
Meike pun berangkat, dan Ricky yang masih kepikiran Laras segera menuju rumah, apa betul Laras tidak ada dirumah atau cuma rekayasa papanya.
Dan langsung memanggil mamanya.
"Ma,,, mama,,, " teriak Ricky.
"Apa sih Ricky kok segitunya teriak-teriak," tanya mama.
"Laras mana ma," jawab Ricky sambil menanyakan posisi Laras.
"Itu masalahnya Laras gak ada dirumah, ditelpon gak aktif," jawab mama.
"Ricky pikir tadi papa becanda" ucap Ricky.
"Tapi kamu kok tumben merhatiin Laras, biasanya gak pernah," tanya mama dengan heran.
"Ya karena papa juga sih," jawab Ricky.
"Apa Laras ke rumah ibunya, yaudah deh kita tunggu aja dulu, papa juga ngomong kek gitu kok," ucap mama.
"Ya udah ma, kalo gitu Ricky ke kantor lagi ya," pamit Ricky.
"Iya, kamu hati-hati," ucap mama
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Sesampainya Laras dikampus ternyata dia langsung menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak dia yang kelihatan masih seperti anak gadis, dengan keanggunan dan kecantikannya menjadikan setiap langkahnya penuh pujian dari setiap orang yang melihatnya.
Laras kuliah dengan jurusan Ilmu Bisnis, dia menerima apapun jurusannya asal ia masih bisa kuliah, saat SMA Laras juga termasuk siswa berprestasi, dan semoga di tempat kuliahnya dia juga akan mendapat prestasi.
Ketika ia masuk kedalam ruangan salah seorang diantara mahasiswa yang lain memanggil namanya.
"Laras ,,, Laras,,,, " ucap wanita yang Laras sudah lupa dengan wajahnya.
"Iya saya, Maaf sebelumnya apa kamu mengenaliku," tanya Laras.
"Jelas iya dong Laras, aku Mita teman SMP mu," jawab wanita itu.
"Ya Tuhan ternyata kamu Mit , lama gak jumpa ya, akhirnya kuliah bareng lagi kita," ucap Laras.
Mita, dia seorang cewek cuek, tak mengenal bahaya, sekali berteman dengannya akan dianggap teman sampai kapan pun, tapi jika sekali bermasalah awas saja dengannya, Mita ini sahabat Laras ketika duduk di bangku SMP dan terpisah mulai dari SMA sampai baru ini ketemu lagi.
"Gimana keadaan ibuk Ras ,ibuk sehat kan," tanya Mita.
"Ibuk baik kok Mit, kalau orang tua kamu gimana ," jawab Laras dengan menanyakan kembali kabar orang tua Mita .
"Sama Laras baik juga kok," jawab Mita.
Perkuliahan pun dimulai dan Laras merasa senang sekali, apalagi ada teman SMPnya yang akan bersama melalui masa perkuliahan. Hampir semua mata kuliah Laras begitu cepat mengerti, karena memang dasarnya Laras itu pintar.
__ADS_1
Dia langsung di kenal beberapa dosen di kampusnya.
"Laras kita pulang bareng yuk," ajak Mita.
"Tapi Mit, aku sudah janji akan dijemput, besok ya kita pulang bareng, okayyy," ucap Laras.
"Oh baik lah kalau begitu aku duluan ya Laras," ucap Mita.
"Ok Mit, kamu hati-hati ya.
"Iya Laras,, kamu juga," Jawab Mita.
Rio pun sampai yang sudah membuat janji dengan Laras.
"Hay tuan putri bisa kita berangkat sekarang," tanya Rio.
"Hahaha tuan putri ,apa sih mas, ayukk kita berangkat sekarang," jawab Laras.
Pintu mobil yang buka oleh Rio untuk kekasihnya walau belum jadi.
"Hm bagaimana hari pertama kuliahnya kamu senang??," tanya Rio di dalam mobil.
"Aku senang banget mas, trimakasihhhhhh banget, sudah membuat aku kuliah seperti ini," ucap Laras.
"Sama-sama tuan putri, apa sih yang gak buat kamu, asal kamu bagahia apapun pasti aku kabulkan," gombal Rio.
