
Selesai berbelanja mereka berdua melangkah menuju terminal bus untuk segera pulang ke rumah masing- masing sesuai perjanjian dengan orang tua mereka berdua.
Sampainya di terminal dimana terik matahari mulai menusuk kulit, orang – orang mulai ramai lalu lalang di sekitar terminal dan mereka berdua langsung menuju salah satu loket bus untuk membeli tiket pulangnya.
Tiket ditangan mereka pun segera menaiki bus yang akan mereka tumpangi untuk ke Jakarta, Di dalam bus yang begitu ramai penumpangnya juga ramah – ramah semua membuat mereka berdua nyaman di saat dalam bus tersebut. Tidak terasa 6 jam perjalanan sudah dilalui mereka akhirnya sampai juga dengan semangat serta kerinduan yang sudah tak terbendung, di sisi lain terminal sudah berdiri sosok yang begitu familiar dimata mereka berdua, ya , itu adalah Rio kekasih Laras.
Kring,,,, kring,,,, kring,,,, “handphone laras berdering”
“Halo mas” jawab Laras.
“Kalian sudah dimana ????,” tanya rio dengan khawatir.
“Nihhh baru aja nyampe mas, baru turun dari bus,” ucap Laras, lalu Rio menoleh ke sisi lain untuk melihat bus yang baru datang, dan ia pun melihat kekasihnya.
“Owwwww iya iya coba kamu lihat ke arah selatan,” titah Rio.
Perlahan Laras pun menoleh untuk melihat ke arah yang baru saja disebut Rio.
Sambil tersenyum malu “ehhh mas juga sudah di sini ternyata,” jawab laras sembari mematikan telpon.
“Mit barang kita semua sudah kan, yukk ke sana udah ada mas Rio tuh nunggu ita dari tadi,” ucap Laras kepada Mita.
“Ow oww owww So Sweet banget sih, udah seperti suami istri saja nihhh langsung di jemput,” ledek Mita kepada sahabatnya itu.
Setelah semua barang bawaan mereka masuk bagasi mobil mereka pun akhirnya berangkat, sesuai denga rute dari terminal rumah Mita yang pertama sampai baru kemudian rumah Laras.
“ iyu barang kalian banyak begitu isinya apa an sih???” tanya Rio.
“ ihhhh kepo deh si mas ini, namanya juga wanita mas,” jawab Mita.
“Hehehehe iya mas kalo wanita pergi, dan mau pulang kurang lengkap tanpa yang namanya oleh- oleh mas,” sambung Laras.
“Owwwwwwwwppppppsssssss itu oleh – olehhh ???????,” jawab Rio.
“Iyaa masssss itu oleh – oleh kita berudua,” ucap mereka dengan kompak.
“ hmmm baiklahhhh,” jawab Rio dengan pasrah.
__ADS_1
Tiga puluh menit perjalanan akhirnya tiba dirumah Mita, dan mereka pun mengambil barang mita yang ada di bagasi dan disambut hangat oleh papanya Mita.
“Lohhh kalian udah sampai??,” tanya Papa Mita.
“Iya Pa nih kita baru nyampe, papa sih ngak jemput mita ke terminal,” jawab Mita.
“Hmmm kan sudah ada nak Rio, kan sama aja Mit,” ucap papa mita.
“Tuhh kan bisa banget tuh papa kalo ngeles,” ledek Mita terhadap papanya.
“Ini sudah semua Mit??,” tanya Rio.
“Oh sudah mas, itu sisanya punya Laras ,” jawab Mita.
“Baik lah kalau begitu kita berangkat sekarang nya ,” ucap Rio.
“Iya mit kita berangkat ya, Mita, Om,” sambung Laras sambil menuju sahabatnya itu tak lupa juga ia memeluk baru kemudian menyalam papa nya Mita untuk izin langsung berangkat.
“Kalian hati- hati ya,” ucap Papa mita kepada Laras dan Rio.
“Siap om ,” jawab mereka dengan kompak.
Tak lama kemudian rumah Laras akhirnya sampai juga merek mengambil barang dan membawanya kerumah, pemandangan yang sudah seperti suami istri. Di dalam rumah ibu Ratih yang masih tiduran di ranjang belum sadar akan kehadiran putri kesayangannya atau bahkan dia mungkin lupa kalau hari ini adalah hari dimana putrinya itu akan kembali dari tempat magangnya.
