Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Mendadak Berangkat


__ADS_3

Siang hari dimana matahari berada tepat di atas kepala terik yang begitu luar biasa hingga ke ubun-ubun, angin berhembus dengan sepoi-sepoi nya, membuat dedaunan pepohonan ikut melambai seakan menyambut datangnya siang hari.


Waktunya untuk Laras dan Mita kembali pulang ke rumah untuk packing barang yang akan dibawa ke tempat magang, sekalian pamit kepada orang tua yang belum sempat mengatakan kapan waktu untuk berangkat.


"Mita kita pulang sekarang ya, aku belum ngasih tahu kepada ibu masalah keberangkatan ini," ucap Laras.


"Sama sih Laras, aku juga masih harus meralat jadwal kepada papa, kan aku bilang semalam itu berangkat pagi," jawab Mita.


"Ya udah kita balik duluan ya Dev," ucap Laras kepada Deva.


"Oh iya lah, moga sukses yaaa untuk kalian," jawab Deva.


"Sukses juga buat kamu disini Dev, terimakasih ya sudah mau menemani kita," ucap Laras.


"Iya sama-sama, sampai ketemu di tiga bulan kedepan yaaa," jawab Deva.


"Iya Dev," ucap Mita


"Ya udah kamu aja yang nyimpan surat pengantar ini, jangan lupa masukin langsung ke dalam tas yang mau kamu bawa," ucap Laras terhadap Mita.


"Hmmm iyaaaaa iyaaa aku tau kalau surat ini sama kamu, pastinya akan ketinggalan kamu kan orangnya pelupa," ucap Mita.


"Nahhh gitu dong, sebagai sahabat terbaik harus nurut," jawab Laras.


"Udah ihhh jangan kebanyakan ngomong, kita berangkat sekarang yuk," ajak Mita.


"Yukkk," ucap Laras.


Mereka meninggalkan Deva sendirian di kampus, karena Deva magang di sekitar rumahnya, ia lebih memilih dekat-dekat saja karena kebiasaan nya yang bangun kesiangan, apalagi tidak ada teman yang membangunkan dirinya.


Krekkkkkk...... suara pintu rumah Laras terbuka.


"Bu,,,,, ," teriak Laras.


"Ada apa nakkk?," tanya Ratih.


"Bu, Laras sama Mita akan berangkat nanti sore ke tempat magang Bu," ucap Laras.


"Lohh kok mendadak begini?," tanya Ratih.


"Iya bu, rencana kita emang besok pagi berangkat nya, tapi mengingat karena jauhnya lokasi kita takut kecapek an nyampe sananya," jawab Laras.


"Owhh iya lah nak, kamu udah packing barang yang ingin kamu bawa?," tanya Ratih.


"Ini lah bu, rencananya mau nyusun barang ,"jawab Laras sambil senyum tipis terhadap Ratih.


"Mmmmm ibu mau bantu kamu boleh?," tanya Ratih.


"ngak usah bu, biar aku saja yang packing ibu temani aku aja," jawab Laras.


"Hm iya iya lah," ucap Ratih.


Tok,,, tok,,,, tok,,,,,


"Permisi Laras, ibu," teriak Rio dari luar rumah.


"Iyaaaaa, sebentarrr," sahut Laras dari dalam rumah.


Krekkkkkkkk daun pintu sebelah kanan Laras terbuka.

__ADS_1


"Masuk aja mas," ucap Laras.


Rio pun masuk dan langsung dipersilahkan duduk oleh Laras.


"Tunggu sebentar ya mas, aku mau packing barang dulu," ucap Laras.


"Packing apa an, emang kamu mau kemana?," tanya Rio.


"Tapi mau berangkat magang mas, kita nanti sore berangkat," jawab Laras.


"Kok mendadak begini sih?," tanya Rio.


"Iya mas, rencana kita emang besok pagi mas, tapi mengingat jarak tempuh yang lumayan jauh, takutnya kita terlalu capek sampai disana," jawab Laras.


"Ya kan bisa sih, dari kemaren kamu ngomong nya biar aku juga bisa mengatur waktu untuk mengantar kamu," ucap Rio.


"Nggak usah repot-repot mas, cukup selama ini aku nyusahin kamu mas," jawab Rio.


"Yahh namanya juga tuan putri masa iya sih aku nggak turutin," ucap Rio.


"Hmmm paling bisa deh nge gombal," jawab Laras.


