Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Curhatan Meike


__ADS_3

"aku harus mencari tahu dimana rumah Laras aku tidak ingin ada salah paham dengan semua ini, sementara masalah ini aku tidak tau sama sekali, aku juga wanita, aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh laras" gumam Meike.


Keesokan harinya Meike mencari tahu dimana keberadaan Laras dan ibunya, tanpa berlama-lama ia pun langsung menuju kediaman Laras yang selama ini ia anggap pembantu di rumah Ricky.


"Permisi.... permisi....," ucap Meike menyahuti di Laras dari luar pintu.


Laras yang mendengar ada suara orang yang memanggil pun segera keluar dari kamar untuk membukakan pintu, sebelum Laras sampai ternyata asisten dari Rio duluan mendengar dan berlari menuju sumber suara.


"Iya mbak, nyari siapa ya," tanya asisten rumah tangga itu.


"Saya mencari mbak Laras apa dia ada di rumah," tanya Meike yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Laras.


"Oh nyonya ada di kamar kok, silahkan tunggu, biar saya panggilkan," jawab asisten rumah tangga di rumah Laras.


"Ow ow ternyata Laras punya asisten rumah tangga juga di rumahnya, jadi kenapa di rumah Ricky ia melakukan semuanya sendiri, tanpa menggunakan jasa asisten rumah tangga," ucap Meike dalam hati.


"Mbak Laras, mbak Laras, itu di depan ada tamu yang mencari mbak, saya sudah nyuruh untuk menunggu di depan mbak," ucap asisten rumah tangga nya.


"Iya iya mbak, bentar lagi saya keluar," sahut Laras dari dalam kamar, Laras yang sudah siap-siap untuk pergi kuliah malah di datangi tamu.


"Oh kamu ternyata, ada apa kerumah saya, bukannya kamu sudah bahagia dengan Ricky?," tanya Laras dengan judesnya.


"Bukan begitu, maksud saya datang kesini ada yang perlu saya sampaikan, ada yang harus saya ferivikasi dengan kamu," jawab Meike yang sudah tidak sabar mengungkapkan yang ada dalam benaknya.


"Mmm baik lah, tapi kita jangan ngobrol disini, aku gak mau ibuku tambah sakit gara-gara ini semua, kita bicara di halaman depan saja," ajak Laras yang tidak ingin ibunya mendengar pembicaraan mereka.


"Baiklah kita kesana," jawab Meike, dan mereka berdua langsung berjalan menuju halaman depan Laras, yang kebetulan halaman itu lumayan luas sehingga agak jauh dari rumah. Mereka langsung menuju sebuah kursi panjang untuk duduk sambil berbincang-bincang.

__ADS_1


"Ada apa lagi kamu kesini bukannya ini mau kalian berdua?," tanya Laras dengan santai.


"Bukan Laras, aku baru semalam mendengar ini semua, aku tidak tau apa-apa, kalau saja aku tau dari awal kalian menikah, aku juga akan undur diri kok, menjauh dari Ricky, tapi kenyataannya Ricky atau keluarga nya tidak ada yang memberitahu ini kepadaku," ucap Meike yang memang tidak tau sama sekali akan pernikahan itu.


"Ya jelas lah semua tidak ada yang memberitahu kepada mu, mereka semua sudah di peringati Ricky agar jangan memberitahu kamu, karena hanya kamu dihatinya sampai kapanpun," balas Laras.


"Tapi sebaliknya dalam hubungan itu kan harus saling terbuka, bukan seperti ini menutupi masalah sebesar ini , aku juga wanita Laras aku juga mengerti akan posisimu," jawab Meike.


"Sudahlah anggap aja semua ini sudah selesai, aku gak apa-apa kok kehilangan dia, justru aku berterimakasih kepada mu karena masih setia dengan Ricky, kamu wanita yang selalu ia cintai, sampai kapanpun, walau kami sudah lama bersama namun, tidak sedikit pun hatinya bisa terbuka untuk ku, kalian pasangan yang serasi, kalian sangat cocok," ucap Laras lagi dengan perlahan.


"Walaupun kami pasangan serasi tapi aku tidak mau di cap sebagai wanita perebut suami orang, aku tidak mau di cap pelakor, selagi bisa pertahankan apa gak kamu pertahankan saja Laras," pinta Meike.


"Buat apa aku pertahankan sementara semuanya sudah aku lakukan dengan baik kewajiban ku sebagai seorang istri, tapi apa hasilnya, nol besar, aku sama sekali tidak pernah dianggap sebagai seorang istri olehnya, keberadaan ku tidak pernah dianggap dia, bahkan dia tidak pernah menghargai ku sebagai istrinya, jadi mau dari segi mana lagi alasanku mempertahankan hubungan ini, mungkin jika aku bertahan lama-lama aku bisa stres sendiri akibat dari ini semua," jawab Laras dengan penuh kekesalan, seorang istri yang tidak pernah di anggap oleh Ricky.


"Jadi kamu sudah benar-benar ingin pisah dari Ricky Laras?," tanya Meike lagi.


"Tapi aku tidak bermaksud sama sekali untuk membuat kalian berpisah, aku minta maaf untuk ini semua," balas Meike yang merasa agak berasalah terhadap Laras.


"Sudah tidak apa-apa, lagian aku juga tidak pantas baginya, dia orang berada aku hanya wanita biasa, aku juga hanya bayang-bayang kamu dimatanya, aku tak pernah nyata di kehidupannya," ucap Laras.


"Baiklah bagaimana yang terbaik saja untuk mu Laras, sekali lagi aku minta maaf, mulai sekarang aku ingin berteman dengan kamu boleh?," pinta Meike kepada Laras yang ingin menjalin hubungan dengan Laras.


"Sudah tidak perlu minta maaf, aku sudah ikhlas kok dengan semua ini, kalau untuk berteman itu gak ada larangan aku ok ok saja," jawab Laras, mendengar kalimat yang terucap dari bibir Laras, Meike merasa senang karena ia di maafkan oleh Laras dan mau berteman dengan dirinya.


"Ohhhhh terimakasih Laras, kamu sudah mau berteman denganku walau dengan jalan seperti ini," ucap Meike yang sambil mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk Laras.


Akhirnya Laras dan Meike menyelesaikan semua kesalahpahaman diantara mereka, hingga mereka menjalin pertemanan yang sama sekali tidak di ketahui oleh Ricky, atau pun Rio.

__ADS_1


"Ya sudah ,aku pergi dulu ya masih ada urusan lain soalnya," ucap Meike yang pamit kepada Laras.


"Baiklah Meike aku juga masih ada urusan sih sebenarnya" ucap Laras.


Meike pun melangkah pergi meninggalkan kediaman Laras, sementara Laras masih kurang percaya bahwa Meike akan datang menemuinya dan mencari tahu tentang semua permasalahan mereka, Laras yang melihat jam pun segera melangkah untuk kuliah, karena jadwal Laras hari ini sungguh padat, ia berlari menuju rumah untuk pamit kepada ibu, dan menitipkan ibunya kepada asisten rumah tangga dari Rio .


"Buk Laras berangkat dulu, Laras ada urusan di luar mungkin nanti agak sore pulangnya ," ucap Laras yang meminta izin kepada ibunya.


"Baiklah nak, kamu hati-hati ya, jangan kesorean juga pulangnya," jawab ibu Laras.


"Mbak saya berangkat ya,tolong jaga ibu, kalau ada apa-apa tolong beritahu saya segera," pintanya kepada asisten rumah tangga itu.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan lupa...


...Like...


...Vote...


...& Komentar yang membangun...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2