Tok..... tok.... tokk.... “Assalamualaikum” ucap Laras dari luar pintu.
Mendengar suara yang ia rindukan bu Ratih segera bangkit dari temopat tidurnya menuju pintu. “Waalaikumsalam” jawab Bu Ratih dengan semangatnya.
Krekkkkk pintu terbuka.
“Laras......” ucap Ratih langsung memeluk putrinya untuk melepaskan rasa rindu yang tiada bandingnya.
“ Hmmmm hmmmm hmmm udah bu, Ras, udah dong pelukannya nih barang – barang mau tarok dimana,” ucap Rio yang masih memegang barang yang dibawa oleh Laras.
Melihat banyaknya jumlah barang yang dibawa putrinya bu Ratih pun heran melihat jumlahnya itu.
“Ini barangnya kok banyak sekali nak????,” tanya Bu Ratih.
__ADS_1
“Heheheheh iya bu, ini untuk kita, untuk para tetangga dan untuk mas Rio serta mamanya,” jawab Laras sambil tersenyum.
“Hmmm seperti itu lah nak kala perempuan, banyak yang harus di pikirkan untuk membeli apa aja,” ucap Ratih terhadap Rio.
“Iya buu, Rio paham kok, Cuma ini kan baru seminggu Laras di sana kalau ntar setahun apa ngak segudang juga oleh- olehnya,” ledek Rio sambil tersenyum terhadap Laras.
“Ihhhh apa an sih mas, ngak segitunya juga lagi mas, lagian kan Laras juga baru ini pergi meninggalkan rumah, ngak enak kan kalo ngak bawa apa- apa,” jawab Laras.
“Hhmmm, iya Larassss, mas ngak ngebantah kok,” balas Rio sambil tersenyum tipis.
Laras pun bergegas ke belakang menuju kamar mandi, di belakang Laras melihat persedian ibunya apa udah abis atau bagaimana, lalu ia membuka kulkas dan lemari, ternyata semua masih banyak dan tidak seperti yang ia bayangkan, semuanya masih lengkap tidak ada yang kurang sama sekali.
“Eh bu itu perlengkapan ibu masi banyak!!! Emang ibu ngak pakai yaaa, kok ngak abis- abis?,” tanya Laras yang merasa terheran- heran.
“heheh ngak kok nak, ibu selalu pakai, itu semalam nak Rio yang beli banyak sekali katanya biar tahan sebulan, itu lah kenapa masih numpuk, nak Rioyang borong,” jawab ibu sembari melirik Rio yang sudah duduk di kursi tamu bu Ratih.
“Ihhh mas itu apa ngak kebanyakan, lagian kan ibu Cuma sendiri dirumah dua bukan juga ngak bakal habis keknya,” ucap Laras.
“Yaaa yang namanya ibu sendiri dirumah, mas takut ibu ada kekurangan dan harus beli sendiri kan kasihan, ntar kalau terjadi apa- apa dijalan gimana,” jawab Rio dengan memberikan penjelasan kepada Laras atas niatnya itu.
“Ohh iya juga sih mas, terimakasih lahh mas kalau begitu, untung aja ada mas yang bisa ngeliat kondisi ibu, sekali lagi terimakasih ya mas,” ucap Laras.
Perbincangan mereka pun sudah membahas tentang semua hal, tidak terasa 2 Jam sudah berlalu, Rio pun segera pamit menuju rumahnya.
“Bu, Laras saya permisi dulu ya, udah sore gini ,” ucap Rio pamitan.
“ Lohhh makan disini aja kita Nak,” ucap bu Ratih.
“Lain waktu la buk, lagian mama saat ini dirumah ngak enak nanti mama makan sendiri,” ucap Rio.
“Ohhh kalau begitu tunggu sebentar mas, kan ada tuhh oleh- oleh buat Mamanya mas disitu.” Sambung Laras.
“Oh iya baiklah,” jawab Rio sembari menunggu Laras mengambil oleh- oleh yang sudah ia persiapkan.
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Komentar & Vote...
__ADS_1
...Terimakasih ...