"Ya sudah kamu siap-siap aja sana, yang ngantar kalian siapa nanti?," tanya Rio.


"Kata Mita tadi papanya yang antar mas," jawab Laras.


"Owwww bagus lah," ucap Rio.


Laras kembali ke kamar untuk menyelesaikan packing nya.


"Siapa nakk yang datang?," tanya Ratih.


"Mmm ibu ke depan aja lah, nemani Rio sebentar kasihan nggak ada teman dia," ucap Ratih.


"Baiklah bu," jawab Laras.


"Ehhh bak Rio," ucap Ratih.


"Iya bu," jawab Rio.


"kok Laras mendadak banget ya bu, berangkatnya," tanya Rio kepada Ratih.


"Ngak tahu nak, ibu juga baru dikasi tau sama Laras kalau ia berangkat nanti sore," jawab Ratih.


"Hmmm iya bu, Rio juga baru tau," sambung Rio.


"Ditinggal sendiri lagi deh ibu," ucap Ratih.


"Ya kan masi ada Rio bu, yang bisa ngeliat kondisi ibu disini," jawab Rio.


"Tapi kan kamu nggak selalu punya waktu untuk liat ibu nak," ucap Ratih.


"Ya setidaknya ibu nggak merasa sendiri disini," jawab Rio.


"Iya lah nak," ucap Ratih.


"Lagian kan Laras sekali seminggu juga pasti pulang untuk melihat ibu," ucap Rio.


"Mudah-mudahan lah nak Laras bisa pulang," jawab Ratih.

__ADS_1


"Nanti Rio bicara sama Laras biar dia usahakan pulang sekali seminggu," ucap Rio.


Belum sempat menjawab perkataan Rio Laras datang dari kamar.


"Iya mas, aku dengar kok, aku akan usahakan untuk pulang seminggu sekali biar ibu nggak terlalu kesepian," ucap Laras.


"Nahh tu kan ibu dengar sendiri, Laras akan pulang seminggu sekali untuk ibu," sahut Rio.


"Duhhh terimakasih nak, sudah ingin meluangkan waktunya untuk ibu," jawab Ratih sambil memeluk putri semata wayangnya.


"Apa sih yang ngak buat ibu terhebat sedunia," ucap Laras.


"Hmmmmmm kamu bisa aja nak," jawab Ratih.


"Nanti pas Laras pulang kita pergi jalan lagi ya bu," ucap Rio menawarkan untuk jalan-jalan.


"Ngak usah repot- repot nak, Laras pulang ke rumah aja ibu udah senang, ngak harus jalan-jalan," jawab Ratih.


"Ngak masalah si buk, lagian kan suntuk juga karena pekerjaan biar agak fresh sedikit," ucap Rio.


"Yahhh kalau Laras sih ngikut gimana baiknya aja," sambut Laras.


Tidak terasa waktu yang begitu cepat berlalu, sekarang sudah menunjukkan pukul 16. 00 wib. Laras sudah sedari tadi selesai packing barang bawaan untuk pindah sementara waktu di kost dekat lokasi magang.


Laras begitu semangat untuk magang, ia ingin secepatnya menyelesaikan studinya di kampus karena Laras ingin bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri untuk membiayai ibu dan dirinya.


Kring,, kring,,,, kring " Ponsel Laras berbunyi.


"Haloo??," jawab Laras.


"Ya Halo kamu udah siap blom Laras?,” tanya Mita.


"Hm sudah dong, dari tadi malahan," jawab Laras.


"baiklah lima menit lagi aku sama papa akan menuju rumah kamu ya," ucap Mita.


"Iya iya, aku tunggu disini saja, kalian hati-hati ya,," jawab Laras.


"Siap Laras," ucap Mita.


"Bagaimana nak, Mita sudah dimana?," tanya Ratih.


"Nih mereka udah mau jalan kemari kok Bu," jawab Laras.


"Hmmm iya lah nak," ucap Ratih.


"Hm nanti kalau mas ada waktu, mas akan berkunjung ke sana," sambung Rio.


"Udah mas disini aja, jagain ibu," ucap Laras.


"Mas kan juga pengen lihat kamu disana, iya nggak Bu?," jawab Rio.


"Hmmm iya nakkk betul," ucap Ratih.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan lupa, Like, Vote, Komentar & beri Bintang nya...

__ADS_1


...Terimakasih...


__ADS_2