Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Rio yang Loyal


__ADS_3

"Ia ia ia kamu ikut, kalau kamu tanya sudah lama, ya semenjak kita lulus SMP lah," jawab Laras.


"Makanya itu aku pengen ketemu ibu," sahut Mita.


Lalu mereka berangkat ke rumah Laras, sampai disana semua pekerjaan rumah sudah dikerjakan dan makanan juga sudah tersedia, semua itu dikerjakan asisten rumah tangga yang dikirim oleh mas Rio.


"Eh ibu, ibu gimana kabarnya ," tanya Mita.


"Ibu udah mendingan kok, maaf ibu lupa nama kamu, tapi wajahnya ibu masih ingat," jawab ibu.


"ini aku bu, Mita teman SMP Laras," ucap Mita.


"Ohh iya iya,,, ibu ingat, kamu gimana sekarang nak," tanya ibu.


"Baik kok bu, Mita dan keluarga semua sehat," jawab Mita.


Sebelumnya Mita sudah dikasi tahu Laras untuk tidak mengatakan kalau Laras sedang kuliah bersama dirinya. Laras ingin memberikan kejutan untuk ibunya.


"Sukurlah nak, kalau begitu" ucap ibu.


Tak berapa lama kemudian Rio datang.


"Laras,,, Laras," teriak Rio.


"Iya kenapa sih mas, kok teriak gitu," jawab Laras.


"Gak ada apa-apa sih, takut kamu gak dirumah aja," ucap Rio.


"Yeee emang kemana lagi mas, gak mungkin kan aku keluyuran," jawab Laras.


"Ehmmmm ini siapa Laras," tanya Mita.


"Eh iya kenalin Mit, ini mas Rio, mas Rio ini Mita yang aku ceritain kemaren," ucap Laras.


"Ohhhh jadi ini yang namanya Mita, berarti nanti aku minta kontak kmu ya Mit," pinta Rio.


"Buat apa mas," tanya Mita.


"Biar kalau Laras ada apa-apa aku nanya ke kamu, takut Larasnya kemana-mana," ucap Rio yang ingin mengawasi Laras.


"Ihhh kok pake mata-mata segala, kamu gak percaya sama aku mas," ucap Laras.


"Bukan gak percaya tapi takutnya, kamu lagi ada masalah kan Mita bisa menghubungi aku," jelas Rio.

__ADS_1


" Mmmm baiklah kalau gitu, tapi Mita ingat jangan lapor yang tidak-tidak," ancam Laras ke sahabatnya.


"Pastinya dong, mana mungkin aku menjerumuskan sahabatku," ucap Mita.


"Gitu dong, mantap," jawab Laras.


"Ya udah aku duluan ya Laras, takut kemalaman nyampe rumah," ucap Mita.


"Kalau gak nanti kamu pulang bareng aku, biar ada yang ngawasi," jawab Rio.


"Gak usah mas, makasih, aku duluan aja ," ucap Mita.


"Ya udah kamu hati-hati ya," sahut Laras.


Mita pun berlalu untuk pulang kerumahnya.


"Mas kenapa sih pake di awasi segala, aku kan ada handphone juga mas," tanya Laras.


"Biar ada yang ngawasi kamu untuk ku," ucap Rio.


"MMM iya lah, terserah kamu saja, yang pasti aku gak kemana-mana ," jawab Laras.


"Si Ricky sudah datang kesini liat ibuk," tanya Rio.


"Jangan bahas dia lah mas, mana pernah dia kesini, yang dia tau kan cuma kekasihnya itu," jawab Laras.


"Sudah mas, jangan bahas dia lagi aku gak ingin mendengar nama dia dirumah ini," jawab Laras.


"Bukan mau bahas dia, tapi teringatnya, itu kan sudah kewajiban dia seharusnya, "ucap Rio.


"Iya mas, bahas gimana nanti biar Laras cepat dapat kerja aja lah," jawab Laras.


"Kalau masalah pekerjaan ,kamu tenang saja, biar mas yang nanti carikan, kamu cukup fokus kuliah saja dulu," jawab Rio.