"Haduhh gombalannya ampun deh," ledek Laras.
"Eh tau gak mas, tadi di dalam kelas ternyata ada juga teman ku satu SMP dulu, dia sahabat ku pas SMP" ucap Laras tentang Mita.
"Ya bagus dong, berarti tuan putri gak sendirian, ada yang nemenin sekarang kalau lagi d kampus," jawab Rio.
"Sulit gak belajar setelah beberapa tahun gak buka buku," tanya Rio lagi.
"Mudah-mudahan gak mas, aman aja , kebetulan dulu pas SMA Laras juga anak olimpiade kok," jawab Laras.
"Ow ow mantap benar ini, tuan putri ternyata pintar juga di sekolahnya," puji Rio.
"Mas kita boleh makan bentar gak, Laras lapar banget nih, siang tadi gak sempat makan," pinta Laras.
"Yah kok gak makan sih, ya udah kita makan dulu, nanti kalo gak makan tuan Putri sakit, aku juga yang repot," jawab Rio.
Mereka berdua akhirnya makan siang bersama di salah satu resto berbintang, karena Rio memang ingin memanjakan Laras , dia tidak ingin Laras selalu menderita.
"Kamu pesan apa Laras," tanya Rio.
"Aku mesannya , ikan panggang aja mas, ada gak," tanya Laras kepada Rio.
"Hmmmm ada dong, disini kan semua serba ada," jawab Rio.
__ADS_1
Rio pun memesan langsung makanannya, dan tidak menunggu lama pesanan pun datang, ehh belum apa-apa Laras yang kelaparan langsung menghantam pesanannya.
"Tuan putri makannya pelan-pelan aja, ikanmu gak bakal lari kok, santai saja yaaa," ucap Rio.
Mendengar Rio berbicara seperti itu, Laras merunduk merasa sedikit malu dengan tingkahnya itu.
"He he he iya mas, "jawab Laras dengan senyum tipis.
Rio juga menikmati sekali acara makan siang ini, karena dia ditemani gadis yang diam-diam ia cintai.
"Mas Rio sudah kenyang," tanya Laras melihat Rio yang tidak menghabiskan makanan nya.
"Sudah dong tuan putri, kamu sendiri bagaimana," tanya Rio.
"Sudah mas, aku juga sudah kenyang kok," jawab Laras.
"Baiklah tuan putri kita pulang sekarang, mas juga masih ada urusan habis ini," ajak Rio.
"Siap mas bos, aku juga masi kerja dirumah," jawab Laras dengan semangat.
Rio pun segera mengantarkan Laras pulang ke rumah, karena Rio juga ada janji dengan pebisnis lainnya, dan Rio juga tidak sabar untuk memiliki Laras seutuhnya.
Perjalanan dua puluh menit sampai dirumah Ricky.
"Mas aku disini ya, mas gak mampir lagi," ajak Laras.
"Kalau nanti aku mampir suamimu datang aku malah emosi jadinya, mungkin lain waktu aku singgah ya," jawab Rio.
"Baiklah mas ,kamu hati-hati yah," ucap Laras.
"Siap tuan putri, besok aku jemput seperti tadi ya tuan putri," pinta Rio.
"Nanti aku chat ya mas,gimana besok, aku masuk dulu, bye mas Rio," ucap Laras pamit kepada Rio.
Rio sengaja meluangkan waktunya setiap siang pas Laras akan pulang, dia berusaha untuk selalu menjemput tuan putrinya untuk pulang, karena dekat dengan Laras saja Rio sudah bahagia, apalagi setelah nanti memiliki Laras, betapa sempurnanya kehidupan Rio.
Laras sampai di rumah langsung mandi, dan beristirahat, lumayan capek juga pagi bekerja langsung kuliah, gumam Laras.
tapi apa pun itu akan aku jalani untuk menggapai mimpi-mimpi ku, aku masih punya mimpi untuk membahagiakan ibuk yang kini semakin menua,ucap Laras dalam hati.
Mama mertua Laras....
...🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like Vote & komentar yang membangun...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...