,” ucap Laras sambil memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
“yaudah yukkk kita ke kelas sekarang,” ajak Mita sambil menarik tangan Laras.
Setelah sekian bulan akhirnya terpenuhi juga keinginan yang sudah dirindukan mereka berdua di kampus itu, dan teman – teman mereka yang lain juga mempunyai perasaan yang sama.
“ Woyyyy Mitaaaaa,,,,,, Laras,,,,,,,, ,” Teriak Deva.
Mereka berdua sama – sama menoleh kebelakang
“Ehhhhhh Dev,,, kamu apa kabar??,” tanya Mita.
“Yahhhh begini lah,, baik kok, kalian berdua apa kabar??,” jawab Deva sambil bertanya kembali.
“ Owww mantap lah, bagaimana nihhh magangnya aman???,” tanya Laras terhadap Deva.
“ Aman dong,,,’’ jawab Deva dengan penuh percaya diri.
“ Kalian berdua sendiri gimana??? Atau jangan – jangan kalian sudah dapat jodoh disana,” ucap deva sambil meledek untuk menghidupkan suasana.
“ ihhhh kita magang baik – baik ya di sana bukan cari jodoh,,,, Magangnya mudah- mudahan lancar kok,” jawab Laras.
“ Yaudah kita ke kelas yuk takut dah pada masuk tuhhh,” ucap Mita.
Disisi lain Ricky yang baru menelpon Meike.
“kring,,,,, kring,,,,, kring,,, ,” ponsel Meike berbunyi.
Ia melihat ponselnya dan tertera nama Ricky dilayar ponsel itu, namun dia tidak ada niat untuk mengangkat telpon Ricky. Tapi setelah beberapa panggilan dia biarkan akhirnya iapun mengangkatnya.
“ Halo, Ricky ada apa??,” jawab Meike yang baru saja mengangkat telpon dari Ricky.
“Kamu dimana sih??? Kok lama banget baru diangkat,” tanya Ricky terhadap Meike.
“Hmmm tadi aku lagi dijalan, emang ada apa sih???,” jawab Meike dengan agak ketus.
“Kamu nanti sore ada waktu luang?? Kita jalan yukk,” ajak Ricky.
“Hmmmm ada angin apa ini, tumben nagajak jalan, biasanya juga aku terus yang ngajak duluan,” jawab Meike yang heran dengan sikap Ricky yang agak berubah.
“sekarang kamu mau atau ngak???,” tanya Ricky lagi.
__ADS_1
“ Hmm baik lah, nanti aku kabari kalau aku dah siap ya,” jawab Meike yang masih bingung, dia masih antara percaya dan ngak percaya dari apa yang barusan ia dengar dari mulut Ricky yang mengajak ia untuk jalan sore, karena kebiasaannya Ricky paling malas diajak jalan.
“Aku ini kenapa sih sebegininya, ngak mungkin gara – gara semalam aku melihat Laras dengan Rio jadinya aku cemburu buta seperti ini,” gumam Ricky dalam hati. “ ngak – ngak mungkin aku cemburu sama gadis kampung seperti Laras, lagian kita sudah pisah kok, Ricky kamu ngak ada perasaan terhadap Laras, ngapain kamu cemburu kepada dia,” gumamnya lagi.
Semenjak Ricky menelpon Meike ia semakin gelisah bukannya semakin tenang karena akan jalan sore bersama kekasihnya itu, ini justru sebaliknya dia terus – terusan gelisah, ntah apa yang ia pikirkan mengapa hatinya tidak bisa tenang seperti biasanya.
Hari pun semakin sore, Laras dan Mita sudah melepas masa kerinduannya terhadap kampus, tiba – tiba ponselnya berdering.
“Kring,,,,, kring,,,, kring,,,,,” Laras pun segera mengambil ponsel nya dari dalam tas dan melihat itu panggilan dari Rio.
“Halooo ada apa mas??,” jawab Laras dengan sopan.
“Kamu udah selesai kuliah nya ??,” tanya Rio lagi.
“Nihhh baru aja keluar dari kelas, emang ada apa mas?,” jawab Laras.
“Ohhh baiklah kalau begitu mas jemput ya?,” ucap Rio yang ingin menjemput kekasih hatinya itu.
“Ihhhh udah mas ngak usah, ngak Perlu juga lagian mas kan pasti capek dari kantor langsung kesini, aku bareng Mita aja lah mas,” jawab Laras.
“ Hmmmm baiklah kalo begitu, nanti pas pulang mas singgah dirumah ya,” ucap Rio.
“Iyaaa iyaaa mas, sampai jumpaa nanti yaaa,” jawab Laras sembari mematikan handphone nya.
“Cieeeeeee di telppon masnya,, kok ngak mau dijemput sihh Ratunya mas Rio,,,” ledek Mita.
“Kannnnn kannnn mulai lagi dehh,,, ngak mau lah, lagian mas Rio pasti capek kerja seharian masa harus jemput lagi sih,” jawab Laras.
“ Baiklah Ratu yang pengertian terhadap pasangannya, semoga aja nanti akan langgeng- langgeng sampe tua berdua ya,” ucap Mita lagi sembari tertawa melihat ekspresi Laras yang menjelaskan dengan penuh perasaan.
“Yahhh kalo masalh itu nanti aja dipikirkan, semoga terkabul yang kamu ucapkan Sahabatku, sekarang kita kan masih fokus selesaikan kuliah ini dulu, baru bahas yang lain – lainnya nanti setelah kita mendapat gelar,” jawab Laras.
Mereka pun berjalan perlahan sambil bersenda gurau menuju halte di depan kampus tempat biasa mereka duduk sambil menunggu jemputan taxi online atau pun bus yang lewat.
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Komentar & Vote...
...Terimakasih ...
__ADS_1