
Selanjutnya Ricky juga selesai makan dan pergi ke kamarnya juga, dan memikirkan kata-kata mamanya tersebut, apa benar Laras merasa sakit hati karena ku,"gumamnya.
Tetapi Ricky memang betul-betul belum bisa menerima Laras.
Pagi harinya.
Laras kembali ke rumah Ricky, sebagai istri yang berbakti Laras melakukan tugasnya, yaitu menyiapkan sarapan untuk keluarga.
"Lohhh kamu sudah pulang Laras," tanya mama mertuanya.
"Iya ma, kan Laras sudah janji akan pulang pagi hari," jawab Laras.
" Mama ke taman aja berjemur, biar ada gerak, biar mama gak kena penyakit," sambung Laras.
" baiklah kalo begitu, mama ke belakang dulu," ucap mama mertua Laras.
Segera Laras menyiapkan semua sarapan pagi, tapi dalam benaknya masih terbayang akan kejadian semalam, antara suaminya dengan kekasihnya itu.
Melihat keperluan dapur yang sudah semakin menipis, Laras berencana untuk berbelanja tanpa ikut sarapan, karena setelah bangun Laras sudah sarapan di rumah ibunya.
Selesai menyiapkan Laras memanggil mama mertuanya untuk segera sarapan, dan Laras langsung pergi belanja.
"Lohh ma, Laras mana, tadi Ricky mendengar suara Laras ," tanya Ricky.
"Oh iya iya, Laras yang menyiapkan ini semua, Laras sudah makan dirumah ibunya, sekarang dia pergi belanja untuk keperluan dapur kita," jawab mama
"Ya sudah kalau begitu, kita sarapan aja yuk," ucapnya.
Setelah beberapa jam berlalu Laras selesai belanja, ketika ia hendak membawa belanjaan itu, tidak sengaja seorang laki-laki menabrak Laras, hingga belanjaannya menjadi berserakan.
"Maaf,, maaf saya tidak sengaja tadi," ucap laki-laki itu, yang langsung membantu Laras mengambil belanjaan itu.
"Iya mas, GK apa-apa lagian salah saya juga tadi kurang fokus berjalan," jawab Laras.
Laras tidak sadar jika laki-laki itu memperhatikan dia sejak ia menabrak Laras, kemudian setelah itu.
"Kenalkan nama saya Rio," ucap laki-laki itu sambil menjulurkan tangannya.
Laras yang melihat laki-laki yang mempunyai kulit putih, rambut ikal, tinggi semampai, serta tambah tampan dengan lesung pipinya sebelah kanan,terlihat jelas jika ia tersenyum.
"Saya Laras mas," jawab Laras.
"Maaf sebelumnya bolehkan saya mendapatkan nomor handphone kamu," tanya Rio.
"Ini mas," Laras memberikan nomor itu seperti sedang terhipnotis keadaan.
"Terimakasih Laras," ucap Rio lagi.
" Iya mas, sama sama, kalau begitu saya permisi ya mas," sahut Laras pamit untuk kembali kerumah.
__ADS_1
" Kalau kamu gak keberatan mari saya antar kamu pulang," ditawarkan oleh Rio.
"Gk usah mas, terimakasih biar saya pulang sendiri saja," jawab Laras.
Sesampainya Laras dirumah Ricky, Laras langsung menyusun belanjaannya ke tempat yang seharusnya.
Tidak begitu lama Meike pun datang lagi kerumah Ricky.
"Permisi, Mas Ricky,,,,, mas Ricky,,,,, " teriak Meike.
Mama Ricky yang mendengar suara itu langsung menemuinya.
"Ada apa sih,kok teriak - teriak , emang gk bisa pelan ya,," ketus mama Ricky.
"Ricky di kamarnya kan ma, aku langsung ke atas ya ma," ucap Meike.
"Ow gk bisa, biar saya saja kamu tunggu aja disini," jawab mama.
Sementara Laras melihat kekasih suaminya itu,membuat hati Laras semakin panas, tapi Laras masih menahan apa yang ia rasakan, entah sampai kapan aku akan bisa menahan rasa sakit ini.
