
Suara ayam mulai bersahutan menandakan hari mulai pagi, suara tetangga yang mulai beraktifitas mulai terdengar Laras yangmasih dibalut selimut tebalnya belum juga terbangun.
“Nak bangun, kamu ngak kuliah???,’’ Ratih, ibu laras membangunkannya pagi itu.
“Hmmmmm iya buk bentar lagi,” Ucap Laras kembali menarik selimutnya.
“Udah bangun sekarang nanti telat lo ke kampusnya,” jawab Ratih.
“Iya buk, iyaaa, nih Laras bangun,” ucap Laras yang duduk sambil memeluk tubuh ibunya.
Laras pun bangkit, langsung menuju kamar mandi dan segera bersiap untuk menuju kampus, selesai Laras bersiap dia segera menuju meja makan untuk sarapan.
“Bukkkk ayo kita sarapan bareng,” ajak Laras yang sudah lama ngak pernah sarapan bersama dengan ibunya.
“Ohh iya nakkk, ibu menyusul,” ucap Ratih dari dalam kamar, karena Ratih juga sudah kangen banget ingin makan bersama dengan anak semata wayangnya, berhubung keadaan fisik Ratih yang semkin hari semakin membaik.
“Nahhhhh ini suasana yang Laras rindukan, semenjak ibu sakit kita jarang banget makan bareng seperti ini ,” ucap Laras.
“Ia nak, kita berdoa saja semoga ibu secepatnya benar- benar pulih, ibu juga suntuk kalau di rumah terus, kalau ibu jalan keluar takutnya kenapa – kenapa lagi, makanya ibu memilih untuk di rumah saja dulu,” jawab Ratih ibu Laras.
“Iya lah buk, ibu jangan ke kecapekan dulu, ngak usah keluar rumah dulu untuk jalannya, cukup sampai teras rumah aja udah syukur banget buik,” ucap Laras sambil menyantap sarapannnya.
“Iya nakkk,,, Ibu ngak bakal jauh – jauh kok, sebelum pulih betul ibu ngak bakal berani,” jawab Ratih.
“ Ya udah dulu ya buk, Laras berangkat sekarang,” ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 07.30 wib.
“Baiklah nak, kamu hati- hati dijalan ya,” ucap Ratih kepada putrinya.
“Siap ibu,” ucap Laras sambil mencium pipi ibunya dan segera menuju keluar rumah.
“Tunggu Lras, ibu ikut kedepan mengantarmu sampai depan, ibu belum pernah mengantarkan mu kelau ingin pergi kuliah ibu ingin melihat itu hari ini,” ucap Ratih.
“Baiklah bu, mari kita ke depan,” jawab Laras sambil memegang tangan ibunya.
Sesampainya di depan rumah taksi online Laras sudah menunggu dam ia langsung menghampiri taksi tersebut.
“Buk laras berangkat ya,” teriak laras dari dalam taksi.
“Iya nak, kamu hati- hati,” balas Ratih.
Disepanjang perjalanan Laras hanya diam tanpa sepatah kata pun, entah apa yang ada di pikirannya saat itu. Ia hanya fokus melihat bangunan – bangunan yang berjejer disepanjang pinggiran jalan. Beberapa saat kemudian Laras sampai di kampus dengan taksi onlinenya.
“Heyyyy Laras siniiii,” teriak Mita sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
“Iya iya,,,, “ Balas Laras sambil melangkah menuju tempat berdiri Mita yang sedang menunggunya sedari tadi.
Sampai Laras di dekat Mita tanpa basa abasi Mita langsung memeluk sahabatnya itu,” Selamat Laras sekarang kamu terbebas dari laki- laki brengsek itu,” ucap Mita.
“Iya Mita, terimakasih mulai sekarang kita bisa lebih fokus kuliah dulu, biar cepat selesai,” jawab Laras.
“Kamu gimana magangnya kita satu perusahaan aja ya, biar bisa bareng terus,” ucap mita mengalihkan pembicaraan dari pembahasan tentang Ricky.
“Iya Mita, kita satu Peusahaan aja, ngak enak nanti kalau kita ngak ada teman yang dikenal,” jawab Laras.