"Mas jangan kuat-kuat ngomong kuliahnya, aku belum kasi tau ibuk masalah ini," pinta Laras.


"Lo kok gitu sih,kenapa gak dikasi tau" tanya Rio yang terheran.


"Sengaja aku gak kasi tau mas, biar kejutan buat ibu, nanti tinggal pas wisuda aja ibu tau kalau aku sudah sarjana," jawab Bunga.


"Dasar kamu ya, bisa aja buat orang lain terkejut," ucap Rio.


"Yeeee bukan terkejut mas, tapi memang ingin hadiah untuk ibu," jawab Laras.

__ADS_1


"Jadi siapa yang sudah tau kalau kamu kuliah," tanya Rio.


"Ya cuma kamu mas, Mita, kalau teman laki-laki yang lain gak ada yang tau kalau aku sudah menikah, dikampus aja baru Mita yang tau," jawab Laras dengan polosnya.


"Nah ini yang bahaya, makanya mas suruh Mita buat laporan ke aku, karena mereka tidak tahu kalau kamu sudah menikah, pasti banyak nanti yang ingin mendekati kamu, apa gak nambah lagi saingan ku," tutur Rio dengan jujurnya.


"Hahahaha kamu ya mas, ya gak kok, gak bakal ada pengisi lagi, sudah penuh ," jawab Laras.


"Eitssss penuh???? siapa tuh yang ngisi?," tanya Rio.


"Ada deh,,, belum waktunya untuk dikasi tau ke orangnya," jawab Laras untuk membuat Rio semakin penasaran.


"Hm hm hm ,,, iya iya,,, mudah-mudahan aja ,ada nama Rio salah satunya," ucap Rio.


"Yeeee dasar kamu ya mas,,, ngarep banget nih ya," ledek Laras .


Padahal memang betul bahwa Rio sangat berharap kalau yang mengisi hati Laras itu dirinya, sementara Laras belum juga memberitahu siapa pengisi hatinya itu. yang penting bagi Rio sudah ada Mita yang mengawasi Laras di kampus.


"Baiklah Laras aku balik dulu, besok aku datang lagi," ucap Rio.


"Eh maaf tuan, saya mau nanya, sampai kapan aku di rumah mbak Laras," tanya asisten rumah tangga suruhan Rio.


"Sampai ibu sehat aja, kalau ibu sudah sehat kamu bisa kembali lagi ke rumah," jawab Rio.


"Baiklah tuan, saya ngerti," ucap asisten.


"Ya udah kamu disini anggap seperti di rumah ,disini majikan mu Laras, dan ibu kalau mereka butuh bantuan kamu langsung kerjakan ya," titah Rio.


"Baik tuan," ucap asisten rumah tangga itu dengan sigap.


Rio terkenal dengan majikan yang loyal terhadap siapa saja yang ia pekerjakan, baik dirumah maupun di perusahaannya, sehingga membuat semuanya betah dan tidak ingin mengecewakan majikannya, semua perintah dari Rio pasti dengan siap siaga mereka kerjakan semuanya, walau itu di luar jam kerja, seperti ada data surat dan file yang harus diselesaikan pasti secepatnya anak buah Rio mengerjakan.


Rio juga salah satu penanam saham terbesar di perusahaan milik keluarga Ricky, karena mengingat Laras yang sangat di sayangi oleh orang tua Ricky, makanya dia tidak menarik investasi sahamnya di perusahaan tersebut, kalau saja bukan karena orang tua Ricky, mungkin sudah dari awal permasalahannya dengan Laras ia sudah mencabut saham tersebut.


Dan saat ini Rio juga berharap semoga secepatnya Ricky menceraikan Laras, disamping ia tidak ingin melihat Laras terus -terusan bersedih,ia juga ingin membuat Laras bahagia, karena menurutnya sudah waktunya Laras merasakan kebahagiaan, cukup selama ini Laras menderita akibat perlakuan Ricky.


Kalau saja ia bertemu sejak lama, mungkin Laras tidak akan menderita seperti saat sekarang, tapi apa boleh buat, jalan takdirnya sudah seperti ini, gumam Rio.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & komen yang mendukung...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2