"Emang kalian mau kemana sih Ricky ," tanya mama
"Meike minta aku Nemani dia shopping ma," jawab Ricky.
"Kamu terus saja bersama wanita itu, sementara kamu tidak pernah memperhatikan istri mu sendiri," sindir mamanya dan langsung keluar dari kamar Ricky.
Dengan kata-kata mamanya membuat dia sejenak terdiam lagi, tetapi dia sudah terlanjur membuat janji dengan kekasihnya itu, mereka pun pergi tanpa pamitan ke istrinya itu.
Kring,,, kring,,, kring,,,
Ada telpon nomor baru masuk ke handphonenya.
"Hallooo ini siapa," tanya Laras.
"Oh maaf Laras ini saya Rio ," jawab Rio.
"Iya mas, ada perlu apa ya mas," tanya Laras lagi.
Mendengar suara Laras yang terbata-bata, membuat Rio tau kalau posisi Laras lagi bersedih.
"Kamu kenapa Laras , kok sedih begitu coba ceritakan manatau saya bisa bantu," ucap Rio.
" Saya gak bisa menceritakan ini mas, maaf," jawab Laras.
"Sekarang kamu dimana ini," tanya Rio.
"Saya di taman dekat rumah mas," jawab Laras
Mendengar bahwa Laras di taman segera Rio melacak lokasinya dengan GPS. Laras yang memang merasa kesepian,tidak ada teman dia untuk menceritakan kesedihannya.
__ADS_1
Tidak menunggu lama, Rio pun sampai di taman itu dan langsung menjumpai Laras, melihat Laras yang begitu sedih dia merasa kasihan.
"Kamu kenapa Laras," tanya Rio.
Laras pun menceritakan semua masalah keluarganya itu, dari awal sampai akhir kepada Rio.
Rio sesungguhnya ada kabar baik dan buruknya, baiknya Laras punya masalah keluarga dan dia bisa masuk perlahan mendekati Laras , buruknya Rio tidak tega dan tidak bisa melihat Laras bersedih.
"Kamu harus kuat Laras jangan bersedih begini, sudah jangan berlarut dalam kesedihan seperti ini, kalau kamu ada masalah kamu bisa kok bercerita kepadaku," ucap Rio.
"Iya mas, terimakasih mas,sudah mau mendengarkan ceritaku, kalau begitu saya pamit ya mas, takut mama mertua saya mencari," jawab Laras.
"Baik lah kamu jaga kesehatan, ingat kalau ada masalah jangan sungkan bercerita," sahut Rio lagi.
"Iya mas, saya pamit ya," tutur Laras.
Andaikan saja kamu tau Laras aku sudah jatuh hati terhadapmu, semenjak kita pertama bertemu, aku akan menerima segala kekurangan dan kelebihanmu, gumam Rio dalam hati.
Sebaliknya Laras juga berbicara dalam hati, andai saja mas Ricky seperti mas Rio pengertiannya, mungkin aku tidak akan menderita seperti ini.
Laras yang kembali ke rumah itu tidak menyangka bahwa Ricky akan pulang secepat itu.
"Laras kamu dari mana," tanya Ricky.
"Aku dari luar mas, ada apa ?” jawab Laras.
"GK kok, gk kenapa-napa cuma nanya saja," sahut Ricky.
"Baiklah kalau begitu saya ke kamar dulu, saya mau istirahat ," jawab Laras
Ada apa dengan Laras kenapa dia tidak seperti biasanya, apa ini ada kaitannya dengan Meike, tanyanya dalam hati, Ricky tak menunggu waktu lama lagi, dia segera mengikuti istrinya dan menanyakan soal ini.
"Laras kamu kenapa, kok kamu berubah tidak seperti biasanya," tanya Ricky.
"Mungkin perasaan kamu saja mas, aku biasa - biasa saja kok," jawab Laras.
"Apa kamu berubah karena Meike yang sering datang kerumah ini," tanya Ricky lagi.
"Gk mas, saya sudah bilang saya tidak apa-apa, sudah ya mas saya mau istirahat," jawab Laras.
Namun tetap saja perasaan Ricky belum tenang , dia masih kepikiran dengan sikap Laras yang agak berubah hari ini.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote, dan Komentar yang mendukung...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...