Sembari membahas masalah magang mereka berjalan perlahan menuju kelasnya, sebab waktunya untuk masuk tinggal beberapa menit lagi. Saat dosen masuk dengan segudang soal pertanyaan, Laras salah satu mahasiswa yang dapat menjawab lebih dari setengah jumlah soal yang diberikan oleh si dosen.Lama mengerjakan soal waktu untuk istirahat pun tiba sementara dosen yang baru masuk akan segera menempelkan hasil dari proses penjawaban mahasiswanya di papan pengumuman kampus.
“Laras kita ke kantin yukkkk,,, “ ajak Mita.
“Ngapai ke kantin sih, biasanya juga kamu bawa bekal,” ucap Laras.
“Iya tapi aku lupa ,” jawab Mita.
“Yaudah makan punya ku aja, tadi pagi aku udah sarapan bareng sama ibu kok,” ucap Laras.
“Apaaa bareng sama ibu???? Emang ibu udah sehat?,” tanya Mita yang mengagetkan dirinya atas ucapan Laras.
“Iya Mit, ibu sudah pulih kok, yaudah kamu lanjut dulu makannya,nanti ngak kelar- kelar ngomong terus,” balas Laras.
“Siap kuliah kita langsung ke rumah kamu ya, aku ingin ketemu sama ibu dan melihat langsung ibu yang sudah sehat,” ucap Mita.
“Iya Mita kita pulang bareng nanti,” jawab Laras.
Kring.... Kring.... Kring.....
Ponsel Laras berdering, jelas terpampang di layar ponsel itu kalau yang menelpon itu adalah Rio.
“Halo mas, ada apa?,” jawab Laras.
“Kamu lagi dimana ini?,” tanya Rio.
“Aku lai di Kampus mas, nih lagi bareng sama Mita,” ucap Laras.
“Ohhh ya udah nanti pas pulang mas jemput ya,” Jawab Rio.
“Mas aku udah janji nih sama Mita kalau kita pulang bareng ke rumah,” ucap Laras.
“Hmmmm baiklah, sebagai gantinya kita makan malam nanti,” jawab Rio.
__ADS_1
“Tapi mas,” ucap Laras yang ingin mengelak.
“Ngak ada tapi- tapian, masalah Mita, nanti sekalian kita antar pulang Mitanya,” jawab Rio.
“Yaudah mas baiklah,” ucap Laras.
“Okkk sampai ketemu nanti malam,” jawab Rio sambil mematian teleponnya dengan Laras.
“Hm hmm hmmm telpon dari mas Rio ya?,” Tanya Mita.
“Iya mit,” jawab Laras.
“Apa kata mas Rio?,” Tanya Mita yang penasaran.
“Mas Rio bilang mau makan malam nanti tapi kan,” ucap Laras yang punya perasaan ngak enak kepada sahabatnya itu.
“Bagus dong, nanti kita pulang dari kampus kan ke rumah kamu dulu, siap itu kamu bersiap kita jalan bareng Rio sekalian aku pulang kan aman,” jawab Mita.
“Gapapa nih Mit???,” Tanya Laras.
“Ya gapapa lah, aku justru senang melihat kamu ada yang merhatiin seperti ini,” ucap Mita.
“Duhhhhhh sahabat aku paling pengertian dehhhh,” ucap Laras yang langsung memeluk Mita tanpa sadar kalau itu di dalam kelas.
“Ehhh kamu udah jelasin ke ibuk masalah kamu sama Ricky???,” tanya Mita, yang membuat suasana seketika menjadi hening.
“Mmmmmm belum Mit, nanti aja kita ceritakan ke ibu, aku ngak sanggup kalau menceritakannya sendirian, nih kan momen yang pas, kita kerumah,” ucap Laras.
“Baiklah aku ikut menjelaskan nanti, jangan Cuma gara- gara ini ibu drop lagi,” jawab Mita.
“Yahhhh semoga saja ibu kuat mendengarkan ini, dari pada dari orang lain seperti yang kamu bilang aku juga takut,” ucap Laras.
“Okk lahh,, mudah-mudahan saja, kita ke papan pengumuman yukkk, melihat nilai yang tadi,” ajak Mita.
“Baiklah semoga hasilnya ngak malu- maluin ya,” ucap Laras.
Mereka berdua pun pergi menuju papan pengumuman, dan setelah melihat itu mereka terlihat sangat bahagia sekali, sebab mereka mendapat nilai- nilai terbaik diantara mahasiswa lainnya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote & komentar yang membangun...
__ADS_1
...Terimakasih...